iMusic – Titi Radjo Padmaja kini kembali melahirkan
karya teranyarnya di tengah tahun ini. Setelah menyimpan banyak karya, pada
akhirnya Titi Radjo Padmaja
telah melabuhkan pilihan hatinya untuk membagikan karya personal miliknya
dengan tajuk Leave and Goodbye.
Titi Radjo Padmaja atau yang sebelumnya dikenal dengan Titi Rajo
Bintang, adalah
seorang musisi, komposer musik, pengisi latar musik (film scorer), sekaligus aktris yang telah merintis kariernya sejak
usia belia. Lulus sebagai Sarjana Seni Musik di tahun 2006 dengan drum sebagai instrumen utama, turut mengantarkannya
ke berbagai tempat dan pengalaman di industri musik.
“Dari berbagai lagu yang aku buat selama ini, dan
hanya berakhir aku simpan untuk diriku sendiri. Akhirnya aku memilih lagu ini
untuk aku bagikan, karena aku merasa lagu ini memiliki relevansi paling pas
untukku saat ini.” Ungkapnya (17/07).
Lagu beraliran pop ini mengisahkan tentang proses
seseorang saat meninggalkan sesuatu yang ia cintai di tengah kehidupan yang
dinamis. Melalui Leave and Goodbye, Titi Radjo Padmaja seakan mengajak para
pendengar untuk turut serta masuk ke dalam dunia perenungannya, ia menganggap
bahwa selalu akan ada hal indah lainnya yang kerap ditemukan sesaat setelah
seseorang merelakan sesuatu
dengan lapang dada.
“Sekarang aku tau bahwa cinta itu banyak bentuknya,
sekali pun itu dalam bentuk meninggalkan, merelakan, dan mengikhlaskan.
Ternyata hal-hal yang berkaitan dengan perpisahan itu nggak selalu negatif.”
Jelasnya.
Leave and Goodbye merupakan karya yang dihasilkan atas
dukungan dan kehangatan yang diberikan oleh keluarga kecilnya di tengah tahun
2020. Titi Radjo Padmaja pun mengatakan bahwa dirinya mendapatkan inspirasi
pembuatan single ini dari alam dan ruang sekitar yang ia peroleh di tengah
proses kreatifnya.
Terbekali ilmu musik sejak dini, dalam proses
produksi Leave and Goodbye, Titi Radjo Padmaja tidak hanya berperan sebagai
pelantun lagu, tetapi ini juga kali pertama dirinya pun merangkap seorang diri
menjadi produser dan komposer dalam karya terbarunya. Sementara itu, penulisan
lirik Titi Radjo Padmaja tidak hanya menuliskannya seorang diri, melainkan ia
mempercayai Petra Sihombing untuk turut serta dalam penulisan lirik di dalam karyanya.
Titi Radjo Padmaja menuliskan karya terbarunya, yang
juga ia anggap sebagai mediumnya untuk bercerita melalui wadah yang ia cintai,
yaitu musik. Dengan rilisnya Leave and Goodbye, ia jadikan sebagai penanda
kedewasaannya dalam bermusik mau pun secara individu.
Ajakannya untuk berkontemplasi tidak hanya tercermin
dari ketenangan warna musik dan suasana yang ditawarkan dalam Leave and Goodbye,
tetapi hal tersebut juga terefleksikan melalui visual artwork pada single tersebut. Melalui artwork-nya,
Titi Radjo Padmaja menggambarkan dirinya berjalan di tengah bukit dan redupnya
langit luas sebagai wujud retrospektifnya dalam memahami diri dan sekitar dengan jauh lebih utuh dan
bijak.
“Aku
ingin menggambarkan bahwa Leave and Goodbye adalah proses kontemplasi yang
sering dilalui sebelum seseorang mencapai tahap penerimaan akan dirinya sendiri
dan kondisi yang dimilikinya.” Tambahnya.
Sebagaimana
lahirnya Leave and Goodbye, Titi Radjo Padmaja berharap karyanya mampu menjadi
penenang serta menemani para pendengarnya dalam proses menuju penerimaannya
masing-masing.
Leave and Goodbye telah dapat dinikmati secara resmi di berbagai platform streaming musik bersamaan dengan video musik pada 23 Juli 2021, dan disusul dengan video lirik di kanal Youtube resmi Titi Radjo Padmaja pada 28 Juli 2021. Mari sambut dan nikmati sesi kontemplasi bersama Titi Radjo Padmaja melalui karya terbarunya, Leave and Goodbye. (FE)
iMusic.id – Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-26, mantan anggota JKT48, Sisca Saras siap merilis single kelimanya, “Katanya Cinta”. Meskipun lagu ini sudah ada sejak tahun 2024, baru pada tahun 2025 lagu ini dipilih untuk menjadi rilisan resmi kelima Sisca. Sisca menggarap ulang lagu tersebut bersama penulis lagunya, Clara Riva.
“Lagu ini sebenarnya menjadi salah satu pilihan ketika saya akan merilis single beberapa waktu lalu, tetapi tidak terpilih dan akhirnya disimpan, Kemudian, ketika kami mencari lagu untuk rilisan kelima saya, kami langsung teringat “Katanya Cinta”. Clara dan saya mendengarkannya lagi dan membuat sedikit perubahan pada liriknya bersama-sama, tetapi kami mempertahankan melodi persis seperti saat Clara pertama kali menulisnya.” Terang Sisca Saras.
“Katanya Cinta” menceritakan kisah sebuah hubungan yang harus berakhir karena kedua belah pihak akhirnya saling menyakiti. Menurut sang solois, yang bernama lengkap Fransisca Saraswati Puspa Dewi, jika sebuah hubungan terasa menyiksa bagi kedua belah pihak, tidak ada gunanya untuk bertahan lebih lama, karena hanya akan memperdalam luka. Sisca Saras juga mengakui bahwa tema lagu tersebut menghadirkan tantangan pribadi baginya ketika menyanyikannya.
“Bagi saya, menyanyikan lagu sedih lebih sulit daripada menyanyikan lagu gembira, dan saya merasa ini adalah lagu tersedih saya sejauh ini. Meskipun begitu, saya benar-benar tidak ingin meluapkan emosi yang berlebihan. Tantangannya adalah menyanyikannya dengan perasaan yang pas. Jadi bisa dibilang saya menyanyikan lagu ini dengan sangat hati-hati karena saya takut menangis,” kata Sisca Saras terus terang.
Evoto
Melalui “Katanya Cinta,” Sisca menyampaikan pesan penting kepada para pendengar : bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak menyebabkan penderitaan bagi kedua belah pihak. Memaksakan perasaan tidak akan mengubah situasi dan mungkin hanya akan menyakiti diri sendiri.
“Jika sebuah hubungan sudah terasa menyakitkan, jangan dipaksakan, Anda bisa berakhir membuat diri Anda gila. Carilah jenis cinta yang setara, karena hubungan yang sehat adalah hubungan yang membuat kita merasa tenang tidak dikejar-kejar, tidak cemas tentang apa pun.”
Dirilis pada hari ulang tahunnya, solois kelahiran 2000 ini berharap “Katanya Cinta” akan menandai berakhirnya fase melankolis dalam hidupnya. Lebih dari itu, ia berharap lagu ini dapat menjadi berkah bagi banyak orang.
Evoto
“Harapan saya adalah “Katanya Cinta” dapat membawa sesuatu yang baik bagi semua orang yang terlibat dalam pembuatan lagu ini, terutama karena dirilis pada hari ulang tahun saya,” katanya. “Saya berharap dengan usia baru ini datang berkah baru, bahwa saya dapat terus menciptakan karya-karya baru, dan tidak akan ada lagi perasaan sedih.”
Sebagai single kelimanya yang dirilis di bawah WeCord Evermore Indonesia, Sisca merefleksikan perjalanan musiknya sejauh ini dan berbagi harapannya untuk masa depan.
“Saya sangat tersentuh dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari WeCord Evermore Indonesia dan telah merilis lima single yang diterima dengan baik oleh para pendengar saya,” katanya. “Ke depannya, saya berharap dapat terus berkarya, selalu memberikan yang terbaik, terutama untuk para pendengar saya. Saya siap mempersembahkan karya-karya baru di tahun 2026, didukung oleh orang-orang luar biasa di samping saya. Bukan di belakang saya, tetapi di samping saya. Semoga Tuhan memberkati karier musik saya.”
Evoto
Sebagai ungkapan syukur atas ulang tahunnya yang ke-26 dan pencapaiannya sebagai artis solo, Sisca juga berbagi keinginannya untuk memberikan sesuatu kembali kepada para pendengar setianya tahun ini.
“Saya berharap dapat mengadakan showcase atau konser solo, dan akhirnya memiliki album sebagai cara untuk mengucapkan terima kasih kepada para penggemar saya,” pungkasnya. “Intinya, tahun ini saya ingin lebih sering bernyanyi untuk orang-orang yang telah mendukung saya.” Tutup Sisca.
Single terbaru Sisca Saras, “Katanya Cinta,” sudah tersedia di platform musik digital mulai 24 Februari 2026.
iMusic.id – Duo asal Jakarta, Tatlo merilis single terbarunya berjudul “Last Fight (Or Maybe I Still Try)”, sebuah lagu indie bernuansa Pop psychedelic melankolis yang merekam momen paling rapuh dalam sebuah hubungan: ketika seseorang masih berjuang, meski tahu kemungkinan untuk bertahan semakin kecil.
Dengan lirik yang ditulis oleh Vanessa Sorongan dan musik oleh Jamie Yudistira, lagu Tatlo ini bercerita tentang usaha terakhir untuk tetap tinggal, tentang memohon, menggenggam, dan mencoba bertahan di tengah rasa kehilangan yang perlahan tumbuh. Liriknya intim dan jujur, menyuarakan kegelisahan batin seseorang yang masih membutuhkan, walau hatinya terus retak.
Pada tahap produksi, Lagu ini cukup memakan waktu produksi yang cukup panjang dan telah melewati beberapa kali perubahan arransemen,secara matang akhirnya terciptalah sebuah karya yang bisa disebut sebuah inovasi bagi Tatlodimana ketenangan dan emosional di padukan menjadi satu,serta tanpa disadari perubahan tempo pada lagu ini menjadi sebuah irama yang menghantarkan mood yang memperkuat pesan dari “Last Fight (Or Maybe I Still Try)”ini.
Flow lagu Tatlo ini mengalir pelan, memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan kesunyian di balik setiap kata. Memperkuat rasa perpisahan yang tidak meledak, melainkan memudar, sebuah perpisahan yang terjadi diam-diam.
Lagu ini bukan tentang kemenangan cinta, melainkan tentang keberanian untuk mengakui bahwa seseorang telah memberikan segalanya, bahkan ketika akhirnya harus kalah. “Last Fight (Or Maybe I Still Try)” menjadi refleksi bagi mereka yang pernah berjuang terlalu lama, dan mencintai terlalu dalam.
Single ini kini telah tersedia dan dapat dinikmati di seluruh platform musik digital.
iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.
Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.
“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.
Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.
Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.
“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.