Connect with us

iLive

Inilah Profil 114 Line-Up SYNCHRONIZE FEST 2018

Published

on

iMusic – Perhelatan Synchronize Fest 2018 sudah semakin dekat. Daftar penampil fase keempat resmi diumumkan oleh Demajors dan Dyandra Promosindo di
Quibcle Center, Jakarta pada Rabu (15/8) kemarin. Mereka membeberkan 37 musisi untuk melengkapi total 114 penampil yang siap meramaikan edisi ketiga
dari Synchronize Fest. Dan inilah profil dari 114 penampil di Synchronize 2018.

1. 70’S OC
Sangat jarang band yang mengusung aliran funk bisa sangat konsisten dan tidak terdengar klise, 70’s OC menjadi satu dari sedikit band yang masuk di golongan itu. Walau sempat dilanda pergantian personel, mereka tetap teguh berjalan di jalurnya.

2. ANTI SQUAD
band penganut skinhead garis keras yang sudah malang-melintang di kancah musik punk di Indonesia. Terbentuk di Jakarta Barat di tahun 1997, mereka secara konsisten berkarya dan menggempur panggung-panggung.

3. BAM MASTRO
Melihat sosok Bam Mastro pasti kita tidak akan bisa melepaskan sosoknya di band Elephant Kind. Tapi kini, dia menunjukan sisi lainnya di proyek solonya, dan terdengar begitu segar.

4. BARASUARA
Selama beberapa tahun terakhir ini, Barasuara seakan menjadi patokan bagi sebuah kesuksesan band-band non-mainstream. Dengan paduan lirik, melodi, ritmik serta aksi panggung yang memukau, tak heran bila Para Penunggang Badai terus bermunculan dan terus mengikuti sepak terjang mereka.

5. BEGUNDAL CLAN
Sebuah kolektif hip-hop asal kota Yogyakarta yang begitu kritis menyuarakan kegundahan dan kegelisahan mereka terhadap isu dan masalah sosial yang terjadi di sekitar mereka. Begundal Clan pun menjadi penyampai suara dari generasinya.

6. BONITA & THE HUS BAND
Band yang begitu baik dalam karya, penampilan hingga keseharian mereka. Bonita & The Hus Band mampu membuat hal yang begitu sederhana menjadi elegant dan terasa begitu jujur.

7. BURGERKILL
Salah satu garda depan dari kancah metal Indonesia. Terbentuk di Ujungberung, mereka menjadi juga menjadi pendobrak dari band-band Ujungberung untuk menembus kancah industri musik Indonesia. Dari tahun 1995 hingga sekarang, mereka secara konsisten berkarya hingga akhirnya menjadi panutan.

8. CANDRA DARUSMAN & FRIENDS
Sebuah proyek yang dibuat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan untuk karya-karya legendaris milik Candra Darusman. Akan ada banyak musisi yang akan ikut serta dalam project ini dan tentunya menjadi sebuah sajian yang kalian tak mungkin begitu saja melewatkannya.

9. CLUBEIGHTIES
Pada era 2000-an awal, mereka menjadi salah satu band yang muncul dengan tema retro dan vintage. Tetapi yang membedakan Clubeighties dengan band lainnya yang sejenis, mereka memang benar-benar menghidupi dan mengamini apa yang mereka
tuangkan dalam karya-karya mereka. Tak heran, menyaksikan penampilan Clubeighties seperti layaknya naik dalam sebuah mesin waktu dan terdampar di era
80-an.

10. DAMASCUS
Terbentuk sejak tahun 2008, Damascus menjadi satu dari sedikit band pengusung shoegaze yang mampu bertahan hingga sekarang. Merilis LP pertama mereka di awal tahun 2017 kemarin, mereka dipersenjatai oleh riff gitar tebal dengan nuansa yang
mengawang.

11. DANILLA
Solois ini menunjukan sisi gelapnya di album terbarunya, Lintasan Waktu, yang rilis di akhir 2017 lalu. Walaupun begitu, para penggemarnya semakin memuja sosok dan karyanya. Danilla pun menjadi paket yang sangat lengkap dari solois.

12. DARAMUDA PROJECT
Ditunggu oleh banyak orang dengan ekspetasi yang begitu tinggi terhadap mereka, tidak membuat Daramuda terbebani. Justru sebaliknya, Danilla Riyadi, Rara Sekar dan Sandrayati Fray justru begitu santai menikmati proses mereka berkarya.
Tentunya ini membuat banyak penanti mereka geregetan.

13. DEAD VERTICAL
Keras dan menderu-deru tanpa ampun. Hanya itu yang bisa menggambarkan bagaimana jagoan band grindcore Dead Vertical, karya mereka serta penampilan mereka di panggung. Bersiaplah untuk menikmati terjangan dari gelombang suara
saat menyaksikan mereka di Synchronize Fest 2018.

14. DEREDIA
Membawakan nuansa musik di Indonesia dansa-dansi di tahun 50-an membuat Deredia begitu unik. Susah rasanya untuk tidak ikut menggoyangkan badan ketika mendengarkan lagu-lagu mereka atau menyaksikan penampilan mereka.

15. DIPHA BARUS
Pemandu cakram, komposer dan produser, rasanya tak ada yang tidak bisa ia lakukan. Salah satu dari sedikit penggiat musik elekronika di Indonesia yang mampu menembus pasar Internasional dengan karya-karyanya.

16. DISKOPANTERA
Pemandu keriaan. Mungkin kata-kata itu menjadi sebuah deskripsi yang paling mewakili sosoknya. Bermodalkan koleksi lagu yang sangat bervairasi, kostum dan aksi panggung yang tak pernah terduga, Diskopantera menjadi jaminan pesta anda akan semakin meriah bila dia menjadi pemandunya.

17. DISKORIA
Kolektif ini mungkin menjadi pihak yang bertanggung jawab ketika lagu-lagu pop Indonesia era 70 hingga 80an menjadi trend dikalangan anak muda ibukota beberapa tahun terakhir ini. Mereka pun kerap mengadakan acara-acara yang mengundang para musisi dan artis yang besar di era tersebut dan hingga akhirnya bisa menjadi jembatan bagi para generasi melenial untuk mengenal kembali para legenda musik Indonesia beserta karya-karya mereka.

18. DOWN FOR LIFE
Mereka kerap mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, tetapi Down for Life bukanlah kacang yang lupa kulitnya. Para pengusung musik metal ini tetap sangat rendah hati dan juga terus membangun kancah musik di daerah asal mereka, Solo.

19. DUBYOUTH
Mengusung irama dancehall sebagai senjata utama mereka, Dubyouth merupakan jaminan sebuah keseruan pesta. Bersiaplah untuk menggoyangkan badan tiada henti
ketika mereka menggebrak Synchronize Fest 2018.

20. ENDAH N RHESA
Mereka dapat dikatakan sebagai pemercik trend duo akustik di industri musik Indonesia di jelang akhir 2000-an. Layaknya trendsetter sejati, Endah N Rhesa tak pernah puas dan terus berevolusi dalam karya-karya mereka sehingga walaupun banyak yang mengikuti jejak mereka Endah N Rhesa tetap menonjol diantara lainnya.

21. ENDANK SOEKAMTI
Menjadi salah satu bukti bahwa ketekunan dan kerja keras akan membuahkan hasil yang memuaskan, Endak Soekamti berangkat dari kancah lokal kota Yogyakarta dan berhasil menembus industri musik nasional dengan karya-karya mereka dan inovasi- inovasi yang selalu membuat mereka tetap relevan.

22. FEAST
Ketika kebosanan akan sebuah keadaan mempersatukan sekawanan orang dan mereka memilih untuk meninggalkan semesta ini serta membangun sebuah semesta
baru yang begitu utopia, mungkin itulah gambaran dari .Feast. Mereka adalah identitas sonik yang begitu lebur dan unik.

23. FIERSA BESARI
Darah baru musik folk Indonesia. Berasal dari Kota Kembang, Bandung, Fiersa Besari mampu membius para penikmat musik dengan alunan karya-karyanya yang begitu menghanyutkan. Kalian jangan sampai melewatkan penampilannya di Synchronize Fest 2018 nanti.

24. FOURTWNTY
Mengusung musik folk, mereka pun kini menjadi salah satu nama yang paling dicari- cari oleh para penikmat musik Indonesia. Mereka mampu melintasi batas dengan karya mereka yang salangat melodius dan lirik yang puitis serta nafas-nafas optimisme.

25. FSTVLST
Aksi panggung yang begitu menawan, sosok vokalis yang begitu kharismatik,ditambah karya-karya yang begitu kuat, FSTVLST menjadi salah satu aksi yang tidak
boleh kalian lewatkan di Synchronize Fest 2018.

26. FUTURE COLLECTIVE
Menggabungkan elemen-elemen musik pop era 60-an, krautrock hingga balutan new wave dan electro-pop, Future Collective seakan mendobrak nilai-nilai klise dari sebuah musik electronika. Bukan berarti kalian tidak berdansa mendengarkan musik mereka, tapi coba resapi melodi dan atmosfir yang mereka bangun dalam karya- karya mereka, bisa jadi kalian akan ikut hanyut dalam dunia mereka.

27. GHO$$
Mereka mencuat di kancah musik non-mainstream dengan mengusung nuansa trip- hop yang gelap dan depresif, mereka menjadi begitu berbeda di antara aksi-aksi yang lain, baik dari penampilan dan musik yang mereka usung.

28. GODBLESS
Terbentuk sekitar tahun 1973, God Bless menjadi panutan bagi banyak band pengusung rock di kancah musik Indonesia hingga kini. Lirik-lirik yang begitu kritis,
musik yang menghentak dan karisma dari seluruh personelnya menjadi kekuatan yang, rasanya, belum banyak yang bisa menandingi hingga sekarang. Penampilan para legenda ini di #SynchronizeFest18 sudah pasti tidak boleh kalian lewatkan.

29. GOODNIGHT ELECTRIC
Era 2000an awal, ketika gelombang band non-mainstream menyerbu industri musik Indonesia, Goodnight Electric muncul dengan formula yang begtu berbeda.Memainkan musik elektronika yang begitu sederhana namun maut, trio ini sudah siap untuk membakar Synchronize Fest 2018

30. GRRRL GANG
Trio pengusung indie-rock asal kota Yogyakarta ini masih terbilang baru di kancahmusik arus pinggir, tetapi mereka mampu mencuri hati. Mereka pun menjadi bukti
bahwa regenerasi di kancah musik arus pinggir Indonesia terus berjalan.

31. HIVI
Grup yang satu ini selalu menjadi daya tari pencinta pop tanah air. Lirik dan musik yang manis selalu magnet utama di tiap penampilan mereka.

32. ILP
Musik progresif metal mungkin jauh dari image seorang Indra Lesmana, sosok penggagas. Namun ILP atau Indra Lesmana Project membawakan menjadi salah satu
penampil di Synchronize Fest yang jangan sampai kamu lewatkan untuk melihat sisi lain dari sang Maestro Jazz yang satu ini.

33. IT’S DIFFERENT CLASS
Nuansa kecentilan musik pop britania raya, sound yang begitu spacey dan lirik yang begitu eklektik menjadi kekuatan dari It’s Different Class. Sempat tidak aktif
beberapa lama, namun kamu akan menyaksikan kembali penampilan mereka hanya di Synchonize Fest 2018

34. IWA K
Di pertangahan 90an, namanya muncul dan menjadi anomali di industri musik Indonesia saat itu. Disaat toko kaset dipenuhi oleh album-album bernafaskan pop,
Iwa K muncul dengan musik yang sangat tidak awam di kuping awam. Tetapi dia pantang mundur, malahan semakin menjadi untuk menyebarkan virus rap dan hip
hop. Dia menjadi bukti bahwa tampil beda melawan arus bukanlahlah hal yang tabu.

35. JASON RANTI
Karyanya yang terhadap kondisi sosial di Indonesia saat ini, tetapi itu adalah bentuk penyampaian yang begitu jujur dari kegundahan dan kegelisahan dari Jason Ranti.
Lirik-liriknya yang nakal sering dianggap sebagai komedi, tetapi bila ditelisik secara lebih lanjut, apa yang disampaikan adalah hal yang nyata terjadi sehari-hari
disekeliling kita. Mungkin ini yang disebut sebagai ironi.

36. JAVABASS SOUNDSYSTEM
Merupakan salah satu pionir komunitas kultur musik drum & bass di Indonesia dengan pergerakan acara Phunktion yang hingga saat ini terus konsisten terselenggara.

37. JAKARTA BLUES FACTORY
Musik blues memang bukan berasal dari Indonesia, atau tanah Jakarta. Tetapi Jakarta Blues Factory, atau yang dulu dikenal dengan nama JBF trio begitu fasih memainkannya, menyuarakan keresahan mereka.

38. JIUNG
Budaya Betawi mungkin saja semakin tergerus oleh kehidupan metroplitan yang begitu kental di kota Jakarta, tetapi Jiung terus konsisten mengusung budaya Betawi sebagai suara mereka. Ramai, lincah dan atraksi panggung serta celetukan yang begitu menggelitik menjadi ciri khas mereka yang selalu saja dinanti.

39. JONI AGUNG & DOUBLE T
Malang melintang di berbagai café, bar dan venue di pulau Bali, Joni Agung & Double T mampu meraup banyak fans, baik dari pulau Bali, luar pulau Bali bahkan dari
mancanegara. Mengusung musik reggae yang begitu khas, karya-karya mereka banyak menyuarakan rasa cinta kasih, persaudaraan dan keakraban.

40. KOIL
Sangat jarang sekali band atau artis yang sadar akan image yang ingin dibentuk, dan KOIL menjadi salah satu diantara sedikit band itu. Persona yang mereka bawakan
begitu menyatu dengan karya-karya mereka. Keras, kencang dan menderu-deru.

41. KUNTO AJI
Meleburkan pop dengan nuansa jazz, Solois ini mencuat di industri musik Indonesia setelah menjadi salah satu peserta di sebuah ajang pencarian bakat. Keberaniannya untuk membanting stir untuk menyebrang ke kancah musik independen membuat Kunto Aji menjadi berbeda dai lulusan ajang tersebut. Kini dia sudah mulai menuai hasil dari keputusannya tersebut.

42. LIGHTCRAFT
Mereka sering sekali melintas batas negara dan tampil di berbagai festival musik manca negara, hal ini tentunya sudah menjadi bukti untuk kualitas yang dimiliki oleh Lightcraft. Kamu jangan sampai melewatkan penampilan mereka di Synchronize Fest 2018.

43. LOGIC LOST
Aksi tunggal instrumental elektronik ini menceritakan kisah hidupnya di karya – karyanya. Kekuatan dari Logic Lost adalah bagaimana membalut emosi di nada-nada
yang keluar di karyanya.

44. MALIQ & D’ESSENTIALS
Baik dari sisi karya, penampilan dan aksi panggung hingga konsistensi, sangat sedikit sekali band yang bisa menandingi Maliq & D’essentials. Setiap panggung yang
disinggahi mereka, pasti saja berakhir dengan meriah dan rasa puas dari para penontonnya.

45. MANJAKANI
Terbentuk di tahun 2015, Manjakani merupakan sepasang kekasih yang mengekspresikan apa yang mereka rasakan, baik terhadap hubungan mereka satu dengan lainnya, maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka pun mampu mencuri perhatian banyak penikmat musik, tidak hanya yang berasal dari kota asal mereka, Pontianak, tetapi juga diluar itu.

46. MANUMATA
Mereka mencuri perhatian para pemerhati musik di Indonesia khususnya kancah hiphop. Di usia yang sangat muda, Manumata memiliki kualitas yang tak kalah dengan para seniornya. Bakat-bakat cilik dari kota Ambon ini tentunya tidak bisa kalian lewatkan begitu saja di Synchronize Fest 2018

47. MESIN TEMPUR
Sesungguhnya sangat sulit untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana band ini. Dan rasanya, saat kamu membaca penjelasan ini saja, mungkin sudah 2 ata2 3 lagu dari Mesin tempur selesai dimainkan. Saran dari kami, nikmati saja penampilan mereka dan bersiaplah untuk terpukau.

48. MIDNIGHT RUNNERS
Duo pengusung electro-funk ini dijamin akan membuat kalian tak henti-henti untuk menggerakkan tubuh kalian mengikuti hentakan irama yang mereka mainkan.
Datang dari kota Bandung, nama Midnight Runners pun sudah tidak asing lagi bagi para penjelajah lantai dansa.

49. MOCCA
Terinspirasi oleh retro sound era tahun 70an dan disusupi oleh nuansa bossanova, swing dan Swedish pop yang kental, mereka mencuat di skena musik Bandung pada tahun 2002 dan meracuni para muda-mudi di kota-kota besar di Indonesia dengan lagu serta keceriaan mereka.

50. MONDO GASCARO
Memadukan nada dengan lirik sehingga membentuk sebuah komposisi bukanlah hal yang mudah, tetapi Mondo Gascaro dalam karya-karyanya seakan menjadikannya
begitu effortless. Dengan mudahnya juga kita terbuai ketika mendengarkan karya- karyanya.

51. MOONER
Berawal dari jamming, quartet asal kota Bandung ini terbentuk dan secara alami memilih untuk mengusung nuansa heavy-rock dalam karya-karya mereka. Tak lama
setelah merilis debut albumnya, Mooner.

52. MURPHY RADIO
Muncul dari kota Samarinda, Murphy Radio mengusung musik yang tidak lazim, bahkan untuk di daerah-daerah yang memiliki kancah musik yang lebih established.
Musik math-rock yang keluar dari mereka pun layak untuk dinantikan.

53. MUSICATER
Sebuah entitas yang begitu unik, mereka menempatkan diri bukan hanya sebagai para seniman dan pemusik, tetapi juga bertujuan untuk membangun sebuah kondisi
ideal dalam industri musik Indonesia dan menjadi “mata dan penuntun” dalam Industri musik Indonesia yang terus berkembang ini. Project terakhir mereka, Cerita
Fatmawati, mengundang banyak pujian karena begitu luwesnya mengantarkan para pendengarnya ke dalam sebuah perjalanan historis

54. NAIF
Dari kampus IKJ hingga bisa menembus industri musik Indonesia, mungkin mereka adalah salah satu grup pop terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. Mereka mampu
menjadi jembatan bagi para penggemar pop umum dengan para pengusung kultur alternatif dengan karya-karyanya.

55. NASIDA RIA
Berasal dari Semarang, mereka menjadi salah satu pendobrak industri musik Indonesia di era 70an dengan karya-karya yang kental dengan nuansa gambus dan
qasidah yang begitu kental. Hal ini membuat mereka tak lekang dimakan oleh waktu, terbukti dengan permintaan dari para generasi sekarang yang menghendaki Nasida
Ria untuk tampil di #SynchronizeFest tahun ini.

56. NDXAKA
Menggabungkan formula dangdut dengan hip-hop membuat NDXAKA menjadi sebuah fenomena tersendiri. Karya-karya mereka bahkan sering dibawakan oleh
para artis dangdut papan atas di Indonesia. Sangat susah untuk mendeskripsikan musik mereka, tapi yang pasti duo asal kota Yogyakarta ini akan menjadi jaminan
keseruan akan tercipta di Synchronize Fest 2018.

57. NEGATIVE LOVERS
Raungan musik mereka begitu memekakan gendang telinga, tapi justru disitulah kenikmatan dari Negative Lovers. Noise rock dan psikadelika berpadu menjadi satu,
lebur dalam gemuruh.

58. NONARIA
Ketika ekspresi dari band-band seangkatan mereka terdengar begitu seragam, Nonaria muncul dengan gaya yang lebih sederhana dan begitu jujur yang terinspirasi
dari music pop era 60an. Pemilihan nada dan lirik yang sangat sederhana justru menjadi kekuatan mereka dalam mengarungi industri musik Indonesia.

59. NOSTRESS
Karya-karya mereka selalu berhasil membius para pendengarnya. Semua terdengar begitu tenang ketika Nostress mengambil alih panggung. Salah satu band asal pulau
Bali yang patut untuk diperhitungkan.

60. NOXA
Salah satu band grindcore terbaik tanah air. Prestasi Noxa sudah menjulang hingga ke luar negeri. Panggung-panggung kelas internasional macam Obscene Extreme dan
Tuska Open Air telah digerinda oleh Noxa. Cepat, beringas dan tanpa ampun, Noxa selalu merentetkan peluru tajamnya kapanpun diberi kesempatan tampil

61. OOMLEO BERKARAOKE
Pemandu karaoke ini dijamin akan memeriahkan suasana #SynchronizeFest tahun ini. Siapkan suara kalian dan pilih lagu andalan kalian dan kita akan bernyanyi bersama-sama dengan riang gembira.

62. ORKES MORAL PANCARAN SINAR PETROMAKS
Muncul di paruh akhir dekade 1970-an, Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks adalah legenda musik Indonesia. Mereka tidak sekedar menggabungkan musik
dangdut dengan humor, tetapi mereka mampu memotret keadaan politik dan ekonomi di era 70an dalam karya mereka.

63. PADI REBORN
Sempat vakum beberapa lama, kini mereka hadir kembali dengan tambahan nama Reborn di belakang nama mereka, sebuah perlambang dari lembaran baru yang mereka jalani. Mereka muncul di awal 2000an dengan musik poop yang dipengaruhi oleh musik alternatif yang menjadi referensi mereka. Lagu hits seperti Sobat, Sudahlah, Semua Tak Sama dan masih banyak lagi, tentunya akan menjadi jaminan koor masal saat mereka tampil menggebrak #SynchronizeFest tahun ini nanti.

64. PAYUNG TEDUH
Keraguan banyak pihak tentang eksistensi band ini ketika pasca ditinggal oleh sosok vokalisnya kini telah runtuh. Payung Teduh hingga kini tetap berdiri dengan tegak di industri musik Indonesia.

65. PEE WEE GASKINS
Kekuatan mereka adalah bagaimana dengan sangat luwesnya mereka bisa beradaptasi dengan jaman. Pee Wee Gaskins tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi dalam karya-karya mereka sehingga mereka tetap menjadi relevant di mata para penikmat musik Indonesia.

66. PELTERAS
Darah baru di kancah musik post-punk kota Jakarta, Pelteras begitu fasih menuangkan kegundahan mereka terhadap realitas keseharian yang mereka hadapi sehari-hari di ibukota di karya-karya mereka sehingga mengantarkan pendengar mereka di sebuah pengalaman sonik yang begitu unik.

67. PEONIES
Trio pengusung indie-pop asal ibukota ini mencuri perhatian banyak scenester dengan karya-karya mereka yang begitu ringan dan dengan gampangnya menempel di telinga. Melodi jangly khas band surf era 60an berpadu dengan harmonisasi dan aransemen vokal yang begitu catchy membuat Peonies menjadi salah satu aksi yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

68. PIJAR
Terinspirasi oleh pergerakan britpop era 90an, Pijar datang dari kota Medan untuk menembus industri musik di Ibukota. Perjuangan mereka tidak sia-sia, banyak pihak
yang melirik mereka dan mengakui kualitas dari karya-karya yang mereka hasilkan.

69. POLKAWARS
Mengutip artikel dari sebuah media online, Polka Wars adalah mimpi basah yang menjadi kenyataan bagi para hipster millenial di Indonesia. Mereka dengan fasihnya
menuangkan perasaan mereka dalam karya-karya yang berbalur dengan berbagai estetika dari para idola mereka.

70. PROJECT POP
Hibrida antara musik pop dan komedi yang mereka usung menjadi formula yang jitu. Terbukti karya-karya mereka akan dengan mudahnya menempel di telinga kita dan
akan terus terngiang-ngiang.

71. PURE SATURDAY
Mereka adalah salah satu band yang mengawali pergerakan Independen di Indonesia di akhir tahun 90an. Tanpa dibantu oleh label besar, mereka mendistribusikan album
debut mereka secara mandiri melalui sebuah majalah remaja di Indonesia. Hingga kini, Pure Saturday telah menjadi indie-darling di kancah musik Indonesia.

72. RAMENGVRL
Salah satu generasi muda di kancah musik Hip-Hop Indonesia yang tengah mencuat saat ini. Dengan rima dan beat yang tegas dan mewakili suara dari generasinya,
Ramengvrl menjadi kekuatan yang yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

73. RAN
Rasanya, karya apa saja yang dihasilkan trio ini pasti akan diterima dengan mudah oleh khalayak umum. Membaurkan musik pop dengan berbagai referensi musik yang
mereka sukai, mereka dengan luwesnya menciptakan karya yang bisa menjadi representasi para penggemarnya.

74. RAS MUHAMAD
Duta Reggae Indonesia yang menarik perhatian dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Musik bernuansa dancehall yang begitu kental membalut
lirik yang bernafaskan semangat.

75. REALITY CLUB
Regenerasi di kancah indie-pop tanah air tak pernah berhenti, setiap tahun pasti ada saja aksi yang mencuri perhatian, salah satunya adalah Reality Club. Dengan
perpaduan suara vokal yang begitu unik dan nada-nada yang sangat catchy, mereka siap menghadirkan suasana yang begitu segar saat mengambil alih panggung #SynchronizeFest tahun ini.

76. REVENGE THE FATE
Dengan mengusung genre deathcore, Revenge the Fate pun kini menjelma menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Dengan irama yang menderu-deru,
bersiaplah untuk berpartisapasi dalam mosh pit saat mereka tampil nanti.

77. RHOMA IRAMA & SONETA
Saat tampil di #SynchronizeFest 2016, Sang Raja Dangdut berhasil memukau para pengunjung dengan penampilannya. Lautan penonton pun tak kuasa menahan diri
untuk bergoyang dan bernyanyi saat dirinya mempersembahkan karya-karyanya diiringi oleh band legendarisnya, Soneta. Tahun ini beliau kembali mengisi jajaran
penampil #SynchronizeFest, kalian harus bersiap untuk sebuah pertunjukan yang tak akan pernah kalian lupakan.

78. ROCK N ROLL MAFIA
Telah malang melintang sejak pertengahan 2000-an, nama Rock N Roll Mafia telah begitu menempel di telinga penjelajah lantai dansa. Kemampuan mereka untuk
terus berinovasi dalam berkarya menjadi salah satu kekuatan mereka. 79. ROCKET ROCKERS Baru saja ditinggal oleh salah satu personelnya, tidak membuat Rocket Rockers
menjadi limbung. Dengan format trio, musik yang mereka kini bawakan menjadi lebih padat.

80. SATCF
Musik punk-rock yang berbaur dengan element-element ska, blues dan hardcore menjadi nilai unik dan membedakan Snickers and the Chicken Fighters asal kota
Malang. Dengan beat dan lirik yang terdengar sedikit nakal, bersiaplah untuk bersenang-senang bersama mereka di Synchronize Fest 2018.

81. SCARED OF BUMS
Mereka menyebut musik yang mereka usung sebagai melodic-core. Dengan mengusung semangat Never Give Up, Let’s Turn on a fire, Scared of Bums pun
berhasil menembus kancah musik di luar pulau Bali, daerah asal mereka.

82. SEEK SIX SICK
Besar di kancah musik underground kota Yogyakarta, karakter musik dan karya yang mereka hasilkan menjadi cerminan kuat dari itu. Seek Six Sick begitu kuat dalam memancarkan energi ketika mereka mengambil alih panggung .

83. SEMIOTIKA
Inilah trio pengusung musik instrumental asal kota Jambi ini menyeruak dan mencuri perhatian dari banyak penikmat musik arus pinggir di Indonesia. Lantunan gitar
dengan hentakan bass dan drum yang begitu menyatu menjadi kekuatan Semiotika.

84. SENTIMENTAL MOODS
Mengusung instrumental ska, Sentimental Moods menjadi begitu berbeda dari band lain. Musik yang mereka mainkan bisa dengan gampang memantik semangat para
pendengarnya untuk tiba-tiba berpogo di tanah lapang.

85. SERINGAI
Mendengar nama mereka tersebut, asosiasi orang banyak pun langsung tertuju pada kalimat “Rock Oktan Tinggi”, dan memang benar. Lagu-lagu mereka seperti deru
mesin motor besar yang menggilas aspal ibukota. Saat menyaksikan mereka, bersiaplah menjadi bagian dari moshpit, tak perlu dihindari, cukup nikmati saja perjalanannya.

86. SHAGGYDOG
Siapa tak kenal Shaggydog ? Grup pemantik joget massal yang terbesar dari kota Gudeg. Karaoke besar-besaran adalah barang tentu apabila kalian datang ke
Synchronize Fest dan menyempatkan diri menyaksikan Shaggydog. “Mari sini berkumpul kawan, dansa sambil tetawa,” memang betul adanya.

87. SHEILA ON 7
Rasanya hampir tidak mungkin untuk orang-orang yang besar dan tumbuh di era 90an dan awal 2000an tidak menengenal mereka dan karya-karya mereka. Mereka
juga salah satu band di generasinya yang hingga kini terus mengeluarkan materi- materi baru sehingga nama Sheila on 7 pun terus menerus mendapatkan fans-fansbaru hingga kini.

88. SISITIPSI
Dengan musik yang begitu eklektik dan lirik yang nakal dan “menjurus” serta aksi panggung yang begitu kuat, Sisitipsi menjadi salah satu band yang paling dicari oleh
para penggemar musik Indonesia

89. SOLOENSIS
Dengan nuansa rock garage dan psikadelika, Soloensis menghentak dengan keras dan berani. Mereka terdengar begitu jujur dan benar-benar menjiwai apa yang mereka bawakan.

90. SOMETHING WRONG
Nama mereka kerap kali muncul ketika ada pembahasan tentang sejarah dan perkembangan kancah musik hardcore kota Yogyakarta. Konsisten berkarya dan
menjelajah panggung, baik di kota asal mereka maupun kota-kota lain di Indonesia, Something Wrong menjadi contoh bagaiamana mempertahankan eksistensi tanpa
harus mengorbankan idealisme.

91. SORE
Salah satu band yang membuka jalan bagi musik-musik non-mainstream untuk menembus pasar dan industri musik Indonesia di era awal 2000an. Bersama label
legendaris Aksara, mereka menghasilkan dua album yang sangat fenomenal di kalangan anak muda era itu dan hingga kini terus dicari.

92. SOUTHERN BEACH TERROR
Setelah lama tidak aktif, baik di kancah musik kota Yogyakarta maupun kancah musik nasional, kini Southern Beach Terror kembali lagi. Dengan nuansa surf-rock yang
sangat menghantui, tentunya kalian tidak bisa begitu saja melewatkan penampilan mereka di Synchronize Fest 2018.

93. SRXBS
Sebuah project dari dua entitas yang benar-benar bertolak belakang dari segi genre musik dan berbeda kota. Duo elctronic Bottlesmoker asal kota Bandung dan duo
pengusung folk asal Yogyakarta, Stars and Rabbit, menyatukan kekuatan dan berhasil menciptakan sebuah experience yang unik bagi para penonton.

94. STRAIGHT ANSWER
Sangat sedikit sekali band di industri musik Indonesia yang berhasil memegang teguh prinsip dari awal berdirinya, dan Straight Answers menjadi salah satu dari golongan
itu. Begitu jujur dan lugas menyuarakan keresahan mereka, tak heran karya-karya mereka mampu merasuk kedalam jiwa dari para penggemarnya.

95. STRANGE FRUIT
Memulai karir sebagai band pengusung garage-rock, Strange Fruit tiba-tiba saja banting setir menjadi sebuah kolektif avant-garde yang begitu kuat di segi
experimentasi tekstur suara. Pindah haluan ini ternyata menjadikan mereka berbeda dari aksi-aksi yang menjamur di kancah musik sidestream ibukota.

96. SUNMANTRA
Mengusung genre elektronika yang penuh dengan dentuman, Sunmantra seakan tanpa ampun memaksa badan kita untuk terus bergerak mengikuti dentuman karya- karya mereka. Karya mereka begitu eklektif yang memadukan berbagai unsur dari techno, deep house, shoegaze hingga ke rockabilly dan darkwave.

97. SUPERMAN IS DEAD
Keresahan yang mereka sampaikan begitu terasa dan mewakili para penggemar mereka. Esensi musik punk-rock pun begitu kental, Superman Is Dead tak pernah henti untuk menyuarakan kegundahan mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

98. TARRKAM
Karya-karya dari Tarrkam, kuartet pengusung hardcore-punk asal Ibukota, seakan menjadi representasi yang pas terhadap kerasnya kehidupan sehari-hari di kota
Jakarta. Lirik-lirik yang begitu lugas dan musik yang menghantam tanpa ampun menjadi cara mereka untuk bercerita tentang berbagai hal yang begitu meresahkan
mereka.

99. TEXPACK
Unit indie-rock asal kota Bogor ini mencuri perhatian dari para scenester baik di kota mereka sendiri maupun di kota-kota sekitar mereka dengan karya yang begitu kental nuansa indie-rock 90an yang bisa begitu berisik namun catchy disaat yang bersamaan.

100. THE ADAMS
Harmonisasi vokal yang unik dan membius, ditambah hook-hook khas power pop yang menggoda menjadikan penampilan The Adams tak pernah sepi dari penonton.
Tak jarang, para penonton pun ikut bernyanyi bersama mereka hingga tak terasa tiba di akhir pertunjukan.

101. THE CAT POLICE
Unit musik rock asal kota Tangerang yang menggabungkan berbagai unsur dari 60an hingga 90an dengan pendekatan eksperimental dan lirik yang menjurus ke postmodern.

102. THE COCONUTTREEZ
Di #SynchronizeFest tahun lalu, mereka hadir dengan nama Steven & Coconuttreez dan menjadi pertunjukan pertama mereka setelah beberapa lama hiatus. Antusias
yang begitu besar terhadap penampilan mereka lantas menjadi lampu hijau bagi para pogo mania untuk menikmati kembali penampilan mereka di Synchronize fest 2018

103. THE PANAS DALAM
Mungkin mereka satu-satunya band yang juga berbentuk sebuah negara sekaligus sebuah serikat – entah serius, entah bercanda, tak ada yang pernah tahu pasti. Yang
pasti The Panas Dalam adalah sebuah keunikan tersendiri, dan kalian tak perlu pusing memikirikannya.

104. THE PAPS
Musik reggae dan balutan dub yang mereka bawakan sungguh sangat tidak wajar. Mengawang-awang dan seakan membawa para penggemarnya ke alam bawah sadar yang begitu indah. The Paps adalah salah satu aksi yang jangan sampai kalian lewatkan di Synchronize Fest 2018 ini.

105. THE SASTRO
Muncul di era kebangkitan musik mainstream di sekitar tahun 2005an, The Sastro langsung mencuri perhatian dengan lagu-lagu berlirik begitu puitis dan musik yang
merupakan campur sari dari musik britania raya yang juga sedang melejit saat itu.

106. THE UPSTAIRS
Tanah lapang tiba-tiba saja bisa berubah menjadi lantai dansa ketika The Upstairs mengambil alih acara. Kamu pasti akan mengalami sebuah dilema, antara mau
menggerakan tangan mengikuti irama atau bernyanyi sepenuh hati bersama mereka. Yang pasti, bersiap juga untuk menyeka keringat yang akan terus bercucuran.

107. TIGAPAGI
Trio asal kota Bandung ini siap melantukan nada-nada folk khas kota Kembang yang kaya dengan eksperimen adalah ciri khas Tigapagi. Terdengar begitu menghanyutkan
sekaligu menghipnotis.

108. TOHPATI ETHNOMISSION
Nama Tohpati tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat musik Indonesia. Tohpati Ethnomission sendiri adalah salah satu proyek-nya yang mengabungkan unsur musik rock dengan jazz dan juga nuansa etnik yang ada di nusantara.

109. UBIET & KRONCONG TENGGARA
Sebuah kolektif yang begitu unik, membawakan irama keroncong dengan pendekatan open-minded khas musik jazz, Keroncong Tenggara mampu menghadirkan sebuah nafas baru dan memperkenalkan keroncong ke khalayak yang mungkin tak pernah akrab dengan keroncong sebelumnya.

110. VIDEOSTARR
Entah bagaimana menyebut Videostarr ini, sebuah gerakan atau sebuah kolektif. Yang pasti, setiap acara yang mereka gelar, pasti saja selalu dipenuhi oleh para scenester yang begitu haus akan nostalgia. Ketika mereka mengambil alih Gigs Stage ganti, bersiaplah untuk merasakan sebuah pengalaman sajian seleksi-seleksi guilty
pleasure yang tak akan bisa kalian jabarkan dengan kata-kata .

111. VIRA TALISA
Mengusung retro-pop yang begitu menyenangkan dan sangat playfull, Vira Talisa menjadi sosok yang kagumi oleh banyak penikmat musik Indonesia. Mendengarkan
lagu-lagunya seakan menemukan sebuah taman hijau saat rutinitas dan kerasnya kehidupan kota metropolis menyandera keseharian kita.

112. WESTJAMNATION
Meramu musik pop itu gampang-gampang mudah. Salah sedikit, sebuah lagu bisa terdengar sangat klise. Untungnya, Westjamnation bukan termasuk dari band-band
yang gagal meramu. Karya-karya mereka sungguh jauh dari kesan klise, namun bisa terdengar sangat akrab di telinga kita.

113. WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY
Pop retro yang futuristik. Tiap hari makin seru, adalah kalimat tepat yang menggambarkan aksi panggung dari grup yang terbentuk di sebuah kampus seni ternama di kawasan Jakarta Pusat ini. Gerakan joget jingkrak-jingkrak yang menawan dengan irama khas indo-rock sudah pasti tersaji saat White Shoes & The Couples Company diberi kesempatan tampil.

114. ZAT KIMIA
Ini adalah nama teranyar dari pulau Dewata yang muncul dan menggebrak kancah musik Nasional. Dengan nuansa alt-rock yang penuh dengan layer-layer ambience
dan hentakan ritme, Zat Kimia memang benar-benar seperti racikan kimiawi yang membius dan melenakan.

iLive

Musikal Perahu Kertas segera digelar sebentar lagi, yuk ramaikan!!

Published

on

iMusic.id – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris “Perahu Kertas” karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal. Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), “Musikal Perahu Kertas” akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Musikal Perahu Kertas” akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Mengangkat tema ‘Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi’, “Musikal Perahu Kertas” ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia. Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Selain dua tokoh utama, Alya Syahrani, yang memerankan Kugy dan Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, “Musikal Perahu Kertas” juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.

Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid. Sementara itu dari sisi artistik, “Musikal Perahu Kertas” menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis.

Musikal Perahu Kertas akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital, Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang tersedia di YouTube. Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas akan dapat disaksikan oleh lebih dari 23.000 penonton. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026.

Dengan kolaborasi lintas disiplin, eksplorasi artistik yang matang, serta semangat untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri musikal Indonesia.

Continue Reading

iLive

Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah

Published

on

iMusic.id – Platform live performance terkurasi ‘Buitenstage’ yang memasuki volume ke-2, sukses digelar pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 lalu. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, acara yang digagas oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik ini menghadirkan sederet musisi indie lintas generasi dari berbagai kota, diantaranya Swazta dan Man Sinner asal Jakarta, Hurtslaves asal Depok, serta USIX dan Ambarila mewakili tuan rumah Bogor.

Sesuai dengan jargon ‘Buitenstage’ yaitu “Amplify Your Music”, platform ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi, media dan audiens dalam menghadirkan pengalaman live yang intim, relevan, dan berakar pada semangat skena independen.

“Acara ini adalah konser musik dengan konsep gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik. 

Edisi kedua Buitenstage yang dipandu host Qenny Alyano (Bolehmusic) dan Yogi Hutabarat (Buitenfest) ini dibuka dengan penampilan Swazta, unit city pop asal Jakarta yang langsung menghangatkan malam itu dengan barisan lagu yang easy listening namun penuh energi. Band yang dibentuk pada akhir 2025 ini membawakan lagu-lagu yang masuk dalam debut EP mereka dengan rapi dan terkonsep, termasuk lagu andalan “Di Bawah Langit Senja” yang menampilkan tema refleksi dan mimpi.

Tanpa jeda panjang, setelah Swazta giliran Man Sinner mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, ‘laga tandang’ kuartet asal Cakung (jakarta Timur) pengusung skate punk ini langsung menggetarkan panggung Buitenstage dengan barisan lagu bertempo cepat dan penuh energi, termasuk nomor kolaborasi mereka dengan vokalis Rebellion Rose. Band yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, perlawanan terhadap diskriminasi dan pesan perdamaian ini seakan menjadi penghangat cuaca Bogor yang malam itu cukup dingin menusuk.

Tensi tidak lantas menurun saat Man Sinner turun panggung dan digantikan oleh Hurtslaves dengan musik yang sarat gitar terdistorsi, dentuman bass dan drum yang menghentak. Unit alternative rock asal Depok yang dikenal dengan lirik emosional dalam benang merah musik rock ini sukses membawakan materi orisinil mereka, termasuk single debut yang berjudul “I See A Stranger” dan single terbaru “Kelu” dengan rapi dan solid.

Setelah adrenaline audiens dipacu dengan setlist bertempo rapat, tiba giliran band-band tuan rumah Bogor membawa suasana ke dimensi yang berbeda. USIX yang mengusung musik bernuansa jazzy ini membuat suasana ‘mencair’. Tanpa malu-malu, USIX langsung membawakan single terbaru mereka yang berjudul “Pupus” sebagai pembuka dan ‘memaksa’ audiens untuk sing a long – membawa suasana semakin intim.

Ambarila yang didaulat menjadi penutup Buitenstage volume ke-2 ini tampil dengan deretan lagu bernuansa vintage, termasuk diantaranya single terbaru ‘Hajumari’ dan ‘Tuning Song’. Unit yang memasuki fase baru perjalanan dari format duo dan kini berkembang menjadi band penuh ini tampil interaktif dengan pendekatan ‘story telling’ khas mereka. Hal ini membuat audiens bukan sekedar menonton, tapi bagian menjadi bagian dari show mereka.

Melihat antusiasme penonton yang hadir pada malam itu, semakin menegaskan bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara venue yang suportif, line up yang terkurasi dengan baik, penyajian acara yang terorganisasi dengan bapik serta antusiasme sambutan hangat penonton menjadikan platfom ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali.

“Buitenstage lahir dari pemikiran sederhana; momen dan emosi saat musisi memainkan karya secara langsung di depan audiens adalah sesuatu yang tak bisa digantikan oleh layar apapun. Digital itu penting, tapi koneksi langsung antara musisi dan pendengarnya adalah yang utama. Melalui kolaborasi antara musisi, media, label musik dan manajemen artis dalam Buitenstage ini harapannya dapat memperluas jangkauan karya musisi independent dan ngasi dampak positif bagi ekosistem musik”, tutup Anang dari Buitenfest.

Salam musik dan musisi Indonesia.

Continue Reading

iLive

Kolaborasi para Beauty Pageant dan Safari Bazaar 16 berlangsung meriah

Published

on

iMusic.id – Safari Bazaar yang di inisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) telah memasuki putaran ke 16. Digelar serentak mulai tanggal Rabu – Kamis, 26-27 November 2025 di hunian Sahid Sudirman Residence, Jumat – Sabtu, 28 – 29 November 2025 di hunian Maple Park Sunter dan di hunian Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Sabtu – Minggu, 29 – 30 November 2025 di Victoria Square, Tangerang dan Jumat – Sabtu, 5 – 6 Desember 2025 di Permata Hijau Suites, Jaksel.

Kegiatan Safari Bazaar ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pergerakan perekonomian nasional dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha untuk memasarkan produk mereka plus tetap selalu konsisten mendukung perputaran perekonomian nasional melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dagang dan konsumen di areal proyek hunian atau apartemen tersebut,

Ruby Herman selaku Presdir RINS Kombis melihat kegiatan yang berdampak baik bagi para pelaku UMKM tersebut terus mengalami peningkatan dari mulai antusiasme pengunjung, konsep acara bazaar dan peserta nya,

“Perkembangan Safari Bazaar ini sangatlah seru, kegiatan ini bisa meningkatkan omzet serta networking pesertanya. Antusiasme pengunjung sampai di putaran 16 ini juga sangat luar biasa, Selain bisa menjadi wadah penggerak ekonomi lokal, seluruh rangkaian Safari Bazaar dari awal sampai sekarang jadi sarana memperluas ekosistem bisnis yang berkelanjutan apalagi bazaar ini juga dikemas sedemikian rupa menyajikan banyak acara – acara menghibur Lainnya”, tegas Ruby Herman.

Ruby Herman juga menjelaskan bahwa Safari Bazaar putaran 16 ini masih di meriahkan dengan berbagai konsep hiburan termasuk tetap hadirnya para beauty pageant sebagai partner yang ikut terlibat di berbagai kegiatan seperti putaran – putaran sebelumnya.

“Banyak kejutan seru serta promo – promo menarik saat Safari Bazaar putaran 16 berlangsung. Banyak performance dari Anak – anak muda yang menunjukan bakat mereka saat acara ini digelar. Pada Safari Bazaar kali ini kita tetap berkolaborasi dengan para beauty pageant yang mana para beauty pageant tersebut kita beri ruang untuk Beauty bisa menunjukan bakat mereka seperti nyanyi menari dan juga main angklung bersama plus bisa bertemu dengan fans – fans mereka. Kita open network dan kolaborasi mendukung potensi bakat dan minat serta menjadi platform buat networking di market place. Jadi bisa berkolaborasi mewujudkan advokasi masing masing Beauty Pageant. Beauty pageant tetap jadi salah satu highlight untuk untuk nambah daya tarik acara, kita libatkan aura elegan plus hospitality dari teman-teman pageant. Support dari RINS Kombis buat para beauty pageant juga masih kuat, baik dari fasilitas, kesempatan tampil, sampai ruang untuk publikasi personal branding. Kita saling support sih, intinya mereka bantu meramaikan dan mempercantik event, dan event bantu mereka bangun exposure. Win-win vibes banget khan”, tambah Ruby Herman.

Sementara itu Nagia Halisa, Miss Tourism International Indonesia 2024 sebagai Juru Bicara RINS Kombis yang terlibat di Safari Bazaar putaran 16 ini mengaku sangat excited terlibat dan berkolaborasi di ajang bazaar yang berlangsung dua bulan sekali ini.

“Safari Bazaar putaran 16 ini vibes-nya makin matang, makin rapi, dan makin “kebaca” aura event yang udah punya karakter sendiri. Mayoritas peserta yang udah ikut dari putaran sebelumnya sih happy, mereka bilang Safari Bazaar itu crowd-nya “aman,” penjualan Bagus, dan ambience-nya bikin mereka betah. Banyak juga yang bilang kalau Safari Bazaar itu jadi tempat yang pas buat naikin exposure bisnis mereka, apalagi buat UMKM yang baru mulai, yang paling sering mereka apresiasi tuh : keramahan panitia plus adanya hiburan dan aktivitas yang bikin venue nggak flat”, jelas Nagia Halisa.

Selain Nagia Halisa, beberapa beauty pageant yang  menyemarakkan Safari Bazaar putaran 16 adalah : Lulu Zaharani (Putri Indonesia Pariwisata 2023), Karen Nijsen (Model Dan Influencer) Priskila Jelita (Miss Favorite Universe Indonesia Jabar 2023), Ratih Widiartha (Miss Universe Jabar Indonesia 2023)

Noland Liberty (Puteri Pariwisata Indonesia 2021), , Monica (Finalis Miss Grand Tourism Indonesia 2024), Hilda Karolina (Miss Teen Tourism 2024), Yudha Ariyanto (Duta Kopi Indonesia lingkungan 2025), Iqbal Syammarry (Putra Pariwisata Nusantara Kesehatan Indonesia 2024), Mahadewi Mega (Putri Wastra Nusantara 2024), Najwa (Miss Cultural Indonesia 2025).

Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada berbagai trik baru yang mulai diterapkan penyelenggara demi membuat ajang bisnis ini makin menarik.

“Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada konsep atau strategi baru biar penghuni dan masyarakat umum tertarik untuk datang, kita lagi push konsep experience-based bazaar, jadi bukan cuma datang-belanja–pulang, contohnya : ada small performance atau mini talent show, jadi crowd  dengan tenant berkolaborasi buat bikin promo bareng, intinya, Safari Bazaar putaran 16 ini pengen lebih “ramai tapi terarah dan lebih fun”, ujar Ruby Herman.

Menghadapi Safari Bazaar putaran 17 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan tahun depan, pihak RINS Kombis dan lima proyek hunian tentu saja telah menyiapkan beberapa terobosan.

“Safari Bazaar putaran 17 akan berlangsung di akhir february dan awal maret 2026, banyak ide – ide yang pasti akan lebih seru, lebih heboh karena akan kolaborasi dengan Pihak Perbankan dan juga para Gen Z yang Kreatif. Karena bazar ke 17 diadakan pada Bulan Ramadhan kemungkinan kita akan berikan Idea baru agar bazaar ke 17 ini akan semakin Maksimal dan menarik, dan untuk Safari Bazaar ke depan nanti kita bakal bikin tema khusus per-putaran biar lebih fresh (misalkan “Tropical Market”, “Glow Up Fest”, yang dimana kita lakukan antara 2 atau 3 bulan sekali, atau ada nya konsep baru biar menarik gen Z buat datang ditambah dengan kita akan coba terus berkolaborasi dengan komunitas, entah komunitas seni, UMKM muda, sampai mengajak juga gen alpha bisa diajak. Oya, kita dari tim internal juga melakukan evaluasi kecil tiap putaran—lebih ke apa yang bikin crowd antusias, apa yang kurang “nendang,” dan apa yang bisa dibuat lebih fun.Sejauh ini yang paling kelihatan tuh pengunjung makin stabil, tenant makin percaya sama event-nya, dan manajemen booth serta alur pengunjung juga jauh lebih tertata dibanding putaran – putaran awal”, tutur Nagia Halisa.

Sampai Jumpa di Safari Bazaar RINS Kombis di putaran ke 17.

Continue Reading