Connect with us

iMusic

Cerita Tentang Arti Sahabat, “Pinky Awahita” Rilis Single Terbarunya “Air dan Teh”. 

Published

on

iMusic.id – Matanya yang berkerjab-kerjab cepat menandakan pribadinya yang selalu riang gembira. Pinky Awahita, memiliki talenta musik di atas rata-rata anak seusianya, penyanyi muda pendatang baru yang memiliki masa depan gemilang bermasa depan gemilang. Pinky Awahita masih berusia 12 tahun, namun sudah memiliki beberapa single yang sangat ear catchy.

Sebelumnya Pinky membuka awal tahun tepatnya di 5 Januari 2024 ini, Pinky baru saja merilis single berjudul ‘Air dan Teh’ karya dari Asha Composer yang menampilkan juga Budapest Scoring Orchestra sebagai musik pengiring. “Lagunya keren deh,” ungkap Pinky dengan mata berbinar.

Pinky melanjutkan bahwa lagu ini menceritakan tentang persahabatan yang harus seperti air dan teh, tidak bisa terpisah. “Kalaupun ada masalah, harus bisa dipecahkan secara bersama-sama,” kata Pinky mencoba bijak. Memperkenalkan lagunya tersebut, Arsha Composer juga sudah membuatkan video lyric yang bisa dinikmati di kanal YouTube nya. Single ‘Air dan Teh’ ini juga menjadi karya terbaiknya yang ke 50 dari Arsha Composer.

Lagu ‘Air dan Teh’ ini juga sebetulnya menjadi single kedua Pinky secara solo, setelah sebelumnya hadir lewat single pertama berjudul ‘Corat Coret Lukisan’ dan single duet bersama Naufal Fawwaz yang berjudul ‘Senandung Kebajikan‘.

Pinky mengaku merasa sangat senang dapat menyanyikan lagu-lagu karya Arsha. “Karena lirik lagunya pas banget dengan usia aku dan musiknya bagus,” ujar penyuka musik Jazz, RnB dan Melayu ini.

Seperti yang dikutip dari komentar Arsha, sang komposer yang mengakui bahwa dirinya jatuh hati pada Pinky karena beberapa faktor. “Suara Pinky sungguh menyentuh hati. Dia selalu menyanyi dengan tulus, tanpa beban, baik di acara besar maupun kecil. Dia tidak pernah terlihat grogi di atas panggung,” puji komposer yang bernama lengkap Mohammad Arsha tersebut.

Tak heran bila beberapa bulan lalu, saat Arsha Composer mengadakan Konser Bimba di Usmar Ismail Hall, Kuningan Jakarta yang melibatkan penyanyi senior seperti Joy Tobing, Lucky Octavian, Tia AFI, Putri Ayu, Ihsan Taroreh, Gabriel Harvianto, dan lainnya, Pinky Awahita turut dilibatkan.

Seperti biasa, dirinya yang ceria dan gampang akrab dengan suasana baru membuatnya tidak merasa grogi tampil bersama para profesional tersebut. “Pinky malah senang bisa menyanyikan dua lagu karya karya kak Arsha,” ungkap Pinky riang.

Ketertarikannya dalam kesenian diawali ketika kecil sangat suka menari tradisional antara lain tari Jaipong, Bali, Betawi dan lain-lain. “Aku belajar dari ibuku yang penari, dan aku sempat  ikut lomba tari juga, dan meraih juara satu,” bangganya.

Tak hanya itu, dirinya juga sangat suka menggambar dan melukis pemandangan. “Kalau sekarang aku sangat suka menggambar anime dan memajangnya di dinding”, tutur murid SMP Al-Fath BSD kelas 7 ini.

Menurut Pinky lagi, setiap kali melukis ia sering bersenandung. Hal inilah yang mengusik sang kakak menyarankan Pinky melebarkan bakat ke dunia nyanyi sekaligus menyarankan ikut lomba menyanyi online. “Suara Pinky bagus dan merdu, vokalnya menenangkan,” demikian kata sang kakak kepada sang Mama, yang kerap disapa Mama Pinky.

Respons Mama Pinky? “Awalnya saya pikir dia hanya mewarisi bakat menari saya, tapi ternyata Pinky juga bisa bernyanyi,” kata sang Mama setengah tidak percaya.

Bermodalkan bakat yang ada dan berlatih sendiri, Pinky juga diikutsertakan dalam beragam lomba menyanyi, “Ada beberapa kali ikut lomba tapi tidak langsung menang, baru ketika ikut  lomba ketiga Pinky berhasil meraih kemenangan!” ungkap bungsu dari 3 bersaudara ini.

Kemenangan tersebut membawa hikmah, tak berselang lama Delon dari Indonesian Idol pun menghubunginya dan mengajak Pinky berlatih vokal bersama. Tawaran menarik ini, tidak serta merta diterima sang Mama karena masih ragu akan bakat Pinky tersebut. Namun untuk persiapan yang lebih baik, Pinky pun dicarikan sekolah vokal di Music School of Indonesia (MSI). Sejak itu Pinky terus berlatih secara online dikarenakan pandemi yang masih melanda.

Lewat pelatihan vokal tersebut, rasa percaya dirinya juga diasah terus, dan baru pada awal Februari 2022, ia mulai berlatih secara offline dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Di tahun 2022 itu pula, Pinky mendapatkan tawaran untuk mengikuti audisi Idola Cilik di RCTI. Ajang pencarian bakat tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari seluruh Indonesia. Hebatnya, walau baru pertama kali ikut, Pinky berhasil lolos audisi dan bisa sampai ke babak 40 besar. Dari ajang tersebut Pinky mendapatkan kesempatan tampil secara live di RCTI dengan juri ternama seperti Aurel, Bam Samson, Budi Doremi, dan Ayu Dewi.

Bermodalkan pengalamannya tersebut, Pinky terus berpartisipasi dalam lomba-lomba lainnya dan salah satunya berhasil masuk ke Grand Final 12 besar Svidol yang diselenggarakan Arsha Composer. Moment ini menjadi awal kerja sama Pinky dengan Arsha Composer sampai saat ini.

Ketekunannya mendalami olah vokal kembali membuahkan hasil, tatkala Pinky masuk dalam nominasi AMI Awards 2023 dalam kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat lagu ‘Corat-Coret Lukisan’. Walau tak mendapat predikat pemuncak, namun hal ini membuktikan jika keberadaan Pinky semakin diperhitungkan.

Tak hanya itu, pada bulan Agustus 2023 tahun lalu, Pinky juga mendapat undangan dari KJRI Johor Bahru, Malaysia selama 5 hari untuk tampil disana membawakan karyanya dan lagu lainnya.

Pada tanggal 26 Januari 2024 mendatang, Pinky Awahita akan tampil di Konser Lukisan Anak-Anak Nusantara bertajuk Dalam Balutan Kain Khas Nusantara di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Mall lantai 8, Jakarta pada pukul 19.00 WIB. Kehadiran Pinky di konser ini merupakan, penampilan pertamanya di tahun 2024. (FE)

iMusic

Dimansyah Laitupa dan Salma Putri perkenalkan single baru

Published

on

iMusic.id – Dua musisi dibawah naungan label Dua Suara Media yaitu Dimansyah Laitupa dan Salma Putri baru saja merilis karya single terbaru mereka. Perayaan perilisan karya single terbaru Dimansyah Laitupa dan Salma Putri tersebut di selenggarakan dalam sebuah showcase intim di depan para fans mereka pada Minggu, 18 Februari 2024 di Kopi Luvium, Pamulang, Tangerang Selatan.

Di dalam perayaan perilisan karya single tersebut, Dimansyah Laitupa memperkenalkan single terbarunya yang berjudul “Narasi”, sedangkan Salma Putri juga memperkenalkan single baru yang merupakan remake dari single milik Dimansyah yang berjudul “Mantra” dengan komposisi musik yang jauh berbeda dengan aslinya.

“Kami sangat senang bisa membagikan single terbaru kami kepada para penggemar di Kopi Luvium Pamulang, Lagu ini adalah cerminan dari perjalanan kami sebagai artis, dan kami tidak sabar untuk berbagi dengan dunia.” ujar Dimansyah Laitupa.

Lebih jauh lagi di depan awak media yang datang meliput acara ini, musisi berbakat dan bersuara khas asal Ambon yang juga jebolan dari salah satu ajang pencarian berbakat Indonesia Idol 2023 ini sangat bersemangat bercerita tentang single terbarunya tersebut,

“Narasi” adalah lagu ke 6 saya, lewat lagu ini aku bercerita tentang bagaimana kita menghadapi perpisahan. Biasanya kita siap menghadapi kebahagiaan tapi tidak siap menghadapi perpisahan. Menurutku yang Namanya perpisahan itu harus juga kita rayakan”, terang Dimansyah.

“Aku tipikal penulis yang ketika ada ide muncul aku selalu nggak pernah mau tinggal tidur, awal mula terciptanya single “Narasi” ini terjadi saat aku dengar lagu James Arthur, kemudian timbullah nada yang akhirnya membuat lagu ini tercipta”, tambah Dimansyah

Sementara itu rekan se-label Dimansyah yaitu Salma Putri merasa sangat senang di percaya untuk mendaur ulang lagu “Mantra” ciptaan Dimansyah, apalagi Salma Putri mengaku sangat menyukai isi lirik lagu tersebut,

“Buat aku lagunya romantis dan indah banget, apalagi dari awal juga sudah tahu Dimansyah Laitupa adalah komposernya, makanya pas aku dikasih kesempatan langsung mau banget. Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bisa memberikan sentuhan pribadi pada lagu yang sudah sangat spesial bagi banyak orang ini, saya berharap lagu “Mantra” Versi piano ini dapat membawa pendengar pada perjalanan emosional yang mendalam.” Jelas Salma Putri.

Perayaan rilisnya single “Narasi” dan “Mantra” dari duo Dimansyah Laitupa dan Salma Putri di depan para penggemar tersebut tersaji dengan apik. Momen – momen berkesan saat keduanya mengambil alih panggung di Kopi Luvium Pamulang malam kemarin memberikan kesempatan bagi penonton dan penggemar mereka untuk terhubung dengan mereka secara pribadi. Kolaborasi yang dinamis ini menghadirkan dua suara berbeda dalam dunia musik Indonesia dan menciptakan pengalaman musik yang unik dan tak terlupakan bagi yang hadir malam kemarin.

Tentang Dimansyah Laitupa  dan Salma Putri :

Dimansyah Laitupa adalah seorang artis berbakat asal Ambon yang juga jebolan dari salah satu ajang pencarian berbakat yaitu Indonesia Idol 2023 dan telah meraih penghargaan di dunia musik. Dengan suara yang khas dan kualitas vokal yang luar biasa, Dimansyah Laitupa telah menjadi salah satu bintang terang dalam industri musik Indonesia.

Salma Putri Salsabila lahir di Bandung, 11 Agustus 1999. Salma sudah mulai bernyanyi sejak kecil. Salma mulai mendalami bernyanyi dengan mengikuti pelatihan vokal kelas 4 SD, sejak saat itu Salma mulai mengikuti kompetisi bernyanyi tingkat kota Cimahi dan provinsi Jawa Barat

Kecintaannya terhadap bernyanyi mengarahkannya untuk mengikuti ajang pencarian bakat pertamanya, Idola Cilik season 3, dan bertahan sampai 28 besar. Tidak berhenti berusaha untuk menjadi seorang penyanyi, Salma mencoba ajang pencarian bakat lainnya seperti Indonesia Mencari Bakat, Rising Star Indonesia, X Factor Indonesia, dan Indonesian Idol. (FE)

Continue Reading

iMusic

Menikmati Proses Pencarian Dambaan Hati di Single Ketiga “Gisela Sabrina” “Telusuri”.

Published

on

iMusic.id –  Setelah setahun berlalu semenjak dirilis single “Rasa Tak Biasa”, di awal tahun 2024 ini solois asal Jakarta, Gisela Sabrina kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Telusuri”.

Lagu yang menjadi single ketiga dari Gisela Sabrina ini menceritakan tentang  proses dari seseorang yang sedang melakukan pencarian pasangan yang cocok dengannya namun tak kunjung ditemukan, sampai pada akhirnya ia mati rasa.

Tidak berakhir dengan kesedihan, kisah pencarian tersebut   akhirnya berbuah bahagia sampai pada saat dia menemukan satu sosok yang  selama ini ditelusuri.

Selain itu, dengan menulis dan memproduksi “Telusuri” secara mandiri, menunjukkan Gisela telah semakin yakin untuk mengarungi Industri musik Indonesia karena di awal karier nya bermusik, dirinya lebih dikenal sebagai seorang cover song artist.

“Telusuri” sendiri disajikan dengan balutan suara vokal yang khas dari Gisela dan juga nuansa korean RnB didalam aransemen musiknya, dimana lagu ini cocok dinikmati selagi sendiri sembari berkontemplasi, selain itu video liriknya juga dapat dinikmati di saluran YouTube Gisela Sabrina bertempatan dengan dirilisnya “Telusuri” di semua music streaming platform favorit kamu. (FE)

Continue Reading

iMusic

“Sedjoli”, Single Terakhir “Adrian Setiawan” Sebelum Melepas Lajang.

Published

on

By

iMusic.id – Setelah merilis beberapa single di tahun sebelumnya, Penyanyi dan Penulis Lagu asal Jakarta, Adrian Setiawan kembali dengan karya terbarunya bertajuk “Sedjoli”. Lagu bernuansa Pop Akustik ini kembali berkolaborasi dengan Diona Dewiriana seperti hits single sebelumnya bertajuk “Feeling” yang kini mencapai 1.6 Juta Streams pada media Spotify.

Adrian menulis lagu “Sedjoli” sebelum melepas masa lajangnya di tahun ini. Secara umum, lagu ini menggambarkan tentang hubungan dua manusia yang dipertemukan oleh takdir dan merayakan indahnya kuasa Tuhan dalam kehidupan mereka. Meskipun kadang tak sepaham, doa dan saling pengertian adalah kunci untuk memperkuat ikatan cinta.

Lagu ini menjadi semacam doa bagi Adrian dan Diona agar hubungan mereka tetap berjalan beriringan, saling melengkapi, dan mengikat janji sebagai dua Sedjoli.

Sedjoli sendiri digarap dengan format Pop Acoustic dengan nuansa guitar strumming sederhana ala Adrian Setiawan. Kali ini Adrian keluar sejenak dari zona nyamannya yaitu Swing Jazz seperti saat pertama dikenal dengan karyanya nya seperti “Roda Dua” dan “Feeling”. Beberapa lagu dari musisi lain juga menjadi inspirasi Adrian dalam penulisan lagu ini, diantaranya Sampai Jadi Debu dari Banda Neira, Lagu Cinta dari Dewa 19, The Only Exception dari Paramore, dan lainnya.

Suara effortless Adrian dan beberapa lirik yang mengandung kiasan masih menjadi ciri khas dalam karya Adrian, walaupun pada lagu ini terkesan cukup jujur dan to the point dalam menyampaikan maksud serta tujuan. Produksi dilakukan secara independen dibawah naungan Kala Records. (FE)

Continue Reading