iMusic – Lagu yang berjudul “Dari Hati” diciptakan Mita sekitar tahun 2005, dan akhirnya dibuat dengan konsep akustik untuk project solo nya, lagu ini bercerita tentang curhatan seseorang yang akhirnya menemukan sosok yang dicintai setelah melalui kisah sedih di masa lalu, lagu yg masih bertema cinta ini dibuat Mita untk orang-orang yang mungkin pernah merasakan kisah di lagu ini.
Dengan arahan CEO NAGASWARA Bapak Rahayu Kertawiguna, Mita yang awalnya tidak percaya diri menjadi penyanyi solo akhirnya memberanikan diri untuk bernyanyi secara solo, dan berharap bisa diterima masyarakat Indonesia. Dan, masih dibantu oleh Wawan TMG dan juga Ibnu Borneo sebagai music director dari karya ciptaan Mita ini, Mita mengaku sangat puas dan bangga karya solo nya bisa di rilis oleh NAGASWARA.
Kali ini, Mita juga memperkenalkan management barunya yaitu Marindo Management dengan CEO Bapak Maringan Tobing, Mita berharap kariernya di Music bisa dibuktikan eksistensi nya melalui karya terbarunya ini dan berharap project solo karier nya bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya MitaRockerz Julukan bagi fans Mita sejak awal berkarier bersama Ahmad Dhani di TRIAD .
Cameria Happy Pramita lahir di Jakarta, 02 Januari 1986 atau lebih populer sebagai Mita atau Mita The Virgin adalah seorang gitaris dan pencipta lagu,Ia merupakan personel dari grup duo The Virgin yang juga beranggotakan Dara Rizki Ruhiana sebagai vokalis, Ia juga gitaris dan backing vocal dari T.R.I.A.D. Mita memiliki fans club resmi yang disebut dengan Mita RockerZ atau yang sering disingkat MRZ.
Mita merupakan putri dari Emmy Sofyana yang lahir pada tanggal 2 Januari 1986 di Jakarta. Dia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Dia memiliki dua orang adik tiri dari ayah tirinya Edimas Purwanto yang bernama Dimas Rizky Prianto (Alm) dan Dimas Yuka. Sejak lahir hingga masa kanak2nya Mita tinggal di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Sebelum mendirikan grup The Virgin. Mita merupakan gitaris dari grup musik The Rock milik Ahmad Dhani yang biasa disebut The Rock Indonesia. Mita juga mendapatkan kesempatan untuk menyanyikan single Cinta Mati II dan Cinta Fitri bersama Mulan Jameela.
Sebelum mengeluarkan single solonya Mitha sebelumnya di NAGASWARA membentuk sebuah grup Duo yang diberi nama Black Champagne berkonsep musik DJ. Ia bersama Citra Anidya berhasil menelurkan 2 single Jangan Gitu Dong dan Move On Dong.
Kini, tampilnya ia bernyanyi solo semoga semakin meroketkan namanya di blantika industri musik Tanah Air, dan selalu menginspirasi semua generasi pencinta musik untuk terus berkarya. (FE)
iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.
“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.
Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.
Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).
Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.
iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.
“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.
Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.
Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).
“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.
Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.