Connect with us

iLive

10 Vokalis Populer Zaman Now Yang Memiliki Tarikan Vokal Super Keren

Published

on

iMusic – Bukannya membandingkan atau bahkan merendahkan. Tapi kenyataannya vokalis zaman sekarang aka “Zaman NOW” memang tidak memiliki tarikan / kualitas vokal semumpuni dan seabadi seperti penyanyi zaman dulu aka “Zaman OLD”. Miris? Pedas? Mungkin. Tapi kenyataannya memanglah demikian.

Namun di saat yang sama, nyatanya tidak seluruh vokalis zaman sekarang memiliki kualitas vokal di bawah standar. Buktinya masih banyak vokalis zaman NOW yang memang memiliki tarikan vokal yang benar-benar bikin merinding dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Dan berikut adalah 10 vokalis diantaranya. Oh ya, “Zaman NOW” disini mengacu pada vokalis-vokalis yang memulai karirnya dari 2008-sekarang atau yang mungkin telah memulai karirnya sejak lama namun, baru ngetop di rentang waktu tersebut.

10. Bruno Mars

Seketika “Just the Way You Are” dirilis di tahun 2010, seketika itu juga vokalis bernama asli Peter Gene Hernandez ini mencuri perhatian. Mars selain kharismatik, juga memiliki tarikan vokal yang borderline antara Michael Jackson, Sting dan James Brown.

Selain itu, kemampuannya dalam memproduksi musik yang langsung bisa disukai khalayak tidaklah perlu diragukan lagi. Oleh karenanya tak heran apabila di awal 2018 lalu, vokalis asal Hawaii ini sukses memboyong banyak piala Grammy dan banyak vokalis top lain yang “kebelet” untuk berkolaborasi dengannya.

9. The Weeknd

Believe it or not, si “rambut konde” asal Kanada ini telah memulai karirnya semenjak tahun 2010. Namun ironisnya, sosoknya baru ngetop ketika album keduanya, Beauty Behind the Madness (2015) dirilis.

Walaupun esensinya ia “telat ngetop”, toh ketika akhirnya “Can’t Feel My Face” booming, penyanyi bernama asli Abel Makkonen Tesfaye ini langsung mencuri perhatian dengan penampilannya yang unik dan suaranya yang memiliki tone Tenor yang super khas.

8. Lady Gaga

Ketika “Just Dance” (2008) dirilis, tak dipungkiri penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini langsung mencuri perhatian habis-habisan dengan penampilan serta gayanya yang cross over antara David Bowie dan Madonna.

Namun untuk urusan tarikan vokal sayangnya kala itu banyak pendengar yang tidak terlalu mempedulikan. Eits, jangan salah. Pernyataan ini bukan negatif loh. Melainkan dikarenakan lagu-lagu Gaga kala itu bernada dance, EDM dan synth pop, jadi tarikan vokalnya dianggap oke-oke saja.

Tapi seiring berjalannya waktu dan album-album berikutnya, semakin terlihat bahwa biduanita yang kini berusia 32 tahun ini memanglah memiliki tarikan vokal yang “ganas”. Suara contralto-nya memiliki range yang sangat luas.

Sayang ketika tulisan ini diturunkan, Gaga sedang melakukan rehat panjang akibat penyakit Fibromyalgia yang dideritanya. Untungnya ia telah memastikan kalau ia akan segera kembali menunjukkan vokal gaharnya tersebut.

7. Gary Clark Jr.

Walau telah merilis album sejak tahun 2004, sangat disayangkan gaung musisi Hip Hop / Blues asal Texas ini tidak begitu kencang. Padahal Clark bisa dibilang adalah Eric Clapton atau (alm) Stevie Ray Vaughn zaman NOW.

Bahkan berhubung kita masih membicarakan dua legenda tersebut, musisi berusia 34 tahun ini nyatanya memang telah berduet dengan pelantun “Tears of Heaven” tersebut. Salah satu faktor yang menyebabkan Clark langsung melejit namanya, adalah ia mampu mem-blend dengan sangat brilian sound Blues dan Hip-Hop nya tersebut.

Dengan kata lain, Gary bukan hanya sekedar vokalis bersuara emas saja. Gary juga merupakan seeorang performer Blues terkeren zaman ini.

6. Demi Lovato

Terlepas lagi-lagi masalah over dosis NARKOBA yang kini sedang dialami, namun hal tersebut tak menutup fakta bahwa penyanyi bernama lengkap Demetria Devonne Lovato ini adalah sosok vokalis yang luar biasa.

Power dan jangkauan suaranya yang sangat tinggi (bahkan mencapai nada whistling) kerap membuat kita sering melupakan seluruh masa kelam serta attitude-nya yang terkadang terlihat congkak.

5. Adele

Ketika “Chasing Pavements” dirilis di tahun 2008, tak dipungkiri banyak dari kita yang langsung terbius dengan vokalis wanita Inggris yang lucu binti karismatik ini. Dan bahkan hingga kinipun kita masih terus terbius dengannya.

Vokalis bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini memiliki tone suara Contralto yang sangat mencengangkan. Dan yang paling penting, di setiap penampilannya ia tidak hanya benar-benar masuk ke dalam kisah lagunya, namun juga terlihat sangat membumi dan real. Atribut inilah yang kini jarang dimiliki oleh sebagian besar rekan musisinya.

Sama hal-nya seperti Gaga, Adele kini sedang melakukan rehat panjangnya. Tapi yakinlah bahwa vokalis berusia 30 tahun ini akan kembali membius kita dengan suara indah miliknya.

4. Hayley Williams

Istilah “Rock Chic” umumnya mengacu pada sosok vokalis Rock wanita yang tidak hanya berwajah cantik namun, juga bersuara emas. Dan vokalis Paramore, Hayley Williams, adalah salah satu yang benar-benar mendefinisikan pernyataan tersebut.

Tidak hanya memiliki wajah yang sedap dipandang mata, tarikan vokal wanita 29 tahun ini benar-benar gahar. Tanpa perlu melakukan teriakan keras (growl), power serta jangkauan tinggi Hayley yang khas sudha cukup membuat sosoknya menjadi salah satu vokalis Rock seksi terkeren di era ini.

3. Sam Smith

Dengan suara tenornya yang halus nan mantap, vokalis yang juga sepupu Lilly Allen ini, sukses membuat kita menjadi baper sendiri setiap kali mendengarkan lagu-lagunya. Tapi di saat yang sama, melalui lagu “Money on my Mind” (2014), Smith juga sukses membuktikan kalau ia juga mumpuni menyanyikan lagu-lagu “beat”.

Well, beat atau mellow, apapaun yang dinyanyikan oleh Smith selalu berbuah menjadi lantunan yang sangat merdu dan emas.

2. Sia

Ya sebelum mulai, bagi kalian yang mungkin belum tahu wajah si pelantung “Chandelier” ini, inilah wajah penuh dari seorang Sia. Penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Australia ini sebenarnya telah memulai karirnya sejak tahun 1997. Yap. Selama itu.

Namun ironisnya, sosoknya baru mencuat melalui album keenam, 1000 Forms of Fear (2014) yang di dalamnya terdapat hit seperti : “Chandelier” dan “Elastic Heart”. Seperti halnya The Weeknd, walau terlambat ngetop, toh Sia langsung sukses mencuri perhatian dengan tarikan vokalnya yang luar biasa tinggi dan berkarakter kuat.

1. Florence Welch

Sebenarnya agak sulit menentukan antara Sia dan vokalis asal London, Inggris ini yang menduduki posisi puncak daftar ini. Tapi pada akhirnya saya memilih Welch. Sia memang memiliki jangkauan nada tinggi yang fantastis dan memiliki presentasi diri yang sangat unik.

Tapi apabila dibandingkan dengan suara powerful Welch? Well, jelas banget kalau Sia kalah jauh. Welch memiliki tone serta vibra yang sangat khas dan powerful. Dan gilanya, atribut suaranya ini mampu mengenakkan seluruh lagu apapun yang dinyanyikannya.

Intinya sekali lagi, mau Gaga, Sia atau bahkan Adele, apabila mereka diabndingkan atau untuk kasus Gaga, berduet bersama, suara keren mereka langsung tidak ada apa-apanya sama sekali. Gak percaya? Silahkan saja dengarkan lagi lagu-lagu miliknya.

Nah, itulah tadi kesepuluh vokalis zaman NOW yang memiliki tarikan vokal super keren atau dengan kata lain, vokalis bersuara emas zaman sekarang. Bagaimana apakah kalian setuju dengan nama-nama di daftar? Yang manakah yang merupakan favorit kalian?

(marvi)

iLive

Musikal Perahu Kertas segera digelar sebentar lagi, yuk ramaikan!!

Published

on

iMusic.id – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris “Perahu Kertas” karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal. Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), “Musikal Perahu Kertas” akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Musikal Perahu Kertas” akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Mengangkat tema ‘Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi’, “Musikal Perahu Kertas” ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia. Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Selain dua tokoh utama, Alya Syahrani, yang memerankan Kugy dan Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, “Musikal Perahu Kertas” juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.

Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid. Sementara itu dari sisi artistik, “Musikal Perahu Kertas” menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis.

Musikal Perahu Kertas akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital, Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang tersedia di YouTube. Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas akan dapat disaksikan oleh lebih dari 23.000 penonton. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026.

Dengan kolaborasi lintas disiplin, eksplorasi artistik yang matang, serta semangat untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri musikal Indonesia.

Continue Reading

iLive

Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah

Published

on

iMusic.id – Platform live performance terkurasi ‘Buitenstage’ yang memasuki volume ke-2, sukses digelar pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 lalu. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, acara yang digagas oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik ini menghadirkan sederet musisi indie lintas generasi dari berbagai kota, diantaranya Swazta dan Man Sinner asal Jakarta, Hurtslaves asal Depok, serta USIX dan Ambarila mewakili tuan rumah Bogor.

Sesuai dengan jargon ‘Buitenstage’ yaitu “Amplify Your Music”, platform ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi, media dan audiens dalam menghadirkan pengalaman live yang intim, relevan, dan berakar pada semangat skena independen.

“Acara ini adalah konser musik dengan konsep gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik. 

Edisi kedua Buitenstage yang dipandu host Qenny Alyano (Bolehmusic) dan Yogi Hutabarat (Buitenfest) ini dibuka dengan penampilan Swazta, unit city pop asal Jakarta yang langsung menghangatkan malam itu dengan barisan lagu yang easy listening namun penuh energi. Band yang dibentuk pada akhir 2025 ini membawakan lagu-lagu yang masuk dalam debut EP mereka dengan rapi dan terkonsep, termasuk lagu andalan “Di Bawah Langit Senja” yang menampilkan tema refleksi dan mimpi.

Tanpa jeda panjang, setelah Swazta giliran Man Sinner mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, ‘laga tandang’ kuartet asal Cakung (jakarta Timur) pengusung skate punk ini langsung menggetarkan panggung Buitenstage dengan barisan lagu bertempo cepat dan penuh energi, termasuk nomor kolaborasi mereka dengan vokalis Rebellion Rose. Band yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, perlawanan terhadap diskriminasi dan pesan perdamaian ini seakan menjadi penghangat cuaca Bogor yang malam itu cukup dingin menusuk.

Tensi tidak lantas menurun saat Man Sinner turun panggung dan digantikan oleh Hurtslaves dengan musik yang sarat gitar terdistorsi, dentuman bass dan drum yang menghentak. Unit alternative rock asal Depok yang dikenal dengan lirik emosional dalam benang merah musik rock ini sukses membawakan materi orisinil mereka, termasuk single debut yang berjudul “I See A Stranger” dan single terbaru “Kelu” dengan rapi dan solid.

Setelah adrenaline audiens dipacu dengan setlist bertempo rapat, tiba giliran band-band tuan rumah Bogor membawa suasana ke dimensi yang berbeda. USIX yang mengusung musik bernuansa jazzy ini membuat suasana ‘mencair’. Tanpa malu-malu, USIX langsung membawakan single terbaru mereka yang berjudul “Pupus” sebagai pembuka dan ‘memaksa’ audiens untuk sing a long – membawa suasana semakin intim.

Ambarila yang didaulat menjadi penutup Buitenstage volume ke-2 ini tampil dengan deretan lagu bernuansa vintage, termasuk diantaranya single terbaru ‘Hajumari’ dan ‘Tuning Song’. Unit yang memasuki fase baru perjalanan dari format duo dan kini berkembang menjadi band penuh ini tampil interaktif dengan pendekatan ‘story telling’ khas mereka. Hal ini membuat audiens bukan sekedar menonton, tapi bagian menjadi bagian dari show mereka.

Melihat antusiasme penonton yang hadir pada malam itu, semakin menegaskan bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara venue yang suportif, line up yang terkurasi dengan baik, penyajian acara yang terorganisasi dengan bapik serta antusiasme sambutan hangat penonton menjadikan platfom ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali.

“Buitenstage lahir dari pemikiran sederhana; momen dan emosi saat musisi memainkan karya secara langsung di depan audiens adalah sesuatu yang tak bisa digantikan oleh layar apapun. Digital itu penting, tapi koneksi langsung antara musisi dan pendengarnya adalah yang utama. Melalui kolaborasi antara musisi, media, label musik dan manajemen artis dalam Buitenstage ini harapannya dapat memperluas jangkauan karya musisi independent dan ngasi dampak positif bagi ekosistem musik”, tutup Anang dari Buitenfest.

Salam musik dan musisi Indonesia.

Continue Reading

iLive

Kolaborasi para Beauty Pageant dan Safari Bazaar 16 berlangsung meriah

Published

on

iMusic.id – Safari Bazaar yang di inisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) telah memasuki putaran ke 16. Digelar serentak mulai tanggal Rabu – Kamis, 26-27 November 2025 di hunian Sahid Sudirman Residence, Jumat – Sabtu, 28 – 29 November 2025 di hunian Maple Park Sunter dan di hunian Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Sabtu – Minggu, 29 – 30 November 2025 di Victoria Square, Tangerang dan Jumat – Sabtu, 5 – 6 Desember 2025 di Permata Hijau Suites, Jaksel.

Kegiatan Safari Bazaar ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pergerakan perekonomian nasional dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha untuk memasarkan produk mereka plus tetap selalu konsisten mendukung perputaran perekonomian nasional melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dagang dan konsumen di areal proyek hunian atau apartemen tersebut,

Ruby Herman selaku Presdir RINS Kombis melihat kegiatan yang berdampak baik bagi para pelaku UMKM tersebut terus mengalami peningkatan dari mulai antusiasme pengunjung, konsep acara bazaar dan peserta nya,

“Perkembangan Safari Bazaar ini sangatlah seru, kegiatan ini bisa meningkatkan omzet serta networking pesertanya. Antusiasme pengunjung sampai di putaran 16 ini juga sangat luar biasa, Selain bisa menjadi wadah penggerak ekonomi lokal, seluruh rangkaian Safari Bazaar dari awal sampai sekarang jadi sarana memperluas ekosistem bisnis yang berkelanjutan apalagi bazaar ini juga dikemas sedemikian rupa menyajikan banyak acara – acara menghibur Lainnya”, tegas Ruby Herman.

Ruby Herman juga menjelaskan bahwa Safari Bazaar putaran 16 ini masih di meriahkan dengan berbagai konsep hiburan termasuk tetap hadirnya para beauty pageant sebagai partner yang ikut terlibat di berbagai kegiatan seperti putaran – putaran sebelumnya.

“Banyak kejutan seru serta promo – promo menarik saat Safari Bazaar putaran 16 berlangsung. Banyak performance dari Anak – anak muda yang menunjukan bakat mereka saat acara ini digelar. Pada Safari Bazaar kali ini kita tetap berkolaborasi dengan para beauty pageant yang mana para beauty pageant tersebut kita beri ruang untuk Beauty bisa menunjukan bakat mereka seperti nyanyi menari dan juga main angklung bersama plus bisa bertemu dengan fans – fans mereka. Kita open network dan kolaborasi mendukung potensi bakat dan minat serta menjadi platform buat networking di market place. Jadi bisa berkolaborasi mewujudkan advokasi masing masing Beauty Pageant. Beauty pageant tetap jadi salah satu highlight untuk untuk nambah daya tarik acara, kita libatkan aura elegan plus hospitality dari teman-teman pageant. Support dari RINS Kombis buat para beauty pageant juga masih kuat, baik dari fasilitas, kesempatan tampil, sampai ruang untuk publikasi personal branding. Kita saling support sih, intinya mereka bantu meramaikan dan mempercantik event, dan event bantu mereka bangun exposure. Win-win vibes banget khan”, tambah Ruby Herman.

Sementara itu Nagia Halisa, Miss Tourism International Indonesia 2024 sebagai Juru Bicara RINS Kombis yang terlibat di Safari Bazaar putaran 16 ini mengaku sangat excited terlibat dan berkolaborasi di ajang bazaar yang berlangsung dua bulan sekali ini.

“Safari Bazaar putaran 16 ini vibes-nya makin matang, makin rapi, dan makin “kebaca” aura event yang udah punya karakter sendiri. Mayoritas peserta yang udah ikut dari putaran sebelumnya sih happy, mereka bilang Safari Bazaar itu crowd-nya “aman,” penjualan Bagus, dan ambience-nya bikin mereka betah. Banyak juga yang bilang kalau Safari Bazaar itu jadi tempat yang pas buat naikin exposure bisnis mereka, apalagi buat UMKM yang baru mulai, yang paling sering mereka apresiasi tuh : keramahan panitia plus adanya hiburan dan aktivitas yang bikin venue nggak flat”, jelas Nagia Halisa.

Selain Nagia Halisa, beberapa beauty pageant yang  menyemarakkan Safari Bazaar putaran 16 adalah : Lulu Zaharani (Putri Indonesia Pariwisata 2023), Karen Nijsen (Model Dan Influencer) Priskila Jelita (Miss Favorite Universe Indonesia Jabar 2023), Ratih Widiartha (Miss Universe Jabar Indonesia 2023)

Noland Liberty (Puteri Pariwisata Indonesia 2021), , Monica (Finalis Miss Grand Tourism Indonesia 2024), Hilda Karolina (Miss Teen Tourism 2024), Yudha Ariyanto (Duta Kopi Indonesia lingkungan 2025), Iqbal Syammarry (Putra Pariwisata Nusantara Kesehatan Indonesia 2024), Mahadewi Mega (Putri Wastra Nusantara 2024), Najwa (Miss Cultural Indonesia 2025).

Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada berbagai trik baru yang mulai diterapkan penyelenggara demi membuat ajang bisnis ini makin menarik.

“Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada konsep atau strategi baru biar penghuni dan masyarakat umum tertarik untuk datang, kita lagi push konsep experience-based bazaar, jadi bukan cuma datang-belanja–pulang, contohnya : ada small performance atau mini talent show, jadi crowd  dengan tenant berkolaborasi buat bikin promo bareng, intinya, Safari Bazaar putaran 16 ini pengen lebih “ramai tapi terarah dan lebih fun”, ujar Ruby Herman.

Menghadapi Safari Bazaar putaran 17 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan tahun depan, pihak RINS Kombis dan lima proyek hunian tentu saja telah menyiapkan beberapa terobosan.

“Safari Bazaar putaran 17 akan berlangsung di akhir february dan awal maret 2026, banyak ide – ide yang pasti akan lebih seru, lebih heboh karena akan kolaborasi dengan Pihak Perbankan dan juga para Gen Z yang Kreatif. Karena bazar ke 17 diadakan pada Bulan Ramadhan kemungkinan kita akan berikan Idea baru agar bazaar ke 17 ini akan semakin Maksimal dan menarik, dan untuk Safari Bazaar ke depan nanti kita bakal bikin tema khusus per-putaran biar lebih fresh (misalkan “Tropical Market”, “Glow Up Fest”, yang dimana kita lakukan antara 2 atau 3 bulan sekali, atau ada nya konsep baru biar menarik gen Z buat datang ditambah dengan kita akan coba terus berkolaborasi dengan komunitas, entah komunitas seni, UMKM muda, sampai mengajak juga gen alpha bisa diajak. Oya, kita dari tim internal juga melakukan evaluasi kecil tiap putaran—lebih ke apa yang bikin crowd antusias, apa yang kurang “nendang,” dan apa yang bisa dibuat lebih fun.Sejauh ini yang paling kelihatan tuh pengunjung makin stabil, tenant makin percaya sama event-nya, dan manajemen booth serta alur pengunjung juga jauh lebih tertata dibanding putaran – putaran awal”, tutur Nagia Halisa.

Sampai Jumpa di Safari Bazaar RINS Kombis di putaran ke 17.

Continue Reading