Berjuang melawan depresi, “Geofanny Tambunan” bangkit dengan membuat karya.

Berjuang melawan depresi, “Geofanny Tambunan” bangkit dengan membuat karya.

iMusic – Geofanny Tambunan adalah seorang mantan penyanyi cilik yang dikenal saat berduet dengan Saskia, dan membawakan lagu-lagu ciptaan Titiek Puspa seperti Menabung, Aku Suka Musik, Marilah Kemari, dan Apanya Dong.

Setelah vakum 18 tahun untuk fokus di dunia pendidikan hingga sempat bersekolah di New York, kini Geofanny Tambunan kembali ke dunia menyanyi, dan membuat sebuah EP yang dirilis pada 29 Oktober 2021. Album mini ini hadir karena Geofanny Tambunan sempat mengalami depresi yang berat karena banyak hal yang terjadi dihidupnya. Untuk merasa agar hidupnya lebih bermakna, Geofanny Tambunan kembali membuat karya melewati EP yang diberi judul Tingki.

Tingki [baca: ti-kki] diambil dari bahasa batak yang artinya waktu. Dalam EP ini Geofanny Tambunan ingin berbagi cerita jalur waktu yang terinspirasi dari ilmu Matematika tentang urutan angka. Dalam Matematika kita tahu bahwa ada urutan 1, 2, 3, 4… dan seterusnya hingga tak terhingga, namun jarak antara 1 dan 2 pun memiliki angka yang tak terhingga seperti 1,1, 1,2, 1,3, 1,4… dan seterusnya.

Hal ini dapat diartikan bahwa setiap pergantian angka yang terjadi terdapat pergantian angka-angka di dalamnya yang tak terhingga pula. Begitu juga dengan jalur waktu, setiap fase didalamnya memiliki fase yang juga tidak terhingga. Yang membedakan hanyalah bagaimana sudut pandang setiap individu terhadap waktu yang dijalani.

EP ini ber-genre Pop dan terdapat 4 lagu dalam EP ini yaitu, JARAK, PELUK, MENUNGGU KEAJAIBAN dan PODA. Dalam EP ini Geofanny Tambunan bekerja sama dengan musisi-musisi ternama seperti Pongki Barata, Dewi “Dee” Lestari, Tagor Tampubolon, Yessi Kristianto, Amal Bhaskara, Natasha Chairani, Ronald Silitonga & Chicha Adzhari, serta dukungan dari Rio Exo, Aditya Narendra, & Dimas Pradipta.

Dalam EP ini terdapat 3 lagu recycle (“Peluk, Menunggu Keajaiban & Poda”) + 1 lagu baru (“Jarak”) mengenai fase-fase tentang relasi kepada orang-orang yang Geofanny Tambunan cintai, baik itu kekasih ataupun orang tua. Dua relasi ini merupakan relasi yang hampir semua orang pernah merasakannya, yang pastinya berkesan untuk setiap jalur waktu kehidupan masing-masing individu. Geofanny Tambunan berharap EP ini bisa menjadi media curahan hati untuk para penikmat musik yang pernah merasakan hal yang sama seperti Geofanny Tambunan. (FE)


Related Articles

“Menua Bersamamu” single terbaru dari “Tepibayu”, bercerita tentang kesetiaan seseorang terhadap pasangannya.

iMusic – Penyanyi dan pencipta lagu Tepibayu asal Purworejo merilis single ke enam berjudul “Menua Bersamamu”. Dirilis di platform-platform musik

“Ihsan” Kembali Ke Tempat Lama Dengan Rasa Yang Baru, Sebuah Lagu Untuk Mantan.

iMusic – Single terbaru dari IHSAN TARORE mungkin akan banyak menimbulkan banyak penafsiran bagi siapapun yang mengetahuinya terutama bagi Ihsanism

Mari Berdonasi Untuk Kesembuhan Yockie Suryo Prayogo

Kabar mengejutkan datang dari musisi Legendaris, Yockie Suryo Prayogo dikabarkan kritis, Musisi kenamaan itu mengalami pendarahan di pembuluh darah di