iLive
10 Lagu Duet Yang Keren Banget Chemistry & Harmonisasinya
Published
7 years agoon
By
iMusiciMusic – Bagi seorang vokalis, bernyanyi secara duet adalah sebuah tantangan besar. Pasalnya si vokalis harus bisa mengimbangi harmonisasi nada yang dikeluarkan dari mulut partner nyanyinya.
Selain itu, keduanya juga harus memiliki chemistry yang sangat kompak bahkan kalau perlu romantis satu sama lain. Karena kalau tidak demikian, jangan harap lagu yang dinyanyikan keduanya akan terdengar enak di telinga apalagi, ikonik.
Dan dari seluruh lagu-lagu duet yang memiliki harmonisasi dan chemistry yang keren tersebut, berikut adalah 10 terkeren diantaranya. Perlu diingat, daftar ini dinilai berdasarkan keindahan harmonisasi dan chemistry serta tingkat keikonikan lagu yang dimaksud.
10. Blake Shelton & Christina Aguilera-Just a Fool (2012)
Menjadi pelatih (coach) di seri kompetisi The Voice, tak dipungkiri memiliki banyak keuntungannya. Selain mampu berbagi ilmu dengan “anak didiknya”, si pelatih yang merupakan vokalis top, memiliki pintu lebar untuk berkolaborasi dengan pelatih lainnya di program tersebut.
Dan salah satu yang sudah beberapa kali melakukannya adalah si pelantun “Genie in a Bottle” (1999), Christina Aguilera. Di tahun 2011 ia berkolaborasi dengan vokalis Maroon 5 Adam Levine melalui hit, “Moves Like Jagger” (2011). Setahun kemudian ia berduet dengan Blake Shelton melalui hit County Pop ini.
Just a Fool tak dipungkiri adalah salah satu duet lagu cinta paling sempurna di zaman milenial ini. Hal ini karena baik Shelton maupun Aguilera, sukses menampilkan harmonisasi vokal yang sangat indah nan romantis. Dan yang paling mengejutkan, jangkauan nada Shelton yang tak disangka mampu menyaingi jangkauan nada tinggi Aguilera.
9. Charlie Puth & Meghan Trainor-Marvin Gaye (2015)
Dua penyanyi muda yang sama-sama lagi naik daun ini secara mengejutkan, merekam duet lagu yang digubah oleh Puth ini. Menurut Puth, semuanya berawal ketika keduanya sedang sama-sama bertemu di sebuah pesta.
Ketika itu Puth memperdengarkan “Marvin Gaye” yang telah direkamnya seorang diri. Ketika mendengar sampel awal tersebut, Trainor mengatakan kalau lagu ini harus direkam secara duet.
Tanpa pikir panjang, Trainor langsung menawarkan diri sebagai partner duetnya. Keputusan yang sangat jenius yang pernah diambil Trainor. Karena seperti kita tahu, Marvin Gaye langsung menjadi hit terpanas di tahun 2015.
Dan tidak mengherankan apabila lagu ini langsung hit. Selain dinyanyikan oleh 2 nama muda yang masih ngetop-ngetopnya, juga chemistry yang ditampilkan keduanya ketika menyanyikan lagunya baik di rekaman maupun live show sangat gokil banget.
Saking gokilnya, keduanya seringkali dianggap sepasang kekasih. Padahal keduanya telah menekankan berkali-kali bahwa keduanya hanyalah teman biasa.
8. Paul McCartney & Michael Jackson-Say Say Say (1983)
Di tahun sebelumnya, si Raja Pop dan pentolan Beatles ini telah berduet di “The Girl is Mine” (1982). Walau duet mereka di lagu tersebut keren, tapi tetap saja duet kedua mereka inilah yang lebih keren.
“Say Say Say” menampilkan harmonisasi keren dari Mac & Jack (yang juga menjadi nama karakter mereka di video klipnya). Siapa sangka suara super lengking Jacko muda dengan suara tinggi khas paruh baya McCartney, bisa saling blend dengan sangat harmonis?
Sangat disayangkan pasca lagu ini, hubungan keduanya merenggang hingga Jacko meninggal di tahun 2009. Andai saja Jacko dan McCartney sudah berbaikan sebelum meninggal, bisa dipastikan keduanya akan memproduksi karya duet yang tidak kalah kerennya lagi.
7. Olivia Newton-John & John Travolta-You’re the One That I Want (1978)
Dapat dikatakan seluruh lagu yang dijadikan sebagai soundtrack di film musikal Grease (1978), adalah hit semua. Namun dari seluruh lagu duet yang dinyanyikan oleh Danny (Travolta) dan Sandy (John) di filmnya, tak dipungkiri lagu duet inilah yang paling ikonik.
Chemistry Travolta dan John ketika menyanyikannya sukses membuat kita percaya bahwa mereka adalah Danny dan Sandy alias bukan John & Olivia.
6. Marvin Gaye & Tammi Terrell-Ain’t No Mountain High Enough (1967)
Lagu yang ditulis oleh duo Ashford & Simpson ini tak dipungkiri merupakan salah satu lagu duet terpopuler sepanjang masa. Tidak terhitung film atau seri TV yang menggunakan lagu ini sebagai salah satu soundtrack-nya.
Tak mengherankan. Karena duet yang ditampilkan oleh Gaye dan Terrell sangatlah soulful dari ujung kepala hingga ujung kaki, Walau 3 tahun kemudian Diana Ross merilis versi cover, tetaplah versi orisinil Gaye & Terrell yang paling terbaik hingga detik ini.
5. Nat King Cole & Natalie Cole-Unforgettable (1991)
Kalau dipikir sangat gila untuk mencoba berduet dengan sosok tercinta kita yang telah meninggal bertahun-tahun sebelumnya. Namun putri legenda musik Nat King Cole, Natalie Cole, sukses membuktikan kalau hal tersebut lebih dari bisa untuk dilakukan.
Hanya dengan bermodalkan kecanggihan teknologi (baca: potongan klip Nat King) dan kemumpuniannya dalam mengharmonisasikan vokalnya dengan mendiang ayahnya, duet remix hit milik ayah & putri Cole ini sukses menjadi salah satu lagu cinta yang paling unforgettable hingga detik ini.
4. Lionel Richie & Diana Ross-Endless Love (1981)
Walau duet cover yang dinyanyikan oleh Luther Vandross dan Mariah Carey merupakan salah satu lagu duet terbaik yang pernah diproduksi, tetaplah versi orisinil milik Richie & Ross yang juara.
Harmonisasi vokal yang ditampilkan keduanya sangat lembut, penuh perasaan dan romantis. Tak heran apabila Endless Love masih menjadi salah satu love song yang dikenang hingga detik ini.
3. Bill Medley & Jennifer Warnes-(I’ve Had) The Time of My Life (1987)
Dibuka dengan suara bariton berat Medley lalu dilanjutkan getaran timbre khas Warnes, soundtrack film hit 80an Dirty Dancing (1987), secara perlahan tapi pasti, lagu ini membangun sekaligus mengajak kita untuk ikut berdansa bersama pasangan hingga pagi.Dan tentunya semua ini difaktori habis-habisan oleh harmonisasi sekaligus chemistry keren yang ditampilkan oleh Warnes & Medley alias tidak seperti chemistry buruk yang ditampilkan dua pemain filmnya, Patrick Swayze & Jennifer Grey.
2. George Michael & Aretha Franklin-I Knew You Were Waiting (For Me) (1987)
Merinding. Kami jamin itulah yang akan kalian rasakan ketika pertama kali mendengar duet Michael & Franklin ini. Bagaimana tidak? Mendengar keduanya saling adu vokal disini bagaikan menyaksikan Mike Tyson VS Evander Holyfield atau Stone Cold Steve Austin VS The Rock.
Alias, keduanya menampilkan padu padan vokal tingkat tinggi yang bisa dibilang adalah padu padan vokal terbaik yang pernah diproduksi oleh sebuah musik. Tidak percaya? Silahkan kalian dengar dan alami sendiri experience yang diberikan oleh lagunya ini.
1. Freddie Mercury & Montserrat Caballe-Barcelona (1987)
“I Knew You Were Waiting for Me” memang luar biasa. Tapi apabila dibandingkan dengan duet Mercury dan Caballe ini, duet Franklin dan Michael tersebut terlihat bagaikan lagu tingkat menengah.
Dari rangkaian bunyi bel yang dibunyikan di pembuka lagu yang lalu dilanjutkan dengan teriakan Sopran Caballe yang memukau, rasa kemegahan atau lebih tepatnya disini keagungan (majesty) langsung terasa menusuk seluruh tubuh.
Dan yang membuatnya semakin spesial adalah siapa sangka bahwa suara tinggi rocker khas Mercury bisa padu padan dengan sangat baik dengan suara Sopran Caballe yang notabene adalah penyanyi Opera? WOW membayangkannya lagi saja bikin kita merinding.
Tak heran jika ”Barcelona” hingga detik ini, dijadikan lagu kebangsaan tidak resmi bagi seluruh masyarakat di Barcelona, Spanyol.
Itulah tadi kesepuluh lagu duet yang memiliki chemistry dan harmonisasi yang keren banget. Dari 10 lagu ini yang manakah yang merupakan favorit kalian?
(marvi)
You may like
iLive
13 Band berbahaya bakal menghajar panggung “Distorsi Gegap Gempita”
Published
18 hours agoon
November 28, 2025By
Frans Eko
iMusic.id – Sebuah event musik yang memprioritaskan suguhan musik rock dan metal yang lebih kekinian digelar oleh MUSIKERAS pada 29 November 2025 besok. Hajatan debut bertajuk “Distorsi Gegap Gempita” tersebut digelar Musikeras dengan dukungan penuh dari Haus Of Wondr sebagai event organizer dan Tease Club, Emporivm sebagai penyedia tempat acara. Termasuk untuk kebutuhan produksi seperti panggung serta kebutuhan sound system dan lighting.

Untuk volume pertama ini, sebanyak 13 band beraliran keras yang saat ini tengah digemari anak muda dipastikan berpartisipasi menyumbangkan aksi panggung masing-masing di acara yang di inisiasi oleh MUSIKERAS ini.
Konser “Distorsi Gegap Gempita” dari MUSIKERAS ini akan menampilkan penampilan spesial 3 band cadas yaitu KILMS, Stereowall dan Black Horses, ditambah sepuluh band keren lainnya yaitu Party At Eden, Shvron, Burning Impact, Burning Flame, Losers of Today, Archsonic, Rising The Fall, Alien Sick, Driven By Animals (dimotori oleh Budi Drive) hingga Siements.
Ke 13 band tersebut tebtu saja dijamin bakal menghasilkan daya gempur tinggi di gigs “Distorsi Gegap Gempita” sesuai dengan konsep yang ingin ditonjolkan di event ini.
“Di gelaran perdana ini, kami ingin menghadirkan atmosfer yang intim, yang bisa menciptakan kemeriahan konser dinamis dalam kedekatan, walau berpeluh distorsi yang variatif,” tutur Mudya Mustamin, founder Musikeras, menegaskan.
Mereka adalah band-band terbaik dari sub-genre modern/prog metal/rock, metalcore, emo/screamo, hip rock, pop punk, hingga alternative rock.
Konsep yang demikian menarik, tantu tidak akan maksimal jika tanpa dukungan sarana produksi yang mumpuni. Dan kehadiran Tease Club yang mendukung penuh terselenggaranya “Distorsi Gegap Gempita” ini menjadi elemen penting yang sangat vital.
Tease Club Emporivm sendiri resmi diperkenalkan ke publik pada 14 Februari 2018. Sebuah tempat hiburan yang menjadi bagian dari Emporivm Hotel, Karaoke, Spa & Club (terletak di Lantai 5), yang berkonsep One Stop Entertainment dan berlokasi di kawasan Pacenongan, Jakarta Pusat.

Tease dihadirkan benar-benar untuk memanjakan mata serta kuping para music and party goers, dengan menghadirkan permainan lampu yang canggih, yaitu Madrix Lighting. Lalu juga dilengkapi Spacular, Flame, Confetti Gun dan Confetti Manual yang dijamin membuat pengunjung larut akan suasana di dalam club lebih meriah.
Kini, juga ada tambahan untuk visual, yaitu Videotron di bagian depan panggung dan membuat tampilan kian megah.
Beberapa artis dan musisi ternama yang pernah merasakan kualitas terbaik Tease Club, di antaranya adalah Judika, KLA Project, Ungu, Anji, Andmesh, Zaskia Gotik, Cita Citata, Dewi Perssik dan masih banyak lagi.
Untuk informasi lebih lengkap, bisa dipantau lewat akun Instagram resmi @musikeras_magz, @tease.club, @hausofwondr, @fireflyrecords.id serta akun para artis yang berpartisipasi.
iLive
RRI Awards 2025 Digelar Perdana, Ini Dia Deretan Pemenangnya
Published
7 days agoon
November 22, 2025By
iMusic
iMusic.id – RRI Award menjadi ajang apresiasi bagi kolaborasi komunikasi publik terbaik pemerintah daerah. Ajang ini pertama kalinya digelar oleh Radio Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen RRI memperkuat hubungan informasi antara pusat dan daerah. Awards ini sebagai penghargaan terhadap pemerintah daerah aktif memproduksi konten informasi publik yang akurat.
Direktur Utama RRI Hendrasmo menyampaikan, penyelenggaraan perdana ini merupakan bagian dari komitmen RRI untuk meningkatkan kualitas informasi publik yang kredibel dan berdampak.
“Kami dedikasikan untuk memperkuat layanan informasi publik yang akurat, berkualitas, edukatif, informatif, serta menghibur melalui portal rri.co.id,” kata Hendrasmo di Auditorium Abdulrahman Saleh Radio Republik Indonesia, Kamis (20/11/ 2025).

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan inovasi, responsivitas, serta dedikasi dalam menyajikan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hendrasmo.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi atas inisiatif Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia menggelar penghargaan RRI Awards 2025.
“Saya menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan RRI Awards 2025. Semoga penghargaan ini bukan hanya sekadar apresiasi, tapi dianggap menjadi dorongan agar standar komunikasi publik di daerah terus dapat meningkat, lebih akurat, lebih inklusif, lebih berpihak kepada masyarakat.”kata Meutya Hafid

“220 juta lebih penduduk Indonesia kini terhubung dengan internet, yang bergerak di dunia maya tanpa jeda. Hal ini memicu derasnya arus informasi yang kerap memunculkan disinformasi. Untuk itu, peran Pemda menjadi krusial dalam memberikan informasi berkualitas, tepat dan terpercaya kepada masyarakat, guna mencegah disinformasi.
“Tadi kami bicara banyak tentang tantangan, tapi kita juga melihat perkembangan yang cukup menggembirakan. Banyak daerah yang semakin matang dalam mengelola komunikasi publiknya,” tutupnya.
Berikut deretan pemenang pada acara ‘RRI Awards 2025’ yang berhasil menunjukkan performa terbaik dalam pengelolaan komunikasi publik.
– Kontribusi Berita Teraktif dimenangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo
– Konten Terfavorit Pembaca dimenangkan Pemerintah Kota Pontianak
– Publikasi Asta Cita Daerah Teraktif dimenangkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan
– Konten Pariwisata Terfavorit dimenangkan Pemerintah Kabupaten Lumajang
– Konten UMKM Terfavorit dimenangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo
– Konten Pendidikan Terfavorit dimenangkan Pemerintah Kabupaten Berau
– Features Terbaik dimenangkan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan
– Konten Informasi Layanan Publik Terbanyak dimenangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo
– Fotografi Jurnalistik Terbaik dimenangkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar
iLive
Indonesia Music Summit 2025 di gelar 19 – 20 November
Published
2 weeks agoon
November 17, 2025By
Frans Eko
iMusic.id – Sashana.ID dengan bangga mempersembahkan Indonesia Music Summit 2025 atau disingkatIMUST, sebuah forum dua hari yang didedikasikan sebagai ruang diskusi empatik bagi seluruh pemangku kepentingan ekosistem musik Indonesia.

Acara Indonesia Music Summit 2025atauIMUST ini akan digelar pada 19–20 November 2025, pukul 13.00–21.00 WIB di Gedung Ali Sadikin dan Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, menghadirkan perbincangan mendalam, pertukaran gagasan, serta inisiatif kolaboratif untuk merumuskan solusi dan rekomendasi bersama bagi masa depan industri musik nasional.
“Indonesia Music Summit 2025 kami hadirkan sebagai ruang temu yang jujur, inklusif, dan setara bagi seluruh pemangku kepentingan musik. Di tengah perubahan ekosistem yang begitu cepat, kita membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak, mendengar, lalu merumuskan langkah bersama. IMUST adalah upaya kami membangun budaya diskusi yang lebih sehat, yang memberi ruang bagi suara musisi, pekerja industri, dan komunitas kreatif untuk benar-benar didengar.” Jelas Dhani ‘Pette’ Widjanarko, Founder Sashana Indonesia & Project Director IMUST 2025.
Sebagai ajang yang memadukan dialog kreatif lintas disiplin, Imust mengusung semangat kolaborasi antara musisi, pekerja industri, kreator, penggiat seni, institusi pendidikan, komunitas, hingga pelaku usaha. Forum ini dirancang untuk membuka ruang aman bagi seluruh peserta dalam membahas tantangan ekosistem musik sekaligus menggali peluang di era digital yang terus berkembang.
“Industri musik Indonesia saat ini berada dalam fase penting. Banyak peluang baru, tapi juga banyak kebingungan, terutama bagi musisi dan pelaku industri skala kecil. Forum seperti Indonesia Music Summit sangat diperlukan untuk menyamakan perspektif, memahami tantangan nyata di lapangan, dan mencari terobosan bersama. Saya berharap IMUST bisa menjadi jembatan yang memperkuat ekosistem musik kita dari hulu ke hilir.” Terang Harry “Koko” Santoso, Pelaku Industri Musik Indonesia
Indonesia Music Summit 2025 menggelar beberapa agenda seperti Music Discourse, sebuah Sesi diskusi utama yang membahas isu-isu strategis mulai dari hak intelektual, distribusi digital, keberlangsungan musisi independen, hingga peran teknologi dalam produksi musik. Sesi ini menghadirkan sosok-sosok berpengaruh dalam industri musik Indonesia sebagai pembicara seperti : Ariel ‘NOAH’, Satrio ‘Piyu’ Yudi Wahono, Giring Ganesha, Once Mekel, Adi Adrian, Endah Widiastuti, Harry Koko Santoso, David Karto, Ravel Junardy, Anas Syahrul Alimi, Wendi Putranto, Ricky Bya, dan Ferry Dermawan dengan melibatkan moderator seperti : Ronal Surapradja, Widya Saputra, Yosi Mokalu.

Agenda acara berikutnya adalah Exhibition. Kegiatan ini merupakan sebuah pameran karya dan dokumentasi musik Indonesia yang menampilkan transformasi industri dari masa ke masa. Kegiatan ini melibatkan partisipan seperti Lokananta, Musicapture oleh Firdaus Fadlil, Musigraphic Dawai Dewa Budjana, Jay Subyakto Video Music Indonesia, serta SAE. Para peserta dapat menikmati koleksi arsip, instalasi visual, hingga karya eksperimental.
Agenda lainnya ada Workshop : Videoclip & Music Photography, ini adalah sesi praktis yang menghadirkan para profesional untuk berbagi teknik, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pembuatan video musik serta fotografi musik.
Dua agenda lainnya adalah digelarnya Special Show yang menampilkan Efek Rumah Kaca : 10 Tahun Album Sinestesia dimana showcase ini merupakan perayaan satu dekade album ikonik Sinestesia dalam format panggung intim dan reflektif. Sementara itu agenda acara terakhir adalah Music Store, area ritel yang menghadirkan rilisan fisik dan merchandise eksklusif dari musisi dan brand kreatif.
Seluruh tokoh yang tergabung dalam team kreatif IMUST berharap Indonesia Music Summit 2025 bisa menjadi motor penggerak kolaborasi antarpelaku industri musik, memperkuat jejaring, serta melahirkan gagasan-gagasan baru untuk membangun ekosistem musik Indonesia yang lebih sehat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sashana percaya bahwa musik adalah ruang budaya yang selalu hidup dan melalui diskusi yang empatik serta kolaborasi yang setara, Indonesia dapat menghadirkan ekosistem musik yang lebih progresif untuk masa depan.
