Connect with us

iLive

“Menjadi Indonesia”, Lagu Kolaborasi Musisi Lintas Genre dari IM3 untuk Rayakan Semangat Kemerdekaan.

Published

on

iMusic – Menyambut momen penuh semangat di bulan kemerdekaan Indonesia, IM3 kembali menghadirkan kampanye terbarunya, Menjadi Indonesia. Dengan melibatkan kolaborasi musisi lintas genre yaitu Kunto Aji, Iwa K, Kill the DJ, dan Tuan Tigabelas, IM3 juga perkenalkan lagu yang dikemas dalam nuansa musik Hip Hop berjudul ‘Menjadi Indonesia’.

Melalui lagu dan kampanye ini, IM3 ingin mengajak para penggunanya dan generasi muda Indonesia untuk terus bangga akan keberagaman budaya serta nilai-nilai Indonesia yang tertanam dan menunjukkannya sebagai kekuatan yang dimiliki sebagai bangsa Indonesia.

IM3, sebagai brand telekomunikasi pilihan anak muda melihat semakin banyaknya talenta Indonesia yang menuangkan identitas dan budaya dari tempat mereka berasal dalam karya yang dihasilkan. Mulai dari musik, seni tari, fashion, kuliner, dan berbagai karya positif lainnya yang kemudian diperkenalkan untuk dinikmati, dan internet tentunya memegang peranan penting agar karya-karya tersebut dapat sampai dan diterima khalayak luas.

Untuk itu mendukung semangat kampanye ‘Menjadi Indonesia’, IM3 menghadirkan paket Freedom Internet kuota besar 100GB dan nelpon sepuasnya ke sesama pengguna IM3 & Tri dengan diskon 45%, seharga Rp137.500 (harga normal Rp250.000) dalam promo Sensasi Merdeka. Selain itu pelanggan juga bisa mendapatkan Double IMPoin setiap pembelian berbagai pilihan paket Freedom Internet dalam promo Sensasi Merdeka hingga 31 Agustus 2022 yang bisa didapatkan di aplikasi myIM3, *123#, IM3 Official WhatsApp (08551000185), e-commerce, convenient store, dan outlet terdekat.

Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh, menyampaikan, “Kampanye ‘Menjadi Indonesia’ merupakan persembahan kami untuk merayakan semangat keberagaman yang menjadi keunikan dan kekuatan Bangsa Indonesia. Hal ini kami cerminkan dengan menghadirkan sebuah eksplorasi baru lewat karya kolaborasi yang melibatkan musisi lintas genre serta talenta dari berbagai suku dan budaya untuk menunjukkan kekuatan keberagaman Indonesia, dan musik termasuk Hip Hop dapat dibangun dan diekspresikan dari keberagaman tersebut.

Lebih dari itu, IM3 yang berkomitmen untuk selalu mengambil bagian dan menghubungkan lebih banyak lagi generasi muda Indonesia dari Barat hingga Timur, kali ini menghadirkan Freedom Internet kuota besar 100GB dalam promo Sensasi Merdeka untuk mendukung mereka dalam berproses menghasilkan karya positif.”

Pada proses pembuatan musik dan lagu yang menjadi jembatan dalam kampanye ini, musisi Kunto Aji, Iwa K, Kill the DJ, dan Tuan TigaBelas menuangkan makna arti Menjadi Indonesia menurut mereka ke dalam lirik serta aransemen musik. Selain itu, IM3 juga ingin audiens merasakan energi yang disalurkan dalam video ‘Menjadi Indonesia’ yang menceritakan para musisi Hip Hop dari berbagai daerah sebagai representasi anak bangsa yang bangga akan identitas kulturnya, serta berani menunjukkan kekuatan Indonesia yang dimiliki.

Tokoh muda yang diceritakan dalam video musik yang sudah tayang di YouTube IM3 ini pun mewakili ragam karakter dari berbagai latar belakang kebudayaan, seperti musisi Hip Hop Dayu Koto (Padang), President Tidore (Maluku Utara), Ryuurevoir (Cirebon), dan Epo D’Fenomeno (Papua) yang semakin mendukung tujuan dari kampanye ini.

Seperti disampaikan oleh salah satu musisi yang terlibat dalam kolaborasi ‘Menjadi Indonesia’ yaitu Kill the DJ, bahwa “Menjadi Indonesia bagi saya adalah ketika kita mencintai Indonesia lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan selalu bangga atas identitas diri kita masing-masing, karena kita adalah Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Harapannya kampanye ‘Menjadi Indonesia’ dapat mengingatkan generasi muda, bahwa dengan menciptakan karya menggunakan berbagai bahasa, budaya, dan identitas daerah lainnya, tetap mampu membawa karya tersebut kemana pun dan dinikmati oleh siapa pun. Adanya bantuan dari digitalisasi dan internet yang semakin kuat, juga memudahkan untuk setiap karya dan kreativitas dapat tersalurkan dengan baik dan lebih luas.

Untuk informasi lebih lanjut terkait paket Freedom Internet kuota besar 100GB dengan diskon 45% dalam promo Sensasi Merdeka yang dapat digunakan untuk internetan sepuasnya 24 jam dengan 100% kuota utama, dan dilengkapi dengan Pulsa Safe, dapat langsung mengunjungi im3.id/menjadiindonesia.

Tentang Indosat Ooredoo Hutchison

Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia. Melalui layanan telekomunikasi digital kelas dunia dan jaringan unggulannya, Indosat Ooredoo Hutchison berusaha untuk menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia. Dikendalikan bersama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison, Indosat Ooredoo Hutchison dibentuk melalui penggabungan PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia pada tahun 2022. (FE)

iLive

Buitenstage Volume 5 ubah format, Brokenscene, Joanna Andrea dan RANGR tampil seru!

Published

on

iMusic.id – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis malam, 9 April 2026. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Edisi kali ini menandai babak baru bagi Buitenstage dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi para penampil.

Hentakan Pop Punk dari Tuan Rumah

Tepat pukul 20:15 WIB, duo MC Ogi (Buitenfest) dan Qenny (Boleh Music) membuka acara dengan antusiasme tinggi. Tanpa membuang waktu, panggung langsung diserahkan kepada Brokenscene, trio pop punk asal Bogor yang baru saja merilis single.

Terinspirasi oleh semangat punk awal 2000-an, Brokenscene langsung memanaskan panggung dengan lagu “We’re Friends Anyway” dari EP perdana mereka (2024). Estafet energi berlanjut melalui “Catastrophic Love“, “Lost Interest“, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”. Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar “At Least I Don’t Hate You” yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.

Momen Emosional Joanna Andrea

Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti “Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang” dan “Dinikmati Saja“.

Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, “Tenanglah” di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.

Transformasi Tajam RANGR

Unit alternatif asal Bandung, RANGR, menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu “Perih”, RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.

Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu “Walau Ku Mencoba” dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka “I’m In Pain” yang baru saja dirilis.

Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas

Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.

“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung. Dengan hanya tiga band, mereka tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 – 5 band dalam satu edisi,” jelas Nanang Yuswanto, salah satu penggagas Buitenstage.

Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media.

“Konsep dasar Buitenstage adalah menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik. Kami ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya,” tambah Eko.

Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, di mana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.

Continue Reading

iLive

Band – band cadas tampil di “Thrash Attack”, simak line up nya!

Published

on

iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.

Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.

Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.

Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.

Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.

Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!

WE AWAIT YOUR ARRIVAL!

THRASH TOGETHER, ATTACK TOGETHER!!

Continue Reading

iLive

Tampilkan banyak line up, Hunter Festival 2026 digelar pada 25 April

Published

on

iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beer and Cafe di Samanea.

Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.

Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.

“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.

Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:

  • Regular A: Rp100.000
  • Regular B: Rp85.000
  • VIP A: Rp200.000
  • VIP B: Rp175.000

Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.

Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.

“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.

Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.

Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut:

Website: www.hunterfestivalgroup.com

Continue Reading