Connect with us

iLive

Cakra Khan Akhiri Lagu Galau Dengan Single “Adalah Aku”

Published

on

iMusic – Sudah berkarir dalam industri musik selama kurang lebih delapan tahun membuat pria kelahiran Pangandaran, 27 Februari 1992, Cakra Khan ini semakin bersemangat untuk terus berkarya. Terbukti mendekati ghari ulang tahunnya yang ke 27 tahun ini Cakra merilis sebuah single yang bertajuk “Adalah Aku”.

Lagu ini merupakan akhir dari kegalauan Cakra yang selama ini ia tuangkan dalam sebuah karya musik yang kemudian menjadi sebuah hitsnya. Bisa dibilang single ini merupakan akhir dari semua lagu galau yang ia ciptakan selama ini.”

“Single ini karena memang sudah delapan tahun saya terus memang dari awal berkarir. Ini tuh kayak akhir lagu sedih saya. Seperti yang saya tadi waktu bilang saya curhat sama Fredy (pencipta lagu) percaya enggak percaya lagu sedih itu ngefek ke kehidupan yang saya alamin sehari-hari.” ucap Cakra Khan.

Dalam lagu ini Cakra menyatukan semua emosi dari semua lagu yang pernah ia ciptakan sebelumnya. Bercerita tentang kekecewaan, kegelisahan dan kemarahan akibat penghianatan, Cakra dapat membawa kita masuk dalam setiap lirik yang dinyanyikannya.

“2019 ini nebjadi puncak dari kegalauan saya. Setelah ini saya akan mencoba dengan membawakan lagu dengan tema yang jauh berbeda.” tambah Cakra.

“Jadi saya tahun-tahun kemarin saya sempat depresi, saya sempat ke psikiater, sempet ngomong sama dokter. Jadi ini seperti penutup semua lagu sedih saya.” ujar Cakra.

Jadi bagaimanakah lagu Cakra Khan setelah ini? Akankah lagunya menjadi lebih girang? ataukah Cakra akan berpindah menjadi seorang Rocker? kita tunggu kabar selanjutnya.

(TIto/iMusic)

iLive

Gelorakan memori para fans, konser “Indonesia Menjadi Satu” bakal hadir di 20 kota.

Published

on

By

iMusic –  Semula Konser Semua Jadi Satu digagas hanya di lima kota, seiring perjalanan waktu, Konser yang menampilkan 4 penyanyi legenda Indonesia, Vina Panduwinata, Deddy Dhukun, Mus Mujiono dan Fariz RM akhirnya berkembang menjadi 20 Kota di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Hasyim Arsal Alhabsi, penanggung jawab De Hills Production yang mengatakan bahwa konser ini akan menggelorakan kembali memori para fans keempat legenda musik Indonesia yang lagu-lagunya telah melegenda di Industri Musik Indonesia.

“Konser ini tidak sekedar hiburan buat para penggemar empat legenda musik Indonesia tapi juga kami jadikan ajang pembuktian, kalau empat legend ini memiliki kapabilitas di atas rata-rata penyanyi profesional lain. Mereka kebanggaan bagi kita. Lagu-lagu mereka bisa dinikmati oleh mereka tanpa batasan usia,” ujar Hasyim dalam jumpa pers di Jakarta.

Fariz RM pun mendukung ide menyelenggarakan konser di berbagai tempat. Dia sadar selama ini pertunjukan musik hanya berfokus di kota Jakarta atau wilayah Jawa saja.

“Ketika ditawari konser sama pak Hasyim, saya mengajukan syarat, saya mau tapi konser diluar kota. Dan Indonesia ini kan besar sekali masa cuma di Jakarta terus yang merasakan sentuhan-sentuhan kami, padahal pendengar kami ada di seluruh Indonesia,” ujar Fariz dengan senyum bahagia.

Pelantun tembang Barcelona ini menambahkan “Saya juga sudah lama sekali nggak main di luar Jakarta, paling cuma Jawa kayak ke Medan dan Makassar jarang sekali,” tambahnya.

Pada konser yang diawali di kota Makasar pada 25 Januari 2023 nanti, keempat musisi tersebut akan membawakan kurang lebih 25 lagu. Selain itu, akan ada penampilan kolaborasi dan aransemen musik yang baru di tiap kota.

“Kita mesti dapat nostalgianya dan milenialnya. Bayangkan saja, saya 47 tahun bawain ‘Sakura‘ tiap konser, betapa membosankannya. Makanya, kita harus ganti aransemennya, kita suguhkan aransemen baru tapi ada sesuatu yang nostalgia juga,” kata Fariz.

Sementara Vina Panduwinata mengaku sudah siap lahir batin untuk mensukseskan konser yang didukung Projo dan Lion Air. Bahkan siBurung Camar ini membawa grup band binaannya.

“Insha Allah siap lahir batin, semua ini demi penggemar kita di berbagai kota di Indonesia.” Kata Vina Panduwinata menutup acara jumpa pers.

Untuk pemesanan tiket konser, dapat dilakukan melalui aplikasi deHills. (FE)

Continue Reading

iLive

11 Tahun Berkarya Lewat “TULUS Tur Manusia 2023”.

Published

on

By

iMusic – Selepas album “Manusia” dirilis pada Juli 2022 dan disambut baik oleh para pendengar serta torehan capaian pada toko musik digital di mana lagu ‘Hati-Hati di Jalan’ menjadi lagu yang paling sering didengarkan di Indonesia, menyusul album “Manusia” sebagai album yang paling sering didengarkan di Indonesia.

Sebagai apresiasi terhadap para penikmat musik Indonesia serta dalam rangka mensyukuri 11 tahun berkarya, Tulus mengumumkan tur “Manusia” miliknya. “Saat lagu-lagu di dalam album “Manusia” tumbuh di keseharian yang mendengarkan, rasanya senang dan bersyukur. Tidak sabar untuk membawakan lagu-lagu itu di atas panggung, bertemu langsung di banyak kota,” ungkap Tulus.

Ini merupakan tur pertama yang diadakan Tulus setelah 3 tahun. Tur bertajuk “TULUS Tur Manusia 2023” ini telah secara resmi diumumkan oleh Tulus melalui kanal media sosialnya. Bekerja sama dengan PT. Expo Indonesia Jaya sebagai Promotor, “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan menyapa 11 kota di Indonesia yang dimulai dari 1 Februari hingga 3 Maret 2023. Berikut adalah jadwal lengkapnya:

Medan : 1 Februari 2023

Palembang : 3 Februari 2023

Makassar : 8 Februari 2023

Batam : 10 Februari 2023

Surabaya : 12 Februari 2023

Bali : 14 Februari 2023

Samarinda : 17 Februari 2023

Manado : 21 Februari 2023

Bandung : 23 Februari 2023

Yogyakarta : 25 Februari 2023

Jakarta : 3 Maret 2023

“Kami senang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier Tulus, dalam hal ini sebagai promotor Tur Manusia yang tentu akan mengobati rasa rindu para Teman Tulus,” ungkap Direktur PT. Expo Indonesia Jaya. “11 Kota ini dipilih untuk dapat menggapai seluruh Teman Tulus diberbagai daerah,” ungkap Bram Tulong selaku General Manager PT. Expo Indonesia Jaya menambahkan. Tiket “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan bervariasi tergantung dari masing-masing kota dengan harga pre-sale tiket termurahnya adalah Rp150.000. Selain mendapatkan tiket untuk menonton TULUS, Teman Tulus juga dapat memilih opsi pembelian tiket dengan paket cenderamata resmi dari “TULUS Tur Manusia 2023“. Pre-sale tiket dari “TULUS Tur Manusia 2023” ini secara resmi dibuka Hari ini 29 Desember 2022 Mulai Pukul 08.00 WIB dan tiket secara online hanya dapat dibeli melalui Aplikasi BBO. Jadi, mari kita sambut perjalanan album “Manusia” ke sebuah dimensi baru melalui sebuah tur bertajuk “TULUS Tur Manusia”. (FE)

Continue Reading

iLive

“Deep Purple” bakal gelar konser kembali di Indonesia bareng band legendaris “God Bless”.

Published

on

By

iMusic – Grup band rock asal Inggris, Deep Purple dikabarkan bakal kembali menyambangi Indonesia untuk menggelar konser dengan menggandeng band legendaris God Bless sebagai musisi pendamping, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1975 silam.

Kabar ini, dibenarkan oleh manajer God Bless, Denny MR saat dihubungi Cadaazz.com pada Selasa, 20 Desember 2022 kemarin. Dia bilang, jika tidak ada aral melintang, “reuni” God Bless dan Deep Purple dalam satu panggung bakal terjadi di Solo.

“Ya God Bless dijadwalkan sepanggung lagi dengan Deep Purple. Semoga lancar tidak ada perubahan,” kata Denny MR.

Dalam pernyataannya, Denny MR juga membenarkan jika konser Deep Purple dengan God Bless sebagai grup band tamu, akan berlangsung pada Maret 2023 mendatang, “Rencananya di Solo. Yes (Maret 2023),” kata dia.

Mengutip informasi dari berbagai sumber, Deep Purple merupakan grup band rock legendaris yang kini digawangi Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Steve Morse, Don Airey setelah beberapa kali mengalami pergantian personel, sejak unit tersebut terbentuk pada 1968 silam.

Deep Purple, bersama dengan Led Zeppelin dan Black Sabbath, telah disebut sebagai “trinitas suci dari hard rock dan heavy metal Inggris di awal hingga pertengahan tujuh puluhan”.

Mereka terdaftar dalam Guinness Book of World Records tahun 1975 sebagai “band paling keras di dunia” untuk konser tahun 1972 di Rainbow Theatre London dan telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia.

Grup band ini dikenal dengan berbagai hitsnya, termasuk Smoke on the Water, Highway Star, When A Blind Man Cries, Child in Time, Burn, Hush, Soldier Of Furtune dan lain-lain.

Pada tahun 1975, Deep Purple yang kala itu digawangi David Coverdale (vokal), Tommy Bolin (gitar, vokal), Glenn Hughes (bas, vokal), Jon Lord (kibor, backing vokal), dan Ian Paice (drum, perkusi), menyambangi Indonesia untuk pertama kalinya dalam gelaran konser bertajuk “Deep Purple Show”.

Konser berlangsung di Stadion Utama Senayan (kini Stadion Utama Gelora Bung Karno) selama dua hari, pada 4 dan 5 Desember 1975 dengan harga tiket berkisar antara Rp 1000 hingga Rp 7500.

Pertunjukan musik tersebut, digelar atas kerja sama Aktuil, sebuah majalah musik berkedudukan di Bandung dengan perusahaan hiburan Buena Ventura Group dan sukses menarik lebih dari 150 ribu penonton dalam dua hari penyelenggaraan.

Unit rock God Bless yang tengah menapaki kejayaannya di kancah musik keras Indonesia, menjadi band pembuka penyelenggaraan konser Deep Purple hari kedua. (FE)

godbless
God Bless

Continue Reading