iMusic – Sukses menyajikan berbagai program
online yang dapat disaksikan di rumah, www.indonesiakaya.com kembali
menghadirkan program kreatif terbaru yang ditujukan kepada para seniman muda
Indonesia. Bekerja sama dengan sutradara kenamaan Indonesia, Garin
Nugroho dan kelompok Teater Musikal Nusantara (TEMAN),
www.indonesiakaya.com menggelar audisionline Mencari Siti di
penghujung tahun ini.
Mencari Siti ini merupakan rangkaian program online
yang bertujuan menyaring para seniman muda berbakat Indonesia. Peserta yang
memiliki kemampuan vokal, tari dan akting yang telah mengikuti serangkaian
program ini akan berkesempatan untuk menjadi bagian dari drama musikal
terbaru yang disutradarai oleh Garin Nugroho. Karya yang diadaptasi dari kisah Siti
Nurbaya karya sastrawan Indonesia, MarahRoesli ini
rencananya akan diproduksi tahun 2021 mendatang. Berbeda dengan produksi
lainnya, Mencari Siti ini seluruhnya akan diisi oleh pekerja seni yang
mengikuti rangkaian program online dan berhasil lulus casting.
“Sejak
2015, kami membuat suatu gagasan program pelatihan yang membahas dan untuk
mengembangkan seni pertunjukan bersama Garin Nugroho dengan program Ruang
Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia dan di tahun lalu www.indonesiakaya.com
juga menggelar program Indonesia Menuju Broadway yang merupakan sebuah
program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung
dengan standar broadway di Indonesia. Kini, kami mencari bakat-bakat baru
generasi muda Indonesia dalam program Mencari Siti yang merupakan rangkaian
program online untuk mencari talenta baru yang akan terlibat dalam serial drama
musikal yang akan ditayangkan secara virtual. Program online ini
memungkinkan setiap orang memiliki kesempatan yang sama dimanapun ia berada
untuk turut mewarnai dunia seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari
Adrian, Program Director www.indonesiakaya.com.
Serial musikal online Mencari Siti ini
akan dibuat dalam kemasan baru dengan adaptasi dari segi cerita dan penggunaan
teknologi secara online untuk kemasan cerita yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Dengan arahan Garin Nugroho, elemen dari seni teater, seni tari,
seni suara dan teknologi film menjadi satu untuk menciptakan karya baru bagi dunia
kreatif Indonesia.
Untuk program awal, www.indonesiakaya.com
telah menggelar workshop Mencari Penulis yang mendapat atensi yang tinggi dari
masyarakat. Dari 400 orang yang mendaftar berhasil dipilih 70 peserta dari
berbagai daerah di Indonesia yang telah mengikuti masterclass online
dengan Garin Nugroho dan Nia Dinata pada 25 November 2020 yang lalu.
Para peserta terpilih ini diberi tugas sebagai tahap audisi untuk dapat
terlibat sebagai tim penulis di serial drama musikal ini.
Program pencarian para pemain serial
musikal online ini akan dibuka mulai 8 hingga 31 Desember 2020. Audisi online
ini bisa diikuti pria maupun wanita umur 18 – 35 tahun, memiliki kemampuan
akting, vokal, dan menari. Calon peserta wajib mengisi formulir
pendaftaran melalui www.indonesiakaya.com dan seluruh kegiatan ini tidak
dipungut biaya (gratis).
Selain itu, peserta juga harus merekam 2
lagu audisi, yaitu lagu wajib dan lagu karakter sesuai peran yang diinginkan.
Pemilihan lagu karakter ini terdiri dari 3 karakter utama, yaitu Siti Nurbaya,
Datuk Meringgih, dan Samsul Bahri. Peserta juga harus menunjukkan akting, vokal,
dan koreografi secara keseluruhan sesuai video materi audisi yang tersedia di
instagram @indonesia_kaya dan mengunggah kedua video audisi dalam satu
postingan secara multiple di akun instagram dengan tag @indonesia_kaya
dan mencantumkan #MencariSiti.
“Industri dunia pertunjukan teater
musikal seperti broadway semakin menarik banyak perhatian dari masyarakat
Indonesia. Dilihat dari perkembangannya, kita sebenarnya sudah lama dan dekat
dengan seni tari dan seni musik yang telah muncul dan berkembang sejak zaman
dahulu. Hal ini banyak ditemukan dalam pertunjukan rakyat di berbagai daerah.
Indonesia juga memiliki banyak karya luar biasa dari para sastrawan dan ini
menginspirasi saya untuk mengangkat karya sastra ini dengan melibatkan tim
penulis yang didapat dari open casting dan memperkayanya secara musikal. Ada
banyak generasi muda kita yang berbakat dalam akting, tari, dan vokal dan
melalui program ini, kami
membuka kesempatan kepada generasi muda untuk terus berkarya dan bisa tetap
berkreasi secara positif meski berada di tengah pandemi,” ujar Garin
Nugroho.
Sebelumnya, www.indonesiakaya.com sukses
menyuguhkan program #MusikalDiRumahAja yang mengangkat 6 cerita rakyat
Indonesia dan melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6
sinematografer, 7 penata musik, serta 44 aktor, aktris dan penari Indonesia
yang akan menampilkan karya dengan tampilan yang berbeda. Cerita rakyat yang
ditampilkan dan mengadaptasi ciri khas dari masing-masing pihak yang turut
serta sehingga menghasilkan satu cerita dengan tampilan yang berbeda dari
cerita lainnya ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakat dan
telah disaksikan lebih dari 1,5 juta penayangan.
www.indonesiakaya.com juga senantiasa
menghadirkan berbagai kegiatan menarik bagi para penikmat seni yang sedang di
rumah, selama masa pandemi COVID-19. Mulai dari menari lewat Ruang Kreatif
#MenariDiRumahAja, menulis prosa lewat Ruang Kreatif #ProsaDiRumahAja, menulis
puisi lewat #PuisiDiRumahAja, menulis ide kreatif lewat Workshop Online Ruang
Kreatif dan juga menyaksikan rekaman pertunjukan teater di rumah secara
streaming lewat #NontonTeaterDiRumahAja.
“Program Mencari Siti ini merupakan
bentuk komitmen kami untuk mendukung seni pertunjukan Indonesia dan mencari
seniman muda demi keberlangsungan proses regenerasi dalam seni pertunjukan
Indonesia. Semoga program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat
Indonesia,” tutup Renitasari. (FE)
iMusic.id – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis malam, 9 April 2026. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).
Edisi kali ini menandai babak baru bagi Buitenstage dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi para penampil.
Hentakan Pop Punk dari Tuan Rumah
Tepat pukul 20:15 WIB, duo MC Ogi (Buitenfest) dan Qenny (Boleh Music) membuka acara dengan antusiasme tinggi. Tanpa membuang waktu, panggung langsung diserahkan kepada Brokenscene, trio pop punk asal Bogor yang baru saja merilis single.
Terinspirasi oleh semangat punk awal 2000-an, Brokenscene langsung memanaskan panggung dengan lagu “We’re Friends Anyway” dari EP perdana mereka (2024). Estafet energi berlanjut melalui “Catastrophic Love“, “Lost Interest“, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”. Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar “At Least I Don’t Hate You” yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.
Momen Emosional Joanna Andrea
Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti “Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang” dan “Dinikmati Saja“.
Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, “Tenanglah” di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.
Transformasi Tajam RANGR
Unit alternatif asal Bandung, RANGR, menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu “Perih”,RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.
Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu “Walau Ku Mencoba” dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka “I’m In Pain” yang baru saja dirilis.
Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas
Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.
“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung. Dengan hanya tiga band, mereka tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 – 5 band dalam satu edisi,” jelas Nanang Yuswanto, salah satu penggagas Buitenstage.
Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media.
“Konsep dasar Buitenstage adalah menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik. Kami ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya,” tambah Eko.
Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, di mana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.
iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.
Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.
Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.
Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.
Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.
Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!
iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beerand Cafe di Samanea.
Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.
Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.
Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:
Regular A: Rp100.000
Regular B: Rp85.000
VIP A: Rp200.000
VIP B: Rp175.000
Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.
Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.
“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.
Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.
Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.