Imusic.id – Penyanyi cilik pendatang baru Aisyah Sabrina merilis single perdananya pada bulan Oktober tahun 2023 bertajuk “Sepatu Baru”.
Sepatu Baru nya Aisyah Sabrina hadir sebagai lagu anak – anak dengan lirik sesuai usia anak – anak yang sudah jarang didengar disemua digital platform dan kanal YouTube.
Faktanya meskipun ada lagu – lagu yang dinyanyikan anak – anak, kerap kali liriknya tak sesuai dengan usia anak-anak hal ini dibenarkan Tia Veres Sebagai pencipta lagu Sepatu Baru yang dinyanyikan Aisyah Sabrina.
“Kalau boleh jujur saat ini jarang lagu anak yang dinyanyikan anak-anak dengan lirik yang sesuai dengan usia mereka. Walaupun ada lagu yang dibawakan anak – anak tapi liriknya gak sesuai dengan usia mereka,’kata Tia Veres saat mendampingi Aisyah Sabrina dalam wawancara ekslusif di Mall Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2023).
“Akhirnya saya berpikir Wah ini ada kesempatan juga nih karena masih jarang lagu-lagu anak yang ada di industri musik Indonesia akhirnya saya coba untuk buat lagu Sepatu Baru yang dibawakan Aisyah Sabrina selain itu juga ini tantangan juga buat saya untuk menciptakan lagu anak – anak.
Lagi Sepatu Baru milik Aisyah Sabrina dengan arasemen musiknya dengan suasana riang, sedangkan liriknya simpel tentang dunia anak-anak yang memang kehidupannya penuh riang dengan hal-hal sederhana.
“Saya terinspirasi dari melihat seorang anak sepatunya sudah rusak dan ingin membelikan sepatu baru dari orang tuanya untuk dipakai pada hari ulang tahunnya. Itu jadi inspirasi lirik-nya.”. ujar Tia Veres.
“Arasemen dan ciptakan lagunya dalam waktu terpisah. Menciptakan lagu-nya memakan waktu satu jam,hanya pakai gitar dan menyusun notasinya. Saya tau nada dia, jadi saya samakan dengan suara sabrina, lagunya riang dan bernyanyi sambil menari. Sedangkan araseman musiknya saya melibatkan waktu untuk menggarap-nya hingga masuk sesi rekaman. Sabrina umurnya 9 tahun. Sabrina rekaman selama dua jam. Saya sudah kasih gaet lagunya dengan suara saya dan dia pelajari, awalnya agak kesulitan, karena lama-lama sering mendengarnya, mudah pas ikut vokal. Pernah rekording, ngeyel-nya mulai keluar, dia coba nyanyi dulu dan operatornya di direct oleh sabrina. Intinya untuk nada sudah mengerti, waktu ada yang salah dia bisa koreksi sendiri”, tutupnya
Aisyah Sabrina Sendiri merasa senang bisa merilis lagu perdananya karena ia memang ingin jadi penyanyi seperti Tia Veres yang notabenenya adalah tantenya Sendiri.
“Aku seneng bisa bernyanyi dan mengeluarkan single aku. Karena Aku suka nyanyi dan aku terinspirasi dari Mami Tia (sebutin untuk Tia Veres) aku bilang ke mami aku mau dibikinin lagu dan aku ingin nyanyi,”tutup Sabrina.
iMusic.id – 9 tahun bukan umur yang singkat untuk sebuah grup musik elektronik yang beranggotakan Reza Oktovian, Eka Gustiwana, dan Roy Leonard ini. Proses pendewasaan terjadi sepanjang perjalanan Weird Genius, mulai dari perubahan personil hingga genre musik yang dianut WG.
Setelah masuknya Roy Leonard di tahun 2023 akhir, Weird Genius merilis Catalyst, sebuah proyek idealis yang akhirnya mengantarkan AMI Award di tahun 2024 lalu untuk WG, melengkapi Lathi yang juga pernah dianugerahi AMI Award di tahun 2020.
Vakum tanpa rilisan original selama 1 tahun (2024)bukan terjadi tanpa perencanaan, Weird Genius memutuskan untuk menempa, mengasah, dan kembali memantapkan jati diri sebagai grup elektronik Indonesia lewat ratusan panggung, puluhan sesi workshop, dan komunikasi intens dengan fans. 2025 menjadi awal baru untuk Weird Genius, warna baru yang kini semakin dewasa. Rilisan pertama tahun ini adalah sebuah single yang berjudul Desire, tanggal 14 Februari 2025.
Hasil kontemplasi selama 1 tahun ini membuat warna musik Weird Genius sedikit bergeser namun tetap mempertahankan elemen pop dalam penulisan lagunya, karena pada dasarnya sejak awal Weird Genius terbentuk tidak pernah memisahkan antara hype dancefloor dan pop easy-listening vibe dalam lagu mereka.
Liriknya bercerita tentang obsesi mendalam seseorang merupakan kisah nyata dari salah satu personil Weird Genius, seperti lagu-lagu WG sebelumnya, interpretasi dibebaskan ke pendengar. Tempo cepat, sentuhan tipis hyper techno dan speed house four on the floor, vocal stutter, dan lead drop mengawang mengajak pendengar untuk tenggelam dalam atmosfer halusinasi, sambil memejamkan mata dan tersenyum.
Bukan aransemen yang kompleks, tapi Weird Genius meyakini itu yang terjadi dalam setiap grup musik yang sudah mengalami pendewasaan, semakin bertambahnya tahun, kesederhanaan menjadi elemen penting dalam lagu mereka.
Lagu “Desire” ini menjadi awal coretan Weird Genius untuk industri musik di tahun 2025 dan akan menyusul beberapa single berikutnya yang kemudian akan menuju sebuah EP yang juga sedang dipersiapkan. Weird Genius meyakini industri musik elektronik Indonesia membutuhkan warna baru, maka lewat lagu ini juga mereka meng- encourage seniman musik elektronik lain untuk tidak takut menentukan arah bermusik mereka, yang mungkin saja berbeda dengan trend yang saat ini sedang berlangsung.
Desire sudah bisa didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform, maupun Social Media Platform.
Weird Genius berterima kasih kepada seluruh media dan radio yang berkenan memasukan rilisan Desire ini ke dalam radarnya. Silakan tag sosial media WG dan ketiga member agar bisa direpost. (FE)
iMusic.id – Ndarboy Genk kembali menghadirkan karya terbarunya melalui single berjudul “Blong” yang telah dirilis di seluruh platform streaming musik. Video musik “Blong” juga telah tayang di channel YouTube resmi Ndarboy Genk. Lagu ini menandai momen nostalgia bagi Ndarboy Genk dengan kolaborasi spesial bersama Hendra Kumbara, yang pernah menjadi gitaris Ndarboy Genk sebelum memulai solo kariernya.
“Blong” adalah lagu yang menceritakan ekspektasi berlebihan terhadap seseorang, namun akhirnya realita tidak sesuai dengan harapan. Kata “Blong” diambil dari istilah sehari-hari yang berarti tertipu atau berharap sesuatu yang tak tercapai. Daru Jaya, pencipta lagu sekaligus sosok di balik Ndarboy Genk, menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat berharap lebih dari seseorang yang ternyata hanya nyaman sebagai teman.
“Lagu ini juga saya ibaratkan seperti fenomena judi online, di mana banyak orang berharap menang besar tapi malah tertipu. Pesannya sederhana: jangan terlalu muluk-muluk dalam berharap,” ujar Daru.
Kolaborasi dengan Hendra Kumbara dalam “Blong” terasa spesial karena menggabungkan dua vokal utama dalam satu lagu. Selain itu, “Blong” juga menampilkan aransemen musik reggae, sebuah genre yang menjadi bagian dari perjalanan awal Daru ketika ia tergabung di band reggae Pingkel Standing di Semarang. Nuansa reggae dalam “Blong” membawa warna baru bagi musik Ndarboy Genk, yang selama ini dikenal dengan sentuhan dangdut khasnya.
Proses kreatif di balik lagu dan video musik
Lirik lagu “Blong” pertama kali dibuat dari bagian reff, sementara bridge-nya terinspirasi dari tren media sosial “ubur-ubur pecel lele”. Ndarboy Genk berharap, selain menjadi lagu hits, “Blong” juga dapat turut mempopulerkan pecel lele Lamongan di seluruh Indonesia dan mendukung para pedagang pecel lele agar semakin berkembang.
Video musik “Blong” disutradarai langsung oleh Daru Jaya dan dibintangi oleh King Abdi, sahabat lama Daru yang kini dikenal sebagai food vlogger, pengusaha kuliner, dan jebolan MasterChef Indonesia Season 10. Syuting video musik ini penuh dengan cerita unik. Salah satu insiden terjadi ketika kameramen utama mengalami ambeien mendadak, sehingga proses syuting sempat tertunda selama empat jam untuk mencari pengganti.
Selain itu, hidangan buatan King Abdi yang awalnya dianggap hanya untuk keperluan akting ternyata benar-benar lezat hingga membuat kru berebut mencicipinya.
“Kolaborasi di lagu ‘Blong’ ini menjadi momen nostalgia yang menyenangkan. Saya bisa bekerja sama kembali dengan teman-teman lama seperti Hendra Kumbara dan King Abdi. Semoga lagu ini membawa energi baru dan terus memberikan karya yang fresh untuk para Koboy, sebutan untuk Konco Ndarboy,” tutup Daru. (FE)
iMusic.id – Lagu “Elegi Esok Pagi” versi terbaru yang dibawakan oleh Ebiet G. Ade bersama putra-putranya, Adera dan Segara, sukses mencuri perhatian para pendengar.
Hanya dalam waktu singkat 3 hari setelah perilisannya, lagu ini berhasil menempati posisi #4 di trending music YouTube, membuktikan bahwa karya legendaris Ebiet G. Ade masih sangat dicintai lintas generasi.
Lagu ini bukan sekadar remake dari versi Ebiet G. Ade sebelumnya, tetapi sebuah persembahan istimewa yang mengusung makna mendalam tentang keluarga dan kerinduan.
Dengan aransemen yang lebih segar namun tetap mempertahankan nuansa emosionalnya, “Elegi Esok Pagi” versi 2025 menghadirkan kolaborasi harmonis antara Ebiet G. Ade, Adera, dan Segara “tiga generasi dalam satu alunan nada”.
Video musiknya juga memperkuat pesan lagu dengan kisah menyentuh tentang sebuah keluarga yang harus berpisah sementara karena tuntutan pekerjaan, tetapi akhirnya bisa kembali bersama. Visual yang hangat dan penuh emosi ini semakin mempererat ikatan para pendengar dengan lagu tersebut.
Terima kasih atas dukungan luar biasa dari para penggemar! Jangan lupa untuk menonton, menikmati, dan membagikan Elegi Esok Pagi kepada keluarga serta teman-teman yang juga merindukan karya-karya Ebiet G. Ade.