iMusic – WTXZL sebuah single dari kolaborasi 2 generasi dari Wiesa tamin dan zoe levana , Single yang berjudul FRIENDS:) ini bercerita seputar pertemanan dengan sudut pandang zoe sebagai pencetus tema lagu, Fake friends atau teman palsu menjadi topik hangat di kehidupan sosial saat ini.
Tema FRIENDS:)
mencoba mewakili anak muda generasi XYZmillenial sekarang,
dimana persaingan, gengsi dan kepalsuan di lingkaran pertemanan era sekarang
sangat beda dengan dahulu, lagu ini mengangkat pesan sosial bahwa siapa saja bisa untuk menjadi besar walaupun
tentunya harus melewati proses diremehkan dan diacuhkan oleh lingkaran
pertemanan di era sekarang.
Single ini lebih
menggambarkan dimana teman yg
benar-benar “real” skr sudah jarang, Ungkap Wiesa tamin yang juga sebagai CEO dari Pasukan records (Partist Asia
Group pt).
Musik yang
produseri oleh GNTZ dari Hiphop Jogja Foundation ini terdengar
Fresh dibawakan oleh Zoe Levana mewakili musisi HipHop dan R&B
masakini yang di balut dengan rhyming
HipHop golden era New york type yang khas oleh Wiesa Tamin dalam Rimanya.
28 februari 2021
lalu single ini telah dirilis setelah berproses selama 3 bulan dalam
pembuatanya dan disusul perilisan official music video 1 maret 2021 lalu
telah tayang di kanal youtube.
Music video single
ini dibuat oleh Mikael Ifianto dari Automophile kawan-kawan dari
skena kreatif otomotif kota surabaya membuat visual dari single
FRIENDS:) ini lebih real dengan latar belakang kehidupan anak muda jalanan urban
dengan hobby mengendarai mobil sport.
Pesan dinamis yang
sengaja ditampilkan di official music video ini, single yang diproduksi oleh
Pasukan records dan Guest music ini adalah sebuah project pengenalan talenta
baru di industri musik sebagai komitmen 2 label musik ini untuk tetap
berkontribusi di industri musik HipHop dan R&B di Asia khususnya Indonesia.
Digadang-gadang
akan menjadi artist Hiphop muda indonesia yang akan meramaikan industri hiphop
Asia, Zoe levana ditemukan Wiesa Tamin dari sebuah perjumpaan dimana Wiesa
Tamin yang kebetulan CEO dari Pasukan records (Partist Asia Group pt) terkesima
dengan bakat yang di miliki Zoe Levana dari performa dan kemampuan Zoe Levana
menulis lirik di usia dini.
Bak Jay-z dengan Rihanna single FRIENDS:) dirilis Zoe Levana musisi bercahaya ini lahir di Surabaya 17 oktober 2005 lalu dan tercatat sebagai pelajar di International Cita Hati school. Jadwal kegiatan yang padat mewarnai kehidupanya selain bermusik Zoe Levana juga seorang Radio host dan foto model karir yang diawali sejak dini dengan Goals besar nya menjadi salah satu artist HipHop dan R&B dari Asia yang mendunia. single FRIENDS:) juga sudah dinikmati di seluruh jaringan toko musik digital seperti Spotify, Itunes, Tiktok, Deezer, Joox dan yang lainnya. (FE)
iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.
Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.
Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.
Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.
Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.
Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.
“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.
iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.
“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.
Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.
Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).
Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.