Connect with us

iMusic

Boys Group Asal Bandung, “TGX” Dengan Debut Single Perdana “Parasite”.

Published

on

iMusic – Boys group terbaru, TXG telah merilis single pertama berjudul “Parasite“. TGX merupakan boys group yang ada dibawah naungan Strawberry Entertainment yaitu sering disebut STB Management, Label baru dari Bandung.

TGX dengan debut single “Parasite” siap meramaikan blantika musik Indonesia dengan menawarkan warna baru yang unik. Terdiri dari lima member yaitu Stefanus, Deris, Calvin, Sookyo, dan Billie akan membawa hal baru yang energik dan elegan.

“Parasite,” adalah single perdana dari TGX memiliki cerita tentang pasangan yang mengkhianati cinta kepadanya. Diceritakan bahwa tokoh utama pada lagu tersebut ingin mengakhiri hubungan cintanya dan segera move on.

Berusaha melupakan kekesalan dan sakit hati yang selama ini terus membuat hidupnya merasa dibodohi. Sebutan “parasite” tersebut ditujukan kepada pasangannya. Single ini merupakan pintu gerbang TGX untuk menjadi idola di industri hiburan tanah air.

Nama TGX dan groupnya sendiri dibentuk langsung oleh Strawberry Entertainment. TGX yang mempunyai nama panjang “The Galaxy” dengan arti kata lain (kumpulan para bintang- bintang). Mereka itu mempunyai cita-cita yang tinggi sesuai dengan arti namanya.

Mereka sebagai Boys Group ingin supaya karier mereka, baik secara pribadi maupun group selalu bersinar layaknya seperti galaxy di langit sana, ujar mereka. Dengan personal branding mereka masing-masing, berharap bisa menjadi Icon dan memberikan dampak positif kepada anak muda jaman millennials ini supaya mereka dijadikan inspirasi di dunia entertain dan industri kreatif baik dalam hal musik, perfilman maupun pendidikan.

TGX berawal dari pertemanan mereka yang cukup kuat. Mereka sering berlatih di Studio Dance Strawberry Entertainment Bandung dan satu sama lain sudah lama saling mengenal, seperti sering bermain dan nongkrong bersama.

Lagu “Parasite” sendiri diciptakan oleh Gala Piola, Agung Santika & part lirik rap yang dibuat langsung oleh Billie Max salah satu dari member TGX sendiri. Gala menjelaskan bahwa lagu ini cocok dan sangat mewakili karakter kuat dari kelima personil TGX. “Parasite”, mengusung aliran pop yang dicampur adukan dengan hip-hop & trap dengan memadukan suara merdu para personilnya dan suara garangnya rapper yang menjadi bumbu serta rasa yang berbeda dari lagu-lagu boys group Indonesia pada umumnya.

Warna suara dari setiap member pun berbeda sesuai dengan karakternya masing-masing. “Kita berharap lagu ini bisa mewakili hati para netizen dalam kisah-kisah cintanya”, ujar para songwriter.

TGX merupakan boys group asal Bandung yang beranggotakan 5 orang anak muda yang multitalent. Dengan keunggulan masing-masing personil yakni Sookyo yang sudah menjadi dance ‘cover’ sejak kecil hingga menghasilkan banyak prestasi salah satunya mewakili Indonesia ke Korea di ajang kompetisi dance, selain itu dia juga seorang model.

Deris yang mempunyai banyak prestasi, dia yang hobby nyanyi, juga sempat memenangkan ajang Putra Pariwisata Indonesia sekaligus menjadi Delegasi Kemenpora perwakilan Indonesia ke negara-negara Asean & kemarin dia memenangkan Best Delegate Award ASEAN-Korea Summit 2020 di Korea.

Calvin yang saat ini menjadi seorang Atlet PON dan B-Boy, dia sering memenangkan lomba hingga negara tetangga. Stefanus si penyuka bola basket ini sering juga disebut seleb K-Pop Dance Cover, dia yang hobby sekali dance dari kecil, juga selalu memenangkan lomba dance berturut – turut dalam setiap tahunnya. Dan terakhir Billie dia yang hobby membuat lagu, menyanyi, main musik, kini dia juga menjadi seorang profesional model, content creator dan juga aktor.

Untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi bintang di industri hiburan Indonesia, mereka berjanji akan selalu berusaha dan bekerja keras. Jadi, terus dukung TGX, ya! Untuk mengikuti perkembangan dan info terbaru dari TGX silahkan kamu follow sosial media resmi dari TGX ya dan tunggu update an terbarunya dari mereka. (FE)

iMusic

NRTG, band pop punk asal Solo perkenalkan single denut “Kita Lawan Dunia”

Published

on

iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.

NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.

NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.

Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.

Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Continue Reading

iMusic

Culture Wars rilis album dilanjut dengan tur Amerika dan Eropa

Published

on

iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.

Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.

“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.

Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.

Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.

Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.

Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.

Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.

Continue Reading

Entertainment

Tayang 16 April, Marcell Darwin harus jawab tantangan ber-akting

Published

on

iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026,  film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan  masyarakat pada umumnya.

Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael  ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.

Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.

Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.

“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.

“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.

“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.

Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.

Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.

Continue Reading