Curhatan Band Garut, Lovely Planet Di Single Perdananya

Curhatan Band Garut, Lovely Planet Di Single Perdananya

iMusic – Satu lagi band pendatang baru asal kota dodol dan kulit, Garut, Jawa Barat yang siap meramaikan industri musik tanah air kita ini. Bernamakan Lovely Planet, band ini berisikan Yudha (Vokal), Adit (Gitar), Gian (Gitar), Ami (Bass), dan Dhea di posisi Drummer.

Tak mau berdiam diri, band ini ingin mengepakan sayapnya lebih lebar dengan merilis karya perdananya yang berjudul “Seisi Hati” di kawasan Jakarta Selatan dibawah kibaran label Positif Doktrin Ent dan bekerja sama dengan Tapro Musik & Publishing untuk distribusi digitalnya. Single yang diciptakan langsung oleh sang vokalis tersebut menceritakan tentang rasa kehilangan dan penyesalan dalam sebuah hubungan antara 2 insan manusia yang terjerat hubungan percintaan.

“Lagu ini bercerita tentang Percintaan Rasa Kehilangan dan Penyesalan Dalam Sebuah Hubungan antara dua insan yang saling mencintai. ini, semua orang banyak mengalaminya” ucap Yudha.

Tanpa menonjolkan salah satu kemampuan personel band, lagu ini terdengar sangat familiar dan mempunyai lirik yang sangat mudah didengar kita, serta dibalut dengan alunan musik pop, sehingga siapa saja yang mendengarkannya akan terlarut dalam lirik dari lagu “Seisi Hati” ini.

Penasaran seperti apa lagu “Seisi Hati”?. Lagu ini sudah bisa kita dengarkan di digital store langganan.

(Tito/iMusic)



Related Articles

SAH, Akhirnya Presiden Joko Widodo Mantu Lagi

Setelah menikahkan putranya, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda pada 11 Juni 2015, hari ini Rabu (8/11) Presiden Joko Widodo

Berawal Dari Keresahan, Band Grunge Toilet Sound Ajak Bersatu Lewat Single “Cinta Negeri”

iMusic – Band Grunge asal Ibukota jakarta, Toilet Sound kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan merilis single terbarunya bertajuk “Cinta

Inilah Para Juara Dalam Lomba Cipta Lagu Revolusi Mental 2017

Lomba Cipta Lagu Revolusi Mental 2017 yang dipersembahkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia telah usai setelah ditutupnya voting