iMusic.id – Freshman Fair 2026 adalah sebuah giat musikal antar jurusan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pentas musik ini di inisiasi oleh Eric Sudrajat yang juga bertindak sebagai Project Officer Freshman Fair 2026, tetapi juga sebagai musisi muda yang konsisten menghadirkan energi musikal ke dalam ruang-ruang kolektif mahasiswa.
Di balik perhelatan Freshman Fair 2026, Eric Sudrajat membawa pendekatan yang berbeda: menjadikan acara kampus sebagai medium ekspresi musikal yang hidup, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
“Musik itu punya kekuatan untuk menyatukan. Lewat acara ini, saya ingin teman-teman bukan cuma hadir, tapi juga merasakan, tampil, dan berani berekspresi,” ujar Eric Sudrajat.
Sebagai drummer yang telah menekuni musik sejak usia dini, Eric Sudrajat membangun fondasi musikalnya dari latihan, kompetisi, hingga pengalaman tampil di berbagai panggung. Baginya, musik bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal karakter, rasa, dan identitas.
Perjalanan tersebut kemudian ia terjemahkan ke dalam konsep Freshman Fair 2026 yang menghadirkan panggung musik lintas jurusan sebagai salah satu daya tarik utama. Tidak hanya satu genre, Eric membuka ruang bagi eksplorasi berbagai warna musik mulai dari pop hingga rock yang dikemas lebih “easy listening” agar dekat dengan audiens kampus.
“Setiap musisi punya ciri khas. Yang penting bukan sekadar jago, tapi bagaimana kita membawa karakter itu ke panggung,” katanya.
Dalam acara tersebut, delapan band perwakilan jurusan tampil berdampingan dengan satu band utama dari komunitas musik teknik, menciptakan atmosfer kolaboratif yang jarang ditemui dalam kegiatan kampus pada umumnya.
Bagi Eric, panggung seperti ini adalah titik awal lahirnya kepercayaan diri.
“Banyak musisi kampus sebenarnya punya potensi besar, tapi belum punya panggung. Di sini mereka bisa mulai, bisa dikenal, dan yang paling penting, bisa berkembang,” ujarnya.
Tidak berhenti pada performa, Eric juga menekankan pentingnya adaptasi musisi dengan perkembangan era digital. Ia menyebut eksposur dan konsistensi karya sebagai faktor penting dalam membangun perjalanan musik yang berkelanjutan.
“Sekarang musisi harus punya value. Selain skill, juga harus aktif berkarya dan membangun audiens. Itu yang bikin kita bisa bertahan,” kata Eric.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa teknik, Eric tetap menjaga ritme bermusik dengan disiplin membagi waktu antara akademik, organisasi, dan proses kreatif. Saat ini, ia bersama bandnya tengah menyiapkan materi lagu yang direncanakan masuk tahap rekaman dalam waktu dekat.
Melalui Freshman Fair 2026, Eric ingin meninggalkan lebih dari sekadar acara, ia ingin membangun ekosistem.
“Harapannya, ini jadi budaya. Bahwa kampus bukan cuma tempat belajar, tapi juga tempat lahirnya karya dan musisi,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang memadukan musikalitas dan kolaborasi, Eric Sudrajat menunjukkan bahwa energi musik tidak hanya hidup di panggung profesional, tetapi juga tumbuh kuat dari ruang-ruang kampus tempat di mana generasi baru menemukan suaranya.