Connect with us

iLive

“X Factor Indonesia 2021” The Final Countdown For One Shining Moment.

Published

on

iMusic – X Factor Indonesia 2021 telah masuk babak Grand Final pada Senin (11/04/2022), disiarkan langsung dari salah satu studio termegah di Asia, yakni Studio RCTI+, Jakarta. Ada empat kontestan yang akan saling berhadapan; MAYSHA dari kategori GIRLS dengan Rossa sebagai Mentor, 2ND CHANCE, Grup bentukan bersama mentornya, Ariel Noah, dan BCL sebagai satu-satunya mentor yang membawa dua anak didik hingga babak ini, ALVIN dan DANAR.

Malam Grand Final ini keempat Grand Finalist akan bersaing memperebutkan 3 tempat di malam penentuan juara pada 18 April 2022, di babak FINAL COUNTDOWN & RESULT SHOW, malam yang akan menjadi penentuan dan sejarah terpilihnya juara baru X Factor Indonesia.

Maysha, Alvin, Danar, dan juga 2nd Chance berhasil melaju ke Grand Final setelah menyisihkan 15 kontestan lainnya yang tampil di babak Gala Show yang berlangsung sejak 17 Januari 2022. Lebih dari itu, keempat finalis tersebut menjadi yang terbaik di ajang X Factor Indonesia 2021 dari 19.000 ribu peserta yang mengikuti audisi dari berbagai daerah. Oleh karena itu, pertarungan keempat finalis di babak Result nanti bakal sangat seru untuk disaksikan, dimana mereka harus bisa meraih hati pemirsa untuk mau mem-vote sebanyak – banyaknya agar bisa terpilih sebagai pemenang.

Tantan Sumartana selaku Sales & Marketing Director MNC Media (Digital & Non Digital) melihat RCTI selalu berhasil  membuat talent search yang sukses, “kita juga bersyukur dan bangga sekali sangat kaya dengan talenta-talenta dan setiap tahun beregenerasi terus dan ini orang-orang hebat di belakang kita dan orang hebat yang ditemukan oleh tim RCTI sangat luar biasa, ratingnya juga sangat luar biasa. 2 tahun terakhir ini RCTI selalu menayangkan di waktu central primetime dari jam 18.00 -21.00 WIB itu sangat membantu kolaborasi platform digital juga sangat membantu, terima kasih atas dukungan semua tim dan juga para sponsor,” imbuhnya.

Perhelatan malam ini akan banyak kejutan yang dihadirkan. Para kontestan nantinya akan menyanyi secara solo dan juga kolaborasi. “Malam ini X Factor Indonesia memasuki babak Grand Final, setelah sekian lama kami bersama juri mentor melatih kontestan X Factor Indonesia, pada akhirnya terpilihlah Alvin, Danar, Maysha dan 2nd Chance. Dan di malam Grand Final ini, untuk pertama kalinya mereka akan membawakan secara Live, lagu single mereka yang akan dirilis segera,” tambah Fabian Dharmawan selaku VP Head Of Production Operation Division RCTI.

X Factor ada juga berkat dukungan seluruh sponsor. Salah satunya Lazada yang selalu mendukung industri kreatif Indonesia. “Dengan adanya X Factor sekarang mendukung hadirnya mega bintang baru di Indonesia. Kita bukan hanya sekedar shopping platform biasa, kita juga menghadirkan shopingtainment dimana bisa berbelanja sekaligus juga menikmati hiburan dan harapan kami dengan danya X Factor bisa menikmati hiburan juga dari Lazada,” tutur Irene Inonu selaku VP Marketing, Branding Strategist Lazada Indonesia.

Sementara itu, Fremantle selaku pemegang lisensi hak siar dan komersil X Factor Indonesia, menyatakan bahwa gelaran X Factor Indonesia tahun ini terbilang sukses. Tidak hanya karena banyaknya peserta yang ikut dalam audisi, namun juga respon pemirsa untuk memberikan vote kepada peserta favoritnya masing– masing juga cukup tinggi. Sehingga di babak Grand Final nanti yang tampil memang merupakan pilihan pemirsa serta mempunyai kualitas untuk menjadi juara.

“X Factor Indonesia season ini menjadi show yang sangat dinanti-nanti. Tidak hanya karena respon masyarakat yang tinggi dalam mengikuti babak audisi, namun juga terlihat dari antusiasme para pemirsa memberikan dukungan dalam bentuk vote yang diberikan kepada kontestan favoritnya masing – masing. Dan lebih membanggakan X Factor Indonesia juga bisa berada dalam jajaran X Factor secara Global, baik secara kreatif show ataupun kontestannya. Terbukti dengan berkali-kali kontestan kita trending dari sejak Audisi, di-notice dan direspon penyanyi internasional,” ucap Victor Ariesza selaku Co Managing Director Fremantle.

Maysha, Alvin, Danar, dan juga 2nd Chance Judika mengaku bangga berada di posisi saat ini. “Saya pastinya bangga dan bersyukur banget karena sudah sampai dititik ini nggak mudah dan sulit, banyak tantangan yang harus saya lewati, harus banyak kerja keras. Ini juga semua karena doa dan dukungan dari keluarga, teman-teman, teman berbincang, dan pastinya mentor saya Kak Unge”, ungkap Danar dari tim BCL. Alvin sebagai teman satu mentor Danang-pun mengaku bangga, “saya bangga pada diri sendiri  dan besyukur pada Tuhan karena sudah dikasih kesempatan hingga sampai disini. Untuk persiapan  tidak beda jauh dengan minggu-minggu sebelumnya, tapi karena nanti malam ada koreo, jadi latihan koreo juga,” ungkap Alvin.

Sejalan dengan Danar dan Alvin, Maysha juga mengaku senang karena ini merupakan pencapaian yang membanggakan di usia dia yang masih muda. “Bersyukur banget aku di sini dikelilingi sama orang-orang yang punya ilmu banyak di dunia entertainment. Aku dibimbing oleh Teh Oca (Rossa) yang selalu sabar banget ngeliat kekurangan aku, makasih banget. Aku percaya semua progress yang aku dapet di X Factor ini karena aku dibimbing oleh Teh Oca dan aku bisa disini karena semua orang yang udah support aku dari nol sampai saat ini. Aku bisa menjadi salah satu orang yang bertahan dari belasan ribu orang hingga berada di posisi kita berempat saat ini,” tutur Maysha.

2nd Chance yang merupakan perpaduan beberapa kontestan juga merasa bahagia ada di tahap ini. “kami juga sangat bangga karena bisa menjadi sebuah grup yang dibentuk walaupun sebelumnya kami masing-masing sudah tereliminasi. Sebagai bentukan baru di X Factor ini, kami tentunya bersyukur sekali bisa berada di Grand Final. Apalagi di mentor oleh Papah Ariel (Ariel Noah),” imbuh Caecelia mewakili rekan-rekannya.

Pencapaian seluruh peserta tak lepas dari peran mentor yang sangat mumpuni di bidangnya. BCL dengan Alvin dan Danar, Ariel Noah dengan 2nd Chance, dan Rossa dengan Maysha. BCL merasa persiapan dari awal harus konsisten untuk Alvin & Danar atau semuanya. “Karena aku terlibatnya langsung ke mereka berdua, aku tahu how talented they are, bagaimana kerja keras mereka, bagaimana karakter mereka, karakter mereka totally different,” ungkap BCL. 

“Tidak bersaing juga satu dengan yang lain, challenge aku disini juga bagaimana aku bisa memfasilitasi mereka mencapai potensi maksimal mereka. Aku percaya pada mereka, aku bangga mereka sudah sampai sejauh ini. Di luar segala persaingan, mereka juga bersahabat dan saling membantu satu sama lain. Kompetisi tapi saling membantu , tapi intinya mengeluarkan sisi terbaik dari masing-masing mereka. Tinggal bagaimana penonton memilih yang mana paling disukai”, imbuh BCL.

Sama halnya dengan Ariel Noah yang merupakan mentor dari 2nd Chance. “Mereka  sudah dewasa semua. Aku cuma kasih masukan soal ke industrinya. Untuk teknis  aku cuma  kasih sedikit masukan karena teknik bernyanyi mereka sudah oke. Makanya mereka bisa ngeblend begitu cepatnya karena pengalaman mereka sudah bagus,” tutur Ariel.

Rossa selaku mentor dari Maysha mengaku X Factor kali ini berbeda. “Buat aku kali ini berbeda, kalau season 1 dan season 2 lalu hawa persaingan ketat dan mentor harus menang tapi kali ini kita harus have fun. Aku ngerasa satu sama lain saling bantuin. Boril sering ngajarin Ica, yang paling penting mendukung mereka semua. Season ini paling bagus selama aku ada di X Factor Indonesia,”  ungkap Rossa.

Salah satu mentor yang berasal dari jebolan ajang pencarian bakat, yakni Judika pun mengaku pengalaman di X Factor sebagai salah satu kebanggaan yang besar buat Judika. “Sebagai orang yang besar karena dari kompetisi, aku senang banget bertemu dengan talent baru yang mempunyai kualitas. Di X Factor ini berbeda, aku bangga dengan 4 grand finalis kali ini. Suatu kombinasi yang luar biasa antara mentor dan anak didiknya untuk bisa selalu memberikan yang terbaik, sisanya kita serahkan kepada para pemirsa Indonesia. Yang jelas, perjalanan menjadi bagian dari X Factor, pengalaman yang tidak bisa terlupakan. Ini pertarungan yang luar biasa pada malam hari ini, mudah-mudahanan selalu bisa kasih yang terbaik,” tutur Judika.

Anang pun mengaku RCTI tidak pernah surut dalam melahirkan superstar baru Indonesia. “Teman teman ini mewarnai dunia industri, 4 kontestan di Grand Final ini sekarang langsung memiliki karya. Seperti yang mereka harapkan bisa berkarya di industri,” ungkap Anang.

Saksikan keseruan Grand Final X Factor Indonesia 2021 pada 11 April 2022, Senin pukul 18.00 WIB, dan FINAL COUNTDOWN & RESULT SHOW pada 18 APRIL 2022. (FE)

iLive

Buitenstage Volume 5 ubah format, Brokenscene, Joanna Andrea dan RANGR tampil seru!

Published

on

iMusic.id – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis malam, 9 April 2026. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Edisi kali ini menandai babak baru bagi Buitenstage dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi para penampil.

Hentakan Pop Punk dari Tuan Rumah

Tepat pukul 20:15 WIB, duo MC Ogi (Buitenfest) dan Qenny (Boleh Music) membuka acara dengan antusiasme tinggi. Tanpa membuang waktu, panggung langsung diserahkan kepada Brokenscene, trio pop punk asal Bogor yang baru saja merilis single.

Terinspirasi oleh semangat punk awal 2000-an, Brokenscene langsung memanaskan panggung dengan lagu “We’re Friends Anyway” dari EP perdana mereka (2024). Estafet energi berlanjut melalui “Catastrophic Love“, “Lost Interest“, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”. Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar “At Least I Don’t Hate You” yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.

Momen Emosional Joanna Andrea

Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti “Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang” dan “Dinikmati Saja“.

Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, “Tenanglah” di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.

Transformasi Tajam RANGR

Unit alternatif asal Bandung, RANGR, menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu “Perih”, RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.

Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu “Walau Ku Mencoba” dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka “I’m In Pain” yang baru saja dirilis.

Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas

Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.

“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung. Dengan hanya tiga band, mereka tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 – 5 band dalam satu edisi,” jelas Nanang Yuswanto, salah satu penggagas Buitenstage.

Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media.

“Konsep dasar Buitenstage adalah menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik. Kami ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya,” tambah Eko.

Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, di mana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.

Continue Reading

iLive

Band – band cadas tampil di “Thrash Attack”, simak line up nya!

Published

on

iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.

Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.

Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.

Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.

Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.

Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!

WE AWAIT YOUR ARRIVAL!

THRASH TOGETHER, ATTACK TOGETHER!!

Continue Reading

iLive

Tampilkan banyak line up, Hunter Festival 2026 digelar pada 25 April

Published

on

iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beer and Cafe di Samanea.

Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.

Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.

“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.

Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:

  • Regular A: Rp100.000
  • Regular B: Rp85.000
  • VIP A: Rp200.000
  • VIP B: Rp175.000

Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.

Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.

“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.

Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.

Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut:

Website: www.hunterfestivalgroup.com

Continue Reading