“Ariffatur” rilis single bertajuk “Hening”, terjebak dalam pikiran sendiri.

“Ariffatur” rilis single bertajuk “Hening”, terjebak dalam pikiran sendiri.

iMusic – Menyusuri langkah menuju perilisan album perdananya, pada pertengahan Agustus ini Ariffatur kembali merilis sebuah single bertajuk “Hening”. Dirilis secara digital oleh Ringo Records (studio rekaman indie asal Medan).

lagi-lagi lagu yang dituliskan oleh Ariffatur ini bercerita tentang hidup dan bagaimana ia memandang hidup itu sendiri. Di awal masa perilisan, Ariffatur menyuguhkan cuplikan video pendekyang menampilkan seorang laki-lakiyang sedang terduduk merenung di tengah lautan, suguhan awal yang cukup merepresentasikan judul lagu, “Hening”.

Lebih jauh bercerita tentang arti lagu, Ariffatur sendiri mengatakan bahwa “Hening” bercerita tentang seseorang yang kehilangan suara-suara yang biasa ia dengar di kepalanya. Suara-suara yang menjadi teman bicaranyayang seharusnya menjawab segala pertanyaan saat ia tidak mampu untuk bercerita dengan orang lain.

Kehilangan itu berujung pada penerimaannya pada arti kehidupan itu sendiri, ketika tidak ada lagi suara yang menjawab di kepala maka hidup harus selesai. “Keheningan itu berarti kita sendirian,” pungkas Ariffatur.Hal tersebut bisa dilihat dari penggalan lirik ““….Ku tlah selesai pada pencarian yang tak ku temukandan Ku tlah melihat terang yang melambaikan tangan tuk pulang….”

Lewat lagu ini, Ariffatur juga menyoroti ihwal budaya patriarki yang masih melekat pada masyarakat. Pikiran-pikiran seperti: “laki-laki harus kuat”, “laki-laki tidak boleh cengeng”, “tidak perlu teman cerita”yang membuat banyaknya laki-laki merasa tidak mampu untuk mengekspresikan diri atau sekadar menceritakan perasaannya sehinggga membuatnya hanya berkutat di dalam pikirannya sendiri. Menurut Ariffatur ini mengakibatkan kebanyakan laki-laki merasa sendirian dan terjebak dalam keheningan itu.

Pada musiknya, Ariffatur bersama dengan sang produser, Tengku Ariy, mencoba untuk mengeksplorasi materinya lebih jauh. Band-band seperti Radiohead, The Verve, Alex Turner bahkan R.E.M dicekoki oleh Tengku Ariy ketelinga Ariffatur sebagai referensi musiknya. Jika biasanya Ariffatur menggunakan format minimalis dengan gitar akustik pada lagu-lagunya, kali ini “Hening” dibawa dengan format full band namun tetap minimalis yang dilengkapi dengan unsur-unsur ambienceyang menggambarkan keheningan itu sendiri.

Ariffatur sudah mulai bermusik sejak tahun 2014 ketika ia menjalani studi di jurusan Filsafat UI Depok. Band pertamanya adalah Margie and The Copleston. Band yang berbasis di Depok ini telah merilis empat lagu di berbagai kanal daring. Kepulangan Arif ke kota Medan di tahun 2016 memang tidak menyurutkan semangatnya untuk bermusik sebagai solois. Ia tetap berkarya dan membagikan pemaknaan hidup yang ia rasakan untuk orang lain. Arif telah menngeluarkan lagu “Diri” (2017), “Dimana Dia Tuan” (2019), “Selama” (2020) dan “Hening” (2022). Sambil berkarya, ia juga ikut mendirikan sebuah studio recording, Ringo Records bersama sang produser, Tengku Ariy di ruang kreatif Degilhouse, Medan.

Single Ariffatur berjudul “Hening” sudah bisa didengarkan di semua platform musik digital. Selamat mendengarkan. (FE)


Related Articles

“Candra Darusman” gandeng “Efek Rumah Kaca” di Album Sekuel Detik Waktu #2.

iMusic – Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta

Opick Ikuti Konser Penggalangan Dana Untuk Pesantren Di Amerika

iMusic – Membuat pondok pesantren di Negeri Paman Sam atau Amerika Serikat tidaklah mustahil, hal itu berawal dari ide seorang imam

“Jflow” membuatkan lagu sendiri agar bisa digunakan “Denada” berzumba dalam bahasa Batak.

iMusic – September ini menjadi moment JFlow dan Denada untuk merilis sebuah karya single lagu yang berjudul “Lagu Batak”. Lagu