HOOQ Filmmakers Guild Musim 3 Memulai Kompetisinya

HOOQ Filmmakers Guild Musim 3 Memulai Kompetisinya

iMusic – HOOQ, layanan video-on-demand terkemuka di Asia Tenggara, memulai kompetisi “HOOQ Filmmakers Guild” Musim 3, inisiatif yang penuh terobosan dan dirancang untuk menyalurkan aspirasi para sineas berbakat, mengembangkan bakat baru, serta menghadirkan kisah-kisah paling menarik dan memukau kepada pemirsa di Asia yang menggemari konten bermutu tinggi.

Guntur Siboro, Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, “Kami senang dapat mengusung kembali kompetisi paling bergengsi di Asia ‘HOOQ Filmmakers Guild’ yang memasuki musim ketiga. Kompetisi ini adalah bentuk komitmen HOOQ dalam mengembangkan industri hiburan dan mendukung sineas berbakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saya percaya, Indonesia memiliki talenta berkualitas untuk industri perfilman di wilayah Asia.”

Allison Chew, Producer, HOOQ Digital Pte. Ltd., menambahkan “Kami menyadari, kisah-kisah yang luar biasa tidak mengenal batasan. Sebagai layanan video-on-demand terkemuka di Asia Tenggara, kami ingin memberikan kesempatan bagi para sineas berbakat agar mereka dapat membagikan kisah-kisah yang luar biasa.  Upaya ini bukan hanya untuk menemukan bakat baru, namun juga membuka peluang bagi para sineas di Asia Tenggara untuk unjuk gigi.”

Setelah kesuksesan musim sebelumnya, dengan jumlah pendaftar yang tinggi dari para sineas baru yang ingin mewujudkan visi-visi kreatifnya, HOOQ memperkirakan adanya lonjakan antusiasme dan akan ada lebih banyak lagi karya yang didaftarkan pada musim ini. Dalam mengantisipasi naiknya jumlah pendaftar, HOOQ juga akan menambah investasinya untuk pengembangan episode percontohan (pilot episode) sebesar 30% menjadi USD 40.000. Tambahan investasi ini hadir sebagai langkah untuk terus mendukung bakat-bakat di Asia Tenggara dan India yang tumbuh dengan pesat, serta meningkatkan mutu konten yang diproduksi.

Mengomentari peluncuran kompetisi “HOOQ Filmmakers Guild” Musim 3, Gene Vicente, Deputy Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, “Kami sudah bekerja sama dengan beberapa sineas paling berbakat di Asia sejak inisiatif ini diluncurkan pada 2017. Kami sangat terkesan dengan keikutsertaan dan karya-karya yang didaftarkan para sineas potensial tersebut. Banyak dari mereka yang menantang metode-metode naratif yang lazim dipakai dan membuat terobosan. Hal ini menunjukkan kiprah Asia yang sarat akan sineas-sineas kreatif serta jarang ditemui di tempat lain. Kami tak sabar menyaksikan karya-karya yang didaftarkan pada tahun ini.”

Format penjurian akan mengikuti ketentuan serupa dengan sebelumnya. Dewan juri yang berisi tokoh-tokoh ternama dan sineas berbakat dari seluruh Asia akan memilih lima naskah yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode percontohan. Karya terbaik dari lima episode percontohan tersebut, yang dipilih oleh para pelanggan HOOQ, akan diproduksi menjadi film serial dengan musim penayangan selengkapnya, serta akan ditayangkan di HOOQ. (FE)


Related Articles

Akhir Perjalanan Cinta Dave dan Caramel di London Love Story 3

iMovies – London Love Story 3 akan segera dirilis pada 1 februari 2018. London Love Story 3 sekaligus menjadi film

Pengabdi Setan Borong Nominasi FFI 2017

iMovies – Film Pengabdi Setan garapan sutradara kenamaan Joko Anwar berhasil meraih 13 Nominasi FFI 2017. Film bergenre Horror ini

Puluhan Musisi Gelar Konser “Bangun Cinta Untuk Palu”

iMusic – Bencana alam gempa bumi hingga gelombang besar tsunami yang belakangan ini baru saja melanda Palu, Donggala, Sigi dan