Connect with us

iMusic

“Nyoman Paul” Ungkap Titik Terendah di Hidupnya di Single “Bernafaslah Sejenak”.

Published

on

iMusic.id – Penyanyi muda berbakat Nyoman Paul akhirnya melepas single perdananya yang diberi judul “Bernafaslah Sejenak”. Single ini mengawali pijakan kaki Nyoman Paul untuk menjadi penyanyi profesional di industri musik tanah air.

Walaupun ini merupakan single perdana, namun Nyoman Paul langsung berkontribusi untuk menulis lagu “Bernafaslah Sejenak” tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ia juga ditemani oleh salah satu pencipta lagu andal, Lafa Pratomo. Oh ya, single ini dirilis di bawah bendera label rekaman Universal Music Indonesia.

Juara keempat ajang pencarian bakat Indonesian Idol season 12 ini mengatakan bahwa single “Bernafaslah Sejenak” menceritakan tentang bagaimana keadaan seseorang yang tengah mengalami masa sulit dalam hidupnya.

“Lagu “Bernafaslah Sejenak” sebagai lagu yang saya tulis untuk diri sendiri, ketika sedang berada di titik paling rendah dalam hidup. Lagunya untuk mengajak pendengar berhenti dan bernafas sejenak dari segala hiruk pikuk dunia yang melelahkan, supaya kita tetap kuat dalam menghadapinya,” ujar Nyoman Paul menceritakan lagunya.

Untuk warna musiknya sendiri, baik Nyoman Paul dan Lafa Pratomo sepakat untuk mengusung genre musik pop folk di lagu ini, di mana kualitas dan karakter vokal Nyoman Paul memang menjadi senjata utamanya.

Bila dicermati, aransemen musik dibuat dengan senyaman mungkin untuk didengar di telinga siapa saja yang mendengarnya. Temponya lamban, khas musik pop folk yang memang mengedepankan kekuatan vokal sang penyanyi.

Aransemen musiknya tidak berlebihan, suara instrument gitar dan piano menjadi dominan untuk menciptakan harmonisasi yang indah di setiap bagian lagunya. Sangat easy listening, ringan, dan mudah untuk menerjemahkan isi pesan dalam setiap bait liriknya. Superb!

Sementara, untuk musik videonya. Nyoman Paul mengajak Isdam Atrahadena sebagai sutradaranya. Sedangkan kausa.xyz bertindak sebagai produser di musik video single “Bernafaslah Sejenak” ini.

Konsep yang ditampilkan dalam musik video ini juga cukup unik, namun tetap berhubungan dengan pesan dari lagunya itu sendiri. Nyoman Paul dibikin seolah dalam situasi terpuruk terkena panah yang menusuk badannya, namun ia bisa bangkit dalam situasi kritis tersebut. Sebuah konsep yang menganalogikan cerita dari lagu “Bernafaslah Sejenak”.

Sepanjang scene, mata kalian akan dibuat nyaman dengan background yang ditampilkan, yaitu alam. Ya, Nyoman Paul mengambil set background bertemakan alam di musik video ini, sehingga musik dan videonya seolah mengalir seirama.

Lewat lagu “Bernafaslah Sejenak”, Nyoman Paul berharap ini menjadi awal yang baik dari perjalanan karier bermusiknya dan mereka yang relate dengan lagunya dapat menghadapi dan melewati masa sulit tersebut.

“Semoga lagu ini dapat didengar dan disukai oleh penikmat musik di mana saja. Selain itu semoga lagu ini juga bisa menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya,” harap Nyoman Paul.

Single “Bernafaslah Sejenak” sudah bisa didengar di semua platform layanan musik digital favorit kalian. Musik videonya juga sudah bisa ditonton di akun resmi Nyoman Paul. Udahlah, gas langsung. Enjoy, ya! (FE)

iMusic

Sheryl Sheinafia ceritakan moment lucu lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”

Published

on

iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.

Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.

Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.

Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.

Continue Reading

iMusic

Societeit de Harmonie kolaborasi dengan Natasya Elvira luncurkan single “Syakara”

Published

on

iMusic.id – Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Syakara”, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari keluhan, kecemasan, dan tuntutan hidup modern, lalu kembali pada satu hal mendasar : rasa syukur.

Judul “Syakara” berasal dari bahasa Arab yang berarti syukur. Lagu ini dirilis menjelang bulan Ramadhan dan sekaligus menjadi single pertama Societeit de Harmonie di tahun 2026, menandai fase baru perjalanan band setelah dua tahun berkarya secara konsisten. Bagi Societeit, momen ini menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran akan hal-hal baik yang sudah dan masih dimiliki, alih-alih terus terjebak pada kekurangan.

Secara lirik, “Syakara” berbicara tentang kecenderungan manusia untuk terjebak dalam fantasi, harapan, dan penyesalan, memikirkan masa depan yang belum terjadi atau masa lalu yang tak bisa diubah. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Meskipun hidup sering kali terasa berat, cara kita meresponsnya tetap bisa dipilih. Bersyukur, sekecil apa pun alasannya, menjadi titik awal untuk melihat hidup dengan lebih jernih.

Pendekatan musikal “Syakara” terasa ringan namun berlapis. Aransemen horns yang digarap Dave Rimba memanfaatkan permainan horn yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut. Kekalutan ini tidak digambarkan dalam nada muram, namun justru hadir dengan nuansa hangat dan gembira, sebuah kontras yang disengaja untuk menegaskan bahwa refleksi dan penerimaan tidak selalu harus dibalut kesedihan.

Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam lagu ini. Selain sebagai vokalis, Natasya juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal. Sosoknya yang masih terbilang muda cocok untuk menyampaikan pesan pendewasaan hidup dengan cara yang terasa dekat dan relevan bagi generasinya, lebih sebagai obrolan antar teman, bukan nasihat yang menggurui. Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini.

“Syakara” bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif. Lagu ini ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian : saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas. Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk sing away their problems alias melepaskan keresahan melalui nyanyian.

Artwork lagu ini menampilkan figur yang tertawa, sebuah visual yang merepresentasikan gagasan utama “Syakara” : di balik senyum, setiap orang mungkin sedang memikul masalahnya masing-masing. Namun dengan bersyukur dan menerima, beban itu bisa terasa lebih ringan, karena badai pasti berlalu.

“Syakara” juga menjadi bagian dari rangkaian menuju EP “Ulangan”, yang dijadwalkan rilis dua bulan setelahnya. Melalui “Syakara”, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana : agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.

Continue Reading

iMusic

Amanda Mutia refleksikan kerinduan di single “Peluk”

Published

on

iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.

“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.

Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.

Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.

Continue Reading