iMusic – Menapaki karier dalam dunia entertain sebagai host di berbagai program TV dan sukses sebagai pendatang baru di blantika musik Indonesia, Amanda Caesa telah merilis lima single. Even If You Aren’t There For Me (2019), Half a Soul (2020), Berharap Tak Berpisah (bersama Girls Girls – 2021), Why Can’t We (feat Calvin Jeremy-2021), Mengapa Patah Hati (2021).
Dan kini di penghujung tahun 2021, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-19, putri dari komedian papan atas tanah air Parto Patrio ini merilis karya terbarunya “Lain Hari” pada tanggal 23 Desember 2021.
Untuk Lagu “Lain Hari” Amanda Kembali bekerja sama dengan Pika Iskandar sebagai komposer dan produser. Lagu “Lain Hari” ini menceritakan tentang seorang wanita yang jatuh cinta terhadap seseorang, namun menyadari bahwa seseorang tersebut tidak mungkin dimiliki. Dan wanita tersebut harus menyimpan dan berharap suatu saat nanti akan menemukan cinta sejati-nya.
“Untuk Lain Hari ini, menjadi single kedua aku yang berbahasa Indonesia dan aku kembali bekerja sama dengan kak Pika dan Unity Music. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sudah lelah dengan hubungannya yang toxic, namun ia tetap yakin kalau suatu hari nanti ia pasti akan mendapatkan cinta sejatinya.” ungkap Amanda.
Hal yang unik dari lagu “Lain Hari” ternyata dalam penggarapan video musiknya. Masih dalam satu alur cerita dengan single “Mengapa Patah Hati”, yang menceritakan awal dari kisah cinta segitiga yang ada dalam klip dimana Anrez Adelio sebagai pemerannya.
Ada hal unik dari konsep video “Lain hari”, yang sebenarnya adalah kilas balik dari cerita di musik video “Mengapa Patah Hati”.
Terkait pemilihan tanggal 23 Desember untuk merilis “Lain Hari” bertepatan dengan hari ulang tahun Amanda Caesa, Caca sapaan akrab Amanda, menyatakan sebagai bentuk syukur sekaligus kado untuk Lovamanda (panggilan fans Amanda Caesa) yang selalu mendukung dari awal ia mengeluarkan karya lagu.
“Aku sengaja merilis Lain Hari bersamaan dengan hari ulang tahun aku, agar bisa berbagi kebahagian dengan fans aku yang selalu setia dalam men-support karya bermusikku dari awal, dan bisa dibilang lagu kedua berbahasa Indonesia ini, jadi kado juga buat Lovamanda semua.”
Selain menjadi kado untuk para penggemarnya, Amanda Caesa berharap single terbarunya ini dapat kembali diterima para pencinta musik Indonesia. Dan menyelipkan pesan untuk orang yang sedang menjalani hubungan toxic dengan pasangannya, supaya lebih berani segera menyelesaikan hubungannya, dan yakin pasti akan ada cinta sejati menunggunya di kemudian hari.
“Harapan aku tentunya karya terbaru aku ini dapat di terima para pecinta musik tanah air, dan buat yang sedang mengalami toxic relationship setelah mendengarkan lagu ini dapat lebih berani keluar dari hubungan yang tidak sehat, dan yakin kalau nanti Lain Hari atau kedepannya pasti akan dapat pasangan yang lebih baik lagi.” jelas Amanda. (FE)
iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.
Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.
Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.
Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.
Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.
Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.
“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.
iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.
“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.
Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.
Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).
Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.