Connect with us

iMusic

Band Rock Asal Jakarta, The Otherside Sisipkan Nuansa Jepang Pada Single Kedua, di 58 Concert Room.

Published

on

iMusic –  58 Conecrt Room lagi kedatangan band rocker nih. Yap The Otherside, band rock asal Jakarta. Band ini dikomandani Adhitya Pratama (gitaris) bersama band yang awalnya bernama Adhitya Pratama & The Otherside ini, Adhit mengajak talenta-talenta baru dari beberapa band yang kebetulan diproduseri oleh dia. Adhit, sebagai penggagas band, ingin menyuguhkan musik yang benar-benar berasal dari passion musiknya selama ini. Ia merasa bahwa kalau orang senang dengan musiknya hanyalah bonus, karena saat bermusik ia sudah senang. Wah keren banget ya.

The Otherside yang semuanya mengisi didalam band yang berbeda – beda ini mencoba membuat band dengan warna baru. The Otherside digawangi oleh Cas (Vokalis), Aditya Pratama (Gitaris), Naufal (drummer), Achmad ‘Ais’ Haris (bassis), Filipus Jonatan (saksofonis), serta Jones Roma Teppy (gitaris). The Otherside sudah meluncurkan bebebrapa single yaitu “Sebelah Nyawa” dan “Hitori Janai” dibawah naungan label Seven Music dan diciptakan oleh Adhitya Pratama, Gitaris dan Produser The Otherside.

Di lagu kedua The Otherside ini  Hitori Janai  merupakan bahasa Jepang yang berarti kamu tidak sendirian. Adhit ingin menceritakan dalam lagunya tentang semangat atau spirit hidup. “Walaupun hidup itu kadang nggak seindah surga, tapi lo enggak boleh kalah. Karena lo enggak sendirian,” terang Adhit. Ia menciptakan lagu ini terinspirasi oleh pengalaman dan curhat dari orang-orang sekelilingnya. Liriknya pun menunjukkan bahwa untuk tidak menyerah pada masalah yagn datang dalam hidup.

Selain berjudul jepang, pada Bridge lagi juga dimasukkan bahasa Jepang oleh Adit. Hal ini bukan kebetulan, karena Adit dan sang vokalis merupakan penggemar Jepang. Ia dan Cas bukan hanya penggemar musik Jepang saja, tetapi juga arsitek, budaya, sejarah, dan lainnya. “Saya juga dari dulu ingin punya lagu bilingual dua bahasa. Kalau bilingual Inggris kan biasa, nah di sini saya coba ke Jepang. Apalagi sekarang di Indonesia banyak komunitas pecinta Jepang,” kata Adit.

Nah kali ini The Otherside lagi main – main ke 58 Concert Room nih. Yang penasaran dengan penampilan dari The Otherside bisa langsung cek Youtube CKH Entertainment ya. Jangan lupa untuk Like, Comment, Subscribe dan Share ya. (FE)

iMusic

Pagi Nyanyi luncurkan single easy listening berjudul “Pastikan Dia Untukku”

Published

on

iMusic.id – Kota Bandung tidak pernah kekurangan talenta – talenta yang bagus dalam urusan tarik suara, terbukti selalu saja ada pendatang baru yang hadir menunjukan kreatifitasnya lewat perilisan single atau mini album ataupun full album seperti trio vokal ‘Pagi Nyanyi’ yang baru saja merilis single ketiga berjudul “Pastikan Dia Untukku”.

Di produksi oleh trio ‘Pagi Nyanyi’ dan di produseri oleh mereka bersama Erik Suhendri dan Adi Prisada, trio Nonnie, Uchi dan Renjana memperkenalkan single yang nge pop dan easy listening pada aransemen musiknya yang ditangani oleh pencipta dan penulis lagunya langsung yaitu Suci Rahayu Dewi yang dibantu juga oleh Erik Suhendri.

Trio ‘Pagi Nyanyi’ yang terbentuk di tahun 2020 dikarenakan hobi yang sama dalam berolahraga pagi dan bernyanyi ini sebelumnya sudah merilis dua single yaitu : “Untukku Kamu Mati” dan “Womens’s Always Right”. Dua lagu tersebut masih bernuansa pop, namun single kedua yang berjudul “Womens’s Always Right” tercatat lebih up beat daripada single pertama mereka “Untukku Kamu Mati” dan single ketiga “Pastikan Dia Untukku” agak – agak mirip dengan single pertama mereka yang lebih easy listening.

Single ketiga ‘Pagi Nyanyi’ berjudul “Pastikan Dia Untukku” ini mengangkat tema cinta yang sederhana, yang bercerita tentang bagaimana orang yang sedang jatuh cinta dengan rasa sedih dan gembira yang bercampur aduk. Melalui single “Pastikan Dia Untukku” ini, ‘Pagi Nyanyi’ berharap dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh pecinta musik  dimanapun berada dan turut mewarnai dunia musik Indonesia.

Single ‘Pagi Nyanyi’ – Pastikan Dia Untuku” sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform kesayangan teman – teman pecinta musik nasional ya.

Continue Reading

iMusic

Ras Gito sebarkan “Hal Baik” di debut karirnya

Published

on

iMusic.id – Bulan ini industri musik Indonesia kembali diwarnai penyanyi pendatang baru, ialah Ras Gito yang akan baru saja merilis single pertamanya berjudul “Hal Baik”. Menyimak lagu debut dari Ras Gito ini mengingatkan kita akan lagu – lagu pop ala Kerispatih namun Ras Gito mempunyai karakter tersendiri yang mampu membuat lagu ini menjadi terasa dalam.

Lagu yang ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo ini mengusung tema melanjutkan hidup, menemukan kedamaian dan sembuh dari luka hati. Menggandeng musisi berbakat tanah air yaitu, Afif Gifano sebagai Music Director yang berperan penuh dalam hal aransemen dan produksi musik, lagu ini siap menggugah hati yang mendengarnya.

“Lagu ini nggak cuma sangat personal bagi saya, tapi saya juga yakin bahwa apa yang akan saya sampaikan di lagu ini bisa relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sudah pernah melalui beratnya masa-masa perjuangan after breakup atau hal-hal menyakitkan lainnya. Saya senang punya kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman saya untuk karya pertama saya ini dan saya tidak sabar membagikan ‘Hal Baik’ kepada dunia”, ujar Ras.

Debut Ras Gito ‘Hal Baik’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik streaming sejak 21 Juni 2024.

Continue Reading

iMusic

Hubungan penuh keraguan Mudhofar di single baru “Jalan Buntu”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis single “Peran Utama”, Mudhofar melanjutkan perjalanannya menuju album perdananya. Setelah sekian lama bermain-main dengan perasaan, akhirnya Mudhofar berhasil jatuh cinta lagi. Tetapi, kisah cinta sang Peran Utama justru harus berakhir di “Jalan Buntu”. Karakter ‘Redflag’ yang ia ciptakan saat ini, membuatnya tidak ingin pusing dengan drama dalam satu hubungan, apalagi drama yang tidak penting.

“Jalan Buntu” merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang hubungan yang selalu penuh keraguan. Pasangannya yang haus akan validasi, membuat Mudhofar lelah dan semakin hilang perasaannya. Menurutnya, hubungan yang dewasa adalah hubungan yang yakin satu sama lain tanpa harus mempertanyakan perasaan sayangnya. Jika terus menerus mempertanyakan hal yang sama, artinya tidak ada rasa yakin dan lebih baik diakhiri.

“Semakin lama semakin jelas, kalo gue gak ngelihat orang ini ada di masa depan gue.”, jelas Mudhofar.

Selain itu, Mudhofar juga merasa jika di hubungannya pada saat itu tidak membuat dirinya berkembang karena pasangannya terlalu menjadi penghambat. Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Tentang Mudhofar

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 6 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 13 lagu di DSP.

Continue Reading