Connect with us

iMusic

“The Used” merilis album “Heartwork” deluxe edition.

Published

on

iMusic – Ikon rock The Used hari Jum’at lalu merilis album versi deluxe dari album kedelapan mereka Heartwork. Album ini memiliki tambahan 11 lagu yang ditulis saat sesi awal Heartwork, dan sudah bisa didengarkan di berbagai layanan digital.

Melibatkan banyak kolaborator termasuk produser John Feldmann, co-writer Mark Hoppus (Blink-182), bintang tamu Travis Barker, Jason Aalon Butler (Fever 333), Caleb Shomo (Beartooth) dan banyak lagi yang membantu The Used menyiapkan 27 lagu ini secara bersamaan. Ini yang membuat The Used menjadi salah satu band yang paling menonjol di awal 2000-an.

“Tidak ada satu momen pun yang terbuang di studio saat mengerjakan album Heartwork. Rasanya seperti setiap hari ada satu lagu yang layak untuk didengarkan. Untuk itu, kami dengan bangga mempersembahkan lagu yang tidak pernah dirilis sebelumnya; keseluruhan dari sesi studio album Heartwork. Dengan cinta, THE USED”

Album Heartwork yang dirilis awal tahun 2020, memiliki semangat yang sama dengan album awal yang membuat The Used dikenal dunia bercampur Lies for the Liars, album hit mereka. Emosi, ketulusan dan kerentanan yang ada di album mereka berjudul The Used (2002) dan In Love and death (2004), makin terasa di album Heartwork yang berjumlah 16 lagu.

Bukan hanya dari segi musiknya saja yang beragam, tapi secara pesan juga bermacam-macam mulai dari introspeksi diri sampai dengan politik. Di minggu pertama Heartwork rilis, The Used berhasil menduduki posisi nomor 2 di chart Current Alternative and Record Label Independent Album dan peringkat 87 di Billboard top 200 untuk Top Current Album.

 Saat ini The Used tengah menjalani tur Amerika bersama Coheed and Cambria sebagai co-headliners. Termasuk sepanggung dengan the electrifying pop-punk trio Meet Me @ The Altar dan the rising alternative pop star Carolesdaughter di beberapa tanggal dan venue pilihan. The Used juga akan tampil pada Four Chord Music Festival di Washington, Pennsylvania dan Rebel Rock Festival di Orlando, Florida pada akhir September ini.

Untuk daftar tanggalan tur sekaligus informasi mengenai pembelian tiket, dapat mengunjungi website resmi The Used :https://theused.net/.

2021 TOUR DATES

Sabtu Sep 11 – Columbus, OH – Express Live! – Outdoors*

Minggu Sep 12 – Cleveland, OH – Jacobs Pavilion at Nautica*

Selasa Sep 14 – Cincinnati, OH – The ICON Festival Stage at Smale Park*

Rabu Sep 15 – Indianapolis, IN – TCU Amphitheater at White River State Park*

Jumat Sep 17 – Washington, PA – Four Chord Music Festival (The Used only)

Sabtu Sep 18 – Worcester, MA – The Palladium – Outdoors*

Minggu Sep 19 – Holmdel, NJ – PNC Bank Arts Center*

Selasa Sep 21 – Baltimore, MD – MECU Pavilion^

Rabu Sep 22 – Raleigh, NC – Red Hat Amphitheater^

Jumat Sep 24 – Jacksonville, FL – Daily’s Place^

Minggu Sep 26 – Orlando, FL – Rebel Rock Festival (The Used only)

Sejak dibentuk pada tahun 2000, The Used sudah mengeluarkan koleksi album yang menjadi pionir di skena alternatif rock. Energi yang tinggi ketika bermain live, lirik yang relevan dan perpaduan melodi pop dan hard rock yang apik menjadikannya disukai oleh para fans di dunia.

The Used terdiri dari Bert McCracken (Vokal), Jepha (Bass), Dan Whitesides (Drum) and Joey Bradford (Gitar). (FE)

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading