Connect with us

iMusic

‘Angkasa’ Rilis Single Ketiga Pilihan Dari Para Fansnya

Published

on

iMusic – Masih pada album yang sama Rahasia Terbesar, Angkasa kembali merilis single ketiganya bertajuk Cinta Dan Sakit Hati, setelah sebelumnya melepas single Setelah Kau Pergi. Lagu yang dirilis ini dijadikan single selanjutnya untuk dipersembahkan untuk para penikmat musik Indonesia.

Single ini juga merupakan pilihan dari teman-teman Angkasa yaitu para fans Angkasa yang disebut Makluk Angkasa, serta para MD Radio. Dari 10 lagu baru yang ada di album ke- 4 grup band Angkasa tersebut. Kini, single Cinta Dan Sakit Hati siap dirilis untuk seluruh stasiun radio se-Indonesia.

Lagunya sendiri bergenre Poprock dan bercerita tentang perasaan tersakiti, namun tak sanggup untuk membenci karena cinta dan sakit ini akan selalu ada di hati. Liriknya easy listening dan dijamin dapat mewakili orang orang yang sedang merasakannya.

ANGKASA adalah grup band yang terbentuk pada tahun 2004 dan sukses menelurkan album Jangan Pernah Selingkuh (JPS) pada tahun 2007 – 2008 sampai meraih perolehan sebanyak 3 juta donwload dan single Recyle Jangan Ada Dusta sebesar 2 juta download diperolehan RBT.

Menuai banyak prestasi semakin memantapkan eksistensinya di jalur musik Indonesia membuat ANGKASA terus aktif berkarya, dan sampai saat ini sudah 4 album dia persembahkan. Dari mulai Album Jangan Pernah Selingkuh (2008), Setia Itu Menyakitkan (2010), Sampai Kapanpun (2013), dan yang teranyar di NAGASWARA melahirkan sebuah album dengan tittle Rahasia Terbesar (2018).

Album Rahasia Terbesar memang merupakan album yang dinantikan para fans setia ANGKASA (ANGKASA Family). Album ini memang mengalami proses yang panjang sampai 2 tahun untuk dirilis. Karena, selain persiapan yang matang dan penggarapan lagu serta konsep musiknya yang afik, rupanya para personil ANGKASA tidak mau terlalu terburu-buru tapi perlu melihat waktu yang tepat untuk mempersembahkannya menjadi sebuah karya yang bisa booming seperti lagu-lagu mereka sebelumnya. Tetapi untuk proses rekamannya sendiri album tersebut hanya butuh waktu 1 bulan.

Gayungpun bersambut, CEO NAGASWARA Bapak Rahayu Kertawiguna mengamini apa yang menjadi keinginan para personil ANGKASA, maka sebelum meluncurkan album tersebut dianggap sangat penting untuk hearing bersama rekan-rekan MD radio. Dan jatuh pilihan dari 10 Lagu yang ada di album baru hasil hearing dari para MD radio, yang juga disepakati oleh ANGKASA serta Bapak Rahayu Kertawiguna, adalah lagu Rahasia Terbesar menjadi judul album ke-4 dan yang pertama di NAGASWARA serta single Dingin dijadikan single pembuka di album tersebut.

Berkonsep musik pop rock alternatif ANGKASA yang terdiri dari Ato (vokal dan gitar), Rizky Manggala (gitar dan back vokal), Ahmad Ovik (bass), Anggi Ginanjar (drum), dan Gita Galinx (keyboard), mempersembahkan single di album ke-4 ini, menjadi harapan optimisme yang tinggi, agar lagu ini banyak requestnya dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (FE)

iMusic

Sheryl Sheinafia ceritakan moment lucu lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”

Published

on

iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.

Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.

Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.

Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.

Continue Reading

iMusic

Societeit de Harmonie kolaborasi dengan Natasya Elvira luncurkan single “Syakara”

Published

on

iMusic.id – Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Syakara”, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari keluhan, kecemasan, dan tuntutan hidup modern, lalu kembali pada satu hal mendasar : rasa syukur.

Judul “Syakara” berasal dari bahasa Arab yang berarti syukur. Lagu ini dirilis menjelang bulan Ramadhan dan sekaligus menjadi single pertama Societeit de Harmonie di tahun 2026, menandai fase baru perjalanan band setelah dua tahun berkarya secara konsisten. Bagi Societeit, momen ini menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran akan hal-hal baik yang sudah dan masih dimiliki, alih-alih terus terjebak pada kekurangan.

Secara lirik, “Syakara” berbicara tentang kecenderungan manusia untuk terjebak dalam fantasi, harapan, dan penyesalan, memikirkan masa depan yang belum terjadi atau masa lalu yang tak bisa diubah. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Meskipun hidup sering kali terasa berat, cara kita meresponsnya tetap bisa dipilih. Bersyukur, sekecil apa pun alasannya, menjadi titik awal untuk melihat hidup dengan lebih jernih.

Pendekatan musikal “Syakara” terasa ringan namun berlapis. Aransemen horns yang digarap Dave Rimba memanfaatkan permainan horn yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut. Kekalutan ini tidak digambarkan dalam nada muram, namun justru hadir dengan nuansa hangat dan gembira, sebuah kontras yang disengaja untuk menegaskan bahwa refleksi dan penerimaan tidak selalu harus dibalut kesedihan.

Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam lagu ini. Selain sebagai vokalis, Natasya juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal. Sosoknya yang masih terbilang muda cocok untuk menyampaikan pesan pendewasaan hidup dengan cara yang terasa dekat dan relevan bagi generasinya, lebih sebagai obrolan antar teman, bukan nasihat yang menggurui. Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini.

“Syakara” bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif. Lagu ini ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian : saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas. Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk sing away their problems alias melepaskan keresahan melalui nyanyian.

Artwork lagu ini menampilkan figur yang tertawa, sebuah visual yang merepresentasikan gagasan utama “Syakara” : di balik senyum, setiap orang mungkin sedang memikul masalahnya masing-masing. Namun dengan bersyukur dan menerima, beban itu bisa terasa lebih ringan, karena badai pasti berlalu.

“Syakara” juga menjadi bagian dari rangkaian menuju EP “Ulangan”, yang dijadwalkan rilis dua bulan setelahnya. Melalui “Syakara”, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana : agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.

Continue Reading

iMusic

Amanda Mutia refleksikan kerinduan di single “Peluk”

Published

on

iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.

“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.

Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.

Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.

Continue Reading