iMusic.id – Memasuki bulan April 2025 ini, band asal Lampung, Gracia Says resmi meluncurkan singel debut mereka yang berjudul “Kau Rumahku”. Lagu yang menjadi awal perkenalan Gracia Says ke industri musik nasional ini ditulis oleh Alex Noviyanto di pertengahan bulan Februari 2025.
Walaupun musik yang mereka usung terdengar seperti musik bergenre folk yang dikemas lebih modern dibanding genre musik folk biasanya, namun trio Gracia Says yaitu Alex Noviyanto (drum), Nana Tresno (gitar) dan Ferry Fitra Umarsyah (vocal) lebih suka menyebut aliran musik mereka dengan sebutan Pop saja.
“Genre kita itu sebenernya ya pop, Kenapa kita pilih pop? supaya easy listening dan lebih mudah diterima pendengar musik Indonesia. Lagu “Kau Rumahku” ini agak sedikit terinspirasi dari lagu – lagunya Elevation Worship karena gue sebagai yang menulis lagu ini sering denger itu”, terang Alex, drummer dari Gracia Says.
Mengangkat tema tentang cinta dan kesetiaan, Gracia Says mencoba menggambarkan tema tersebut melalui lirik yang lugas dan penuh makna,
“Pesan dari lirik lagu “Kau Rumahku” ini bercerita tentang kesetiaan yang tak pernah berhenti”, tutur Alex.
Pada Perilisan single “Kau Rumahku” ini, Gracia Says berkolaborasi dengan label Cadaazz Pustaka Musik sebagai partner yang mendistribusikan single tersebut ke berbagai Digital Store Platform sekaligus menaungi band asal Lampung tersebut.
“Kalau gak salah lagu “Kau Rumahku” ini adalah lagu Gracia Says ketiga yang dikirimkan ke saya oleh Nopiliyani alias Lia. Lia ini mantan penyiar / announcer di Star FM Radio Lampung (radio kampus Universitas Bandar Lampung dari tahun 2010 s/d 2011), Rajawali FM Lampung (2011 – 2014), Radio Andalas (awal 2015) dan Radio Star FM Tangerang (2015) serta pernah menjadi Host TVRI DKI Banten (2019) dan host konten Zona Musik (indie), kebetulan Lia memang diminta oleh teman – teman Gracia Says untuk membantu mereka”, ujar Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik.
“Sebelumnya Lia pernah mengirimkan dua demo lagu “Gracia Says” dan pas saya denger lagu ketiga yaitu “Kau Rumahku”, saya langsung suka, lagunya catchy, aransemennya gak terlalu neko – neko, penulisan liriknya simpel tapi indah, saya pikir band ini cukup punya harapan untuk bisa eksis di indutri musik nasional”, jelas Fransiscus Eko lagi.
Menurut Alex, Nana dan Ferry, Lagu “Kau Rumahku” ini memang sengaja di buat simpel tanpa banyak aransemen macam – macam agar pendengarnya bisa cepat menangkap makna yang tergantung di lagu tersebut. Di mixing mastering oleh Jimmy di studio Melody Maker, Gracia Says juga melibatkan Brigita Angeline sebagai vokal latar dilagu ini.
Bersamaan dengan dirilisnya single “Kau Rumahku” ini, Gracia Says juga meluncurkan video musiknya yang dikonsep secara simpel dan sederhana. Memakai Lokasi sebuah rumah tua bernuansa vintage milik teman mereka di daerah Kedaton, video musik yang disutradarai oleh bang Oji ini menggambarkan kebersamaan satu pasangan yang diperankan oleh Kenzo dan Puja dimana digambarkan seorang pria benar – benar pulang ke pasangannya seorang wanita yang juga menjadi rumahnya secara harafiah.
Akhirnya walaupun domisili mereka di Lampung atau tepatnya di kota Bandar lampung, trio Gracia Says berharap bisa terus merilis karya yang bisa di terima oleh masyarakat dan pecinta musik tanah air. Setelah rilis single perdananya ini, Gracia Says berencana akan memperbanyak jam terbang manggung diberbagai acara.
Single “Kau Rumahku” dari Gracia Says sudah bisa di simak audionya di seluruh Digital Store Platform mulsi 7 April 2025 bersamaan dengan video musiknya yang juga sudah bisa di tonton melalui official youtube Cadaazz Pustaka Musik.
iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.
Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.
Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.
Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.
Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.
Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.
“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.
iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.
“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.
Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.
Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).
Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.