Connect with us

iLive

Armand Maulana Rilis Single Solo Keempat Bertajuk “Terluka”

Published

on

iMusic – Siapa yang tak kenal nama Armand Maulana ?, Yaps Vokalis dari band Gigi ini baru saja merilis sebuah karya terbaru dari project solo-nya yang bertajuk “Terluka”. Lagu ciptaan David “Noah” ini diaransemen oleh Ari Renaldi (produser Tulus). Dalam single ke-empat ini memperlihatkan sisi mellow dari Armand Maulana yang jarang ia tampilkan.

Lagu “Terluka” ini bertemakan perasaan seseorang yang terluka hasil dari penghianatan yang ia alami, sehingga membuat Armand juga harus merasakan apa yang ada dalam lagu ini. “Gue jujur waktu kemarin take recording lagu ini rasanya susah banget dapet feel nya. Sampai 5 kali keluar masuk studio, kalo kalian dengerin lagu tersebut ya itu hasil terbaik dari 5 kali keluar masuk studio kemarin. Jadi mungkin gue juga harus merasakan apa yang terjadi dalam lagu itu biar dapat feelnya” ujar Armand.

“Sebelum memutuskan merilis lagu ini, saya mendapatkan lagu seperti ‘Hanya Engkau Yang Bisa’, ‘Sebelah Mata’ dan ‘Tunggu Di Sana’, tiga lagu ini menegaskan warna musik dari Arana Project ini. Dan begitu lagu ‘Terluka’ siap dirilis, saya memastikan lagu ini masih memiliki vibe yang sama walau dengan tema dan tempo yang mellow,” tambah Armand

Untuk proses produksi video klip, Armand dan Adhireksa selaku sutradara memilih Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi pengambilan gambar karena ia ingin menampilkan keindahan pantai dan alam yang masih polos serta asri. “Karena lirik nya kan tentang seseorang yang dikhianati oleh kekasihnya, jadi untuk jalan ceritanya sendiri saya memutuskan hanya akan menampilkan seseorang di masa depresi yang kelam. Adapun beberapa adegan sang pria yang diantara ada dan tiada di dalam video ini. Itu pun hanya memperkuat pesan dalam lagu.” tutup Adhireksa.

(Tito/iMusic)

iLive

Setengah kuota tiket dijual di bawah 500 rb, “Panggung Musikal Keluarga Cemara” siap menggeliat

Published

on

iMusic.id – Pementasan perdana Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara” di Ciputra Artpreneur, Jakarta semakin dekat. Untuk itu, Visinema Studios dan www.indonesiakaya.com bersama Teater Musikal Nusantara (TEMAN) mengadakan Jumpa Pers sekaligus Press Preview bersama rekan-rekan media pada 18 Juni 2024 serta Gala Premiere pada 19 Juni 2024 dengan penampilan lengkap bersama kostum meriah dan set panggung spektakuler.

Seluruh cast dan crew beserta tamu undangan sangat antusias menyambut pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara” yang akan berlangsung mulai tanggal 21 Juni hingga 14 Juli 2024 ini. Karena dalam penayangan khusus media pada 18 Juni 2024, terungkap bahwa selain dimeriahkan oleh seniman-seniman yang berdedikasi tinggi di bidang teater musikal, pertunjukan ini juga memiliki beberapa hal yang sangat spesial. Salah satunya suguhan visual panggung yang dinamis, di mana properti-properti yang ada di dalamnya terlihat bergerak menyesuaikan dengan alur cerita. Misalnya pergerakan transisi set rumah dari kota ke desa, hingga pohon Cemara yang bertumbuh di sepanjang pertunjukan.

Selain itu, kostum para pemain juga sangat penuh warna yang cantik berkat wardrobe dari Hagai Pakan dengan didukung make up yang dipersembahkan dari BLP Beauty, kosmetik lokal berkualitas besutan makeup artist terkenal Lizzie Parra. Tentunya ini menjadi bagian yang sangat sayang untuk dilewatkan dari Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara”. Hagai Pakan, penata busana pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 mengungkapkan bahwa ia membuat konsep yang merespon cerita Keluarga Cemara dengan beberapa sentuhan baru yang kekinian dan kontemporer, agar tetap terlihat relevan dengan kondisi saat ini.

“Konsep keseluruhan styling dan penataan busananya aku buat jadi kontemporer. Jadi kalau dilihat kasat mata, untuk kehidupan sehari-hari masih believable tapi tetap sesuai untuk kebutuhan panggung,” ungkap Hagai Pakan.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan hal yang spesial di Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara.

“Panggungnya akan sangat memanjakan mata. Secara universe akan jauh berbeda dari filmnya, penonton akan mendapatkan pengalaman visual yang berbeda. Di mana aku bermain dengan banyak motif banyak warna, banyak unsur kearifan lokal yang selalu aku mainkan, dan ini akan tumpah ruah. Dengan persiapan 3-4 bulan, kami menyiapkan sekitar 400 lebih looks pakaian. Ada yang dibuat dari nol, ada juga yang di-recycle dari thrift untuk memperlihatkan kesan yang sesuai,” tutupnya.

Para cast yang hadir di acara jumpa pers, seperti Simhala Avadana dan Taufan Purbo yang berperan sebagai Abah, Galabby, dan Andrea Miranda sebagai Emak, Amira Karin dan Aisyah Fadhila sebagai Euis, serta Quinn Salman dan Fazka yang memerankan Ara. Nantinya mereka akan terbagi menjadi dua tim, tim pertama yaitu Keluarga Berharga yang akan dibawakan oleh Simhala Avadana sebagai Abah, Galabby sebagai Emak, Aisyah Fadhila sebagai Euis dan Quinn Salman sebagai Ara.

Sementara Tim Keluarga Bahagia akan menampilkan Taufan Purbo sebagai Abah, Andrea Miranda sebagai Emak, Amira Karin sebagai Euis dan Fazka sebagai Ara. Di press preview pada 18 Juni 2024, Tim Keluarga Bahagia berhasil mementaskan Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dengan penampilan yang luar biasa. Mereka pun tak menyangka bahwa apa yang mereka lakukan saat latihan dan saat pementasan terasa sangat berbeda.

“Kami sangat nggak menyangka karena benar-benar terasa magical sekali bisa membawakan pertunjukan ini di depan penonton. Selama ini kami latihan nggak ada yang menonton dan rasanya kami sudah sangat siap. Tapi ternyata ketika bertemu dengan penonton tetap ada rasa deg-degan di atas panggung. Tapi ini jadi candu, dan kami nggak sabar bertemu dengan penonton di sepanjang pertunjukan-pertunjukan berikutnya,” ungkap Taufan Purbo pemeran Abah, mewakili cast lainnya.

Cristian Immanuel, salah satu produser sekaligus Head of Studios Visinema Pictures yang juga hadir di jumpa pers mengungkapkan, “Kami mengajak semua keluarga di Indonesia untuk menjadi yang pertama merasakan pengalaman emosi secara langsung bersama karakter-karakter dalam pertunjukan ini. Karena kami sudah menyiapkan semua dengan cermat, baik dari segi musik, tarian, desain, hingga tata panggung untuk menghadirkan setiap detail yang terbaik dengan lighting yang ciamik. Kami berharap dengan ini, kami bisa menciptakan pengalaman yang sungguh menyentuh dan spektakuler bagi penonton,”, ujarnya.

Melanjutkan pernyataan tersebut, Anggia Kharisma, selaku Produser Eksekutif Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara ikut memberikan pernyataannya. “Bukan hanya bisa terhibur dengan tata panggung dan terkesan dengan serunya lagu-lagunya dihadirkan, kami berharap pertunjukan ini bisa menjadi moment untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Terlebih lagi, momennya pas sekali dengan libur sekolah sehingga bisa menjadi pilihan aktivitas yang dilakukan bersama keluarga. Tiketnya pun dijual di Loket.com yang bisa diakses dengan mudah, dan hampir setengah kapasitas dijual di bawah Rp500,000. Sehingga pertunjukan ini sangat memungkinkan untuk dinikmati oleh berbagai kalangan,” ungkapnya.

Tiket pertunjukan dijual di Loket.com dan hampir setengah kapasitas tiket akan dijual di bawah Rp 500.000, dengan rincian harga sebagai berikut; Weekdays: Bronze Rp 174.900, Silver Rp 299.900, Gold Rp 399.900, Platinum Rp 599.900, VIP Rp 799.900, VVIP Rp 1.299.900. Sementara untuk weekends: Bronze Rp 249.900, Silver Rp 349.900, Gold Rp 499.900, Platinum Rp 799.900, VIP Rp 999.900, VVIP Rp 1.449.900. Harga tersebut diharap dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pementasan ini.

Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara juga menonjolkan pesan #KembalikeKeluarga yang menghangatkan hati dan relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks. Kasih sayang dan kehangatan keluarga ini akan diceritakan penuh tawa, drama dan akan menginspirasi para penonton. Salah satu yang menjadi daya tarik di pertunjukan ini adalah akan menampilkan lagu-lagu karya Ifa Fachir dan Simhala Avadana, yang akan menjadi official song Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara. Dengan kombinasi antara musik, tarian, dan narasi yang menyentuh hati, pementasan ini akan membawa penonton pada sebuah perjalanan emosional yang penuh makna.

Kehangatan keluarga, tawa, dan inspirasi menanti Anda. Saksikanlah Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dan rasakan pesan #KembalikeKeluarga yang akan menyentuh hati penonton. Untuk informasi terbaru mengenai Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara, penonton dapat mengikuti akun media sosial resmi @musikalkeluargacemara.

Jadilah yang pertama merasakan pengalaman panggung spektakuler dan mengangkatkan hati bersama keluarga dan orang-orang tercinta! Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman teater yang memukau ini. Dapatkan tiket Musikal Keluarga Cemara segera di Loket.com sebelum kehabisan!

Continue Reading

iLive

Penggalangan dana untuk anak – anak Palestina lewat “Jazz in Unity” sukses digelar

Published

on

iMusic.id – Konser amal dari musisi Indonesia buat anak – anak terdampak konflik perang di Palestina lancar digelar Jumat 14/6/24 kemarin. Bertempat di sebuah club jazz bernama 1920 lounge di bilangan Kemang, Jakarta, konser yang diberinama “Jazz in Unity” tersebutdigelar sebagai bentuk kepedulian dan gerakan kemanusiaan terhadap penderitaan anak – anak disana.

Senyum dan tawa ceria anak-anak menjadi sebuah anugerah bagi setiap orang yang ada di bumi. Namun tidak bagi anak-anak Palestina yang saat ini paling menderita di tengah konflik yang berlangsung. Tidak ada lagi fungsi musik yang dapat mencerahkan hari anak-anak jika kita tetap membiarkan anak-anak Palestina menjadi korban genosida yang terjadi di sana. Lewat dukungan komunitas dan pegiat musik jazz di Indonesia, kegelisahan tersebut mendorong mereka untuk berbuat hal baik lewat gerakan “Jazz in Unity”.

Sederet musisi seperti Armiya Husein, Bella Fawzi, Chiki Fawzi, Dara Swandana, Dira Sugandi, Eka Annash, Elfa Zulham, Fia, Jamie Aditya, Kevin Yosua, Kojek Rap Betawi dan Sri Hanuraga ikut menunjukan empatinya dengan terlibat sebagai pengisi acara di “Jazz in Unity”. Selain itu juga ada tambahan pembacaan puisi dari Rebecca Kezia dan Yudi Ahmad Tajudin yang diiringi oleh komposisi musik syahdu dan apik bersama Sri Hanuraga, Elfa Zulham, dan Kevin Yosua.

“Jazz in Unity” ini tercetus dari keresahan pribadi saya yang ternyata menjadi keresahan kolektif para pegiat dan penggiat jazz di Indonesia. Bermula dari sebuah story di Instagram untuk mengajak membuat konser amal bagi anak-anak terdampak penindasan di Palestina, secara organik terkumpul lah beberapa musisi, pemilik venue, show director, fotografer, videografer, streaming partner, kru, crowdfunding partner, auditor, dan lembaga kesehatan yang akan menyalurkan donasi,” ungkap penggagas Jazz in Unity, Bagas Indyatmono.

“Kalau musik genre lain mungkin ada lagu tentang Palestina dan perlawanan, tapi kalau musik jazz itu memang lahir dari perbudakan dan perlawanan. Jadi musiknya memang sudah dan harus membuat orang bahagia,” ujar Jamie Aditya sebelum memulai penampilannya di Jazz in Unity.

Ia tampak sangat emosional hingga kerap meneteskan air mata kala bercerita tentang kondisi yang dialami anak-anak Palestina.

“Gerakan dan konser amal ini dipersiapkan hanya dalam waktu 14 hari namun diharapkan dapat memberikan perhatian yang cukup besar terhadap apa yang sedang terjadi di Palestina dan dapat menular kepada komunitas sejenis di daerah atau negara lainnya”, lanjut Bagas,

“Saya merasa terhormat untuk mendukung acara “Jazz in Unity”yang didedikasikan untuk membantu anak-anak Palestina. Seluruh keuntungan kami dari penjualan selama acara akan disumbangkan ke badan amal yang membantu anak-anak Palestina. Kami percaya apa yang kami perbuat ini dapat memberikan dampak positif,” tambah pemilik club jazz 1920, Salil Innab.

Untuk menyalurkan hasil donasi, “Jazz in Unity”juga bekerjasama dengan MER-C Indonesia dan Kitabisa. Gerakan ini juga mengajak Anda semua bisa ikut terlibat dalam donasi di https://Kitabisa.com/jazzinunityforpalestine .

Sampai acara ini usai, terkumpul sekitar Rp 18 juta dari donasi dan hasil penjualan 1920 lounge. Donasi ini masih akan terus dibuka di halaman Kitabisa selama beberapa waktu ke depan.

“Kami salut banget sama aksi nyata teman-teman Jazz in Unity dalam menyuarakan dukungan untuk Palestina. Kitabisa bersama MER-C Indonesia berkomitmen untuk memastikan donasi yang terkumpul pada konser amal ini dapat tersalurkan dan diterima langsung oleh anak-anak Palestina,” pungkas Vikra Ijas, CEO Kitabisa.

Continue Reading

iLive

Setelah merilis single “Perih Jerih”, Masdo siap rilis album dan siap tur di Indonesia lagi

Published

on

iMusic.id –Masdo’, Group band bergenre retro 60an dari Malaysia baru saja menyelesaikan tur di Indonesia. Trio Ali Sariah (vokalis), Putu Ceri (bass) dan Asmawi (gitaris) ini memanfaatkan tur di Indonesia untuk memperkenalkan single terbaru mereka yang berjudul “Perih Jerih”.

Masdo yang populer di awal karirnya lewat lagu “Dinda” ini menggelar tur 4 kota di Indonesia meliputi Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Bali selama 12 hari sejak 31 Mei hingga 10 Juni 2024 lalu. Di tur kali ini Masdo didukung oleh Klook dan juga Enrich Malaysia.

“Bagi kami Indonesia itu sangat istimewa di hati. Karenanya kami senang sekali bisa berkesempatan bertemu dengan pendengar Masdo di Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan terakhir di Bali,” kata tiga personil Masdo dalam siaran pers tertulisnya.

Masdo bercerita tentang perjuangan dan kehilangan di lagu “Perih Jerih” dan lagu ini sepenuhnya diciptakan oleh mereka bertiga bersama dengan Warner Music Malaysia.

“Lagu ini berkisar pada perasaan orang-orang yang telah kehilangan, berbagai pertanyaan yang terkadang tidak dapat diselesaikan dengan alasan yang masuk akal, sekaligus berusaha untuk bangkit dan menjadikan perasaan itu sebagai kekuatan untuk melanjutkan hidup” , kata Putu Ceri.

Single Perih Jerih yang diproduksi dengan nuansa pop alternatif ini membutuhkan waktu dua minggu untuk selesai seluruhnya dan direkam di studio Bijan Fx Productions,

“Kami menjadikan band The Strokes sebagai acuan dan pengaruh dalam produksi lagu kali ini,” tambah Putu Ceri.

Menariknya, pengambilan gambar video musik (MV) “Perih Jerih” yang disutradarai oleh Aqil Muaz dilakukan di sekitar kota London,

“Singkatnya MV ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang harus mengorbankan perasaan dan juga hubungannya demi kebaikan bersama. Dan kenapa dipilih kota London, kebetulan kami diundang untuk tampil di sana, maka kesempatan ini kami manfaatkan dan manfaatkan ruang dan waktu yang ada dengan syuting di sana,” jelas Asmawi.

Pesona Masdo memang besar dan tidak hanya di Malaysia dan Indonesia. Setelah lagu “Pujaanku” bersama Aisyah Aziz rilis tahun lalu  mereka mendapatkan banyak kesempatan untuk tampil di panggung tidak hanya di Malaysia, tapi juga mendapat undangan tampil di luar negeri seperti Jepang dan Inggris. Sedikit bocoran, berikutnya mereka merencanakan untuk mengeluarkan album terbaru.

“Selain single terbaru, saat ini kami berencana untuk mempersiapkan full album bersamaan dengan perayaan ulang tahun kami yang ke 10 tahun depan, sejak tahun 2015. Dan kemungkinan besar juga kami akan mengadakan serangkaian tur konser keliling Malaysia, Indonesia dan Singapura akan memperkenalkan album baru kami di konser 10 tahun Masdo,” ujar Ali Sariah.

“Perih Jerih” sudah bisa didengar di seluruh digital streaming platforms. Sedangkan MV single ini hanya bisa disaksikan secara eksklusif di channel YouTube Masdo .

Continue Reading