Connect with us

iMusic

“A Kiss You Can’t Take Back”. Rilisan Terbaru Dari Grup Duo “DEAD BACHELORS”.

Published

on

iMusic – Setelah merilis sebuah mini album / EP bertajuk “New Lover” pada November 2019 lalu, Dead Bachelors yang terdiri dari duo Narendra Pawaka (Eda) di Vokal/Gitar/Ukulele dan Mario Pratama (Mario) di Drum, kembali merilis lagu baru berjudul “A Kiss You Can’t Take Back”. Lagu ini akan menjadi lagu pembuka menuju EP ke-2 Dead Bachelors.

Eda dan Mario kembali mengajak Andreas Arianto untuk memproduseri “A Kiss You Can’t Take Back”.  Sebelumnya Andreas juga memproduseri EP “New Lover”. Lagu ini juga memiliki nuansa pop tahun 1980, yang cukup kuat dari pemilihan soundnya. Proses aransemen lagu ini setelah ditulis oleh Eda memakan waktu sekitar 6 jam. Dead Bachelors sendiri merasa cukup tertantang ketika memfinalisasi lagu ini, “Nyambungin antara intro + song + pre-chorus + chorus yang beda semua vibes-nya, itu susah dan so far ini adalah lagu tergalau dari Dead Bachelors”.

Ditulis oleh Narendra Pawaka (Eda) sekitar bulan Februari 2019, fun factnya, “A Kiss You Can’t Take Back” bisa dibilang terinspirasi dari salah satu lagu dari film Begin Again, “A Step You Can’t Take Back”. Menurut Eda dan Mario, “A Kiss You Can’t Take Back” bisa diartikan berbagai hal, bisa tentang memaafkan masa lalu, sebuah kisah break up story antara sepasang kekasih atau menceritakan akan fantasi seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sebuah ciuman.

Meskipun bisa dibilang liriknya sedih, Dead Bachelors selalu berusaha untuk membuat musik yang fun. Harapannya musik Dead Bachelors bisa jadi pengingat bahwa anak muda itu tidak selamanya cenderung depresif dengan segala macam kesedihan & latar belakang masalahnya, anak muda itu punya semangat untuk bisa positif bukan larut dalam kesedihan atau justru mungkin menikmatinya.

“Bukan berarti gak boleh sedih atau memaksakan untuk happy, tapi kami tidak membiarkan kesedihan itu terlalu mendominasi; caranya adalah dengan membuat musik Dead Bachelors tetap fun even untuk sadboi.” Mario menambahkan.

“A Kiss You Can’t Take Back akan menjadi pembuka perjalanan musik Dead Bachelors di tahun 2020 ini yang juga akan menjadi tahun yang sangat produktif. Kita sudah ada beberapa lagu lainnya juga yang seiring tahun ini berjalan akan kami rilis.” Ujar Mario.

“Perilisan single ini juga cukup menantang, karena semua sedang  menghadapi masa pandemic COVID-19. Tapi semoga dengan rilisan lagu ini bisa menjadi penghibur juga, a little light yang Dead Bachelors bisa berikan di minggu ini. We are dead bachelors and so are you gonna get through this. Stay healthy, be positive as best as you can do & wash your hands for 3 minutes singing a kiss you can’t take back! “

“A Kiss You Can’t Take Back” sudah bisa didengarkan mulai hari ini di digital streaming platforms seperti Spotify, Apple Music, JOOX, Deezer, YouTube Music dan lain-lain. Lyric Video “A Kiss You Can’t Take Back” juga sudah tersedia di kanal resmi Dead Bachelors di YouTube. (FE)

iMusic

Pagi Nyanyi luncurkan single easy listening berjudul “Pastikan Dia Untukku”

Published

on

iMusic.id – Kota Bandung tidak pernah kekurangan talenta – talenta yang bagus dalam urusan tarik suara, terbukti selalu saja ada pendatang baru yang hadir menunjukan kreatifitasnya lewat perilisan single atau mini album ataupun full album seperti trio vokal ‘Pagi Nyanyi’ yang baru saja merilis single ketiga berjudul “Pastikan Dia Untukku”.

Di produksi oleh trio ‘Pagi Nyanyi’ dan di produseri oleh mereka bersama Erik Suhendri dan Adi Prisada, trio Nonnie, Uchi dan Renjana memperkenalkan single yang nge pop dan easy listening pada aransemen musiknya yang ditangani oleh pencipta dan penulis lagunya langsung yaitu Suci Rahayu Dewi yang dibantu juga oleh Erik Suhendri.

Trio ‘Pagi Nyanyi’ yang terbentuk di tahun 2020 dikarenakan hobi yang sama dalam berolahraga pagi dan bernyanyi ini sebelumnya sudah merilis dua single yaitu : “Untukku Kamu Mati” dan “Womens’s Always Right”. Dua lagu tersebut masih bernuansa pop, namun single kedua yang berjudul “Womens’s Always Right” tercatat lebih up beat daripada single pertama mereka “Untukku Kamu Mati” dan single ketiga “Pastikan Dia Untukku” agak – agak mirip dengan single pertama mereka yang lebih easy listening.

Single ketiga ‘Pagi Nyanyi’ berjudul “Pastikan Dia Untukku” ini mengangkat tema cinta yang sederhana, yang bercerita tentang bagaimana orang yang sedang jatuh cinta dengan rasa sedih dan gembira yang bercampur aduk. Melalui single “Pastikan Dia Untukku” ini, ‘Pagi Nyanyi’ berharap dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh pecinta musik  dimanapun berada dan turut mewarnai dunia musik Indonesia.

Single ‘Pagi Nyanyi’ – Pastikan Dia Untuku” sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform kesayangan teman – teman pecinta musik nasional ya.

Continue Reading

iMusic

Ras Gito sebarkan “Hal Baik” di debut karirnya

Published

on

iMusic.id – Bulan ini industri musik Indonesia kembali diwarnai penyanyi pendatang baru, ialah Ras Gito yang akan baru saja merilis single pertamanya berjudul “Hal Baik”. Menyimak lagu debut dari Ras Gito ini mengingatkan kita akan lagu – lagu pop ala Kerispatih namun Ras Gito mempunyai karakter tersendiri yang mampu membuat lagu ini menjadi terasa dalam.

Lagu yang ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo ini mengusung tema melanjutkan hidup, menemukan kedamaian dan sembuh dari luka hati. Menggandeng musisi berbakat tanah air yaitu, Afif Gifano sebagai Music Director yang berperan penuh dalam hal aransemen dan produksi musik, lagu ini siap menggugah hati yang mendengarnya.

“Lagu ini nggak cuma sangat personal bagi saya, tapi saya juga yakin bahwa apa yang akan saya sampaikan di lagu ini bisa relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sudah pernah melalui beratnya masa-masa perjuangan after breakup atau hal-hal menyakitkan lainnya. Saya senang punya kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman saya untuk karya pertama saya ini dan saya tidak sabar membagikan ‘Hal Baik’ kepada dunia”, ujar Ras.

Debut Ras Gito ‘Hal Baik’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik streaming sejak 21 Juni 2024.

Continue Reading

iMusic

Hubungan penuh keraguan Mudhofar di single baru “Jalan Buntu”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis single “Peran Utama”, Mudhofar melanjutkan perjalanannya menuju album perdananya. Setelah sekian lama bermain-main dengan perasaan, akhirnya Mudhofar berhasil jatuh cinta lagi. Tetapi, kisah cinta sang Peran Utama justru harus berakhir di “Jalan Buntu”. Karakter ‘Redflag’ yang ia ciptakan saat ini, membuatnya tidak ingin pusing dengan drama dalam satu hubungan, apalagi drama yang tidak penting.

“Jalan Buntu” merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang hubungan yang selalu penuh keraguan. Pasangannya yang haus akan validasi, membuat Mudhofar lelah dan semakin hilang perasaannya. Menurutnya, hubungan yang dewasa adalah hubungan yang yakin satu sama lain tanpa harus mempertanyakan perasaan sayangnya. Jika terus menerus mempertanyakan hal yang sama, artinya tidak ada rasa yakin dan lebih baik diakhiri.

“Semakin lama semakin jelas, kalo gue gak ngelihat orang ini ada di masa depan gue.”, jelas Mudhofar.

Selain itu, Mudhofar juga merasa jika di hubungannya pada saat itu tidak membuat dirinya berkembang karena pasangannya terlalu menjadi penghambat. Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Tentang Mudhofar

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 6 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 13 lagu di DSP.

Continue Reading