iMusic – Penyanyi Dancedhut asal Karawang Ratu Meta atau
biasa dipanggil Ramet tidak mau berlama-lama lagi larut dalam kesedihan.
Sebagai penyanyi profesional ia harus bisa melanjutkan proyek single duetnya
yang berjudul “Setialah Denganku” yang sempat tertunda karena berlangsungnya
proses perceraian yang dialaminya. Lagu ini sebelumnya Ratu Meta berduet
bersama Edy Faisal sebagai wujud kasih sayang diantara keduanya sebagai suami
istri, tapi kandas di tengah jalan.
Untuk proses perubahan lagu “Setialah Denganku” kurang
lebih hampir satu bulan saja sejak ia merasa harus memutuskan untuk mengganti
rekan duetnya. karena banyak faktor selain bentuk tanggung jawab terhadap NAGASWARA sebagai label yang
menaunginya, yang membuat ia banyak berubah
dan banyak kontras dengan suami yang seharusnya ‘Setialah Dengaku‘ sesuai
dilagu tersebut, ternyata berbeda dengan kenyataannya. Karena lagu Setialah
Denganku liriknya menceritakan seseorang yang setia dengan pasangannya.
Menurut Ratu Meta sebagai penyanyi propesional ia
harus bisa melanjutkan rencana proyek single duetnya yang berjudul
“Setialah Denganku” walaupun sedang dirundung masalah seberat apapun. Makanya,
ia harus kejar tayang, karena rencana semula akan duet dengan suami gagal, Meta
harus profesional dalam pekerjaannya dan ia memutuskan untuk tetap
melanjutkannya walau bukan dengan suaminya lagi tetapi memilih Andi Merpati
sebagai rekan duetnya.
“Sebenarnya saya sudah bilang kepada Bapak Rahayu, dan
saya minta maaf sebelumnya kepada beliau dan menjelaskan duduk permasalahannya
yang terjadi, lalu saya jelaskan lagu “Setialah Denganku” yang tadinya duet
dengan suami tidak dapat terwujud dan saya mohon digantikan Andi Merpati
Band, yang juga sebagai pencipta lagu tersebut untuk menjadi rekan
duetnya, dan Pak Rahayu menyetujuinya,”
ucap Meta.
Selanjutnya, Ratu Meta & Andi Merpati melakukan syuting
video klip single duet “Setialah Denganku” dengan sutradara Roni Rom yang mengambil
lokasi di Pantai Segara, Ancol. Menurut sutradara Roni Rom konsep pembuatan Video klip
diambil di tepi pantai dengan menyiapkan
peralatan Piano yang di pasang di dekat pantai yang dimainkan oleh Andi Merpati
yang disebelahnya ada Ratu Meta sebagai teman duetnya. Dibuat sedemikian rupa dan
mengambil waktu di sore hari sampai
malam agar dapat sisi romantisnya.
Lagu ciptaan
Andi Merpati yang diaransemen musiknya oleh Danil Thamrin dengan warna
musik pop romantis, ada sentuhan piano, gitar akustik dan string orchestranya
terasa berpadu dengan vokal Ratu &
Andi, sehingga terasa menghasilkan keromantisan bagi siapapun yang menikmatri
suguhan Ratu Meta dan Andi ini.
Ratu Meta,
sebelumnya dikenal sebagai pelantun dangdut single “Memory Tahu Bulat”, “Di
Tinggalin Kawin”, “Sakitnya Luar Dalam” dan yang terakhir “Pacar kedua”.
Lagu-lagu yang dirilis Ratu Meta bersama NAGASWARA terbilang sukses mengangkat
nama dan kepopulerannya di kancah musik Dangdut Tanah Air. Dan Andi Merpati
sendiri merupakan sosok vokalis sekaligus leaders di grup band Merpati dengan
hits singlenya “Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah”, single “Tak Rela”, dan
single “Cinta Kandas Tiada Berbalas” serta banyak hits hits single Merpati
lainnya di album mereka.
Semoga persiapan untuk merilis single duet lagu terbarunya ini “Setialah Denganku” dengan konsep musik yang berbeda bagi Ratu Meta dari sebelumnya menjadi musik Pop, akan semakin mewarnai khasanah penbendaharaan musik Tanah air. (FE)
iMusic.id – Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul “Home”. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.
Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa “Home” adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.
“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu “Home”. Aku ingin emosi di lagu “Home” bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah “Home” yang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.
Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.
Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.
“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.
Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal “Home”, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.
”Home” is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. “Home” isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.
“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.
iMusic.id – Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.
Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.
Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.
Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.
iMusic.id – Solois perempuan asal Jakarta, Tia Veres mengumumkan perilisan resmi single terbarunya yang diberi judul “Aku Ingin Bahagia”. Berbeda dengan beberapa single sebelumnya yang lebih kental dengan warna musik dan vokal yang lebih rock, di single anyarnya ini Tia justru bernyanyi dengan nuansa lebih pop dan ballad.
Single yang liriknya bercerita tentang kesedihan, kegalauan dan ketidakbahagiaan seorang perempuan atas penderitaan yang di sebabkan oleh pasangannya ini terinspirasi dari curhatan asistennya yang kemudian diangkat oleh Tia Veres ke dalam sebuah lagu yang akhirnya jadi single baru Tia membuka tahun 2026 ini.
Tia Veres adalah penyanyi, pencipta lagu dan pebisnis yang telah merilis beberapa single dan EP dengan genre rock, lewat karya terbarunya “Aku Ingin Bahagia” ini Tia mencoba meredam jiwa lady rockernya dengan merilis lagu yang lebih nge-pop,
“Sebenarnya ada tantangan waktu mengarap lagu ini, saat itu sempat bimbang mau mengaransemen single “Aku Ingin Bahagia” ini dengan genre tetap rock atau pop, namun ada saran dan masukan dari beberapa teman untuk mengemas lagu ini dengan musik yang lebih nge-pop, akhirnya ya jadi kita buat musik nya jadi pop”, jelas Tia Veres.
Lewat adonan musik yang lebih pop dari biasanya, Tia Veres berhasil menyampaikan pesan – pesan mendalam yang ingin disampaikan lirik lagu ini melalui vokalnya. Kisah rumah tangga yang menjadi tema dari lirik lagu ini disampaikan Tia secara lugas sehingga sang asisten yang menyimak lagu ini setelah jadi mengaku sangat terwakili oleh lagu “Aku Ingin Bahagia ini”.
“Asisten saya sudah dengerin hasil akhir lagu ini dan dia sangat senang sekaligus sedih mendengar lagu ini, sampai berurai airmata dia”, cerita Tia.
Pesan di single “Aku Ingin Bahagia” ini memang dikhususkan untuk para perempuan, istri dan juga para suami agar kedua pihak selalu hidup dalam kesetaraan.
“Dalam mengarungi rumah tangga itu memang dibutuhkan saling pengertian di dua sisi, saling membantu jangan satu sisi aja. Yang laki – laki harusnya sadar akan tanggung jawab dia sebagai seorang kepala rumah tangga supaya rumah tangganya berjalan dengan baik. Jadi untuk para cewek nih hati-hati kalau mencari pasangan itu aja sih pesannya’, ungkap Tia.
Walaupun ide pembuatan lagu ini sudah lama tercetus, dalam proses produksinya, single “aku Ingin Bahagia” ini sempat mengalami beberapa kendala yang membuat single ini urung di rilis secepatnya.
“Proses produksinya memang beberapa kali ter-pending, untuk bisa masuk ke dapur rekaman saja terkendala kesibukan saya mengelola usaha kuliner dan fashion. Bahkan setelah desember 2025 kemarin berhasil jalan produksi masih ada juga kendala revisi – revisi hasil produksi sampai 4 – 5 kali”, terang Tia Veres.
Lagu “Aku Ingin Bahagia” milik Tia Veres sudah bisa didengarkan di semua Digital Music Store, sedangkan video musiknya akan segera di produksi oleh Tia veres dan team kreatifnya.