Connect with us

iMusic

THE USED Rilis Single Baru “BLOW ME (FEAT. JASON AALON BUTLER)”

Published

on

iMusic – 6 Desember 2019 – Jakarta, ikon legendaris musik rock, The Used, memberikan kejutan akhir tahun dengan mengeluarkan single baru berjudul Blow Me (Feat. Jason Aalon Butler). Lagu Blow Me (Feat. Jason Aalon Butler) dapat mengobati rasa rindu akan karya-karya The Used, terutama suara dari sang vokalis, Bert McCracken.

“The Used dengan bangga merilis lagu baru dan mengajak Jason Aalon Butler, personil band The Fever 333,” ungkap McCracken perihal single baru. Ia melanjutkan, “Apakah itu secara metafora atau dianggap secara jelas berbicara tentang kekerasan senjata api, kami membebaskan fans untuk mengartikan lagu kami. Terima kasih dan selamat menikmati!”

Kolaborasi antara The Used dan The Fever 333 sudah terjadi sejak tahun 2018. Namun baru kali ini kedua band melakukan rekaman bersama. “Jika boleh jujur, saya adalah fans mereka ketika merilis single di kompilasi CD Atticus Clothing di tahun 2002. Saya mendengarkan “Box Full Of Sharp Objects” dan jatuh cinta dengan musik mereka,” cerita Butler.

Kesukaannya terhadap album tersebut membuat Butler bertemu dengan produser album, John Feldmann. Selang beberapa bulan, Butler mendapat ajakan dari The Used dan John untuk mengisi rekaman satu lagu di album baru The Used. “Mereka sempat menyetel beberapa lagu, dan ini bukan basa-basi, saya mendapatkan kembali perasaan senang yang sama saat pertama kali mendengarkan Box Full Of Sharp Objects. The Used telah kembali!” ungkap Butler.

Rilisan ini adalah karya musik The Used setelah hampir dua tahun lebih tidak membuat sesuatu. Single ini juga menjadi penanda kembalinya produser John Feldmann mengurusi produksi. The Used tanda tangan kontrak dengan Big Noise, label milik John Feldmann, di awal tahun ini dan sedang sibuk menyelesaikan album penuh ke-8.

“Tentunya senang dan bersyukur mendapati salah satu band favorit saya sepanjang masa berada di naungan label milik saya. The Used adalah band yang memiliki pengaruh di 20 tahun belakangan, dan kami sedang membuat album yang memiliki efek pengaruh yang sama. Mereka juga salah satu band live terbaik yang pernah saya tonton dan Bert termasuk vokalis terbaik yang pernah saya ajak kerja bareng. Kerja sama ini adalah saya sejak bertemu dengan mereka di tahun 2001,” kilas John.

John Feldmann mengambil The Used dari Reprise Records di tahun 2002. Ia bersama The Used memproduseri album-album monumental band seperti self-titled The Used, Maybe Memories, In Love and Death, Lies for the Liars, Vulnerable, dan Imaginary Enemy. Album terbaru The Used akan menjadi rilisan terbaru dari label Big Noise.

Hampir 20 tahun The Used berkarya dan merilis koleksi-koleksi album yang membentuk skena musik alternative rock masa kini. Pertunjukan langsung yang enerjik, lirik yang kritis dan dinamis, perpaduan melodi pop dan hard rock menjadi kombinasi sempurna membuat The Used dikenal sebagai pionir yang memiliki fans di seantero dunia.

The Used terdiri dari Bert McCracken (Vocals), Jeph Howard (Bass), Dan Whitesides (Drums), dan Joey Bradford (Guitar). (FE)

iMusic

Oleg Sancabakhtiar Ungkap Motivasi dan Perjalanan Indonesian Music Video Award (IMVA) sebagai IP Festival Nasional

Published

on

By

Oleg Sancabakhtiar Pendiri sekaligus Creative Director Indonesian Music Video Award (IMVA), memaparkan latar belakang serta perjalanan pengembangan IMVA sebagai sebuah Intellectual Property (IP) festival musik–video nasional yang berfokus pada kualitas artistik, inovasi, dan profesionalisme industri kreatif di Indonesia.

IMVA hadir dengan tujuan utama untuk memberikan ruang apresiasi yang lebih luas terhadap karya video musik, sekaligus memperkuat posisi profesi di balik layer seperti sutradara, sinematografer, editor, hingga kreator independent sebagai bagian penting dalam ekosistem industri musik.

Mengangkat Video Musik sebagai Profesi Profesional

Menurut Oleg Sancabakhtiar, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi siapa saja untuk memproduksi video, termasuk video musik. Namun, di sisi lain, belum banyak platform yang secara khusus memberikan pengakuan terhadap kualitas, standar, dan nilai profesional dari karya tersebut.

“IMVA dibangun untuk menegaskan bahwa video musik bukan sekadar pelengkap lagu, tetapi sebuah karya kreatif yang memiliki standar artistik, teknis, dan nilai industri yang tinggi,” ujar Oleg Sancabakhtiar saat di temui di CC Café Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Perjalanan Pengembangan IMVA

Gagasan IMVA telah dirintis sejak tahun 2013, seiring dengan tumbuhnya komunitas kreator video di Indonesia. Pada periode 2013–2019, fokus utama berada pada riset, pemetaan ekosistem, serta pengembangan konsep kurasi dan penilaian berbasis standar profesional.

Memasuki tahun 2020, Oleg mulai mengembangkan IMVA secara lebih serius sebagai sebuah IP mandiri, termasuk menyusun sistem kompetisi, kategori penghargaan, serta mekanisme penjurian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri.

IMVA kemudian resmi terdaftar secara legal pada tahun 2022, menandai langkah penting dalam memperkuat kredibilitasnya sebagai festival nasional yang memiliki dasar hukum dan struktur organisasi yang jelas.

Platform Terbuka untuk Berbagai Kalangan

IMVA membuka partisipasi secara luas bagi berbagai kalangan, mulai dari:

•             Profesional industri musik dan label

•             Sutradara dan rumah produksi

•             Kreator independen

•             Pelajar dan talenta muda di bidang audio visual

Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi musik, kreator visual, serta tokoh dari berbagai bidang terkait.Komitmen terhadap Standar Internasional

Continue Reading

iMusic

Alala Zahra luncurkan single anyar “Ibunda Tersayang”

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan momen penuh makna Hari Kartini, penyanyi muda berbakat Alala Zahra resmi merilis single perdananya yang berjudul “Bundaku Tersayang”, sebuah karya musik pop akustik yang hangat, emosional, dan menyentuh hati. Mengusung genre Pop Akustik, lagu ini menghadirkan nuansa yang intim dan autentik.

melalui penggunaan instrumen musik akustik seperti gitar akustik, perkusi, violin, viola, cello, hingga contra bass. Aransemen yang sederhana namun kuat menghadirkan “feel” yang khas dan berkarakter, menjadikan lagu Alala Zahra ini mudah diterima oleh berbagai kalangan terutama mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan sosok ibu.

“Bundaku Tersayang” mengisahkan tentang bakti dan cinta seorang anak kepada ibunya, yang ingin terus membahagiakan dan membalas kasih sayang tanpa batas sepanjang

hidupnya. Lagu Alala Zahra ini menjadi refleksi perasaan universal yang bisa dirasakan oleh siapa saja baik sebagai anak maupun sebagai sosok ibu.

Dengan lirik yang tulus dan aransemen yang menyentuh, lagu yang dinyanyikan Alala Zahra ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi penyemangat spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Single ini diproduksi secara serius dengan melibatkan nama-nama berpengalaman di industri

Musik : Executive Producer: Okii Syarif & Icha Anwar (Chakiiyama Production), Music Producer & Songwriter: Edward Faisal, Mixing & Mastering: Reggie Chasmala.

Dirilis di bawah naungan indie label Chakiiyama Production, karya ini menjadi langkah awal yang kuat bagi perjalanan musikal Alala Zahra.

Melalui perilisan single ini, Alala Zahra berharap lagu “Bundaku Tersayang” dapat Menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai orang tua, Menjadi sumber energi positif dan semangat dalam menjalani kehidupan dan Mengingatkan kembali akan pentingnya peran ibu dalam kehidupan setiap individu

“Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ungkap Alala.

Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan pesan yang kuat, “Bundaku Tersayang” bukan sekadar lagu debut melainkan sebuah karya yang berpotensi menjadi anthem cinta untuk ibu bagi banyak orang. Single ini kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform, dan video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Alala Zahra.

Continue Reading

iMusic

Unit symphonic metal asal Bogor, Criatura, luncurkan album dan single baru

Published

on

iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.

Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.

“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”

Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.

Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.

Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.

“Born in silence. Crowned in victory.”

Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.

Continue Reading