Connect with us

iMovies

Star Wars: The Last Jedi Menduduki Puncak Box Office

Published

on

iMovie – Mengakhiri tahun 2017 dunia perfilman banyak menyajikan film-film yang bagus dan berkualitas, berikut adalah film-film yang masuk dalam TOP 5 Box Office Tahun 2017 (USA) :

  • 1. Star Wars: The Last Jedi ($517,144,228)

Adalah film epik opera antartika Amerika yang ditulis dan disutradarai oleh Rian Jhonson. Film ini merupakan serial ke delapan dari saga film Star Wars. Film ini dibintangi oleh Mark Hamill, Carrie Fisher, Adam Driver, Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac , Lupita Nyong’o, Domhnall Gleeson, Anthony Daniels, Gwendoline Christie, Andy Serkis

 

 

  • 2. Beauty And The Beast ($504,014,165)

Film yang di adaptasi dari dongeng karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont berhasil dimainkan secara apik oleh emma Watson (Belle) dan Dan Stevens (Beast). bercerita tentang seorang gadis cantik yang jatuh cinta kepada makhluk buas yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang dikutuk oleh penyihir.

 

 

  • 3. Wonder Woman ($412,563,408)

Bercerita tentang seorang putri dari Amazon, yang dilatih untuk menjadi seorang prajurit yang tidak dapat dikalahkan. Bintang utama dalam film dan juga berperan sebagai Wonder Woman adalah Gal Gadot (Diana Prince), dan Chris Pine sebagai (Steve Trevor).

  • 4. Guardians Of The Galaxy Vol. 2 ($389,813,101)

Film ini merupakan sekuel dari Guardians of the Galaxy dan film kelima belas di dalam Marvel Cinematic Universe. Film ini ditulis dan disutradarai oleh James Gunn dan dibintangi oleh Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Vin Diesel, Bradley Cooper, Michael Rooker, Karen Gillan, Pom Klementieff, Elizabeth Debicki, Chris Sullivan, Sean Gunn, Sylvester Stallone, dan Kurt Russell.

 

  • 5. Spider-Man: Homecoming ($334,201,140)

Film ini merupakan rombak ulang kedua dari waralaba film Spider-Man, kali ini disutradarai oleh Jon Watts. Dalam Spider-Man: Homecoming, Peter Parker (Tom Holland) mencoba untuk menyeimbangkan antara kehidupan sekolahnya dan menjadi Spider-Man.

 

iMovies

Film “Laut Bercerita” perkenalkan para cast nya

Published

on

iMusic.id – Rumah produksi Pal8 Pictures mengumumkan pemeran Film “Laut Bercerita” yang lebih lengkap. Setelah mengungkap para pemeran utama, yakni Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, Christine Hakim sebagai ibu, Arswendi Bening Swara sebagai ayah, Dian Sastrowardoyo (Kasih Kinanti) dan Eva Celia sebagai Ratih Anjani di ajang JAFF Market tahun lalu, Pal8 Pictures mengumumkan pemain lain diumumkan di Jakarta pada 24 Februari 2026.

Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, berdasarkan novel bestseller karya Leila S.Chudori, para pemain lainnya adalah Kevin Julio sebagai Daniel Tumbuan, Ben Nugroho (Alex Perazon), Dewa Dayana (Sunu Dyantoro), Yoga Pratama (Arifin Bramantyo), Nagra Kautsar (Naratama), Natalius Chendana (Julius), dan Afrian Arisandy (Gala Pranaya). Nama-nama ini memerankan bagian penting dari kehidupan Biru Laut, yakni kelompok diskusi mahasiswa Winatra.

Skenario film ini ditulis oleh Leila S.Chudori dan Yosep Anggi Noen dan diproduksi oleh Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S.Chudori. Pal8 Pictures juga bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films dan Brandlink.

Di dalam film “Laut Bercerita”, Biru Laut tak bergerak sendiri. Pada 1991, mahasiswa jurusan sastra Inggris ini bertemu salah satu pimpinan Winatra: Kasih Kinanti. Sejak itulah Laut bersama Daniel, Alex dan Sunu bergabung ke dalamnya. Mereka memahami bahwa membaca dan menulis adalah bentuk perlawanan. Namun, bergerak adalah langkah selanjutnya untuk melawan kelaliman.

Reza Rahadian yang mengaku memerankan Biru Laut di dalam film panjang ini cukup sulit secara emosional, tetapi dia mengungkapkan harapannya film ini bisa menumbuhkan kepekaan bagi penontonnya.

“Semoga film ini bisa membuka ruang berefleksi terhadap permasalahan sosial saat ini.” Reza mengaku yang menyenangkan adalah Reza dan ketiga pemain lain dalam Winatra berakhir menjadi kawan dekat dalam kehidupan nyata.

Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia yang membaca novel “Laut Bercerita” beberapa tahun silam mempunyai tokoh favorit masing-masing.

“Waktu pertama kali membacanya, saya membayangkan kalau ada film panjangnya, saya ingin menjadi Anjani. Impian saya menjadi kenyataan,” kata Eva.

Adapun Dian mengaku dia mengidolakan tokoh Kinan. “Saya merasa bahagia ketika ditawari peran ini,” katanya.

Sutradara Yosep Anggi Noen mengarahkan para pemain selama 37 hari syuting di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi. Anggi mengungkapkan proses penggarapan Laut Bercerita cukup sulit dan penuh tantangan.

“Selain menyajikan cerita yang sudah dipahami oleh pembaca novelnya, di film ini saya harus menghadirkan penceritaan yang bisa diikuti oleh penonton secara umum,” kata Anggi.

“Kami bersyukur film panjang perdana kami ini didukung oleh para pemain berbakat,” ujar Direktur Pal8 Pictures, Budi Setyarso.

“Kami berharap film Laut Bercerita bisa memberikan inspirasi untuk banyak orang,” Budi menambahkan. “Semangat persahabatan dan persaudaraan anggota Winatra itulah yang kami ingin tularkan kepada penonton film ini.”

Gita Fara yang juga menjadi produser film pendek dengan judul sama pada 2017 mengungkapkan, pada film panjang, penonton akan dapat menikmati cerita yang lebih utuh tentang perjalanan Biru Laut.

“Kami merasa cerita ini semakin relevan untuk saat ini. Kami ingin menekankan aspek keluarga, kehilangan, dan harapan,” ujar Gita Fara.

Film ini terpilih dalam program Work-in-Progress (WIP) di Hong Kong – Asia Film Financing Forum (HAF) 2026, dan akan berjejaring dengan calon mitra kolaborator di Hong Kong Filmart pada 17–19 Maret 2026. 

Film “Laut Bercerita” akan tayang dibioskop di seluruh Indonesia tahun 2026 ini.

Continue Reading

iMovies

Sukses premiere di Berlin, film “Ghost In The Cell” rilis official teaser.

Published

on

iMusic.id – Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional di ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru Joko Anwar persembahan Come and See Pictures, “Ghost in the Cell” merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi! Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.

Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio. 

“Ghost in the Cell” karya Joko Anwar ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.

Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar Joko Anwar.

“Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” tambah Joko.

Produser Tia Hasibuan menambahkan, desain produksi film “Ghost in the Cell” menerapkan pendekatan yang efektif dan efisien. Proses produksi yang hanya membutuhkan waktu 22 hari, yang hanya menggunakan setengah hari di setiap harinya, membuat seluruh jajaran kru dan pemeran pun merasa nyaman.

“Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Jadi meskipun waktu produksi kami 22 hari, itu bisa dibilang terasa seperti 11 hari waktu produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya menggunakan one shot take. Jadi sejak pra-produksi juga sudah dipersiapkan secara matang,” ujar produser Tia Hasibuan. 

Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Dalam pengambilan gambar, “Ghost in the Cell” pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel di film ini adalah para aktor terbaik Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.

Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.

“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.

Film “Ghost in The Cell” diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.  Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026!

Continue Reading

iMovies

Film “Jangan Seperti Bapak” meriahkan Valentine’s Day dan Imlek

Published

on

iMusic.id – Amazing Grace Production bekerjasama dengan Jayashree Movie Production dan EM Pictures mempersembahkan film layar lebar terbaru berjudul “Jangan Seperti Bapak”, sebuah film Drama Action karya Daniel Tito Pakpahan yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026. Dengan durasi 100 menit, film ini menghadirkan aksi intens yang berpadu dengan drama emosional bertema keluarga membawa penonton masuk ke konflik yang menegangkan sekaligus menyentuh.

Mengangkat isu hubungan ayah dan anak, film ini mengikuti perjalanan Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika ayah yang ia cintai tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Didorong oleh duka dan rasa kehilangan, Angel berusaha mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Namun pencarian itu menyeretnya ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan, penuh intrik, pengkhianatan, dan bahaya yang semakin dekat. Tanpa membocorkan kejutan cerita, “Jangan Seperti Bapak” menawarkan plot twist yang kuat dan sulit ditebak hingga akhir. 

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyampaikan bahwa film “Jangan Seperti Bapak” ini tidak hanya mengandalkan adegan action, tetapi juga membawa pesan emosional yang relevan bagi banyak keluarga.

“Film “Jangan Seperti Bapak” ini bukan sekadar tentang pertarungan antar dua kelompok gengster, tetapi film ini mengangkat isue tentang keluarga, luka yang diwariskan, dan pilihan hidup yang menentukan masa depan. Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal.” Jelas Daniel Tito Pakpahan.

Film “Jangan Seperti Bapak” diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi seperti Zee Asadel, Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Hendric Shinigami, Max Metino, Damara Finch, Marsyel Ririhena, Mongol Stres dan Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin yang pertama kalinya main di film layar lebar.

Selain kekuatan cerita dan cast, film ini juga menyoroti isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk fenomena judi online dan premanisme, serta didukung production value yang dirancang untuk menghadirkan visual yang menarik di layar lebar.

Diproduseri oleh Nico Rosto dengan Eksekutif Produser Hendric Shinigami, Filemon Eddy, Amos Wibowo dan Eva Margawaty, film“Jangan Seperti Bapak” Hadirkan Kisah Cinta Keluarga yang sangat menggetarkan hati. Dan film ini dijamin akan menjadi hiburan spesial di menjelang hari Valentine dan hari raya Imlek.

Continue Reading