Connect with us

iMusic

Toxic relationship dari “Heiakim” feat “Sachi Gomez”, kolaborasi 2 negara di lagu “Ghosts”.

Published

on

iMusic – Heiakim, atau yang akrab disapa Akim, musisi asal Indonesia yang dikenal dengan mengkreasikan suara dari mesin penterjemah ( Google Translate ) kembali merilis single terbarunya yaitu GHOSTS. Setelah sebelumnya merilis HELLO GOODBYE pada November 2021 dan ORIGAMI pada bulan Januari 2022 berkolaborasi dengan YB, kali ini Akim kembali merilis single terbarunya di bulan Maret tahun 2022 bersama penyanyi SACHI GOMEZ dari Philippines. Sebuah lagu kolaborasi dua Negara yang dibawakan dengan bahasa inggris dan menjadi single ke dua yang dirilis oleh Akim di bawah bendera RENZ Re//Cords.

Ghosts merupakan sebuah lagu yang bercerita mengenai hubungan relationship yang Toxic. Sebenarnya mengenai seseorang yang terlalu disakiti oleh pasangan nya. Sehingga selanjutnya dia menjadi terbiasa dengan segala perlakuan itu, meskipun dalam hati keduanya mereka tahu bahwa hubungan itu salah. Bukan suatu pengalaman pribadi dari Akim namun sebuah pesan yang ingin ia sampaikan mengenai sebuah hubungan atau relationship yang Toxic namun tetap dijalani walaupun itu salah.

“Inspirasi dalam dalam lagu GHOSTS ini sebenarnya berawal dari TUYU, Yorushika dan Yoasobi. Hal ini yang sedikit banyak menjadi inspirasi dan membayang kan bagaimana inspirasi dari lagu ini. Walaupun bukan dari sebuah kisah nyata namun semua kejadian ini dibayangkan dan coba dituangkan dalam lagu Ghosts,” ujar Heiakim bercerita mengenai bagaimana proses Kreatif dari lagu GHOSTS dan proses pengerjaan nya.

“Lagu Ghosts ini dimulai dari Demo yang aku bikin, mulai dari verse pertama sampai ke refrain, kemudian baru setelah bersama Sachi, kita menambahkan bagian sisanya. Sebenarnya lagu Ghost ini sudah ditulis sejak tahun 2021 yang lalu dan mengalami beberapa kali pergantian vokalis sampai akhirnya ketemu yang pas di Sachi. Setelah itu sekitar akhir tahun 2021 kita mulai merampungkan segala pengerjaan lagu ini sampai akhirnya selesai semua ” tambah Heiakim mengenai bagaimana proses rekaman dari GHOSTS bersama Sachi.

Single GHOSTS ini selain menampilkan suara Sachi yang memang sudah terkenal sebagai Penyanyi Youtube dari Jepang – Philipines ini juga dikemas dalam tempo yang up sehingga sedikit agak keluar dari benang merah rilisan Akim sebelumnya. Menonjolkan suara melodi gitar yang menjadi tema lagu ini namun tetap menonjolkan nuansa Glitch Pop dan melodi enak dari tipikal lagu-lagu Akim sebelumnya. Tetap dengan durasi yang cukup singkat namun menghadirkan melodi yang catchy dan suara Sachi yang manis di depan nya. Semuanya memang dikemas dengan tujuan agar lagu ini bisa membawa pendengarnya untuk bisa membayang visual animasi yang tergambar dari cerita GHOSTS.

Setelah perilisan lagu dari GHOSTS rencana nya video animasi dari lagu ini akan dirilis juga berkolaborasi dengan animator dari Indonesia dan akan menceritakan mengenai cerita Toxic Relationship dari lagu ini dalam visual animasi yang menarik. Menonjolkan dan juga memberikan pesan mengenai bagaimana kita seharusnya menyadari saat hubungan atau relationship menjadi terlalu toxic dan kita harusnya sudah tau apa yang harus kita lakukan.

Semoga lagu GHOSTS bisa diterima dan menjadi warna baru di Industri MusiSetelah merilis GHOSTS, rencana nya Akim juga akan merilis beberapa lagu lain nya, dan juga akan merampungkan sebuah album Lo-fi EP yang memang menjadi rumah bagi beberapa lagu yang sudah sempat Akim ciptakan namun belum sempat dirilis. Selain itu Di bulan April rencana nya aka nada single lagi yang dirilis di tahun 2022 sehingga menjadikan komplit 3 single di awal tahun 2022 yang dirilis oleh Heiakim bersama dengan RENZ Records.

Dirilis oleh RENZ Records, single terbaru Heiakim feat Sachi Gomez “GHOSTS” sudah dapat didengarkan diseluruh gerai musik digital.k Indonesia. (FE)

iMusic

Unit symphonic metal asal Bogor, Criatura, luncurkan album dan single baru

Published

on

iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.

Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.

“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”

Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.

Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.

Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.

“Born in silence. Crowned in victory.”

Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.

Continue Reading

iMusic

Astrid masih konsisten dengan luncurkan album “Aku Dan Cahaya”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi yang dikenal dengan karakter suara unik dan deretan hits multi-platinum, Astrid, resmi merilis album penuh terbarunya yang bertajuk “Aku Dan Cahaya”. Karya ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Astrid, terutama setelah memutuskan bergerak di jalur independen selama lima tahun terakhir.

Dikenal luas melalui lagu-lagu ikonik seperti “Jadikan Aku Yang Kedua,Tentang Rasa” dan “Mendua“, Astrid membuktikan konsistensinya meski tidak lagi berada di bawah naungan label besar. Total lebih dari 200 juta streams di Spotify dan YouTube menjadi bukti nyata bahwa karya-karyanya seperti “Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta” hingga “Silakan” tetap memiliki tempat di hati para penikmat musik tanah air.

Album “Aku Dan Cahaya” terdiri dari 10 lagu yang dikurasi secara mendalam. Album ini merupakan penggabungan dari mini album “Masih Di Sini” (rilis akhir 2025 dengan total 5 lagu) ditambah dengan materi-materi baru yang menyempurnakan narasi musiknya. Bagi Astrid, “Aku Dan Cahaya” adalah sebuah proyek personal yang membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih segar dan menantang. Proses kreatif ini menjadi semangat baru baginya dalam menyampaikan kisah hidup dan perasaan melalui melodi.

Salah satu kejutan terbesar dalam album ini adalah keterlibatan musisi Adrian Martadinata. Selain bertindak sebagai Music Director yang meramu aransemen album secara keseluruhan, Adrian juga hadir sebagai rekan duet dalam single andalan berjudul “Kuingin Kau Tau“. Menariknya, lagu ini adalah karya orisinal Adrian yang sempat hits di masa lalu. Astrid yang terpikat pada lagu tersebut mengajukan syarat khusus untuk membawakannya kembali: Adrian harus ikut bernyanyi bersamanya.

Dibalut dengan aransemen yang dominan akustik namun dipercantik dengan sentuhan strings yang megah, “Kuingin Kau Tau” bercerita tentang dinamika hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kolaborasi suara unik Astrid dan vokal merdu Adrian menciptakan harmoni yang istimewa, romantis, dan penuh rasa.

Album ini dirilis melalui kerjasama Astrid & Hadir Entertainment, distribusi oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia, Album ini sudah tersedia di KFC Stores seluruh Indonesia.

Continue Reading

iMusic

Angel Pieters rilis singel baru berjudul “Garis Tangan”

Published

on

iMusic.id – Angel Pieters hari ini secara resmi merilis single terbarunya, “Garis Tangan” sebuah karya lagu yang dipercaya menyimpan cerita tentang perjalanan hidup seseorang termasuk tentang cinta yang harus dilepaskan. Lagu ini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform yaitu Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya pada 17 April 2026.

“Garis Tangan” dari Angel Pieters mengangkat cerita yang dekat dengan banyak orang: tentang proses melepaskan dan berdamai dengan keadaan. Melalui simbol garis tangan, lagu ini menggambarkan bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup dan takdirnya masing-masing, sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh manusia.

Angel Pieters menyampaikan, “Lagu ini adalah tentang keikhlasan melepas seseorang dan keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal, meskipun hati masih ingin bertahan. Kadang kita sudah berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan sesuatu, tapi pada akhirnya kita sadar bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan termasuk tentang kepada siapa takdir membawa seseorang. Tapi ada keindahan juga dalam belajar menerima bahwa setiap orang punya garis takdirnya masing-masing. Dan mungkin, melepaskan dengan tulus adalah bentuk cinta yang paling jujur.”

Lagu “Garis Tangan” nya Angel Pieters ini ditulis oleh TinTin dan Kamga dengan pendekatan yang sederhana namun emosional, menghadirkan lirik yang jujur dan reflektif tentang fase kehilangan, penerimaan, dan keikhlasan. “Garis Tangan” tidak hanya berbicara tentang perpisahan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang belajar memahami bahwa melepaskan dengan tulus dapat menjadi bentuk cinta yang paling jujur.

“Garis tangan itu sesuatu yang kita bawa sejak awal, dan itu jadi simbol bahwa ada hal-hal dalam hidup yang memang punya jalannya sendiri. Lagu ini bukan tentang menyerah, tapi tentang belajar menerima hal yang tidak bisa kita kontrol,” ujar Tintin.

Kamga, sebagai penulis lagu, menambahkan, “‘Garis Tangan berbicara tentang takdir, tentang pertanyaan apakah hidup kita benar-benar sudah tertulis sejak awal. Lagu ini menggambarkan bahwa sekuat apapun kita mencoba mempertahankan atau bahkan memaksakan sebuah hubungan, pada akhirnya ada hal-hal yang memang sudah memiliki jalannya sendiri. Dalam cerita ini, ‘garis tangan’ menjadi simbol bahwa tidak semua bisa kita lawan, termasuk tentang kepada siapa cinta itu berakhir.”

Sebagai penyanyi, Angel Pieters menghadirkan interpretasi vokal yang memperkuat nuansa emosional dalam lagu ini. Dengan pendekatan yang minimalis, aransemen musik dalam “Garis Tangan” sengaja dibuat tidak berlebihan untuk memberikan ruang bagi pesan dan emosi lagu agar dapat tersampaikan secara lebih mendalam kepada pendengar.

Di luar rilisan ini, Angel Pieters juga memiliki platform personal bernama Nocturne, yang menjadi ruang eksplorasi musikal yang lebih intimate dan ekspresif. Melalui Nocturne, Angel menghadirkan karya-karya dengan pendekatan yang lebih jujur dan dekat secara emosional.

Angel juga menyampaikan harapannya agar “Garis Tangan” bisa menjadi ruang nyaman bagi siapa pun yang sedang berjuang menerima kenyataan bahwa tidak semua cinta berakhir seperti yang diinginkan. Baginya, lagu ini bukan sekadar tentang kehilangan, melainkan tentang proses yang harus dilalui dengan jujur bahwa rasa sakit itu nyata, dan keikhlasan tidak datang dalam semalam, namun perlahan hadir ketika kita mulai berani menerima bahwa setiap orang memiliki jalan takdirnya masing-masing.

Semoga lagu ini bisa menemani siapa pun yang pernah berada di posisi mencintai seseorang, namun harus belajar untuk melepaskannya. Menemani mereka yang sedang melalui proses grieving bahwa tidak apa-apa untuk memvalidasi perasaan dan kenyataan pahit bahwa takdir yang tidak bisa diubah tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutup Angel.

Continue Reading