Connect with us

iLive

Inilah Daftar Lengkap Nominasi AMI AWARDS 2018

Published

on

iMusic – Ajang penghargaan bergengsi yang diberikan kepada industri musik Indonesia, Ami Awards tahun ini memasuki usia yang ke 21. Dalam perayaannya tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah lagu meningkat drastis.

“Tidak terasa sudah mau memasuki AMI award yang ke-21 di 2018. Tahun ini peserta karya produksi yang masuk didaftarkan sebanyak 1.917 yang terdaftar di register online kami. Tahun lalu hanya 1.071,” kata Dwiki Dharmawan selaku ketua umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia

Tahun 2018 adalah tahun yang tepat untuk berefleksi, di mana musik Indonesia terus bergerak secara dinamis, para insan musik yang kini sebagian adalah para digital native, terus bergairah untuk berkarya, serta bergabungnya istilah musik mainstream vs sidestream, atau major vs indie, da itulah yang menjadi inpirasi tema untuk Ami Awards 2018 ini.

Betemakan #SatuMusikIndonesia, acara ini akan digelar di Ecovention Ancol, Jakarta Utara pada 26 September 2018 ini akan memberikan penghargaan kepada 48 kategori. Dan  tersebut adalah :

Album Rock Terbaik
Bertuhan Dengan Marah (Jikunsprain)
Candu Baru (Zat Kimia)
Kebersamaan (Indonesia Kita)
Life’s Not The Same (Giant Step)
Sukma Pieters (Sukma Pieters)

Karya Produksi Re-aransemen Terbaik
Dipha Barus & Nadin (All Good (Acoustic Version))
Hanin Dhiya (Pupus)
Ita Purnamasari (Izinkanlah)
Rahmania Astrini (Aku Cinta Dia)
RAN, Maisha Kanna & Lil’li Latisha (Selamat Pagi)
The Kadrijimmo (Seandainya Aku Bisa Terbang)

Karya Metal/ Hardcore Terbaik
Burgerkill (Superficial)
Down For Life (Liturgi Penyesatan (versi akustik))
Seringai (Selamanya)
Taring (Slaptika)
Tikam (Mangsa)

Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik
Ambang Christ (Fight For Glory)
Balum (Another Next Time)
Damon Koeswoyo (Sepi)
Maxime Bouttier (Make Your Day)
Toto Tewel (Kontra)

Album Terbaik Terbaik
Cadence Blue (A.Nayaka – PreachJa Records / Warner Music Indonesia)
Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist – Signature Music Indonesia / Demajors Independent Music Industry)
Metamorfosa (Andien – Demajors Independent Music Industry)
Prolog (Rayssa Dynta – Double Deer Records)
Rinduku (Ruth Sahanaya – Kariza Music Productions)

Karya Produksi Terbaik Terbaik
Fake Optics (Ardhito Pramono – Sony Music Entertainment Indonesia)
Film Favorit (Sheila on 7 – 507 Records)
Jangan (Marion Jola & Rayi Putra – Universal Music Indonesia)
Money Honey (Count Me In) (Dipha Barus & Monica Karina – Pon Your Tone / Juni Records)
Teduhnya Wanita (Raisa – Juni Records)

Pendatang Baru Terbaik Terbaik
Bam Mastro (Idols)
Marion Jola (Jangan)
Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
NonaRia (Santai)
Ramengvrl (Go! (I Can Be Your))
Rayssa Dynta (Something About Us)
Reality Club (Is It The Answer?)

Artis Solo Wanita Pop Terbaik
Andien (Metamorfosa)
Maudy Ayunda (Aku Sedang Mencintaimu)
Raisa (Lagu Untukmu)
Widi Mulia (Wahai Kau Tuan)
Yura Yunita (Harus Bahagia)

Artis Solo Pria Pop Terbaik
Adrian Khalif (Flawless/Merona)
Afgan (Love Again)
Anji (Menunggu Kamu)
Rendy Pandugo (7Days)
Sal Priadi (Ikat Aku Ditulang Belikatmu)
Vidi Aldiano (Tak Sejalan)

Duo/Grup/Vokal Grup/Kolaborasi Pop Terbaik
Arsy Widianto & Brisia Jodie (Dengan Caraku)
Lalahuta (Tunggu Apa Lagi)
Maliq & D’Essentials (Bagaimana Kutahu)
Marion Jola & Rayi Putra (Jangan)
RAN (Kulari Ke Pantai)
Sheila on 7 (Film Favorit)
Sheryl Sheinafia, Rizky Febian & Chandra Liow (Sweet Talk)

Pencipta Lagu Pop Terbaik
Adrian Khalif, Syawaldi Iqbal Siregar, dan Denis Ligia (Flawless/Merona – Adrian Khalif)
Erdian Aji Prihartanto (Menunggu Kamu – Anji)
Eross Candra (Film Favorit – Sheila on 7)
Raisa Andriana, Haris Pranowo, Marco Steffiano & Rayendra Sunito (Teduhnya Wanita – Raisa)
Yovie Widianto (Harus Bahagia – Yura Yunita)

Penata Musik Pop Terbaik
Anindyo Baskoro, Ilman Ibrahim Isa, dan Arya Aditya Ramadhya (Jangan – Marion Jola dan Rayi Putra)
Ari Renaldi (Harus Bahagia – Yura Yunita)
Marco Steffiano (Flawless/Merona – Adrian Khalif )
Marco Steffiano dan Rayendra Sunito (Teduhnya Wanita – Raisa )
Mohammad Istiqamah Djamad (Di atas Meja – Payung Teduh)

Album Pop Terbaik
7 Bidadari (Naif)
Dekade (Afgan)
Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist)
Oxygen (Maudy Ayunda)
Ruang Tunggu (Payung Teduh)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Rock Terbaik
/rif (Malaikat Kecil)
Grassrock (Damai Indonesiaku)
Gugun Blues Shelter (Sweet Looking Woman)
Marcell & Oddie (Ketika Dunia Berhenti Berputar)
Pee Wee Gaskins (Fluktuasi Glukosa)

Artis Instrumentalia Jazz Terbaik
Barry Likumahuwa (SHRTL)
Demas Narawangsa (Discover)
Indra Lesmana (Mystical Glow)
Joey Alexander (Moments Notice)
Krakatau Reunion (Prthvi Mata)

Artis Jazz Vokal Terbaik
Adikara Fardy (Detik Waktu)
Andien & Tomorrow People Ensemble (Warna-Warna)
Ardhito Pramono (Fake Optics)
NonaRia (Antri Yuk)
Ruth Sahanaya (Gitaku)

Album Jazz Terbaik
Chapter Two (Krakatau Reunion)
Metamorfosa (Andien)
Rinduku (Ruth Sahanaya)
Rumah Batu (Dwiki Dharmawan)
Surya Sewana (Indra Lesmana)

Bidang R&B

Artis Solo Pria/Wanita R&B Terbaik
Agnez Mo (Long As I Get Paid)
Dira Sugandi (Malaikat Kecilku)
Isyana Sarasvati (Winter Song)
Rayssa Dynta (Something About Us)
Teza Sumendra (I Did It)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi R&B Terbaik
Aydra & Prince Hussein (Know You Better)
Coldiac (Wreck This Journal)
Emir Hermono & Rayssa Dynta (Call on You)
Gamaliel Audrey Cantika (Sailor)
Isyana Sarasvati & Gamaliel Tapiheru (Terpesona)

Bidang Dangdut

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik
Dewi Perssik (Suara Hati)
Erie Suzan (Tak Bisa Melupakanmu)
Fildan (Terima Kasihku)
Ikke Nurjanah (Terhanyut Dalam Kemesraan)
Inul Daratista (Mawar Putih)

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik
Beniqno (Jaga Cinta Kita)
Lesti (Mati Gaya)
Nella Kharisma (Jaran Goyang)
Siti Badriah (Lagi Syantik)
Via Vallen (Jerit Atiku)

Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik
Mulan Jameela & Tika Dewi Dewi (Toel Toel)
Nella Kharisma & RPH (Sabar Ini Ujian)
Nilam Gamma1 & Danang (Panah Asmara)
RizkiRidho (Jodoh Ditangan Allah (JODA))
Shaggydog & NDX AKA Familia (Ambilkan Gelas)

Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
Iyeth Bustami (Doa Ku – Putri)
Mahavira Wisnu Wardhana, Simhala Avadana & Lola Purnama Dewi (Mati Gaya – Lesti)
Rita Sugiarto (Terima Kasihku – Fildan)
Tjahjadi Djajanata & Ishak (Goyang Dua Jari – Sandrina)
Yogi RPH & Donall (Lagi Syantik – Siti Badriah)

Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
Bayu Onyonk (Jaran Goyang – Nella Kharisma)
Donall Kinan Sammy (Lagi Syantik – Siti Badriah)
Echal Gumilang (Doa Ku – Putri)
Marcell Aulia (Terima Kasihku – Fildan)
Marcell Aulia (Mati Gaya – Lesti)

Artis Solo Laki-laki dan Perempuan Anak-anak Terbaik
Aura Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua)
Maisha Kanna (Ibuku Cantik)
Naura (Berani Bermimpi)
Neona (Ada Deh)
Saga (Telur Dadar)
Zara Leola (Liburan)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Anak-anak Terbaik
Audrey Barus, Audy & Kak Nunuk (Lupa Lagi Lupa Lagi)
Best of 3 (Kuliner Indonesia)
Clarice Cutie & Estelle (Don’t Worry Sahabatku)
Jakarta Movement of Inspiration, Maisha Kanna & Annisa Haryanti (Lihatlah Lebih Dekat)
Koki Koki Cilik & Romaria (Oh Senangnya (Dunia Penuh Warna)

Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik
Andrew Darmoko (Don’t Worry Sahabatku – Clarice Cutie & Estelle)
Chaka Priambudi (Bintang – Luiza Aaliyah)
Erwin Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua – Aura Gutawa)
Saga Omar Nagata (Telur Dadar – Saga)
Simhala Avadana & Duhita Panchatantra (Berani Bermimpi – Naura)

Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik
Achdiananti Victoria Achjuman & Figgy Papilaya (Berani Bermimpi – Naura)
Andrew Darmoko (Don’t Worry Sahabatku – Clarice Cutie & Estelle)
Erwin Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua – Aura Gutawa)
Ezra Mandira (Lihatlah Lebih Dekat – Jakarta Movement of Inspiration, Maisha Kanna & Annisa Haryanti)
Ivan Dewanto (Ibuku Cantik – Maisha Kanna)

Karya Produksi Kroncong/ Kroncong Kontemporer/ Stambul/ Langgam Terbaik
Dian Mita (Keroncong Nangka Kuning)
Dony Koeswinarno, Tompi (Hanyalah Untukmu)
Keroncong Musyawarah (Tradisi)
Krontjong Toegoe (Mardijkers)
Mustikara and The Batuan Ethnic Fusion (Keroncong Kemayoran)

Karya Produksi Alternatif Terbaik
Bam Mastro (Polar Bear)
Efek Rumah Kaca (Seperti Rahim Ibu)
Frau (Sembunyi)
NonaRia (Santai)
NOAH (Jalani Mimpi)
Polka Wars (Rangkum)
Reality Club (Is It The Answer?)

Karya Produksi Rap/ HipHop Terbaik
A.Nayaka, Laze & Emir Hermono (School)
Dipha Barus, Ramengvrl, A. Nayaka & Matter Mos (Decide)
Laze & Ayub Jonn (Mengerti)
Ramengvrl (Go! I Can Be Your)
Rayi Putra, Ramengvrl & Dmust Akira (Copycat)

Karya Produksi Reggae/ Ska/ Rocksteady Terbaik
Monkey Boots (Menuju Johar Baru)
Sentimental Moods (Lhaiki)
Souljah, Neida & Ilham HiVi! (Bebas Bebas Aja)
Sunset (Cinta Kita)
The Ikan Bakars (Perbedaan)

Karya Produksi Kolaborasi Terbaik
Afgan, Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo (Heaven)
Dipha Barus & Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
Dipha Barus, Ramengvrl, A.Nayaka & Matter Mos (Decide)
Marion Jola & Rayi Putra (Jangan)
Maudy Ayunda & Teddy Adhitya (We Don’t (Still Water))
Nino & Nagita (Benar Nyata)
Sheryl Sheinafia, Rizky Febian & Chandra Liow (Sweet Talk)

Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik
Maliq & D’Essentials (Friends – Ost Partikelir)
Melly Goeslaw & Rama Davis (I Do – Ost Eifell I’m In Love 2)
Raisa (Teduhnya Wanita – Ost Ayat Ayat Cinta 2)
RAN (Kulari Ke Pantai – Ost Kulari Ke Pantai)
The Spouse (Kelam Malam – Ost Pengabdi Setan)

Karya Produksi Grup Vokal Terbaik
5 Romeo (Ceria)
Dekat (Money)
Gamaliel Audrey Cantika (Suara)
Lingua (Arti Sebuah Keangkuhan)
Trio Lestari (Takdir Itu Kamu)

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik
Bayu Risa (Katong Dua)
Dwiki Dharmawan & Dewi Gita (Impenan)
Jogja Hip Hop Foundation (Ngene/Ngono)
Lil Rascal (Medley Ayo Mama Hela Hela Rotan Sajojo)
Pedhier (Medley Cingcang Keling Cublak Cublak Suweng Jangi Janger Mejangeran Anging Mammiri)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik
Ray Shareza (Ketika Tangan Dan Kaki Berkata)
Sabyan (Ya Maulana)
Ustadz Yuke Semeru (Raja Semesta)
Virgoun with Last Child (Maha Pemilik Hati)
Wali (Bocah Ngapa Yak)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik
Dua Empat, Dave Rimba & Marini Nainggolan (Christmas Time is Here)
Iwan Hasan & Amelia Ong (Jiwaku Memuliakan Tuhan)
JPCC Worship (Sampai Akhir Hidupku)
Sari Simorangkir (Kuserahkan Segalanya)
Winny Jessica & Sidney Mohede (Karena Kita (We Are The Reason)

Karya Produksi Instrumentalia Terbaik
Demas Narawangsa (Discover)
Gerald Situmorang (Dice)
Indra Lesmana (Mystical Glow)
Krakatau Reunion (Prthvi Mata)
Lantun Orchestra (Topeng Monyet)
Twilite Orchestra (Rasa Sayange)

Karya Produksi Dance Terbaik
Andre Dunant & Andy /rif (Remember)
Bams (Solo)
Erik Soto & Mylescam (Love Lust and All of The Above)
Mantra Vutura (Un Deux Trois)
RROB & Fiona (Stay With Me)
Soundwave (Peace)

Karya Produksi Elektronika Terbaik
Abenk Alter (I Believe in Magic)
Dipha Barus & Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
Jevin Julian (Tell Me)
Kimokal & Neonomora (One)
Winky Wiryawan, Formatted & Diano (Mess)

Karya Produksi Progressive Terbaik
Andi Bayou (Java War Pt.2)
Bless The Knights (Dunamous)
Gerald Situmorang (Dice)
ILP (Ascension)
Ligro (Transisi 2)

Karya Produksi Folk/ Country/ Balada Terbaik
Bin Idris (Anjing Tua)
Endah N Rhesa (Menua Bersama)
Heidi (Soon Finland)
Matter Halo & Nadin (Teralih)
Rendy Pandugo (By My Side)

Karya Produksi Urban Terbaik
Adeavery (Zine)
Afgan, Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo (Heaven)
Bam Mastro & Matter Mos (Idols)
Kunto Aji (Konon Katanya)
Maliq & D’Essentials (Lautan Kenangan)

Karya Produksi World Music Terbaik
Didiet Violin (Midnight Rain)
Dwiki Dharmawan & Dewi Gita (Impenan)
Lantun Orchestra (Topeng Monyet)
Mustikara and The Batuan Ethnic Fusion (Don Dap Dape)
Sambasunda (Victory)

Bidang Penunjang Produksi Produser Rekaman Terbaik
Anindyo Baskoro, Ilman Ibrahim Isa & Arya Aditya Ramadhya / Universal Music Indonesia (Jangan – Marion Jola & Rayi Putra)
Bramastro Sriehutomo Khaeroni / Cubs Club Entertainment (Idols – Bam Mastro & Matter Mos)
Dipha Barus / Pon Your Tone (Money Honey (Count Me In) – Dipha Barus & Monica Karina)
Marco Steffiano & Rayendra Sunito / Juni Records (Teduhnya Wanita – Raisa)
Nikita Dompas / Signature Music Indonesia (Senantiasa – Andien)

Grafis Desain Album Terbaik
Ardneks (Transition – Rafi Muhammad)
Fajar Allanda & Ebenz (Adamtine – Burgerkill)
Gata Mahardika (Nyala – Gardika Gigih)
Riko Novian (Carnaval Genosida – Humiliation)
Sarkodit (Labyrinth – Soft Blood)

(Tito/iMusic)

iLive

Gelorakan memori para fans, konser “Indonesia Menjadi Satu” bakal hadir di 20 kota.

Published

on

By

iMusic –  Semula Konser Semua Jadi Satu digagas hanya di lima kota, seiring perjalanan waktu, Konser yang menampilkan 4 penyanyi legenda Indonesia, Vina Panduwinata, Deddy Dhukun, Mus Mujiono dan Fariz RM akhirnya berkembang menjadi 20 Kota di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Hasyim Arsal Alhabsi, penanggung jawab De Hills Production yang mengatakan bahwa konser ini akan menggelorakan kembali memori para fans keempat legenda musik Indonesia yang lagu-lagunya telah melegenda di Industri Musik Indonesia.

“Konser ini tidak sekedar hiburan buat para penggemar empat legenda musik Indonesia tapi juga kami jadikan ajang pembuktian, kalau empat legend ini memiliki kapabilitas di atas rata-rata penyanyi profesional lain. Mereka kebanggaan bagi kita. Lagu-lagu mereka bisa dinikmati oleh mereka tanpa batasan usia,” ujar Hasyim dalam jumpa pers di Jakarta.

Fariz RM pun mendukung ide menyelenggarakan konser di berbagai tempat. Dia sadar selama ini pertunjukan musik hanya berfokus di kota Jakarta atau wilayah Jawa saja.

“Ketika ditawari konser sama pak Hasyim, saya mengajukan syarat, saya mau tapi konser diluar kota. Dan Indonesia ini kan besar sekali masa cuma di Jakarta terus yang merasakan sentuhan-sentuhan kami, padahal pendengar kami ada di seluruh Indonesia,” ujar Fariz dengan senyum bahagia.

Pelantun tembang Barcelona ini menambahkan “Saya juga sudah lama sekali nggak main di luar Jakarta, paling cuma Jawa kayak ke Medan dan Makassar jarang sekali,” tambahnya.

Pada konser yang diawali di kota Makasar pada 25 Januari 2023 nanti, keempat musisi tersebut akan membawakan kurang lebih 25 lagu. Selain itu, akan ada penampilan kolaborasi dan aransemen musik yang baru di tiap kota.

“Kita mesti dapat nostalgianya dan milenialnya. Bayangkan saja, saya 47 tahun bawain ‘Sakura‘ tiap konser, betapa membosankannya. Makanya, kita harus ganti aransemennya, kita suguhkan aransemen baru tapi ada sesuatu yang nostalgia juga,” kata Fariz.

Sementara Vina Panduwinata mengaku sudah siap lahir batin untuk mensukseskan konser yang didukung Projo dan Lion Air. Bahkan siBurung Camar ini membawa grup band binaannya.

“Insha Allah siap lahir batin, semua ini demi penggemar kita di berbagai kota di Indonesia.” Kata Vina Panduwinata menutup acara jumpa pers.

Untuk pemesanan tiket konser, dapat dilakukan melalui aplikasi deHills. (FE)

Continue Reading

iLive

11 Tahun Berkarya Lewat “TULUS Tur Manusia 2023”.

Published

on

By

iMusic – Selepas album “Manusia” dirilis pada Juli 2022 dan disambut baik oleh para pendengar serta torehan capaian pada toko musik digital di mana lagu ‘Hati-Hati di Jalan’ menjadi lagu yang paling sering didengarkan di Indonesia, menyusul album “Manusia” sebagai album yang paling sering didengarkan di Indonesia.

Sebagai apresiasi terhadap para penikmat musik Indonesia serta dalam rangka mensyukuri 11 tahun berkarya, Tulus mengumumkan tur “Manusia” miliknya. “Saat lagu-lagu di dalam album “Manusia” tumbuh di keseharian yang mendengarkan, rasanya senang dan bersyukur. Tidak sabar untuk membawakan lagu-lagu itu di atas panggung, bertemu langsung di banyak kota,” ungkap Tulus.

Ini merupakan tur pertama yang diadakan Tulus setelah 3 tahun. Tur bertajuk “TULUS Tur Manusia 2023” ini telah secara resmi diumumkan oleh Tulus melalui kanal media sosialnya. Bekerja sama dengan PT. Expo Indonesia Jaya sebagai Promotor, “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan menyapa 11 kota di Indonesia yang dimulai dari 1 Februari hingga 3 Maret 2023. Berikut adalah jadwal lengkapnya:

Medan : 1 Februari 2023

Palembang : 3 Februari 2023

Makassar : 8 Februari 2023

Batam : 10 Februari 2023

Surabaya : 12 Februari 2023

Bali : 14 Februari 2023

Samarinda : 17 Februari 2023

Manado : 21 Februari 2023

Bandung : 23 Februari 2023

Yogyakarta : 25 Februari 2023

Jakarta : 3 Maret 2023

“Kami senang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier Tulus, dalam hal ini sebagai promotor Tur Manusia yang tentu akan mengobati rasa rindu para Teman Tulus,” ungkap Direktur PT. Expo Indonesia Jaya. “11 Kota ini dipilih untuk dapat menggapai seluruh Teman Tulus diberbagai daerah,” ungkap Bram Tulong selaku General Manager PT. Expo Indonesia Jaya menambahkan. Tiket “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan bervariasi tergantung dari masing-masing kota dengan harga pre-sale tiket termurahnya adalah Rp150.000. Selain mendapatkan tiket untuk menonton TULUS, Teman Tulus juga dapat memilih opsi pembelian tiket dengan paket cenderamata resmi dari “TULUS Tur Manusia 2023“. Pre-sale tiket dari “TULUS Tur Manusia 2023” ini secara resmi dibuka Hari ini 29 Desember 2022 Mulai Pukul 08.00 WIB dan tiket secara online hanya dapat dibeli melalui Aplikasi BBO. Jadi, mari kita sambut perjalanan album “Manusia” ke sebuah dimensi baru melalui sebuah tur bertajuk “TULUS Tur Manusia”. (FE)

Continue Reading

iLive

“Deep Purple” bakal gelar konser kembali di Indonesia bareng band legendaris “God Bless”.

Published

on

By

iMusic – Grup band rock asal Inggris, Deep Purple dikabarkan bakal kembali menyambangi Indonesia untuk menggelar konser dengan menggandeng band legendaris God Bless sebagai musisi pendamping, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1975 silam.

Kabar ini, dibenarkan oleh manajer God Bless, Denny MR saat dihubungi Cadaazz.com pada Selasa, 20 Desember 2022 kemarin. Dia bilang, jika tidak ada aral melintang, “reuni” God Bless dan Deep Purple dalam satu panggung bakal terjadi di Solo.

“Ya God Bless dijadwalkan sepanggung lagi dengan Deep Purple. Semoga lancar tidak ada perubahan,” kata Denny MR.

Dalam pernyataannya, Denny MR juga membenarkan jika konser Deep Purple dengan God Bless sebagai grup band tamu, akan berlangsung pada Maret 2023 mendatang, “Rencananya di Solo. Yes (Maret 2023),” kata dia.

Mengutip informasi dari berbagai sumber, Deep Purple merupakan grup band rock legendaris yang kini digawangi Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Steve Morse, Don Airey setelah beberapa kali mengalami pergantian personel, sejak unit tersebut terbentuk pada 1968 silam.

Deep Purple, bersama dengan Led Zeppelin dan Black Sabbath, telah disebut sebagai “trinitas suci dari hard rock dan heavy metal Inggris di awal hingga pertengahan tujuh puluhan”.

Mereka terdaftar dalam Guinness Book of World Records tahun 1975 sebagai “band paling keras di dunia” untuk konser tahun 1972 di Rainbow Theatre London dan telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia.

Grup band ini dikenal dengan berbagai hitsnya, termasuk Smoke on the Water, Highway Star, When A Blind Man Cries, Child in Time, Burn, Hush, Soldier Of Furtune dan lain-lain.

Pada tahun 1975, Deep Purple yang kala itu digawangi David Coverdale (vokal), Tommy Bolin (gitar, vokal), Glenn Hughes (bas, vokal), Jon Lord (kibor, backing vokal), dan Ian Paice (drum, perkusi), menyambangi Indonesia untuk pertama kalinya dalam gelaran konser bertajuk “Deep Purple Show”.

Konser berlangsung di Stadion Utama Senayan (kini Stadion Utama Gelora Bung Karno) selama dua hari, pada 4 dan 5 Desember 1975 dengan harga tiket berkisar antara Rp 1000 hingga Rp 7500.

Pertunjukan musik tersebut, digelar atas kerja sama Aktuil, sebuah majalah musik berkedudukan di Bandung dengan perusahaan hiburan Buena Ventura Group dan sukses menarik lebih dari 150 ribu penonton dalam dua hari penyelenggaraan.

Unit rock God Bless yang tengah menapaki kejayaannya di kancah musik keras Indonesia, menjadi band pembuka penyelenggaraan konser Deep Purple hari kedua. (FE)

godbless
God Bless

Continue Reading