Connect with us

iMusic

Hubungan tanpa status Angie Zelena di single “Bulan Penuh”

Published

on

imusic.id – Kehadiran bakat-bakat baru di dunia musik Indonesia tidak pernah ada habisnya. Ada yang muncul melalui mengikuti ajang pencarian bakat atau sekadar menuangkan karya di media sosial. Salah satu yang membuat label Sony Music Entertainment Indonesia tertarik adalah Angie Zelena. Kini, solois muda kelahiran Bogor, 29 Desember 2003 ini siap merilis single perdananya yang diciptakan Iqbal Siregar dan Denis Ligia dengan judul “Bulan Penuh”.

“Aku dapat lagu ini dari Kak Keke Kananta (A&R Sony Music) yang mengirimkan demonya lewat Whatsapp. Dari awal dengar, aku sudah langsung suka dengan lagunya dan coba-coba isi dengan suaraku. Akhirnya, aku diberi kesempatan untuk membawakan lagu ini oleh Kak Iqbal dan Kak Keke”. Terang Angie Zelena.

Bercerita tentang proses rekaman dan makna lirik di lagu “Bulan Penuh” tersebut, Angie Zelena menjelaskan kepada awak media,

“Lagunya sendiri menceritakan tentang hubungan tanpa status. Banyak orang yang pasti pernah mengalami atau bahkan sedang berada dalam situasi ini. Tidak ada kepastian dan kejelasan, semuanya membingungkan. Mau pergi, nggak bisa. Mau bertahan, rasanya sakit. Kira-kira itulah yang ingin disampaikan dalam lagu ini.” Jelas Angie Zelena.

Untuk rekamannya, pemilik nama lengkap Angelica Dira Maharani ini menyebutkan bahwa ia tidak butuh waktu lama untuk take vocal karena hanya selesai dalam lima jam.

Namun, Tentu saja untuk aransemen lagu, mixing, mastering, sampai akhirnya siap dirilis bisa dibilang sedikit lebih panjang. Meski begitu, Angie tetap menikmati setiap prosesnya. Gadis yang pandai memainkan piano dan gitar ini tidak menampik bahwa tantangan dalam pengerjaan single ini pastilah ada. Tapi, Angie tidak melihat ini sebagai sebuah halangan, melainkan pembelajaran baginya untuk terus mengembangkan diri dan melangkah maju di dunia musik.

“Ya, lagu ini memberikan tantangan tersendiri karena, untuk pertama kalinya, aku menyanyikan lagu orang. Jadi, aku berusaha membuat diriku senyaman mungkin, seperti lagu sendiri, sehingga bisa masuk ke dalam cerita di lagu ini. Caranya, aku menggali terus makna liriknya dan berusaha menyanyikan itu sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa sampai ke pendengar.” Pungkas Gadis yang masih berada di bangku Kuliah ini.

Selain tantangan dalam proses rekaman, bergabung dengan Sony Music juga menghadirkan tantangan yang cukup besar bagi gadis ini. Pasalnya, ia harus membagi waktu antara pendidikan dan karier bermusiknya.

“Aku bertemu dengan Kak Keke di bulan September kemarin. Setelah mengobrol, aku lalu ditawari untuk bergabung dengan Sony Music. Karena menjadi penyanyi profesional adalah cita-citaku, jadi tawaran itu aku terima. Tantangan jelas ada, yaitu bagaimana aku membagi waktu antara kuliahku di Kampus Binus Bandung dan harus ke Jakarta untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan musik. Saat ini, aku berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin. Semoga karier musik dan pendidikanku bisa sama-sama berjalan dengan lancar.”

Melalui single single ini, Angie berharap, namanya akan dikenal sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu di masyarakat. Tidak hanya itu, ia ingin “Bulan Penuh” bisa menjadi awal yang baik bagi kariernya di industri musik Indonesia.

“Semoga musikku bisa jadi penyembuh sekaligus penenang dan menyebarkan energi yang baik kepada pendengar. Aku juga berharap suatu saat bisa mengharumkan nama Indonesia, baik di industri musik regional maupun internasional. Selain itu, tentunya semoga lagu ini sampai dengan baik ke telinga pendengarnya dan mewakili kaum-kaum yang suka di-PHP-in atau dalam area friendzone,” pungkasnya sambil tertawa.

iMusic

The Chasmala rilis lagu buat orang – orang yang terluka berjudul “Cinta Tapi Terluka”

Published

on

iMusic.id – The Chasmala kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “Cinta Tapi Terluka”, sebuah lagu yang mengangkat realitas pahit tentang hubungan percintaan yang tidak sehat atau yang sering disebut oleh para Gen z sebagai toxic relationship. Lagu ini menggambarkan konflik batin dua insan yang saling mencintai, namun harus berhadapan dengan luka dan kekecewaan yang tak lagi sejalan.

Single The Chasmala ini diciptakan oleh Irfan Chasmala sang keyboardist, dengan penyempurnaan lirik dan musiknya bersama Pieter Anroputra sebagai vokalis dan Denny Chasmala (Denchas) sang gitaris. Proses kreatif lagu ini juga melibatkan Ade Govinda sebagai musik produser, yang turut membantu mematangkan nuansa dan kekuatan emosi dalam lirik maupun aransemen.

“Semoga ini menjadi pelajaran bahwa dengan luka itu orang bisa menjadi lebih kuat lagi” ungkap Irfan, keyboardis The Chasmala mengenai pesan yang ingin disampaikan melalui lagu ini.

“Cinta Tapi Terluka” terinspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh sahabat Irfan, sehingga emosi yang disampaikan terasa dekat dan relevan dengan banyak pendengar. Lagu The Chasmala ini mengisahkan dua hati yang pernah saling percaya, namun harus menerima kenyataan bahwa cinta yang terus melukai tak seharusnya dipertahankan.

Proses pembuatan lagu ini terbilang cukup singkat namun terasa intens. Irfan mengerjakan lagu ini selama tiga hari, mulai dari penciptaan nada hingga lirik dasar. Setelah itu, ia menghubungi Pieter untuk membuat demo sebelum akhirnya lagu tersebut diserahkan kepada Ade Govinda dan langsung mendapat respons positif.

Single ini menjadi karya yang cukup spesial bagi The Chasmala. Selain berperan sebagai vokalis, Pieter juga tampil sebagai drummer, memberikan warna baru yang berbeda dari karya-karya The Chasmala sebelumnya. Formasi ini turut diperkuat oleh Rishanda Singgih sebagai bassist, Dika Chasmala pada bagian string, serta Meltho Pasto sebagai vocal director.

Menurut Ade Govinda, lagu ini memiliki nuansa ritme yang unik. “Feelnya terdengar vintage, seperti musik era 60-an atau 70-an. Pieter bisa cepat beradaptasi dengan mood tersebut sehingga feel lagunya benar-benar dapet,” ujarnya.

Harapan besar juga disampaikan oleh para personel The Chasmala terhadap perilisan single ini. Denchas mengatakan, “Semoga yang mendengarkan suka, streams-nya bagus, dan kami juga ingin bisa membawakan lagu ini secara langsung di atas panggung.”
Pieter menambahkan, “Semoga lagu ini menjadi berkah untuk The Chasmala.”

Menutup pernyataannya, Irfan menyampaikan pesan mendalam untuk para pendengar, “Lagu ini ditujukan bagi yang pernah terluka oleh kekerasan, kekecewaan, manipulasi dan lain-lain dalam perjalan hidup. Mudah-mudahan lirik lagu ini bisa menjadi inspirasi baru, terutama untuk penggemar The Chasmala. Jangan pernah takut terluka, karena luka bisa membuat kita bangkit, lebih kuat dan lebih siap menghadapi ujian hidup.”

Single “Cinta Tapi Terluka” tersedia di seluruh platform musik digital mulai tanggal 21 Januari 2026 dan music videonya bisa disaksikan di channel youtube MyMusic Records, serta siap menjadi teman bagi mereka yang pernah mencintai, bertahan, dan akhirnya belajar melepaskan demi kejujuran hati.

Continue Reading

iMusic

Peduli nasib guru, Seorang polisi aktif, Iskandar, rilis single “Guruku”

Published

on

By

iMusic.idIskandar, seorang anggota POLRI yang berlatar belakang medis (dr spesialis Bedah) baru saja merilis satu single bergenre Dangdut yang berjudul “Guruku”. Lagu “Guruku” ini  bercerita tentang bagaimana perjuangan, pengorbanan seorang guru dan jasa guru kepada kita semua.

“Saya banyak mendengar dan merasakan bagaimana kehidupan guru dari saudara, teman dan rekan yang berprofesi sebagai guru dan juga kisah-kisah guru yang heroik di daerah terpencil dan sulitnya akses transportasi dan akomodasi. Pesan dari lagu ini, adalah agar kita selalu menghormati, menghargai profesi guru”, terang Iskandar.

Di era sekarang sudah banyak terjadi pergeseran nilai, di mana guru sering kali menjadi obyek kesalahan dalam cara mendidik murid-muridnya, yang di masa dahulu untuk mendisiplinkan murid, era sekarang diartikan sebagai kekerasan fisik, sehingga sering dikriminalisasi. Di samping itu, saya berharap Guru mendapat penghargaan dari pemerintah atau pihak pengampu kebijakan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga semakin baik dan semangat dalam mengabdikan ilmunya”, tambah Iskandar.

Dikemas dalam komposisi musik Dandut, Iskandar punya alasan tersendiri ketika memilih genre dangdut yang menurut Iskandar genre dangdut itu merupakan genre yang sangat tematik dan pastinya sangat cocok dengan cerita di lagu “Guruku”.

“Saya sendiri menyukai lagu jenis Pop maupun dangdut, khususnya dangdut original baik klasik maupun modern. Lagu “Guruku” saya tulis dalam genre dangdut, karena belum banyak lagu dangdut yang mengupas tema tentang Guru, sehingga saya memiliki kesempatan membawa misi ini pada komunitas pecinta dangdut. Ke depan, insya Allah saya tetap berkarya menulis lagu baik genre Pop maupun dangdut, yang tematik, edukatif, ringan, positif dan menghibur, dan ada pesan yang dapat ditangkap di dalamnya”, ungkap Iskandar.

Penyanyi dan penulis lagu yang menekuni hobbi menyanyinya sejak kecil dan kini di tugaskan di Papua ini sudah lama menulis lagu “Guruku”, lagu ini dia tulis sejak tahun 2023 tapi karena kesibukan kerja dan pindah tugas, Iskandar sempat jeda hampir 2 tahun karena kendala jarak, waktu, transportasi untuk recording di Jakarta, maka single ini baru bisa dirilis di awal 2026 ini.

“Saat ini saya diberi amanah sebagai yang dituakan di satuan kerja saya di Biddokkes Polda Papua Barat, yaitu sebagai Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Papua Barat. Sebelum di Papua Barat, saya pernah bertugas di Polda Jawa Barat, Mabes Polri dan Polda Kalimantan Timur. Berkarya di musik, saya lakukan secara simultan, tanpa harus mengganggu tugas pokok saya sebagai pelayan masyarakat. Inspirasi yang datang sewaktu-waktu, bisa langsung saya tuangkan dalam lagu. Lagu yang saya tulis sudah lumayan banyak dengan berbagai genre, saya selesaikan lagu – lagu saya dengan memanfaatkan momen jika ada tugas ke Jakarta, saya sekalian rekaman di studio musik Jakarta’, cerita Iskandar tentang proses kreatifnya.

Iskandar yang menyukai Chrisye, Yana Julio, Rhoma Irama hingga Scorpion, Michael Learn To Rock dan Maher Zain ini sudah merilis banyak karya single nya di Youtube sejak tahun 2021 dimana saat itu Indonesia masih terdampak Covid 19 yang malah membuat Iskandar punya banyak wakti dalam berkarya.

“Saya sudan mengeluarkan karya single saya di Youtube sejak tahun 2021 sebanyak 15 lagu, 2 cover karya musisi lain dan 13 karya saya sendiri. Tapi saya belum pernah merilis karya saya tersebut ke industri musik nasional. Dengan dirilis nya lagu “Guruku” secara nasional saat ini, saya bermaksud untuk mempopulerkan karya – karya saya ini ke masyarakat melalui berbagi media dan portal, agar karya-karya saya dapat dikenal oleh masyarakat lebih luas, dapat diterima, dan ikut memperkaya khasanah musik Indonesia dengan ciri khas karya saya sendiri. Saya ingin pesan dalam lagu karya saya tersebut juga sampai ke masyarakat sehingga membawa nilai positif”, ujar Iskandar.

Proses kreatid dan produksi single “Guruku” dan karya – karya lagu lain dari Iskandar dilakukan di Grim Studio, Jakarta, dan hal ini sudah dijalani Iskandar sejak tahun 2020. Pada proses kreatifnya Iskandar melibatkan Sofyan dan Deri selaku arranger musik dangdut serta Martino Mawu untuk aranjer lagu – lagu pop Iskandar. Untuk sound engineer, Iskandar mempercayakan Yobbi Ananta sebagai peraciknya.

“Saya merasa cocok dengan racikan Bung Sofyan, karena diskusinya dua arah. Tidak saling ingin menang sendiri, sehingga di samping nyaman, juga saya banyak belajar juga tentang musik dangdut. Lagu yang sudah direkam, selanjutnya ditangani Bung Yobbi Ananta selaku Sound enginer, untuk proses mixing dan masteringnya. Pada tahap ini, juga saya merasa sangat nyaman karena selalu diskusi dua arah, meski lewat WA. Bung Yobbi sangat telaten mendengar dan mengakomodir keinginan saya”, ungkap Iskandar.

Dalam berkarya, Iskandar di dukung penuh oleh isteri dan keluarga nya, Iskandar berharap lagu “Guruku” ini dapat dikenal oleh masyarakat, khususnya pecinta dangdut, komunitas pendidikan, maupun masyarakat pada umumnya.

“Semoga single “Guruku” ini dapat diterima, disukai, dinikmati, oleh masyarakat, dan dapat mengetuk hati pengampu kebijakan di negeri ini agar nasib guru lebih diperhatikan dan lebih dipikirkan kesejahteraannya. Single “Guruku” sudah bisa di simak di seluruh Digital Store Platform kesayangan kita semua, sedangkan video musiknya dapat di tonton melalui Official Youtube Channel Iskandar Ngapak Official.

Continue Reading

iMusic

ArumtaLa luncurkan single baru bertajuk “Salam Sehat”

Published

on

iMusic.id – ArumtaLa, unit duo band jazz asal Jakarta ini sudah dikenal banyak orang sebagai musisi yang selalu menghadirkan karya musik Jazz dengan sentuhan unik. Lagu-lagu ArumtaLa sering kali mengambil inspirasi dari kehidupan sehari-hari, mereka selalu menghadirkan lagu-lagu yang memadukan tema dewasa namun jenaka dan disampaikan dengan cara yang sangat apa adanya.

Kini diawal tahun 2026 ini, ArumtaLa yang beranggotakan Arini Kumara dan Laura Pradipta kembali dengan karya baru. Sebuah lagu ciptaan Arini Kumara yang berjudul “Salam Sehat”, yang terinspirasi dari fenomena gila olahraga yang sedang dialami masyarakat Indonseia saat ini.

“Akhir-akhir ini banyak orang yang lagi gila-gilanya olahraga kan, ada yang Padel sampai 3x sehari, ada yang Badminton sampai tengah malam, ada yang ikut Marathon sampe keluar negeri dan sebagainya. Tiba-tiba banyak orang yang mulai sadar untuk hidup sehat dan berolahraga. Malah ada yang berolahraga karena juga pengen terlihat eksis di story socmed mereka. Makanya tercetuslah untuk bikin lagu ini,“ ujar Arini dari Arumtala.

Dari judul lagunya saja, rasanya kita sudah mendapatkan gambaran bahwa ArumtaLa akan memanjakan telinga dan menghangatkan hati kita yang mendengarkan dengan lagu Swing Jazz yang ringan dan relatable dengan kehidupan banyak orang. Lirik di lagu ini ditampilkan sederhana dan berirama tapi lugas.

Demikian pula dengan proses penulisan lagu ini, ArumtaLa menyelesaikan tanpa waktu yang lama namun dalam proses produksi dikerjakan dengan sangat serius.

“Bisa dibilang lagu ini adalah salah satu lagu ArumtaLa yang paling ambisius, yang pengerjaannya paling detail. Sebenarnya lagu ini aku buat cukup cepat cuma 15-20 menit lagu ini sudah jadi, tapi saat itu aku sudah kebayang ingin memasukan unsur Marching Band ditengah-tengah lagu. Memang banyak hal yang harus dipikirin saat produksi lagu ini kayak bagaimana caranya menggabungkan Big Band dengan Marching Band, bagaimana transisinya, bagaimana cari musisinya yang bisa main untuk kedua format itu, lalu bagaimana rekamannya nanti. Pokoknya di lagu ini kita pikirin semua detailnya”, jelas Arini tentang dibalik pengerjaan lagu ini.

Selain itu, ArumtaLa juga membawa kabar gembira sehubungan dengan perilisan lagu barunya kali ini. Bahwa Laura yang tadinya berdomisili di Amerika Serikat akan segera kembali pulang ke tanah air.

“Di lagu ini, ArumtaLa kembali bersama Laura Pradipta karena lagu ini akan menjadi rangkaian lagu yang nantinya akan ada di album ArumtaLa di akhir tahun 2026. Kita akan rilis full album yang berisi 11 lagu dan yang semua lagunya dengan suara Laura. Untuk proses rekaman suara Laura masih dilakukan di Amerika seperti waktu rekaman lagu ‘Gagal Diet, lalu aku dan teman-teman musisi rhythm section, piano, bass dan drum rekaman Live di Jakarta, sementara teman-teman musisi alat tiup semuanya rekaman dari Bandung. Kebetulan ditahun ini, Laura ada rencana kembali ke Indonesia, yah semoga semua proses persiapan album ini bisa berjalan seperti yang kita harapkan”, ungkap Arini.

“Memang hampir semua proses dikerjakan secara jarak jauh, termasuk untuk foto-foto di single ‘Salam Sehat’ ini. Aku foto di Amerika dengan konsep outdoor dan Arini foto di Jakarta dengan konsep indoor. Masalah jarak enggak jadi masalah, kita akalin aja bagaimana caranya supaya proses kreatif ArumtaLa biar terus berjalan untuk persiapan album nanti”, tambah Laura.

Sedikit kilas balik, ArumtaLa sendiri terbentuk pada bulan Agustus 2023. Dia awal karier, Arini Kumara dan Laura Pradipta menuai sukses dengan peluncuran mini album mereka “Bercerita” dengan hits “Masuk Angin” pada Januari 2024 yang diikuti dengan lagu-lagu lainnya seperti “Keriput”, “Angan Hampa”, “Buaian Taman” dan “Senandung Malam” dan membawa Arumtala masuk dalam 3 Nominasi AMI AWARDS 2024 yaitu Nominasi Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik untuk lagu ‘Bercerita”, Nominasi Artis Jazz Alternatif Terbaik dan Nominasi Pendatang Baru Jazz Terbaik Terbaik untuk lagu “Masuk Angin”.

Lalu awal tahun 2025, Arumtala juga sukses merilis lagu “Gagal Diet” yang sukses mencuri perhatian banyak orang. Lagu ini bahkan sering digunakan menjadi backsound dibanyak postingan sosial media hingga saat ini. Lagu tersebut membawa ArumtaLa menjadi Nominasi Artis Jazz Terbaik di AMI AWARDS 2025 dan memenangkan penghargaan untuk Lagu Jazz Pilihan Sobat Musik di INDOMUSIK AWARDS 2025.

Lagu “Salam Sehat” kini sudah dapat di dengarkan di Spotify, Apple Music, Deezer, Youtube dan berbagai digital streaming platform lainnya. Yuk dengarkan dan nikmati lagu ini sambil berolahraga, mari kita menuju Indonesia Sehat 2026… Salam Sehat!

Continue Reading