iMusic – Bebas
Pukul adalah band asal kota Bojonegoro,
band ini berdiri pada tahun 2014. Di Bulan November 4 orang pemuda yang sama-sama menyukai musikmetal,
Mereka yang terdiri dari Tendik, Faisal, Dedi, Wahono
sepakat untuk membuat sebuah band metal yang bernama Bebas Pukul. Pada saat itu
pemuda ini sangat menggilai music thrashmetal 80 an, seperti : Metallica,
Slayer, Megadeth, dan Testament. Lalu pada sebuah festival
music di tahun 2015 mereka sepakat untuk membawakan karya mereka sendiri yang
berjudul “Veins”.
Pada tahun 2016 terciptalah sebuah single yang
berjudul “DeathWhistle”. Namun karena kesibukan personil saat
itu Wahono : Vocal dan Dedi : Drum, terpaksa harus mengundurkan diri dari Bebas
Pukul. Pada tahun 2017 masuklah Afandi : Drum, Miftah : Vocal, Arif
: Gitar. Pada formasi ini Bebas Pukul membuat sebuah mini album yang bertajuk Noise
Vol 1, mini album ini terdiri dari 6 track diantaranya : Intro, Veins,
Death Whistle, Belenggu Kendali, Game Over, dan Noise Victim.
Namun formasi ini juga tidak bertahan lama, pada tahun
2019 dengan kesibukan personil akhirnya, Affandi : Drum, Miftah : Vocal, dan
Arif : Gitar terpaksa harus mengundurkan diri, kini tinggal Faisal : Bass dan
Tendik : Gitar. Namun kedua orang ini tidak pernah berhenti untuk terus
berkarya dengan sisa 2 personil pada tahun 2020 Bebas Pukul meluncurkan single
berjudul “Konfrontasi”, single Konfrontasi ini menandai perjalanan Bebas
Pukul yang ke 6 tahun sejak band ini dibentuk pada 2014 lalu.
Dari
segi musikal, single Konfrontasi ini merupakan sesuatu yang berbeda dari album
sebelumnya. Kami terinspirasi dari band-band seperti BlackSabbath,
Pantera, LambOfGod, hingga AdrenalineMob.
Riff-riff gitar yang lebih grovy terasa pada lagu ini. Kami banyak terinspirasi
dari album-album black Sabbath vol. 1. Dari segi lirik kami mengingatkan
bahayanya disinformasi dari media massa, mudah tergerak karena menelan mentah
dan tak mengunyahnya dengan benar.
Dengan sisa 2 personil, kini ada penambahan personil baru Bebas Pukul yaitu Refli : Drum & AldyraYoga : Vocal. Sehingga pada formasi saat ini Bebas Pukul yaitu, Tendik : Gitar, Faisal : Bass, Refli : Drum, dan Aldyra Yoga : Vocal. Ada sebuah materi baru yang nantinya akan dimasukan dalam album kedua Bebas Pukul, serta ada beberapa perbedaan yang cukup menonjol dari album Noise Vol 1 baik dari segi lirik maupun musikal. (FE)
iMusic.id – Musisi Indonesia Rio Clappy kembali memperkaya industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul “Belia”, yang resmi diluncurkan pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi persembahan hangat yang merayakan perjalanan cinta sejati, mulai dari asmara di bangku sekolah hingga komitmen untuk terus bersama seiring bertambahnya usia.
Secara lirik, single “Belia” dari Rio Clappy bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan sejak masa remaja. Mereka melewati berbagai tantangan dan kebahagiaan bersama, hingga akhirnya mampu menjaga ikatan cinta tetap kuat seiring waktu. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta sejati dapat bertahan, tumbuh, dan semakin indah sepanjang perjalanan hidup.
Berbeda dari karya-karya Rio Clappy sebelumnya, “Belia” hadir dengan nuansa musik yang lebih ceria, upbeat, dan menyegarkan. Aransemen ringan dan melodi yang mudah diingat berhasil menangkap kegembiraan serta kepolosan cinta masa muda—mulai dari momen-momen rahasia, janji-janji kecil, hingga getaran hati yang tak terlupakan.
“Lagu ini adalah soundtrack bagi mereka yang menemukan cinta pertamanya dan berjuang untuk menjaganya tetap menyala,” ujar Rio Clappy dalam keterangan resminya.
“Aku ingin menghadirkan energi positif dan kebahagiaan murni yang terasa saat kita pertama kali jatuh cinta, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan itu bisa bertahan hingga kita tua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rio Clappy menjelaskan bahwa “Belia” juga diharapkan dapat menjadi representasi bagi banyak pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang bersama.
“‘Belia’ aku persembahkan untuk semua yang pernah mencintai dengan cara yang sederhana. Kadang dari hal-hal kecil itulah cinta justru tumbuh paling kuat,” ungkapnya.
Perilisan single ini turut dilengkapi dengan video lirik resmi yang telah tersedia di kanal YouTube Rio Clappy. Video tersebut menampilkan sejumlah talenta muda dengan visual segar yang memperkuat nuansa ceria dan nostalgia, sejalan dengan semangat lagu.
Single “Belia” menjadi kelanjutan perjalanan musikal Rio Clappy setelah kesuksesan “Bunga Abadi” yang dirilis pada 2024 dan mendapat respons positif dari penikmat musik Indonesia.
Konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat Rio Clappy terus memperluas basis pendengarnya.
Diharapkan, “Belia” dapat menjadi lagu kebangsaan bagi pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang, sekaligus memberi semangat bagi mereka yang tengah memimpikan kisah cinta abadi.
Dengan lirik yang menyentuh dan melodi yang mudah melekat, single ini siap mewarnai tangga musik Indonesia dengan keceriaan.
Saat ini, lagu “Belia” telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.
iMusic.id – “Karena Kita Adalah Ratu” adalah sebuah single pertama sebagai pembuka tahun 2026 ini dari pasangan musisi Tya Subiakto dan Alex Kuple. Melodi dan liriknya ditulis oleh Tya sejak tahun 2012, namun baru menjadi sebuah lagu utuh dalam aransemen ciamik dari Alex Kuple.
“Karena Kita Adalah Ratu” menceritakan tentang kehidupan sosialita dan juga para wanita yang mencari kemewahan dan ketenaran. Tya Subiakto menulis lirik ini berkaca dari peristiwa kehidupan yang dilihatnya ketika para sahabatnya sering mengajaknya menikmati dunia malam.
Tya Subiakto dan Alex Kuple mengerjakan musik single ini sejak bulan Desember 2025. Mereka sepakat memberikan warna musik rentang tahun 1980 – 1990, di mana City Pop dan Fusion pertama kali muncul. Uniknya, mereka berdua memainkan synthesizer juga, ditambah permainan piano Alex Kuple yang menambah manisnya lagu ini.
“Karena Kita Adalah Ratu” dari Tya Subiakto dan Alex Kuple telah hadir di tanggal 16 Januari 2026 dan Lagu ini bisa didengarkan di seluruh paltaform digital.
iMusic.id – Band metalcore REVIND resmi mengumumkan perilisan single ketiga mereka yang berjudul “Darkest Hour”, yang akan dirilis hari ini 16 Januari 2026. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikal REVIND setelah sebelumnya merilis single kedua “Hands of Hope” pada Juli 2025.
“Darkest Hour” menghadirkan sisi paling gelap dan emosional dari REVIND. Lagu ini mengangkat tema kesepian, ketakutan, kehilangan arah, serta pergulatan batin yang dialami seseorang ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dengan lirik yang intens dan atmosfer kelam, REVIND mengekspresikan konflik antara keputusasaan dan harapan untuk menemukan jalan pulang.
Secara musikal, “Darkest Hour” memadukan karakter khas metalcore: riff agresif, scream yang penuh emosi, serta chorus melodik yang kuat, menciptakan dinamika antara amarah dan kerentanan. Lagu ini menjadi refleksi jujur dari REVIND tentang “sisi gelap” manusia, sekaligus jeritan untuk keluar dari penderitaan.
Single ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian menuju album penuh debut REVIND yang berjudul “Chronosphere”. Setelah “Darkest Hour”, REVIND telah menjadwalkan perilisan single keempat bertajuk “Forever Still” pada Februari 2026, yang akan menjadi hidangan penutup sebelum album panjang tersebut resmi diperkenalkan ke publik.
Melalui “Chronosphere”, REVIND ingin mengajak pendengar menyusuri perjalanan waktu emosional dari kehancuran, harapan, hingga penerimaan dengan “Darkest Hour” sebagai salah satu titik tergelap dalam narasi tersebut.
Single “Darkest Hour” akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 16 Januari 2026.
Credits“Darkest Hour”
Written by Riza Novandra
Produced by Edwin Satria at Rmera Studio
Mixing & Mastering at Torch Production Studio by Awang Pratama