imusic.id – Tahun 2023 menjadi tahun yang patut dirayakan buat Hanin Dhiya. Penyanyi dan penulis lagu asal Bogor membuang jauh jati dirinya yang lama dan terlahir kembali. Itulah gambaran besar dari album terbarunya ‘Reinkarnasi’ yang dirilis hari Jumat, 3 Maret 2023.
“Melalui album ini aku ingin memperkenalkan Hanin Dhiya yang baru dari segi musik, persona, dan cara penyampaian pesan melalui karya-karyanya. Hanin yang lama aku anggap sudah “mati” dan sekarang kembali “hidup” dengan kebaruan-kebaruannya,”ujar Hanin
‘Reinkarnasi’ menjadi album ketiga selama Hanin Dhiya berkarya di industri musik Indonesia. Terdapat 9 lagu bernuansa pop dengan 5 lagu yang sudah rilis sebelumnya yaitu ‘Pulih’, ‘Bertahan Tanpa Arah’, ‘Sempat’, ‘Marah’, dan ‘Kembalilah Padanya’. ‘Lalu; usai’ menjadi jagoan terbaru dari album ini.
Tema lagu yang ada di album ini berkaitan satu sama lain dimana masing-masing lagu menceritakan fase-fase ketika manusia mengalami kedukaan mulai dari denial, anger, bargaining, depression, sampai acceptance. Untuk lagu terbarunya ‘Lalu; usai’ misalnya, menggambarkan fase penerimaan, melepaskan hal yang tidak bisa lagi digenggam.
“Lirik lagu ini menceritakan tentang kisah yang sebetulnya belum mau diselesaikan, tapi dipaksa harus selesai. Aku bilang di dalam lagu ini bahwa nggak akan pernah ada penyesalan untuk merelakan dan menyudahi. Jadi, ini masih tentang usaha untuk baik-baik aja setelah melewati sesuatu yang nggak diinginkan sesuai rencana,”tuturnya.
Album ‘Reinkarnasi’ diproduseri oleh SEEK. Delapan lagu diciptakan oleh Hanin Dhiya bersama SEEK sementara lagu ‘Pulih’ diciptakan oleh Hanin Dhiya bersama duo BiancaDimas.
Hanin berharap, karya-karya terbarunya dengan jati dirinya yang baru dapat diterima dengan hangat oleh penggemarnya di Indonesia. Semoga album ini, katanya lagi, bisa menemukan pendengarnya yang ingin dimengerti perasaannya, butuh pandangan untuk membuat suatu keputusan, dan butuh dipulihkan luka batinnya.
Album Title: Reinkarnasi
Track Album Title Reinkarnasi sbb : Pulih, Bertahan Tanpa Arah, Sempat, Lalu; Usai, Marah, Kembalilah Padanya, Percuma, Patah dan The End.
iMusic.id – Musisi Indonesia Rio Clappy kembali memperkaya industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul “Belia”, yang resmi diluncurkan pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi persembahan hangat yang merayakan perjalanan cinta sejati, mulai dari asmara di bangku sekolah hingga komitmen untuk terus bersama seiring bertambahnya usia.
Secara lirik, single “Belia” dari Rio Clappy bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan sejak masa remaja. Mereka melewati berbagai tantangan dan kebahagiaan bersama, hingga akhirnya mampu menjaga ikatan cinta tetap kuat seiring waktu. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta sejati dapat bertahan, tumbuh, dan semakin indah sepanjang perjalanan hidup.
Berbeda dari karya-karya Rio Clappy sebelumnya, “Belia” hadir dengan nuansa musik yang lebih ceria, upbeat, dan menyegarkan. Aransemen ringan dan melodi yang mudah diingat berhasil menangkap kegembiraan serta kepolosan cinta masa muda—mulai dari momen-momen rahasia, janji-janji kecil, hingga getaran hati yang tak terlupakan.
“Lagu ini adalah soundtrack bagi mereka yang menemukan cinta pertamanya dan berjuang untuk menjaganya tetap menyala,” ujar Rio Clappy dalam keterangan resminya.
“Aku ingin menghadirkan energi positif dan kebahagiaan murni yang terasa saat kita pertama kali jatuh cinta, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan itu bisa bertahan hingga kita tua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rio Clappy menjelaskan bahwa “Belia” juga diharapkan dapat menjadi representasi bagi banyak pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang bersama.
“‘Belia’ aku persembahkan untuk semua yang pernah mencintai dengan cara yang sederhana. Kadang dari hal-hal kecil itulah cinta justru tumbuh paling kuat,” ungkapnya.
Perilisan single ini turut dilengkapi dengan video lirik resmi yang telah tersedia di kanal YouTube Rio Clappy. Video tersebut menampilkan sejumlah talenta muda dengan visual segar yang memperkuat nuansa ceria dan nostalgia, sejalan dengan semangat lagu.
Single “Belia” menjadi kelanjutan perjalanan musikal Rio Clappy setelah kesuksesan “Bunga Abadi” yang dirilis pada 2024 dan mendapat respons positif dari penikmat musik Indonesia.
Konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat Rio Clappy terus memperluas basis pendengarnya.
Diharapkan, “Belia” dapat menjadi lagu kebangsaan bagi pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang, sekaligus memberi semangat bagi mereka yang tengah memimpikan kisah cinta abadi.
Dengan lirik yang menyentuh dan melodi yang mudah melekat, single ini siap mewarnai tangga musik Indonesia dengan keceriaan.
Saat ini, lagu “Belia” telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.
iMusic.id – “Karena Kita Adalah Ratu” adalah sebuah single pertama sebagai pembuka tahun 2026 ini dari pasangan musisi Tya Subiakto dan Alex Kuple. Melodi dan liriknya ditulis oleh Tya sejak tahun 2012, namun baru menjadi sebuah lagu utuh dalam aransemen ciamik dari Alex Kuple.
“Karena Kita Adalah Ratu” menceritakan tentang kehidupan sosialita dan juga para wanita yang mencari kemewahan dan ketenaran. Tya Subiakto menulis lirik ini berkaca dari peristiwa kehidupan yang dilihatnya ketika para sahabatnya sering mengajaknya menikmati dunia malam.
Tya Subiakto dan Alex Kuple mengerjakan musik single ini sejak bulan Desember 2025. Mereka sepakat memberikan warna musik rentang tahun 1980 – 1990, di mana City Pop dan Fusion pertama kali muncul. Uniknya, mereka berdua memainkan synthesizer juga, ditambah permainan piano Alex Kuple yang menambah manisnya lagu ini.
“Karena Kita Adalah Ratu” dari Tya Subiakto dan Alex Kuple telah hadir di tanggal 16 Januari 2026 dan Lagu ini bisa didengarkan di seluruh paltaform digital.
iMusic.id – Band metalcore REVIND resmi mengumumkan perilisan single ketiga mereka yang berjudul “Darkest Hour”, yang akan dirilis hari ini 16 Januari 2026. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikal REVIND setelah sebelumnya merilis single kedua “Hands of Hope” pada Juli 2025.
“Darkest Hour” menghadirkan sisi paling gelap dan emosional dari REVIND. Lagu ini mengangkat tema kesepian, ketakutan, kehilangan arah, serta pergulatan batin yang dialami seseorang ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dengan lirik yang intens dan atmosfer kelam, REVIND mengekspresikan konflik antara keputusasaan dan harapan untuk menemukan jalan pulang.
Secara musikal, “Darkest Hour” memadukan karakter khas metalcore: riff agresif, scream yang penuh emosi, serta chorus melodik yang kuat, menciptakan dinamika antara amarah dan kerentanan. Lagu ini menjadi refleksi jujur dari REVIND tentang “sisi gelap” manusia, sekaligus jeritan untuk keluar dari penderitaan.
Single ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian menuju album penuh debut REVIND yang berjudul “Chronosphere”. Setelah “Darkest Hour”, REVIND telah menjadwalkan perilisan single keempat bertajuk “Forever Still” pada Februari 2026, yang akan menjadi hidangan penutup sebelum album panjang tersebut resmi diperkenalkan ke publik.
Melalui “Chronosphere”, REVIND ingin mengajak pendengar menyusuri perjalanan waktu emosional dari kehancuran, harapan, hingga penerimaan dengan “Darkest Hour” sebagai salah satu titik tergelap dalam narasi tersebut.
Single “Darkest Hour” akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 16 Januari 2026.
Credits“Darkest Hour”
Written by Riza Novandra
Produced by Edwin Satria at Rmera Studio
Mixing & Mastering at Torch Production Studio by Awang Pratama