Connect with us

iMusic

SISITIPSI Rilis Single “5mg”, Dirty Jazz yang Bicara Kecemasan

Published

on

iMusic.id – Di antara hiruk pikuk kota dan rutinitas yang berdenyut tanpa jeda, ada hari-hari ketika kepala terasa penuh, dada sedikit sesak, dan musik menjadi tempat pulang paling masuk akal. Dari ruang itulah SISITIPSI kembali muncul—membawa satuan kecil bernama “5mg”, cukup untuk meredakan, cukup untuk mengajak bernapas lebih pelan.

Setelah cukup lama tak merilis karya baru, grup band dirty jazz SISITIPSI akhirnya kembali di awal tahun 2026 dengan single terbarunya berjudul “5mg”. Band yang beranggotakan Fauzan Lubis / Ojan (vokal), Eka (bass), Rian (gitar), Adit (drum), dan Amor (trombone) ini merilis lagu tersebut secara independen melalui Sisitipsi Records, sekaligus memproduserinya secara mandiri.

Single “5mg” lahir dari gagasan Ojan, yang merespons apa-apa yang terjadi di sekitarnya—kehidupan personal yang bersinggungan langsung dengan realitas sosial hari ini. Sebuah masa di mana kecemasan bukan lagi rahasia, dan kesehatan mental menjadi percakapan yang semakin jujur di ruang publik.

Judul “5mg” merujuk pada dosis kecil medium anti-cemas dan antidepresan yang kini akrab dalam dunia medis dan kedokteran di Indonesia. Bagi banyak orang, khususnya kaum pekerja dan pasien rehabilitasi berjalan, dosis kecil ini sering kali menjadi jembatan: antara lelah dan harapan, antara runtuh dan keinginan untuk pulih dari ketergantungan narkoba. SISITIPSI merekam momen itu menjadi lagu—bukan sebagai propaganda, melainkan sebagai potret kehidupan sehari-hari.

Secara musikal, SISITIPSI tetap bergerak di jalur yang mereka kenal dengan baik. Dirty jazz yang lentur, ritme yang mengayun, dan tiupan trombone yang terasa hangat membuat tema yang berat ini justru terdengar akrab. Lagu ini tidak menggurui, tidak pula menghakimi. Ia hadir seperti teman lama yang duduk di sampingmu, mengajak minum sambil bercerita.

Single “5mg” telah dibawakan secara live pertama kali pada 31 Januari 2026 dalam sebuah pertunjukan yang digelar bersama Kopikina Cikini. Saat ini, lagu tersebut sudah tersedia di seluruh platform digital, lengkap dengan video lirik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi SISITIPSI.

Lewat “5mg”, SISITIPSI menegaskan posisinya sebagai band yang tak hanya mengajak berdansa, tetapi juga mengajak merenung—tanpa kehilangan rasa santai. Di tengah blantika musik Indonesia yang semakin beragam, “5mg” hadir sebagai pengingat bahwa bahkan dosis kecil pun bisa berarti besar.

Dan ketika lagu ini berakhir, mungkin kita masih membawa sisa-sisa resah. Tapi setidaknya, ada irama yang menemani. Sampai jumpa di lantai dansa—kita bersulang pelan-pelan. Salam 4 sehat, 5mg.| Edo Maitreya.

iMusic

Donny Fattah tutup usia, para pecinta musik rock nasional berduka

Published

on

iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.

“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.

Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.

Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.

Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).

Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.

Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.

Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)

Continue Reading

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading