Connect with us
blackteeth imusic.id blackteeth imusic.id

iMusic

Blackteeth Rilis Mini Album

Published

on

iMusic – Setelah merilis single dan video “Jari Tengah Di Udara” pada bulan Maret lalu, akhirnya tiba saat yang ditunggu oleh penggemar musik nusantara. Mini album BLACKTEETH telah dirilis dan dapat dinikmati di berbagai layanan musik digital dan kaset mulai 21 April 2018 mendatang.

“Album ini kami rilis dalam format kaset. Bagi kami ada proses yang menarik ketika kita ingin mendengarkan lagu dalam kaset. Butuh dukungan dan moment khusus untuk mendengarkannya. Sekaligus kami ingin membudayakan kembali pendengar musik untuk membeli rilisan yang asli. Oleh karena itu kami merilis album ini berbarengan dengan perayakan hari Record Store Day pada 21 April mendatang, dimana album ini bisa didapat secara langsung di Record Store Day Indonesia”, jelas Satriyo vokalis dan gitaris Blackteeth.

Mengusung tajuk “Halilintar” sebagai judul EP-nya, Blackteeth berharap mini album yang didalamnya terdapat 5 lagu ini (3 lagu baru, 2 lagu daur ulang lagu lama) dapat menyambar telinga pendengar musik Indonesia. “Nama Halilintar diambil dari salah satu lagu di EP ini. Jadi kami sepakat nama ini terdengar galak, menyengat dan sangat berbahaya.” Jelas Jerry bassis Blackteeth.

Hal menarik lainnya adalah terlibatnya Rahmad Sumantri vokalis dari band taRRkam sebagai artwork designer mini album Blackteeth ini. Pria yang kerap disapa Ape ini mengundang ketertarikan Satriyo untuk mengajaknya berkolaborasi. “Gue suka sama Ape sebagai musisi dan visual artist. Setelah berdiskusi dan mendengarkan lagu-lagu yang ada, gue melihat Ape mempunyai visi terhadap artwork akan EP ini” ujar Satrio.

Dalam penggarapan EP yang bertajuk Halilintar ini, Blackteeth juga dibantu oleh beberapa nama seperti I Gusti Vikranta dan Indra Qadarsih dalam mixing dan mastering. “Kami ingin mencoba untuk bereksplorasi mengawinkan visi dari Viki dan Mas Indra. Hasilnya pasti akan sangat keren.” Tutup Arya Novanda gitaris Blackteeth.

 

 

 

(Tito/iMusic)

iMusic

Oleg Sancabakhtiar Ungkap Motivasi dan Perjalanan Indonesian Music Video Award (IMVA) sebagai IP Festival Nasional

Published

on

By

Oleg Sancabakhtiar Pendiri sekaligus Creative Director Indonesian Music Video Award (IMVA), memaparkan latar belakang serta perjalanan pengembangan IMVA sebagai sebuah Intellectual Property (IP) festival musik–video nasional yang berfokus pada kualitas artistik, inovasi, dan profesionalisme industri kreatif di Indonesia.

IMVA hadir dengan tujuan utama untuk memberikan ruang apresiasi yang lebih luas terhadap karya video musik, sekaligus memperkuat posisi profesi di balik layer seperti sutradara, sinematografer, editor, hingga kreator independent sebagai bagian penting dalam ekosistem industri musik.

Mengangkat Video Musik sebagai Profesi Profesional

Menurut Oleg Sancabakhtiar, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi siapa saja untuk memproduksi video, termasuk video musik. Namun, di sisi lain, belum banyak platform yang secara khusus memberikan pengakuan terhadap kualitas, standar, dan nilai profesional dari karya tersebut.

“IMVA dibangun untuk menegaskan bahwa video musik bukan sekadar pelengkap lagu, tetapi sebuah karya kreatif yang memiliki standar artistik, teknis, dan nilai industri yang tinggi,” ujar Oleg Sancabakhtiar saat di temui di CC Café Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Perjalanan Pengembangan IMVA

Gagasan IMVA telah dirintis sejak tahun 2013, seiring dengan tumbuhnya komunitas kreator video di Indonesia. Pada periode 2013–2019, fokus utama berada pada riset, pemetaan ekosistem, serta pengembangan konsep kurasi dan penilaian berbasis standar profesional.

Memasuki tahun 2020, Oleg mulai mengembangkan IMVA secara lebih serius sebagai sebuah IP mandiri, termasuk menyusun sistem kompetisi, kategori penghargaan, serta mekanisme penjurian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri.

IMVA kemudian resmi terdaftar secara legal pada tahun 2022, menandai langkah penting dalam memperkuat kredibilitasnya sebagai festival nasional yang memiliki dasar hukum dan struktur organisasi yang jelas.

Platform Terbuka untuk Berbagai Kalangan

IMVA membuka partisipasi secara luas bagi berbagai kalangan, mulai dari:

•             Profesional industri musik dan label

•             Sutradara dan rumah produksi

•             Kreator independen

•             Pelajar dan talenta muda di bidang audio visual

Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi musik, kreator visual, serta tokoh dari berbagai bidang terkait.Komitmen terhadap Standar Internasional

Continue Reading

iMusic

Alala Zahra luncurkan single anyar “Ibunda Tersayang”

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan momen penuh makna Hari Kartini, penyanyi muda berbakat Alala Zahra resmi merilis single perdananya yang berjudul “Bundaku Tersayang”, sebuah karya musik pop akustik yang hangat, emosional, dan menyentuh hati. Mengusung genre Pop Akustik, lagu ini menghadirkan nuansa yang intim dan autentik.

melalui penggunaan instrumen musik akustik seperti gitar akustik, perkusi, violin, viola, cello, hingga contra bass. Aransemen yang sederhana namun kuat menghadirkan “feel” yang khas dan berkarakter, menjadikan lagu Alala Zahra ini mudah diterima oleh berbagai kalangan terutama mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan sosok ibu.

“Bundaku Tersayang” mengisahkan tentang bakti dan cinta seorang anak kepada ibunya, yang ingin terus membahagiakan dan membalas kasih sayang tanpa batas sepanjang

hidupnya. Lagu Alala Zahra ini menjadi refleksi perasaan universal yang bisa dirasakan oleh siapa saja baik sebagai anak maupun sebagai sosok ibu.

Dengan lirik yang tulus dan aransemen yang menyentuh, lagu yang dinyanyikan Alala Zahra ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi penyemangat spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Single ini diproduksi secara serius dengan melibatkan nama-nama berpengalaman di industri

Musik : Executive Producer: Okii Syarif & Icha Anwar (Chakiiyama Production), Music Producer & Songwriter: Edward Faisal, Mixing & Mastering: Reggie Chasmala.

Dirilis di bawah naungan indie label Chakiiyama Production, karya ini menjadi langkah awal yang kuat bagi perjalanan musikal Alala Zahra.

Melalui perilisan single ini, Alala Zahra berharap lagu “Bundaku Tersayang” dapat Menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai orang tua, Menjadi sumber energi positif dan semangat dalam menjalani kehidupan dan Mengingatkan kembali akan pentingnya peran ibu dalam kehidupan setiap individu

“Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ungkap Alala.

Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan pesan yang kuat, “Bundaku Tersayang” bukan sekadar lagu debut melainkan sebuah karya yang berpotensi menjadi anthem cinta untuk ibu bagi banyak orang. Single ini kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform, dan video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Alala Zahra.

Continue Reading

iMusic

Unit symphonic metal asal Bogor, Criatura, luncurkan album dan single baru

Published

on

iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.

Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.

“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”

Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.

Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.

Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.

“Born in silence. Crowned in victory.”

Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.

Continue Reading