Connect with us
Ambyar Superclub Ambyar Superclub

Entertainment

Ambyar Superclub Resmi Dibuka 22 Desember 2024 di Kawasan Senopati.

Published

on

Ambyar Superclub hadir Kawasan Senopati yang dikenal sebagai pusat hiburan eksklusif di Jakarta di  dengan membawa konsep unik yang memadukan nuansa modern dengan budaya lokal, yakni musik dangdut koplo.

Ambyar Superclub  menghadirkan konsep dangdut koplo yang biasa kita kenal di panggung rakyat ke tengah-tengah atmosfer urban dan elegan. Dengan perpaduan tata suara kelas dunia dan lantai dansa yang luas, pengunjung dapat menikmati irama dangdut koplo dengan cara yang lebih modern.

Namun kali ini merupakan langkah berani HW membuka club dengan konsep dangdut dan koplo di kawasan yang identik dengan musik EDM dan suasana eksklusif.

Ambyar Superclub

“Kami ingin menciptakan ruang di mana semua orang, baik pencinta musik modern maupun musik lokal, bisa bersatu dan bersenang-senang,” ujar PR Ambyar Superclub.

Sebelum resmi membuka pintunya, tim dari Ambyar Superclub telah melakukan langkah unik yang mencuri perhatian masyarakat di kawasan Senopati. Sebuah eksperimen sosial dilakukan di trotoar jalan Senopati dengan membawa alat musik sederhana seperti gendang dan mikrofon, serta sebuah papan bertuliskan, “Coba nyanyiin 1 lagu dangdut/koplo favorit lo.”

Hasilnya? Respons masyarakat luar biasa! Antusiasme orang-orang yang biasanya berlalu-lalang di kawasan elit ini menunjukkan bahwa musik dangdut, terutama koplo, memiliki tempat di hati semua kalangan.

Ambyar Superclub

Hal ini membuktikan bahwa ternyata warga senopati juga seneng dangdutan!

Ambyar Superclub, nightclub pertama di Senopati yang mengusung konsep dangdut koplo, telah menyiapkan acara grand opening spektakuler. Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran dua penyanyi dangdut cantik dan berbakat,  VENI NUR dan NABILA GOMEZ,  yang siap memeriahkan malam spesial ini.

Tidak hanya membawa musik dangdut koplo ke level yang lebih modern, tetapi juga menghadirkan pengalaman unik yang identik dengan budaya dangdut, yaitu saweran! Pada grand opening-nya, pengunjung tidak hanya bisa menikmati penampilan Nabila Gomez dan Veni Nur, tetapi juga berpartisipasi dalam tradisi sawer dengan cara yang eksklusif dan mewah.

Ambyar Superclub

Di Ambyar Superclub, tradisi sawer diangkat menjadi bagian dari hiburan yang elegan. Para tamu dapat memilih berbagai item sawer yang tersedia, seperti: bunga bucket hingga jubah emas seharga 25 juta!.

Ambyar Superclub Senopati benar-benar tidak main-main dalam menghadirkan inovasi untuk memanjakan para pecinta hiburan malam. Berbeda dari cabang Ambyar Superclub di kota lain, kali ini mereka menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: model bule sebagai manekin sawer.

Siapkan diri Anda untuk malam yang penuh energi dan kebahagiaan, karena Ambyar Superclub siap mengguncang kawasan Senopati dengan irama dan goyangan dangdut koplo yang tak tertandingi. Dengan grand opening yang spektakuler, Ambyar Superclub akan menjadi pusat hiburan malam yang membawa semangat musik Nusantara ke level yang lebih tinggi.(EH).

Entertainment

Group band Element berduka, Lucky Widja telah berpulang

Published

on

iMusic.id – Kabar Duka datang dari dunia musik tanah air, Lucky Widja salah satu Vokalis Element Meninggal dunia pada Minggu malam (25/1) di Rumah Sakit Halim.

Sahabat yang sekaligus menjadi partner bernyanyinya, Ferdy Tahier mengungkap rasa duka yang mendalam.

“Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggung, lo udah tenang, gak sakit lagi, ga butuh cuci darah lagi, gak perlu oxygen lagi,” tulis Ferdy Tahier dalam postingan di Instagram pribadinya @ferdy_tahier, Minggu (25/1).

“Lo happy sekarang udah muda lagi, tenang di sana ya ki. Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang. Semoga gw bisa ya nyanyi sendiri. Semoga lo husnul khatimah. Sampai ketemu lagi kita ya brader,” lanjut dia.

Rencananya, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Senin 26 Januari 2026 siang.

Lucky Widjatmoko atau Lucky Element adalah aktor, penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Indonesia. Ia merupakan personel dari grup musik Element. Lucky meninggal pada 25 Januari 2026 dalam usia 49 tahun. Selamat Jalan Lucky..

Continue Reading

Entertainment

Basejam luncurkan buku biografi bertajuk “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade”

Published

on

iMusic.id – Band Base Jam berkolaborasi dengan penulis Ramzy Has, meluncurkan buku biografi berjudul “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” pada 15 Januari 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun band ke-32 tahun.

Buku ini ber-isi-kan cerita pasang surut perjalanan band dari awal terbentuk di 1994, hingga mampu terus eksis hingga kini. Base Jam sendiri pada era 90an mengalami masa keemasan dengan melahirkan banyak lagu popular seperti “Bermimpi”, “Jatuh Cinta”, “Takkan Berpaling Cinta”, dan tentu saja lagu evergreen “Bukan Pujangga”.

Di usianya 32 tahun saat ini, Base Jam masih terus eksis dan berkarya dengan formasi terakhir Sita Citrasari (Bass), Sigit Wardana (Vokal), Oni Fathoni (Gitar), Alvin Kurniawan (Vokal), dan Jeane Phialsa (Drum).

Cerita di buku biografi ini tak hanya dari sudut pandang para member saat ini, namun juga dari para personil yang pernah bergabung dan para profesional yang pernah berkolaborasi dengan Base Jam seperti mantan vokalis Adon (mantan vokalis), Anya (mantan pemain keyboard), Indrawati Widjaja (Musica Studios, label rekaman Base Jam di era 90an), hingga Dody Is (pemain bas Kahitna yang pernah menjadi music director beberapa album Base Jam).

Dalam bab-bab awal buku ini misalnya, Anya mengungkapkan bahwa pada awalnya ia menolak ajakan Aris (mantan gitaris) untuk membuat lirik yang Anya tulis di buku catatan pribadinya menjadi sebuah lagu. “Ah, gak mau! Gue gak pede (percaya diri)!“ kenang Anya.

Lirik yang dimaksud adalah kumpulan kata dari lagu “Bermimpi”, lagu yang pada cerita perjalanan Base Jam selanjutnya, menjadi lagu perdana yang mempopulerkan Base Jam kepada publik Tanah Air.

Sementara Sigit mengenang betapa terkejutnya dia untuk pertama kalinya mendengar lagu “Bermimpi” yang menjadi single pertama band, diputar di radio. Saat itu ia masih setengah tertidur, dan samar-samar mendengar lagu ini di radio yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.

Sementara dalam bab “Base “Bukan Pujangga” Jam”, para personil saat itu, hingga Dody Is, saling melengkapi cerita tentang proses pembuatan lagu “Bukan Pujangga” yang ternyata diciptakan dalam keadaan kepepet, dan aransemen lagunya yang mengalami perdebatan.

Sita, pemain bass Base Jam yang setia menggawangi band ini dari lahir hingga kini mengatakan bahwa buku biografi merupakan salah satu bentuk legacy dari Base Jam. “Melihat ke belakang 32 tahun itu tidak sebentar. Banyak sekali cerita yang sudah dilalui dan semoga pembelajaran ini bisa diambil hikmahnya oleh banyak orang, dari berbagai latar belakang. Betapa perjalanan itu ada pasang surut, ada kompromi dan tentu ada keberhasilan”, ujar Sita.

Sementara Ramzy Has selaku penulis mengaku proses penulisan buku cukup menantang karena perlu mendapatkan cerita dengan banyak pihak untuk mendapatkan ragam perspektif sehingga isi buku bisa semakin kaya.

“Menulis buku ini perlu waktu dua tahun!” ungkapnya. Buku “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” sudah beredar dan dapat dibeli dengan mengunjungi link pembelian yang ada pada halaman profil akun Instagram @basejamofficial.

Continue Reading

Entertainment

Ulang Tahun ke-36, Puput Carolina Resmi Jadi DJ Profesional dan Luncurkan Patron Management

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-36, Puput Carolina secara resmi mengumumkan perpindahan profesinya dari seorang chef menjadi DJ profesional. Pengumuman ini dilakukan di Patron, Serpong BSD, bersamaan dengan peresmian Patron Management dan sekolah DJ yang ia dirikan. Puput juga mengajak ikut serta Vicky Prasetyo berbagi 100 paket sembako untuk anak yatim dan warga di hari bahagianya itu.

Puput Carolina mengungkapkan bahwa keputusan besar ini berawal dari kecintaannya terhadap dunia musik sejak kecil. Ia mengaku telah lama terlibat di industri entertainment sebagai model, bintang video klip, dan iklan, namun kemudian lebih fokus pada bisnis kuliner dan dunia KTV selama masa pandemi.

“Dari dulu sebenarnya suka banget sama musik, tapi karena kesibukan di modelling, video klip, iklan, dan saat COVID akhirnya lebih banyak fokus ke bisnis. Anak aku juga belajar DJ, tadinya aku cuma produser, akhirnya aku belajar dan tahu bahwa produser itu harus bisa present lagu sendiri,” ungkap Puput Carolina.

Puput Carolina bercerita bahwa proses belajarnya menjadi DJ berlangsung cukup cepat sejak Juli lalu, karena dorongan hobi dan pergaulannya dengan banyak teman DJ.

“Karena hobi ya jadi jiwanya sudah di sana. Jadi dari kompor beralih ke alat DJ,” tuturnya sambil tersenyum.

Puput mengakui bahwa tantangan terbesar dalam transisi profesinya adalah perubahan image di mata publik.

“Orang dulu kenalnya aku chef, sekarang orang tahunya ‘Oh DJ ya sekarang?’ Belum ada exposure sebagai statement, jadi hari ini aku memberikan statement resmi bahwa aku pindah profesi,” jelasnya.

Pada momen yang sama, Puput juga meresmikan Patron Management serta DJ School yang berlokasi di area café miliknya, Patron.

“Aku launching Patron Management karena sekarang serius di musik bersama partner aku. Kita bikin DJ School private one-on-one. Banyak genre di dunia DJ, dan kita ingin membantu anak-anak menemukan genre favorit mereka,” ujarnya.

Puput mengungkapkan sudah tampil di berbagai venue besar, baik di Indonesia maupun luar negeri.

“Aku pernah main di Ibiza, di Amsterdam bareng Reza Arab and the geng, kemudian festival besar di Indonesia dan beberapa club gede di Jakarta,” katanya.

Saat ini Puput telah merilis lagu pertamanya berjudul “Not Tonight” bergenre techno house, dinyanyikan dengan lirik bahasa Inggris. Ia juga tengah menyiapkan lagu berikutnya yang mengangkat budaya Indonesia dengan judul “Bali” yang mengadopsi unsur musik gamelan.

Menggenapkan perjalanan panjangnya di dunia entertainment, Puput mengaku ingin kembali menyalurkan kerinduan terhadap dunia seni musik.

“Pengen hidup sehat, tetap bahagia, didukung teman-teman, dilancarkan rezeki dan Patron Management berjalan baik, begitu juga hubungan keluarga,” harapnya.

“Sukses itu intinya fokus. Jangan mudah menyerah, gas terus pantang mundur, pelajari kesalahan dan terus maju.

Continue Reading