Connect with us

Entertainment

Basejam luncurkan buku biografi bertajuk “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade”

Published

on

iMusic.id – Band Base Jam berkolaborasi dengan penulis Ramzy Has, meluncurkan buku biografi berjudul “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” pada 15 Januari 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun band ke-32 tahun.

Buku ini ber-isi-kan cerita pasang surut perjalanan band dari awal terbentuk di 1994, hingga mampu terus eksis hingga kini. Base Jam sendiri pada era 90an mengalami masa keemasan dengan melahirkan banyak lagu popular seperti “Bermimpi”, “Jatuh Cinta”, “Takkan Berpaling Cinta”, dan tentu saja lagu evergreen “Bukan Pujangga”.

Di usianya 32 tahun saat ini, Base Jam masih terus eksis dan berkarya dengan formasi terakhir Sita Citrasari (Bass), Sigit Wardana (Vokal), Oni Fathoni (Gitar), Alvin Kurniawan (Vokal), dan Jeane Phialsa (Drum).

Cerita di buku biografi ini tak hanya dari sudut pandang para member saat ini, namun juga dari para personil yang pernah bergabung dan para profesional yang pernah berkolaborasi dengan Base Jam seperti mantan vokalis Adon (mantan vokalis), Anya (mantan pemain keyboard), Indrawati Widjaja (Musica Studios, label rekaman Base Jam di era 90an), hingga Dody Is (pemain bas Kahitna yang pernah menjadi music director beberapa album Base Jam).

Dalam bab-bab awal buku ini misalnya, Anya mengungkapkan bahwa pada awalnya ia menolak ajakan Aris (mantan gitaris) untuk membuat lirik yang Anya tulis di buku catatan pribadinya menjadi sebuah lagu. “Ah, gak mau! Gue gak pede (percaya diri)!“ kenang Anya.

Lirik yang dimaksud adalah kumpulan kata dari lagu “Bermimpi”, lagu yang pada cerita perjalanan Base Jam selanjutnya, menjadi lagu perdana yang mempopulerkan Base Jam kepada publik Tanah Air.

Sementara Sigit mengenang betapa terkejutnya dia untuk pertama kalinya mendengar lagu “Bermimpi” yang menjadi single pertama band, diputar di radio. Saat itu ia masih setengah tertidur, dan samar-samar mendengar lagu ini di radio yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.

Sementara dalam bab “Base “Bukan Pujangga” Jam”, para personil saat itu, hingga Dody Is, saling melengkapi cerita tentang proses pembuatan lagu “Bukan Pujangga” yang ternyata diciptakan dalam keadaan kepepet, dan aransemen lagunya yang mengalami perdebatan.

Sita, pemain bass Base Jam yang setia menggawangi band ini dari lahir hingga kini mengatakan bahwa buku biografi merupakan salah satu bentuk legacy dari Base Jam. “Melihat ke belakang 32 tahun itu tidak sebentar. Banyak sekali cerita yang sudah dilalui dan semoga pembelajaran ini bisa diambil hikmahnya oleh banyak orang, dari berbagai latar belakang. Betapa perjalanan itu ada pasang surut, ada kompromi dan tentu ada keberhasilan”, ujar Sita.

Sementara Ramzy Has selaku penulis mengaku proses penulisan buku cukup menantang karena perlu mendapatkan cerita dengan banyak pihak untuk mendapatkan ragam perspektif sehingga isi buku bisa semakin kaya.

“Menulis buku ini perlu waktu dua tahun!” ungkapnya. Buku “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” sudah beredar dan dapat dibeli dengan mengunjungi link pembelian yang ada pada halaman profil akun Instagram @basejamofficial.

Entertainment

Tayang 16 April, Marcell Darwin harus jawab tantangan ber-akting

Published

on

iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026,  film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan  masyarakat pada umumnya.

Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael  ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.

Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.

Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.

“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.

“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.

“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.

Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.

Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.

Continue Reading

Entertainment

Agnes Mo makin sibuk hadiri iHeart Radio Music Awards di sela proyek Seriesnya.

Published

on

iMusic.id – Penyanyi internasional Agnez Mo kembali mencuri perhatian publik global usai menghadiri ajang musik bergengsi iHeartRadio Music Awards 2026. Kehadirannya di karpet merah hingga momen interaksi dengan sejumlah musisi dunia langsung menjadi sorotan media internasional dan penggemar di berbagai negara.

Dalam penampilannya, Agnez Mo tampil elegan dengan gaya yang memadukan sentuhan edgy dan glamor khas dirinya. Aura bintang kelas dunia yang ia pancarkan membuat namanya ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan masuk dalam daftar trending di beberapa platform digital.

Sebelum menghadiri iHeartRadio 2026, Agnez Mo sempat membuat heboh penggemarnya dengan unggahan di media sosial. Ia membagikan beberapa foto saat berada di studio rekaman di Amerika Serikat. Dalam unggahan tersebut, Agnez terlihat serius menjalani proses produksi musik yang diduga berkaitan dengan proyek besar.

Menariknya, banyak spekulasi bermunculan bahwa aktivitas rekaman tersebut berkaitan dengan proyek serial populer Reacher Season 4. Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor ini semakin kuat setelah beberapa sumber industri menyebut Agnez Mo terlibat dalam pengisian soundtrack atau proyek khusus untuk serial tersebut.

Kehadiran Agnez Mo di iHeartRadio bukan sekadar tampil sebagai tamu, tetapi juga menjadi simbol eksistensinya sebagai salah satu musisi Asia yang sukses menembus pasar global. Sejak beberapa tahun terakhir, ia terus aktif merilis karya internasional dan berkolaborasi dengan musisi dunia.

Langkahnya yang konsisten membangun karier di Amerika Serikat kini mulai membuahkan hasil nyata. Dari panggung musik, studio rekaman, hingga kemungkinan keterlibatan dalam serial global seperti Reacher, Agnez Mo menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya penyanyi, tetapi juga entertainer kelas dunia.

Di tengah kesibukannya di luar negeri, dukungan dari penggemar Indonesia tetap mengalir deras. Tagar terkait Agnez Mo dan penampilannya di iHeartRadio 2026 ramai digunakan oleh netizen Tanah Air sebagai bentuk kebanggaan terhadap pencapaiannya.

Banyak yang menilai momen ini menjadi bukti bahwa musisi Indonesia mampu bersaing di industri hiburan internasional. Agnez Mo pun kembali membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian menembus batas adalah kunci untuk meraih panggung dunia.

Continue Reading

Entertainment

Yayasan Permata Sanny Peduli bersama YPJI gelar aksi sosial jurnalis

Published

on

By

iMusic.id – Yayasan Permata Sanny Peduli bersama Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) kembali menggelar aksi sosial dengan menyalurkan 100 paket sembako Lebaran kepada para jurnalis di Jakarta menjelang Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan kedua lembaga tersebut, sekaligus wujud kepedulian terhadap para wartawan yang terus menjalankan tugas di lapangan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui YPJI untuk kemudian didistribusikan kepada para jurnalis penerima manfaat.

Pendiri Yayasan Permata Sanny Peduli, Permata Warokka, mengaku bersyukur kegiatan berbagi ini kembali terlaksana tahun ini.

“Kami sangat bahagia bisa kembali menyalurkan 100 paket sembako Lebaran bagi para jurnalis di Jakarta melalui YPJI. Ini memang sudah menjadi agenda rutin kami setiap tahun,” ujar Permata.

Ia juga menekankan bahwa momentum Ramadan harus dimaknai sebagai waktu untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan, khususnya di kalangan insan pers.

“Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbagi dan peduli. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, terutama di lingkungan jurnalis yang memiliki peran penting bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum YPJI, Andi Arif, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata solidaritas antar sesama.

“Alhamdulillah, tahun ini YPJI dengan dukungan Permata Sanny Peduli kembali bisa berbagi dengan rekan-rekan jurnalis. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kepedulian dan solidaritas kami terhadap sesama, khususnya di bulan penuh berkah ini,” ungkapnya.

Senada, Sekretaris Umum YPJI, Indrawan Ibonk, mengatakan antusiasme para wartawan terlihat tinggi saat pembagian paket Lebaran berlangsung. “Para wartawan sangat antusias menghadiri kegiatan ini. Kami berharap agenda seperti ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Permata Sanny Peduli dan YPJI tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di kalangan jurnalis, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Di samping itu, yang juga perlu diketahui, bahwa di penghujung Ramadan ini Permata Sanny Peduli melalui Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia juga telah mendistribusikan sekitar 700 paket donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan ini difokuskan pada kelompok masyarakat rentan dan keluarga prasejahtera yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.

“Ramadan adalah momen pengingat bagi kita semua untuk melihat ke sekeliling dan mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan,” sebut Permata.

“Kami berharap 700 paket bantuan ini dapat membawa kebahagiaan, memenuhi kebutuhan nutrisi saat berbuka maupun sahur, serta sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang,” pungkas Permata.

Continue Reading