iMusic – Gieya Alexandra, model yang
sempet viral karena kesantaiannya di saat banjir melanda dengan bermain seakan
– akan di kolam pribadi ini kembali hadir di belantika musik Dangdut Indonsia
dengan single terbarunya RETAK (Remaja Tanpa Kekasih) masih di bawah naungan WOW
MUSIKINDO.
Lagu yang merupakan karya salah satu
produser artis muda yang juga banyak menciptakan lagu di Indonesia yaitu HENDY
AHMAD mempercayakan karyanya untuk dibawakan kembali oleh Gieya Alexandra, “suatu
kebanggan tersendiri membawakan lagu karya pak hendy secara aku juga tergabung
di AFE Artist Management yang di bawah nauangan beliau dan juga lagunya enak
banget” Ujar Gieya dengan Bangga.
ROWMAN UNGU mempercayakan
sepenuhnya dalam penggarapan lagunya kepada Ricko Ria seorang DJ muda untuk
mearansemen ulang dan me-Remixnya dengan nada – nada yang telah di siapkan oleh
Rowman untuk Gieya, sebuah kolaborasi yang berhasil membuat karya ini menjadi
beda musiknya dari penyanyi sebelumnya RDS, “karena musik sebelumnya juga enak
maka merubah nada dan me – remix –nya adalah pilihan terbaik untuk lagu ini”
Ujar Rowman.
Lagu bercerita tentang seseorang yang
meratapi dirinya karena masih jomblo, “orang kan taunya kalo belom punya
pasangan itu jomblo, nah ini istilah baru yaitu RETAK (Remaja Tanpa Kekasih)
untuk semua orang tua muda yang masih mau dibilang masih remaja” ujar Gieya
tentang judul lagu barunya.
“semoga dengan lagu baru Gieya yang berjudul RETAK ini bisa diterima oleh penikmat musik dangdut di Indonesia khususnya Gieya Family di seluruh Indonesia” Ujar Gieya penuh harap. (FE)
iMusic.id – Band beraliran pop jazz, Usix Band merilis single pertama mereka yang berjudul “Pupus Sudah”. Sesuai judulnya, lagu ini menceritakan tentang merelakan hubungan yang sudah berakhir. Dengan lirik yang dalam namun tetap mudah menempel di kepala, dibalut dengan irama musik pop jazz yang lembut namun tetap asyik membuat single dari band asal Bogor ini bikin candu sehingga sangat layak dinantikan kehadirannya.
Single “Pupus Sudah” mengangkat tema romansa, khususnya tentang hubungan asmara yang telah usai. Tapi tenang saja, kamu tidak akan diajak meratapi kesedihan, kok. Justru melalui lagu ini Usix ingin mengajak pendengarnya untuk merelakan dan menerima hubungan yang sudah pupus.
Alunan nada dan lirik pada reff lagu “Pupus Sudah” sangat mudah menempel di kepala, sehingga membuat siapa pun yang mendengarkannya terbawa dan ingin menyanyikannya. Musiknya asyik, liriknya mudah dimengerti, benar-benar sebuah kombinasi yang menarik.
Lagu “Pupus Sudah” dari Usix Band ini juga mengajak kamu untuk move on dan mulai membuka lembaran baru. Meskipun konteksnya tentang asmara, namun sebenarnya makna dari lagu ini bisa sangat luas tergantung bagaimana kamu memaknainya. Bisa tentang kegagalan atau kenangan pahit di masa lalu, dan masih banyak lagi. Intinya pesan Usix Band hanya satu, relakan masa lalu dan mulailah membuka lembaran baru karena life must go on.
Sebagai grup band dengan aliran musik pop jazz, Usix secara konsisten membawa irama jazz ke dalam lagu ini. Di sepanjang lagu, indera pendengaran kamu akan dimanjakan dengan alunan musik jazz yang groovy dan lembut. Hal ini membuat lagu pupus sudah cocok didengarkan saat santai, dimasukkan ke dalam playlist musik di cafe, atau dijadikan musik pengiring di acara pesta pernikahan.
Lagu yang berjudul “Pupus Sudah” ini merupakan single pertama dari Usix. Setelah beberapa tahun meng-cover dan membawakan lagu-lagu populer, baik lagu jazz maupun lagu dari genre musik lain yang diaransemen ulang menjadi musik jazz, kali ini Usix memutuskan untuk mulai membesarkan karya mereka sendiri. Dan setelah melalui serangkaian proses penciptaan yang panjang, akhirnya terciptalah single “Pupus Sudah”.
Sebagai single pertama, “Pupus Sudah” menjadi lagu yang sangat berarti sekaligus harapan bagi Usix Band. Karena lagu ini merupakan langkah awal dari perjalanan karir Usix di industri musik tanah air.
Didirikan pada tahun 2020 di kota Bogor, Usix beranggotakan lima orang yang masing-masing memiliki peran yang berbeda. Dina yang menjadi personel wanita satu-satunya sebagai vokalis, Une sebagai gitaris, Johan sebagai drummer dan Opo sebagai bassis
Meski demikian, penggunaan alat musik bisa disesuaikan dengan kebutuhan panggung. Jika dibutuhkan, Usix juga bisa tampil dengan alat musik tambahan seperti saxophone agar kesan jazzy-nya semakin terasa.
Lagu “Pupus Sudah” ini bisa di akses melalui akun resmi Usix yang ada di platform streaming seperti Youtube dan Spotify. Untuk info lebih lanjut, kamu bisa follow akun Instagram resmi Usix Band di @usixband.
iMusic.id – Penyanyi muda berbakat Aurelia Syaharani kembali merilis karya terbarunya lewat sebuah EP yang merangkum perjalanan emosi dalam percintaan. Dikenal sebagai penyanyi dengan kemampuan vokal yang kuat dan penuh rasa, Aurelia memulai debutnya di tahun 2025 dan terus menunjukkan konsistensi dalam menyampaikan cerita lewat lagu.
EP Aurelia Syaharani ini berisi 5 lagu, termasuk dua single yang telah lebih dulu dirilis, yaitu “Mungkin Hanya Kamu”, lagu debut Aurelia serta “Merakit Bahagia” yang dirilis di tahun berikutnya. Ketiga lagu lainnya, “Cinta Palsu”, “Terpaksa Berakhir”, dan “Tanpamu Ku Bisa” hadir untuk melengkapi cerita yang utuh dan saling terhubung.
Lewat EP ini, Aurelia mengajak pendengar menyusuri siklus percintaan: dari momen kehilangan dan putus, fase denial, proses menerima keadaan, hingga akhirnya bangkit dan menemukan kebahagiaan baru. Cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini disampaikan secara jujur dan emosional serta dikemas dengan kualitas vokal yang menawan.
Dalam penggarapannya, EP ini melibatkan sejumlah musisi dan produser seperti Clara Riva, Martinus Tintin, S/EEK, Adrian Rahmat Purwanto, Abram A. Lembono, dan Bianca Dimas, yang turut memperkaya warna musik di setiap lagunya.
Melalui EP ini, Aurelia Syaharani berharap lagu-lagunya bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada di fase-fase tersebut, sekaligus pengingat bahwa setiap perjalanan perasaan selalu punya titik terang di akhirnya.
iMusic.id – Musisi (Solois) alternative asal Samarinda, Dwi Putra, resmi merilis EP Perdananya bertajuk “Setelah Riuh, Kita Tenang” pada 23 Januari 2026. EP ini menjadi ruang perenungan personal tentang hidup, kehilangan, kesibukan, dan keyakinan bahwa setelah riuh, manusia selalu diberi waktu untuk kembali tenang.
EP ini berisi tiga karya dengan pendekatan yang tidak konvensional : satu lagu utuh, satu lagu yang hanya berisi bagian reff, dan satu karya instrumental penuh. Ketiganya disusun sebagai simulasi fase hidup manusia dalam satu hari, yang jika didengarkan berurutan, membentuk sebuah perjalanan emosional dan di Dua lagu Dwi Putra Mengajak Vocalis yang Bernama A.Y.U.
Lagu pembuka Dwi Putra bertajuk “Fractal” hadir sebagai representasi pagi hari penuh riuh, kompleks, dan tidak teratur. Progresi chord yang dinamis, beat yang berpindah secara ekstrem, dan struktur musik yang tidak stabil menjadi metafora kesibukan manusia dalam menghadapi tuntutan hidup.
Fase Dwi Putra berikutnya hadir melalui “Quiet Lines”, sebuah lagu yang menggambarkan kehilangan dan ditinggalkan oleh pasangan. Lagu ini berbicara tentang luka yang berat, namun juga tentang kesadaran bahwa hidup tidak bisa berhenti hanya karena kesedihan. Di titik ini, manusia belajar bertahan dan berjalan, meski dengan langkah yang pelan.
Puncak perjalanan emosional ditutup lewat “Pelangi Selepas Hujan”— sebuah karya yang menghadirkan harapan. Lagu ini menjadi simbol bahwa setiap permasalahan selalu menyimpan hikmah dan kebahagiaan. Pelangi digambarkan sebagai keindahan yang hadir setelah hujan, sebagai pengingat bahwa terang tidak pernah benar-benar pergi.
Melalui EP “Setelah Riuh, Kita Tenang”, Dwi Putra ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: setiap permasalahan, Allah selalu menyiapkan kebahagiaan bagi mereka yang mau bertahan dan percaya. EP ini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 23 Januari 2026.