Single terbaru “Harvey Malaihollo” berjudul “Di Setiap Janjiku”.

Single terbaru “Harvey Malaihollo” berjudul “Di Setiap Janjiku”.

iMusic – Harvey Malaihollo penyanyi kelahiran Jakarta, 3 Mei 1962 memulai kiprahnya di industri musik Indonesia sejak tahun 1975, dan banyak prestasi yang telah ditoreh olehnya baik di dalam maupun luar negeri. Kiprahnya tidak lepas dari dukungan dan campur tangan Tuhan, Keluarga, para sahabat dan pencinta musik Indonesia, yang membuat karirnya tetap bertahan sampai saat ini.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-60, Harvey membuat karya-karya yang akan diluncurkan di tahun ini sebagai rangkaian puji syukur atas apa yang sudah diraihnya sampai saat ini. Tema rangkaian syukur yang disebut “60th Birthday Series” ini diawali dengan peluncuran single “Di Setiap Janjiku”.

“Lagu ini sarat akan nilai-nilai kehidupan yang selalu mengingatkan kita bahwa apa yang kita terima dan miliki adalah anugerah dari Sang Pencipta, yang selayaknya harus kita syukuri. Dan lagu ini juga adalah salah satu lagu kegemaran almarhumah adikku tercinta Deva Tambayong,” ungkap sang macan festival.

Single ini akan diluncurkan pada tanggal 15 April 2022 dalam rangka memperingati Paskah.

“Kali ini saya diiringi oleh seorang gitaris berbakat luar biasa, Jehuda Matrutty, yang kebetulan juga adalah keponakan saya”, sambung Harvey

Harvey berharap single ini bisa membuat kita lebih dekat dengan Tuhan dan diberkati serta dikuatkan untuk melalui masa-masa sulit ini. (FE)


Related Articles

Bangkutaman Rilis Single Ketiga Bertajuk “Tabib”.

iMusic – Grup musik asal Yogyakarta, Bangkutaman merilis single terbarunya bertajuk Tabib. Hari ini Kamis (11/02) lagu ini diputar serentak

Gitar Milik Menteri Perhubungan Laku 250 Juta

iMusic – Siapa sangka gitar milik Menteri Perhubungan, Budi Karya laku dengan harga yang fantastik, gitar buatan anak negeri tersebut

Bertualang Menemukan Cinta ala “Amanda Chitarra”.

iMusic – Los Angeles, 14 Agustus 2020 – Bertualang kini menjadi hal yang sulit dilakukan di dunia nyata, mengingat pandemi