Connect with us

iMusic

“DJ Stroo” Rilis Ulang Single “Aku Garuda” Dengan Melibatkan Dua Rocker Senior.

Published

on

iMusic – Kondisi pandemi tidak membuat DJ asal Jakarta ini berhenti berkarya, yup suasana yang tidak menguntungkan akibat Covid 19 justru membuat ‘DJ Stroo‘ lebih giat lagi berkarya. DJ yang juga music producer ini kembali unjuk eksistensi bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2020 dengan merilis ulang single “Aku Garuda” yang sudah pernah dirilis pada 2018 silam.

Single yang ditulis dan di produseri sendiri oleh DJ Stroo dengan melibatkan vokalis rock ‘Roy Jeconiah‘ ini dirilis kembali dengan berbagai alasan, diantaranya karena DJ Stroo merasa lagu ini masih relevan untuk di simak lirik, semangat dan energinya di tahun 2020 yang ditimpa bencana Covid 19 ini.

“Sebenarnya proses awal dirilis kembalinya single ini penuh ketidaksengajaan, kebetulan lagu ini banyak diminta menjadi soundtrack beberapa event dan kebetulan aku lagi telponan sama Roy dan gak sengaja ngobrolin lagu ini “, terang DJ Stroo pada presscon virtual beberapa waktu lalu.

“Roy sendiri menyarankan padaku untuk me-remaster ulang lagu ini kalo memang ada niat untuk di rilis ulang. Kebetulan kalo mau di re-master aku pengen ada nuansa baru dengan menambah beberapa sound alat musik analog di single yang bernuansa EDM tersebut”, jelas DJ Stroo lagi.

Setelah melalui pemikiran berkaitan dengan sound alat musik analog yang ingin ditambah dalam aransemen lagu ini akhirnya diputuskan untuk menambah instrumen gitar rock yang diharapkan dapat menambah tajam energi lagu “Aku Garuda” Tersebut.

“Pas aku lagi komunikasi sama Roy eh pas banget mas Toto Tewel (gitaris Elpamas) nelpon, wah langsung aja aku tawarin beliau untuk terlibat di single ini dan beliau juga langsung bersedia”, cerita DJ Stroo berkaitan dengan keterlibatan Toto Tewel di lagu “Aku Garuda” tersebut.

“Awalnya aku ingin menambah fresh saja single ini dengan menambah sound analog di aransemennya dan ternyata masuknya gitar mas Toto Tewel di lagu ini berhasil membuat lagu ini lebih bright dan lebar lagi. Vokal powerfull Roy Jeconiah di tambah sound rock Toto Tewel membuat single kedengaran lebih mid-high dibanding sound sebelumnya yang lebih didominasi sound mid-low”, sahut DJ Stroo.

Toto Tewel sendiri merasa senang dan bersemangat dalam bekerjasama dengan DJ Stroo dan Roy Jeconiah di proyek single “Aku Garuda” ini,

“Berkolaborasi dengan DJ atau electronic music hal baru yang membuat saya bersemangat. Saya memang sempat berpikir untuk bisa berkolaborasi dengan DJ, sebelumnya.” Ungkap gitaris asal kota Malang ini.

Untuk proses pengolahan sound dan re-master single ini, DJ Stroo dibantu juga oleh sound engineer muda yaitu ‘Bayu Randu‘ dari ‘Musicblast‘ yang juga ikut mengisi beberapa part gitar dan Synthesizer di lagu “Aku Garuda” Ini. Bayu Randu tidak saja mengolah sound, mengisi part gitar dan lainnya tapi juga bertindak sebagai label agregator digital platform dari single “Aku Garuda” ini.

Single “Aku Garuda” dari DJ Stroo featuring Roy Jeconiah dan Toto Tewel ini dirilis dengan penuh energi semangat kebangsaan yang tinggi dalam situasi bangsa yang sedang merayakan hari Pahlawan 10 November 2020. Pesannya jelas bahwa DJ Stroo berusaha memberikan penghormatannya terhadap para pejuang dan pahlawan yang telah berjuang untuk Republik ini, semoga single ini bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan semangat yang terbangun di single ini. Merdeka! @fransiscuseko19

iMusic

Sisca Saras bercerita tentang hubungan yang saling menyakiti di single “Katanya Cinta”

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-26, mantan anggota JKT48, Sisca Saras siap merilis single kelimanya, “Katanya Cinta”. Meskipun lagu ini sudah ada sejak tahun 2024, baru pada tahun 2025 lagu ini dipilih untuk menjadi rilisan resmi kelima Sisca. Sisca menggarap ulang lagu tersebut bersama penulis lagunya, Clara Riva.

“Lagu ini sebenarnya menjadi salah satu pilihan ketika saya akan merilis single beberapa waktu lalu, tetapi tidak terpilih dan akhirnya disimpan, Kemudian, ketika kami mencari lagu untuk rilisan kelima saya, kami langsung teringat “Katanya Cinta”. Clara dan saya mendengarkannya lagi dan membuat sedikit perubahan pada liriknya bersama-sama, tetapi kami mempertahankan melodi persis seperti saat Clara pertama kali menulisnya.” Terang Sisca Saras.

“Katanya Cinta” menceritakan kisah sebuah hubungan yang harus berakhir karena kedua belah pihak akhirnya saling menyakiti. Menurut sang solois, yang bernama lengkap Fransisca Saraswati Puspa Dewi, jika sebuah hubungan terasa menyiksa bagi kedua belah pihak, tidak ada gunanya untuk bertahan lebih lama, karena hanya akan memperdalam luka. Sisca Saras  juga mengakui bahwa tema lagu tersebut menghadirkan tantangan pribadi baginya ketika menyanyikannya.

“Bagi saya, menyanyikan lagu sedih lebih sulit daripada menyanyikan lagu gembira, dan saya merasa ini adalah lagu tersedih saya sejauh ini. Meskipun begitu, saya benar-benar tidak ingin meluapkan emosi yang berlebihan. Tantangannya adalah menyanyikannya dengan perasaan yang pas. Jadi bisa dibilang saya menyanyikan lagu ini dengan sangat hati-hati karena saya takut menangis,” kata Sisca Saras terus terang.

Melalui “Katanya Cinta,” Sisca menyampaikan pesan penting kepada para pendengar : bahwa  hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak menyebabkan penderitaan bagi kedua belah pihak. Memaksakan perasaan tidak akan mengubah situasi dan mungkin hanya akan menyakiti diri sendiri.

“Jika sebuah hubungan sudah terasa menyakitkan, jangan dipaksakan, Anda bisa berakhir membuat diri Anda gila. Carilah jenis cinta yang setara, karena hubungan yang sehat adalah hubungan yang membuat kita merasa tenang tidak dikejar-kejar, tidak cemas tentang apa pun.”

Dirilis pada hari ulang tahunnya, solois kelahiran 2000 ini berharap “Katanya Cinta” akan menandai berakhirnya fase melankolis dalam hidupnya. Lebih dari itu, ia berharap lagu ini dapat menjadi berkah bagi banyak orang.

“Harapan saya adalah “Katanya Cinta” dapat membawa sesuatu yang baik bagi semua orang yang terlibat dalam pembuatan lagu ini, terutama karena dirilis pada hari ulang tahun saya,” katanya. “Saya berharap dengan usia baru ini datang berkah baru, bahwa saya dapat terus menciptakan karya-karya baru, dan tidak akan ada lagi perasaan sedih.”

Sebagai single kelimanya yang dirilis di bawah WeCord Evermore Indonesia, Sisca merefleksikan perjalanan musiknya sejauh ini dan berbagi harapannya untuk masa depan.

“Saya sangat tersentuh dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari WeCord Evermore Indonesia dan telah merilis lima single yang diterima dengan baik oleh para pendengar saya,” katanya. “Ke depannya, saya berharap dapat terus berkarya, selalu memberikan yang terbaik, terutama untuk para pendengar saya. Saya siap mempersembahkan karya-karya baru di tahun 2026, didukung oleh orang-orang luar biasa di samping saya. Bukan di belakang saya, tetapi di samping saya. Semoga Tuhan memberkati karier musik saya.”

Sebagai ungkapan syukur atas ulang tahunnya yang ke-26 dan pencapaiannya sebagai artis solo, Sisca juga berbagi keinginannya untuk memberikan sesuatu kembali kepada para pendengar setianya tahun ini.

“Saya berharap dapat mengadakan showcase atau konser solo, dan akhirnya memiliki album sebagai cara untuk mengucapkan terima kasih kepada para penggemar saya,” pungkasnya. “Intinya, tahun ini saya ingin lebih sering bernyanyi untuk orang-orang yang telah mendukung saya.” Tutup Sisca.

Single terbaru Sisca Saras, “Katanya Cinta,” sudah tersedia di platform musik digital mulai 24 Februari 2026.

Continue Reading

iMusic

Duo ‘Tatlo’ perkenalkan single “Last Fight”

Published

on

iMusic.id – Duo asal Jakarta, Tatlo merilis single terbarunya berjudul “Last Fight (Or Maybe I Still Try)”, sebuah lagu indie bernuansa Pop psychedelic melankolis yang merekam momen paling rapuh dalam sebuah hubungan: ketika seseorang masih berjuang, meski tahu kemungkinan untuk bertahan semakin kecil.

Dengan lirik yang ditulis oleh Vanessa Sorongan dan musik oleh Jamie Yudistira, lagu Tatlo ini bercerita tentang usaha terakhir untuk tetap tinggal, tentang memohon, menggenggam, dan mencoba bertahan di tengah rasa kehilangan yang perlahan tumbuh. Liriknya intim dan jujur, menyuarakan kegelisahan batin seseorang yang masih membutuhkan, walau hatinya terus retak.

Pada tahap produksi, Lagu ini cukup memakan waktu produksi yang cukup panjang dan telah melewati beberapa kali perubahan arransemen,secara matang akhirnya terciptalah sebuah karya yang bisa disebut sebuah inovasi bagi Tatlo dimana ketenangan dan emosional di padukan menjadi satu,serta tanpa disadari perubahan tempo pada lagu ini menjadi sebuah irama yang menghantarkan mood yang memperkuat pesan dari “Last Fight (Or Maybe I Still Try)”ini.

Flow lagu Tatlo ini mengalir pelan, memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan kesunyian di balik setiap kata. Memperkuat rasa perpisahan yang tidak meledak, melainkan memudar, sebuah perpisahan yang terjadi diam-diam.

Lagu ini bukan tentang kemenangan cinta, melainkan tentang keberanian untuk mengakui bahwa seseorang telah memberikan segalanya, bahkan ketika akhirnya harus kalah. “Last Fight (Or Maybe I Still Try)” menjadi refleksi bagi mereka yang pernah berjuang terlalu lama, dan mencintai terlalu dalam.

Single ini kini telah tersedia dan dapat dinikmati di seluruh platform musik digital.

Continue Reading

iMusic

Sheryl Sheinafia ceritakan moment lucu lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”

Published

on

iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.

Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.

Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.

Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.

Continue Reading