Connect with us

iLive

20 Lagu Keren Yang Ternyata Adalah Lagu Cover

Published

on

iMusic – Di industri musik, sangat wajar apabila band / penyanyi menyanyikan lagu milik musisi lain aka cover. Hingga detik ini, tidak terhitung lagi lagu-lagu di luar sana yang merupakan lagu cover.

Umumnya kita langsung mengetahui lagu yang dinyanyikan adalah lagu cover. Tapi tak jarang juga kita tidak mengetahuinya. Umumnya, ketidaksadaran ini disebabkan karena kita memang belum lahir ketika lagu orisinilnya dirilis atau musisi yang meng-cover, jauh lebih enak menyanyikannya daripada musisi aslinya.

Dan berikut adalah 20 lagu enak yang mungkin kamu tidak sadari adalah lagu cover.

20. Freddie Mercury – The Great Pretender (orisinil : The Platters)

Ya, lagu solo pentolan Queen yang dirilis di tahun 1987 ini, aslinya adalah lagu vocal group top 50an, The Platters. Menurut Mercury di wawancara terekam terakhirnya di tahun yang sama, alasan ia men-cover lagu ini, dikarenakan liriknya terasa sangat sesuai dengan sosoknya selama ini yang kerap menampilkan alter ego daripada kepribadiannya sendiri ketika sedang beraksi bersama Queen.

https://www.youtube.com/watch?v=FyM8NVl4yBY

19. Whitney Houston – I Will Always Love You (orisinil : Dolly Parton)

Dengan penampilannya yang memukau ketika menyanyikan lagunya plus kepopularitasan film The Bodyguard (1992) kala itu, tak heran apabila hingga detik ini, masih banyak dari kita yang menganggap bahwa “I Will Always Love You” adalah lagu Whitney Houston.

Padahal lagu ini aslinya ber-genre Country dan dinyanyikan oleh ibu baptis, Miley Cyrus, Dolly Parton. Namun untungnya Parton, tidaklah berkeberatan sama sekali apabila banyak orang yang masih keliru.

https://www.youtube.com/watch?v=aDqqm_gTPjc

18. Robbie Williams – She’s The One (orisinil : World Party)

Pasti kaget ya?. Tapi kenyataannya “She’s the One” bukanlah lagu orisinil milik Robbie Williams. Melainkan, lagu ini adalah milik band rock Ingggris, World Party.

Ironisnya masih banyak dari kita yang mengetahuinya ketika sudah dipopulerkan oleh mantan anggota boyband Take That tersebut. Tapi kalau dipikir wajar juga. Pasalnya, walau lagu ini sukses meraih penghargaan Ivor Novello di tahun 1997, gaung band ini kurang begitu kencang dibandingkan gaung yang dimiliki Robbie di tahun 90an.

17.Janis Joplin – Piece of My Heart (orisinil : Erma Franklin)

https://www.youtube.com/watch?v=j0f5ZG9LG6k

Rasanya tidak perlu diperdebatkan lagi kalau lagu apapun yang dinyanyikan oleh seorang Janis Joplin, akan otomatis menjadi hit-nya terlepas mungkin, lagu yang dinyanyikan adalah lagu cover. Dan inilah yang persis terjadi dengan hit yang melambungkan nama Joplin ini.

Saking sudah terpukau dengan cara Joplin menyanyikan lagunya, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa lagu ini kenyataannya, adalah lagu yang dinyanyikan Erma Franklin di tahun 1967.

16. Nirvana – The Man Who Sold the World (orisinil : David Bowie)

Bagi kita-kita yang remaja tahun 90an, pastinya pernah menyaksikan konser MTV Unplugged grup Grunge Rock, Nirvana. Yap di konser akustikan super keren ini, Kurt Cobain cs, menyanyikan seluruh lagu hit Nirvana dan lagu yang berjudul “The Man who Sold the World”.

Tak dipungkiri, banyak dari kita kala itu yang menyangka bahwa lagu tersebut adalah lagu orisinil Nirvana. Tapi seiring bertambahnya umur, akhirnya kita mengetahui bahwa lagu ini adalah milik salah satu vokalis Inggris paling influensial, David Bowie. Dan tak disangka, Bowie memuji habis-habisan cover Cobain ini.

Bahkan saking sukanya, Bowie kala itu sampai kepingin banget untuk ngobrol-ngobrol dan bahkan ingin jamming dengan Cobain. Sayangnya, seperti kita tahu, sebelum keinginan itu terwujud, suami Courtney Love tersebut, meninggal dunia.

15. All 4 One – I Swear (orisinil : Michael Montgomery)

https://www.youtube.com/watch?v=qEqTRDR7rak

Bagi kita-kita yang di Indonesia, lagu R&B love song ini, benar-benar ngetop ketika dirilis di tahun 1994. Saking ngetopnya, karir grup All 4 One pun juga ikut meroket. Padahal, kalau kita baca-baca lagi, lagu ini sebenarnya, bukanlah lagu orisinil mereka.

“I Swear” aslinya adalah lagu berirama Country yang dinyanyikan oleh Michael Montgomery yang dirilis di bulan Desember 1993. Keputusan yang super tepat ketika All 4 One memutuskan untuk men-cover lagu ini. Andai saja kala itu tidak men-cover lagu ini, bisa dipastikan karir 4 sekawan ini tidak akan melambung seperti saat ini.

14. Adele – Make You Feel My Love (orisinil : Bob Dylan)

Lagu super romantis yang juga dinyanyikan vokalis wanita super keren ini, aslinya adalah lagu milik legenda musik, Bob Dylan yang dirilis di album ke 30 Dylan, Time Out of Mind (1997).

Namun seperti kita tahu, seketika kita mendengar cover Adele, dijamin bahkan kita yang mungkin sebelumnya sudah tahu bahwa lagu ini lagu Dylan, langsung terbius dan terlupa bahwa ini adalah lagu klasik milik vokalis Folk tersebut.

13. Blondie – The Tide is High (orisinil : The Paragons)

Tak dipungkiri, banyak dari kita yang mengetahui lagu ini dari Blondie, atau Girlband, Atomic Kitten di tahun 2002. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya The Tide is High adalah lagu tahun 60an? Yap. Lagu ini aslinya dirilis di tahun 1966 oleh grup vokal, The Paragons. Dan sound orisinil mereka inilah yang dijadikan template dasar Debbie Harry cs untuk men-cover lagunya di tahun 1980.

12. One Direction – One Way or Another (orisinil : Blondie)

Masih membicarakan Blondie, kini giliran grup asal New York, AS inilah yang menjadi “korban” cover. Spesifiknya lagu hit mereka, “One Way or Another” (1979) dinyanyikan ulang oleh boyband terbesar zaman NOW, One Direction.

Namun berbeda dengan cover-cover yang dilakukan boyband kebanyakan, selain Harry Styles cs melakukannya dengan sangat baik, kerennya, mereka kepikiran (dan gokilnya, terdengar pas banget) untuk me-mash up lagunya dengan lagu “Teenage Kicks”(1978) milik The Undertones.

https://www.youtube.com/watch?v=1VFuHj9_Tgw

11. Gary Jules – Mad World (orisinil : Tears for Fears)

Bagi kamu yang juga movie maniacs, kami yakin kali pertama kalian mendengar lagu ini, melalui film sci-fi cult classic, Donnie Darko (2001). Dan kenyataannya versi Jules ini terdengar sangat keren nan menyayat hati.

Saking menyayatnya, alahsil kita seringkali melupakan bahwasanya “Mad World” bukanlah lagunya. Melainkan, lagu ini aslinya adalah milik grup top 80an,Tears for Fears di tahun 1982 dengan alunan nada yang sedikit lebih nge-beat.

10. Wet Wet Wet – Love is All Around (orisinil : The Troggs)

Dengan kepopuleran yang didapatkan film Four Weddings and a Funeral (1994), kepopuleran yang sama juga menular ke soundtrack-nya yang dinyanyikan Wet Wet Wet ini. Saking ngetopnya, lagu ini sukses menempati posisi jawara chart lagu Inggris selama 15 minggu lamanya.

Prestasi fantastis tapi cukup ironis. Pasalnya, lagu ini bukanlah lagu orisinil mereka. Melainkan “Love is All Around You” merupakan cover lagu milik band Rock 60an, The Troggs, yang bahkan prestasi tertinggi mereka dengan lagu ini kala itu, hanyalah menempati posisi 5 di tangga chart yang sama. WOW, keren banget ya si “basah-basah”?

9. Mr. Big – Wild World (orisinil : Cat Stevens)

Tak dipungkiri, nama Mr. Big sebagai band, sangatlah ngetop di akhir 80an. Bisa dikatakan seluruh karya yang dikeluarkan Eric Martin cs adalah emas yang alhasil membuat kita kala itu lupa bahwa “Wild World” (1993) bukanlah lagu ciptaan mereka.

Lagu ini orisinilnya, adalah milik pentolan band The Cats, Cat Stevens aka Yusuf Islam yang dirilis di tahun 1970. Lagu ini diciptakan Yusuf sebagai persembahan untuk kekasihnya kala itu, aktris Patti D’ Arbanville (Perfect Stranger).

8. Nazareth – Love Hurts (orisinil : The Everly Brothers)

https://www.youtube.com/watch?v=G_1LP3Z6pW4

Mustahil apabila kita tidak pernah mendengar lagu Slow Rock yang powerful ini. Karena, lagu ini hingga detik ini, masih dijadikan andalan banyak orang untuk pamer suara ketika sedang berkaraoke ria.

Tapi tahukah kamu? “Love Hurts” yang kerap dianggap sebagai lagu milik Nazareth ini, nyatanya bukan lagu mereka? Yap. Lagu ini aslinya adalah milik duo Country legendaris, The Everly Brothers yang dirilis di tahun 1961. Berbeda dengan aransemen Nazareth yang terdengar gahar, aransemen orisinil duo bersaudara ini, justru jauh lebih slow dan santai.

7. Bananarama – Venus (orisinil : Shocking Blue)

Ketika “Venus” dirilis tahun 1986, tak dipungkiri lagu yang dinyanyikan trio Bananarama ini langsung ngetop banget. Saking ngetopnya, banyak yang lupa kalau lagu ini sebenarnya adalah cover dari lagu milik grup Folk Rock 60an, Shocking Blue. Berbeda dengan versi Bananarama yang lebih 80’s Disco, versi orisinil, lebih mengedepankan unsur Folk yang dicampur dengan Psychedelic.

6. Sinead O’ Connor – Nothing Compares 2 U (orisinil : The Family)

Yap. Lagu balada romantis top 90an ini, nyatanya bukanlah orisinil milik si penyanyi wanita plontos cuek, Sinead O’ Connor. Memang ia yang mempopulerkan. Tapi sebenarnya, lagu ini adalah lagu milik The Family.

The Family adalah grup side project dari penyanyi eksentrik, Prince. Kala itu grup ini memang tidak terlalu top yang alhasil membuat “Nothing Compares 2 U juga tak begitu dikenal. Dengan kata lain, untung banget Sinead men-cover lagu ini.

5. The Beatles – Twist & Shout (orisinil : Top Notes)

“Apa? Ini bukan lagu The Beatles? The Beatles loh?” Wah berarti ketahuan kalau kamu, tidak sepenuh hati nge-fans dengan Fab 4. Perlu kamu tahu seperti rival mereka, The Rolling Stones, di awal karir keduanya, Beatles & Stone banyak merekam lagu-lagu cover termasuk lagu yang kemudian dianggap sebagai lagu signature Beatles ini.

Tapi ya sekali lagi, ini Beatles yang kita bicarakan. John Lennon cs adalah salah satu pelopor Rock & Roll moderen. Sehingga lagu apapun yang dibawakan mereka (baik orisinil atau cover), otomatis menjadi lagu mereka. Karena ya memang sehebat itulah The Beatles.

4. Elvis Presley – Hound Dog (orisinil : Big Mama Thornton)

Sama hal-nya seperti Beatles, The King of Rock N’ Roll di awal karir nyatanya juga banyak men-cover lagu musisi lain yang lalu dianggap banyak orang sebagai lagu signature Presley termasuk salah satunya lagu “Hound Dog” ini. Padahal lagu ini aslinya dirilis di tahun 1953 atau 2 tahun sebelum versi Elvis oleh penyanyi R & B wanita top, Big Mama Thornton.

https://www.youtube.com/watch?v=frsBq9MCNVg

3. UB 40 – Red Red Wine (orisinil : Neil Diamond)

Dengan irama Reggae yang sangat “toxic”, tidak heran apabila seluruh lagu yang dinyanyikan UB 40, kerap disangka banyak orang sebagai lagu orisinil mereka. Padahal, di awal karir justru mereka banyak men-cover lagu termasuk lagu sejuta umat ini. Aslinya, lagu ini dinyanyikan oleh Neil Diamond di tahun 1967. Yap benar banget. “Red Red Wine” adalah lagu 60an.

2. Jennifer Lopez – Waiting for Tonight (orisinil : 3rd Party)

APA ? Yang benar nih? Jangankan kalian. Kami saja pas mengetahuinya, juga menganga tidak percaya. Kenyataannya, “Waiting for Tonight” adalah lagu milik Girlband, 3rd Party yang dirilis di debut album mereka, Alive (1997). Sayang, gaung grup dan lagu ini di tahun 1997, kurang begitu kencang. Ironisnya, 2 tahun setelah bubar di tahun 1999, lagu ini menjadi ngetop karena di-cover oleh J-Lo.

1. Natalie Imbruglia – Torn (orisinil : Ednaswap)

https://www.youtube.com/watch?v=nbnEHXcK3oo

Tak heran apabila lagu milik penyanyi cantik asal Australia ini yang menempati posisi puncak. Kalau kamu masih ingat, sekitar bulan Agustus 2017 lalu, seluruh warganet heboh sendiri ketika mengetahui bahwa lagu top 90an ini, nyatanya adalah lagu cover.

Apakah kamu termasuk salah satu yang juga ikutan heboh? Anyway, versi asli yang dibawakan oleh grup Ednaswap, terdengar jauh lebih alternative 90an daripada versi Natalie yang lebih terdengar Pop-Rock. Kalau menurut saya pribadi, kedua-duanya sama-sama enak. Tergantung selera saja.

Nah, itulah tadi 20 lagu keren yang mungkin kamu tidak sadari adalah lagu cover. Dari 20 ini, yang manakah yang membuat kalian terkejut ketika mengetahuinya?

(marvi)

iLive

Musikal Perahu Kertas segera digelar sebentar lagi, yuk ramaikan!!

Published

on

iMusic.id – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris “Perahu Kertas” karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal. Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), “Musikal Perahu Kertas” akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Musikal Perahu Kertas” akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Mengangkat tema ‘Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi’, “Musikal Perahu Kertas” ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia. Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Selain dua tokoh utama, Alya Syahrani, yang memerankan Kugy dan Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, “Musikal Perahu Kertas” juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.

Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid. Sementara itu dari sisi artistik, “Musikal Perahu Kertas” menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis.

Musikal Perahu Kertas akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital, Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang tersedia di YouTube. Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas akan dapat disaksikan oleh lebih dari 23.000 penonton. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026.

Dengan kolaborasi lintas disiplin, eksplorasi artistik yang matang, serta semangat untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri musikal Indonesia.

Continue Reading

iLive

Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah

Published

on

iMusic.id – Platform live performance terkurasi ‘Buitenstage’ yang memasuki volume ke-2, sukses digelar pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 lalu. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, acara yang digagas oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik ini menghadirkan sederet musisi indie lintas generasi dari berbagai kota, diantaranya Swazta dan Man Sinner asal Jakarta, Hurtslaves asal Depok, serta USIX dan Ambarila mewakili tuan rumah Bogor.

Sesuai dengan jargon ‘Buitenstage’ yaitu “Amplify Your Music”, platform ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi, media dan audiens dalam menghadirkan pengalaman live yang intim, relevan, dan berakar pada semangat skena independen.

“Acara ini adalah konser musik dengan konsep gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik. 

Edisi kedua Buitenstage yang dipandu host Qenny Alyano (Bolehmusic) dan Yogi Hutabarat (Buitenfest) ini dibuka dengan penampilan Swazta, unit city pop asal Jakarta yang langsung menghangatkan malam itu dengan barisan lagu yang easy listening namun penuh energi. Band yang dibentuk pada akhir 2025 ini membawakan lagu-lagu yang masuk dalam debut EP mereka dengan rapi dan terkonsep, termasuk lagu andalan “Di Bawah Langit Senja” yang menampilkan tema refleksi dan mimpi.

Tanpa jeda panjang, setelah Swazta giliran Man Sinner mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, ‘laga tandang’ kuartet asal Cakung (jakarta Timur) pengusung skate punk ini langsung menggetarkan panggung Buitenstage dengan barisan lagu bertempo cepat dan penuh energi, termasuk nomor kolaborasi mereka dengan vokalis Rebellion Rose. Band yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, perlawanan terhadap diskriminasi dan pesan perdamaian ini seakan menjadi penghangat cuaca Bogor yang malam itu cukup dingin menusuk.

Tensi tidak lantas menurun saat Man Sinner turun panggung dan digantikan oleh Hurtslaves dengan musik yang sarat gitar terdistorsi, dentuman bass dan drum yang menghentak. Unit alternative rock asal Depok yang dikenal dengan lirik emosional dalam benang merah musik rock ini sukses membawakan materi orisinil mereka, termasuk single debut yang berjudul “I See A Stranger” dan single terbaru “Kelu” dengan rapi dan solid.

Setelah adrenaline audiens dipacu dengan setlist bertempo rapat, tiba giliran band-band tuan rumah Bogor membawa suasana ke dimensi yang berbeda. USIX yang mengusung musik bernuansa jazzy ini membuat suasana ‘mencair’. Tanpa malu-malu, USIX langsung membawakan single terbaru mereka yang berjudul “Pupus” sebagai pembuka dan ‘memaksa’ audiens untuk sing a long – membawa suasana semakin intim.

Ambarila yang didaulat menjadi penutup Buitenstage volume ke-2 ini tampil dengan deretan lagu bernuansa vintage, termasuk diantaranya single terbaru ‘Hajumari’ dan ‘Tuning Song’. Unit yang memasuki fase baru perjalanan dari format duo dan kini berkembang menjadi band penuh ini tampil interaktif dengan pendekatan ‘story telling’ khas mereka. Hal ini membuat audiens bukan sekedar menonton, tapi bagian menjadi bagian dari show mereka.

Melihat antusiasme penonton yang hadir pada malam itu, semakin menegaskan bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara venue yang suportif, line up yang terkurasi dengan baik, penyajian acara yang terorganisasi dengan bapik serta antusiasme sambutan hangat penonton menjadikan platfom ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali.

“Buitenstage lahir dari pemikiran sederhana; momen dan emosi saat musisi memainkan karya secara langsung di depan audiens adalah sesuatu yang tak bisa digantikan oleh layar apapun. Digital itu penting, tapi koneksi langsung antara musisi dan pendengarnya adalah yang utama. Melalui kolaborasi antara musisi, media, label musik dan manajemen artis dalam Buitenstage ini harapannya dapat memperluas jangkauan karya musisi independent dan ngasi dampak positif bagi ekosistem musik”, tutup Anang dari Buitenfest.

Salam musik dan musisi Indonesia.

Continue Reading

iLive

Kolaborasi para Beauty Pageant dan Safari Bazaar 16 berlangsung meriah

Published

on

iMusic.id – Safari Bazaar yang di inisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) telah memasuki putaran ke 16. Digelar serentak mulai tanggal Rabu – Kamis, 26-27 November 2025 di hunian Sahid Sudirman Residence, Jumat – Sabtu, 28 – 29 November 2025 di hunian Maple Park Sunter dan di hunian Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Sabtu – Minggu, 29 – 30 November 2025 di Victoria Square, Tangerang dan Jumat – Sabtu, 5 – 6 Desember 2025 di Permata Hijau Suites, Jaksel.

Kegiatan Safari Bazaar ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pergerakan perekonomian nasional dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha untuk memasarkan produk mereka plus tetap selalu konsisten mendukung perputaran perekonomian nasional melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dagang dan konsumen di areal proyek hunian atau apartemen tersebut,

Ruby Herman selaku Presdir RINS Kombis melihat kegiatan yang berdampak baik bagi para pelaku UMKM tersebut terus mengalami peningkatan dari mulai antusiasme pengunjung, konsep acara bazaar dan peserta nya,

“Perkembangan Safari Bazaar ini sangatlah seru, kegiatan ini bisa meningkatkan omzet serta networking pesertanya. Antusiasme pengunjung sampai di putaran 16 ini juga sangat luar biasa, Selain bisa menjadi wadah penggerak ekonomi lokal, seluruh rangkaian Safari Bazaar dari awal sampai sekarang jadi sarana memperluas ekosistem bisnis yang berkelanjutan apalagi bazaar ini juga dikemas sedemikian rupa menyajikan banyak acara – acara menghibur Lainnya”, tegas Ruby Herman.

Ruby Herman juga menjelaskan bahwa Safari Bazaar putaran 16 ini masih di meriahkan dengan berbagai konsep hiburan termasuk tetap hadirnya para beauty pageant sebagai partner yang ikut terlibat di berbagai kegiatan seperti putaran – putaran sebelumnya.

“Banyak kejutan seru serta promo – promo menarik saat Safari Bazaar putaran 16 berlangsung. Banyak performance dari Anak – anak muda yang menunjukan bakat mereka saat acara ini digelar. Pada Safari Bazaar kali ini kita tetap berkolaborasi dengan para beauty pageant yang mana para beauty pageant tersebut kita beri ruang untuk Beauty bisa menunjukan bakat mereka seperti nyanyi menari dan juga main angklung bersama plus bisa bertemu dengan fans – fans mereka. Kita open network dan kolaborasi mendukung potensi bakat dan minat serta menjadi platform buat networking di market place. Jadi bisa berkolaborasi mewujudkan advokasi masing masing Beauty Pageant. Beauty pageant tetap jadi salah satu highlight untuk untuk nambah daya tarik acara, kita libatkan aura elegan plus hospitality dari teman-teman pageant. Support dari RINS Kombis buat para beauty pageant juga masih kuat, baik dari fasilitas, kesempatan tampil, sampai ruang untuk publikasi personal branding. Kita saling support sih, intinya mereka bantu meramaikan dan mempercantik event, dan event bantu mereka bangun exposure. Win-win vibes banget khan”, tambah Ruby Herman.

Sementara itu Nagia Halisa, Miss Tourism International Indonesia 2024 sebagai Juru Bicara RINS Kombis yang terlibat di Safari Bazaar putaran 16 ini mengaku sangat excited terlibat dan berkolaborasi di ajang bazaar yang berlangsung dua bulan sekali ini.

“Safari Bazaar putaran 16 ini vibes-nya makin matang, makin rapi, dan makin “kebaca” aura event yang udah punya karakter sendiri. Mayoritas peserta yang udah ikut dari putaran sebelumnya sih happy, mereka bilang Safari Bazaar itu crowd-nya “aman,” penjualan Bagus, dan ambience-nya bikin mereka betah. Banyak juga yang bilang kalau Safari Bazaar itu jadi tempat yang pas buat naikin exposure bisnis mereka, apalagi buat UMKM yang baru mulai, yang paling sering mereka apresiasi tuh : keramahan panitia plus adanya hiburan dan aktivitas yang bikin venue nggak flat”, jelas Nagia Halisa.

Selain Nagia Halisa, beberapa beauty pageant yang  menyemarakkan Safari Bazaar putaran 16 adalah : Lulu Zaharani (Putri Indonesia Pariwisata 2023), Karen Nijsen (Model Dan Influencer) Priskila Jelita (Miss Favorite Universe Indonesia Jabar 2023), Ratih Widiartha (Miss Universe Jabar Indonesia 2023)

Noland Liberty (Puteri Pariwisata Indonesia 2021), , Monica (Finalis Miss Grand Tourism Indonesia 2024), Hilda Karolina (Miss Teen Tourism 2024), Yudha Ariyanto (Duta Kopi Indonesia lingkungan 2025), Iqbal Syammarry (Putra Pariwisata Nusantara Kesehatan Indonesia 2024), Mahadewi Mega (Putri Wastra Nusantara 2024), Najwa (Miss Cultural Indonesia 2025).

Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada berbagai trik baru yang mulai diterapkan penyelenggara demi membuat ajang bisnis ini makin menarik.

“Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada konsep atau strategi baru biar penghuni dan masyarakat umum tertarik untuk datang, kita lagi push konsep experience-based bazaar, jadi bukan cuma datang-belanja–pulang, contohnya : ada small performance atau mini talent show, jadi crowd  dengan tenant berkolaborasi buat bikin promo bareng, intinya, Safari Bazaar putaran 16 ini pengen lebih “ramai tapi terarah dan lebih fun”, ujar Ruby Herman.

Menghadapi Safari Bazaar putaran 17 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan tahun depan, pihak RINS Kombis dan lima proyek hunian tentu saja telah menyiapkan beberapa terobosan.

“Safari Bazaar putaran 17 akan berlangsung di akhir february dan awal maret 2026, banyak ide – ide yang pasti akan lebih seru, lebih heboh karena akan kolaborasi dengan Pihak Perbankan dan juga para Gen Z yang Kreatif. Karena bazar ke 17 diadakan pada Bulan Ramadhan kemungkinan kita akan berikan Idea baru agar bazaar ke 17 ini akan semakin Maksimal dan menarik, dan untuk Safari Bazaar ke depan nanti kita bakal bikin tema khusus per-putaran biar lebih fresh (misalkan “Tropical Market”, “Glow Up Fest”, yang dimana kita lakukan antara 2 atau 3 bulan sekali, atau ada nya konsep baru biar menarik gen Z buat datang ditambah dengan kita akan coba terus berkolaborasi dengan komunitas, entah komunitas seni, UMKM muda, sampai mengajak juga gen alpha bisa diajak. Oya, kita dari tim internal juga melakukan evaluasi kecil tiap putaran—lebih ke apa yang bikin crowd antusias, apa yang kurang “nendang,” dan apa yang bisa dibuat lebih fun.Sejauh ini yang paling kelihatan tuh pengunjung makin stabil, tenant makin percaya sama event-nya, dan manajemen booth serta alur pengunjung juga jauh lebih tertata dibanding putaran – putaran awal”, tutur Nagia Halisa.

Sampai Jumpa di Safari Bazaar RINS Kombis di putaran ke 17.

Continue Reading