Harta Karun Rekaman Musik Indonesia

Harta Karun Rekaman Musik Indonesia

iMusic – Adalah Irama Nusantara yang menggagas pergerakan digitalisasi arsip musik Indonesia. Setelah lebih dari satu tahun bekerja sama dengan Bekraf, Irama Nusantara memiliki arsip rilisan musik sejumlah 2151 sampai dengan penghujung 2017 dari era 1920 hingga 1980-an yang akan di unggah di website resmi iramanusantara.org. Selain upaya digitalisasi dan pengarsipan musik populer Indonesia, Irama Nusantara dan Bekraf juga mulai melakukan pendataan ke seluruh Radio Republik Indonesia (RRI) di pulau Jawa. RRI Bandung dipilih untuk upaya pengarsipan, proses pendataan juga sudah dilakukan di RRI di kota Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta sebelum nantinya akan dilakukan ke seluruh Indonesia.

Alvin Yunata dari Irama Nusantara menjelaskan, Irama Nusantara tidak hanya akan mengarsipkan lagu-lagu lama melainkan juga lagu-lagu masa kini dengan izin dari pencipta lagu dan penyanyinya. “Kami ingin melakukan pendekatan kepada berbagai pihak dan mengundang setiap pecinta musik Indonesia untuk terlibat dalam gerakan ini” ujar Alvin.

Menurut Direktur Riset & Pengembangan RRI, Wawan Rusiawan, “Memberikan fasilitas dan dukungan terhadap digitalisasi yang dilakukan Irama Nusantara adalah sebuah upaya Bekraf untuk memperluas sisi konservasi dari rantai nilai ekonomi kreatif untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia”

“Indonesia memiliki sejarah musik yang baik. Pembenahan infrastruktur adalah target utamanya, salah satunya dalam hal ini adalah hak cipta. Bagaimana ‘barang mati’ ini kemudian bernyawa kembali dan mampu menggerakkan roda ekonomi”ujar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Persik.

“Sangat besar kemungkinan untuk dibuatkan program baik on air maupun off air. Diharapkan melalui radio, rilisan musik tersebut dapat tersalurkan kembali kepada masyarakat”tutur Aditya, ketua Asosiasi Music Director Indonesia (AMDI).

“Melalui event yang di gelar Disko Ria (Suara Disko), mampu mengembalikan esensi musik klasik di era pertengahan 70-an hingga 80-an ini menjadi hiburan massal di berbagai kalangan. Jangan takut musik “jadul” ini akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat” kata Daiva Prayudi.

“Saya dalam me-remix sebuah lagu ataupun meramu balutan musiknya, saya acap kali memanfaatkan potongan tembang-tembang lawas yang kemudian saya gubah ulang. Ketika Irama Nusantara sudah mengarsipkan lagu-lagu tersebut, ini memudahkan saya dalam mencari referensi”kata Igor Saykoji.

“Ketika karya ini nantinya akan dikomersilkan, tentunya akan di atur tentang persoalan hak cipta. PR besarnya adalah mencari pemilik master dari lagu-lagu lama tersebut”ujar Noor Kamil selaku perwakilkan dari SAE Institute.

“Kita menghadirkan scene hip-hop dalam pembicaraan tadi karena tradisi hip-hop itu musiknya berasal dari masa lalu yang di remix ulang. Irama Nusantara sangat terbuka untuk mengakomodasi itu, jadi tidak perlu mencari-cari lagi, silahkan saja pakai dari data base kita”pungkas David Tarigan.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk dapat berperan serta dalam upaya mengembalikan nilai ‘harta karun’ ini baik ke dalam ranah hiburan dan tentunya diharapkan kelak menuju nilai ekonomi.

(@dykdyka)

 


Related Articles

Lama Tak Terlihat, Beginilah Keadaan Jet Li

iMovie – Siapa yang tak mengenal Jet Li? setelah sekian lama tidak muncul dipermukaan publik, aktor laga yang biasanya bermain

Foto-Foto The Beatles Laku Di Lelang Dengan Harga 4,9M

iLive – Foto-foto langka dari The Beatles (John Lennon, Paul McCartney, Ringo Star, dan George Harrison) karya dari fotografer Mike

Valentine Terbaik Dari Gede Bagus

iMusic – Pemilik nama lengkap Gede Bagus Perdana Putra ini dikenal lewat ajang pencarian bakat X Factor. Sempat merilis single