Connect with us

iMusic

Charita Utami perkenalkan mini album bertajuk “Omahati”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis debut karya proyek solonya akhir tahun lalu lewat single “Toreh”, Charita Utami kini merilis rangkaian cerita yang ingin dia bagikan melalui mini album, “Omahati”. Sebuah mini album berisikan 3 lagu, dimana ia menyertakan sebuah ambient track di akhir album berdurasi lebih dari 20 menit, dengan judul yang sama yakni, “Omahati”.

EP “Omahati” memang sangat personal buat Tami, selain merupakan debut mini album sebagai solois, tapi juga berisikan pesan sebagai bentuk reaksi terhadap apa yang ia alami di kehidupannya.

“EP ini mewakili semua perjalanan hidup yang saya rasakan, sempat merasakan titik terendah, marah, sedih sampai pada akhirnya menerima semua duka juga naik turunnya kehidupan dan menjadikan semua rasa tersebut sebagai pembelajaran hidup untuk sembuh dan tumbuh menjadi insan yang lebih baik.”, jelas Tami.

Untuk menuangkan dan menyampaikan isinya secara utuh, EP Omahati sangat terinspirasi dari “5 Stages of Healing” oleh Gavin & Dersch Law and Meditation, yakni : Grief and denial, Anger, Bargaining, Depression and Acceptance.  Track 1 “Toreh” mewakili Grief and denial, serta Anger, track 2 “Collide” mewakili fase Bargaining dan Depression, hingga track 3 “Omahati (Heart Chakra)” feat. Ammir Gita” mewakili Acceptance.

Dalam penggarapan mini album ini, Tami banyak bekerja dengan Ammir Gita, selaku komposer pada lagu “Collide”, dan juga kolaborator pada ambient track “Omahati (Heart Chakra)”, dimana Ammir Gita memang aktif sebagai praktisi meditasi dan juga musisi. Ammir mampu menerjemahkan cerita yang Tami bawa ke dalam sebuah komposisi musik yang menenangkan. Salah satu harapannya, Tami ingin mini album ini juga bisa menjadi sarana bagi pendengarnya untuk berdamai dan mendapatkan ketenangan diri.

Charita Utami, lama malang-melintang di industri musik bersama beberapa grup yang ia gawangi, seperti Midnight Quickie, The Trees & The Wild, dan yang terakhir duonya dengan Yudhistira Mirza, dan kini ia hadir kembali dengan sebuah proyek solo.

EP “Omahati” oleh Charita Utami sudah hadir serentak di layanan musik digital, disertai dengan Official Lyric Video dari “Collide”, sebagai focus track / single dari mini album ini melalui kanal youtube Charita Utami.

iMusic

2024 Jadi Tahun Terproduktif “The Rain” Dengan Single “Lagu Kita Berdua”.

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis 7 album studio, THE RAIN masih bertahan dengan formasi awal sejak berdiri lebih dari 22 tahun lalu yaitu Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan Tanda (gitar, vokal), Ipul Bahri (bass, vokal) dan Aang Anggoro (drum, vokal).  

Dan tahun 2024 mungkin merupakan salah satu tahun terproduktif The Rain sepanjang karir mereka. Di awal Januari, hanya beberapa bulan setelah merilis single “Mengembara” di bawah bendera Heavy Rain Records, label independen milik The Rain, mereka kembali masuk studio untuk melanjutkan pengerjaan album ke-8 yang direncanakan untuk di rilis pada akhir tahun ini.

“Pengerjaannya bertahap sepanjang tahun ini. Belajar dari pengalaman, kali ini kami lebih memilih untuk menggarap album dalam beberapa sesi produksi terpisah. Sepanjang bulan Januari dan Februari ini, kami hanya fokus menggarap tiga buah lagu baru. Hasilnya lebih maksimal,” ujar Indra, sang vokalis.

Lagu yang dipilih sebagai single The Rain kali ini berjudul “Lagu Kita Berdua”. Ditulis di minggu pertama Januari 2024, lagu ini menghadirkan aura lagu pernikahan lewat barisan lirik dan balutan musiknya.

“Temanya sederhana, tentang menyatakan perasaan pada seseorang yang dicintai. Ternyata setelah kami perdengarkan ke beberapa orang teman, semuanya menangkap suasana momen pernikahan di lagu ini. Sebuah hal yang baik buat kami. Karena selama ini, kebanyakan single The Rain bertemakan kisah sedih. Sekarang jadi punya wedding song,” jelas Iwan.

Proses pengerjaan lagu ini mulai dari penulisan hingga master-nya berhasil dirampungkan, terbilang cukup singkat hanya memakan waktu sekitar 6 minggu.

“Waktunya mendukung. Setiap bulan Januari biasanya jadwal manggung belum padat, jadi kami isi dengan agenda workshop hingga rekaman lagu baru. Fokusnya lebih terjaga”, ujar Ipul. “

Proses mixing lagu ini dikerjakan sendiri oleh Iwan Tanda, dan proses mastering dikerjakan oleh Stephan Santoso, sosok produser di balik dua buah hits tersukses The Rain yaitu lagu “Terlatih Patah Hati” dan “Gagal Bersembunyi”.

Ada yang menarik dari video lirik single “Lagu Kita Berdua”. Kali ini The Rain turut melibatkan para fansnya yang akrab disapa dengan sebutan The Rain Keepers.

“Sebuah ide yang datang dari Publicist kami, disini kami mengajak para The Rain Keepers untuk terlibat dalam video lirik ini. Berhubung temanya adalah wedding song, jadi kami minta para fans The Rain yang sudah menikah untuk mengirimkan beberapa foto momen perjalanan pernikahan mereka bersama pasangannya”, ungkap Indra tentang video lirik lagu ini.

“Dalam sehari, The Rain sudah menerima ratusan foto. Ada yang mengirimkan foto pre-wedding, foto akad nikah, ritual adat, hingga resepsi. Alhamdulillah, antusiasme-nya sangat mengharukan. Semoga lagu ini senantiasa mendapat tempat yang istimewa di hati para pendengar musik,” tambah Aang. (FE)

Continue Reading

iMusic

Gandeng AFE Records, Andika Naliputra rilis EP dan single kedua “Think A Belle”

Published

on

iMusic.id – “Think A Belle” adalah group band baru dengan muka – muka lama yang baru saja merilis  karya  EP /  mini album  berjudul  “Ilusi”. Band asal bandung ini memperkenalkan 4 track lagu yang Sebagian besar lagu – lagu di mini album itu bercerita tentang pertemanan, persahabatan dan percintaan. Meskipun lagu lagu mereka lebih banyak yang bertemakan cinta, pesan yang ingin di sampaikan oleh Think A Belle melalui mini album ‘Ilusi” ini adalah Keep positive, keep smiling dan be Yourself.

Mantan keyboardis Peterpan dan The Titans, Andika Naliputra yang menginisiasi berdirinya Think A Belle mengakui bahwa tema cinta masih mendominasi cerita yang diangkat di setiap lagu – lagu mereka,

“Lagu – lagu di EP ini kebanyakan temanya cinta. Kenapa kita pilih itu? Karena ide – ide yang keluar dari kepala banyaknya itu, dan memang topik percintaan lebih relate dengan kehidupan pendengar musik Indonesia, yang dalam keadaan hati apapun selalu mencari ketenangan dan kebahagiaan dengan mendengarkan lagu dan musik.” Jelas Andika yang di Think A Belle berperan sebagai gitaris.

Setelah sempat merilis single perdana berjudul sama dengan EP nya yaitu “Ilusi” pada November 2023, Think A Belle yang bernaung dibawah label AFE Records ini meluncurkan single kedua dari EP perdananya yang diberi judul “Dan Tidurlah” pada Februari 2024 beserta dengan video musiknya. Di single kedua ini nampak ada sedikit effort dari para personil  Think A Belle yaitu : Dhea (Vocal), Andhika (Guitar / Rhytm), Nunoz dari Anima (Guitar /  lead), Cecep (Bass), Caesar dari Anima (Drum) dan terakhir ada Idhay (Keyboard) untuk menyentuh wilayah genre musik senja seperti yang mereka mainkan di music lagu “Dan Tidurlah” ini.

Kalau dilihat dari susunan formasi personil terlihat Andika benar – benar serius membentuk dan mempersiapkan group band ini untuk tidak sekedar numpang lewat di industri musik tanah air. Dipilihnya Dhea (18) yang notabene punya perbedaan usia jauh lebih muda dari para personil yang lain diakui Andika menjadi ujung tombak Think A Belle untuk merangkul pendengar dari kalangan milenial dan gen Z,

“Saya pilih Dhea jadi vokalis di Think A Belle karena di usianya yang masih remaja dan relatif muda ini Dhea memiliki karakter suara vokal yang cukup mumpuni. Saya penasaran dengan materi vocal Dhea yang bagus seperti ini akan jadi seperti apa kalau kita garap karir bermusiknya dengan serius? Selain vokal dasarnya yang bagus, Dhea juga good looking dan punya sosok yang menarik”, terang Andika.

Think A Belle sendiri telah melakukan kontrak kerjasama dengan AFE Records sebagai record label yang dimana kedua belah pihak memiliki visi misi yang sama demi untuk mencapai target mereka kedepanya.

“Kita memutuskan bergabung dengan AFE Records selain karena pihak AFE Records telah mendengarkan dan suka dengan karya – karya dari kita, AFE Records juga mempunyai visi misi yang sama dengan kita untuk sama – sama maju bareng, sukses bareng dan sudah siap berkomitmen untuk mempromosikan karya Think A Belle Bersama – sama dengan bandnya.” Tutur Andika

Sementara itu Hendy Ahmad sebagai owner dari AFE Records merangkap produser di EP Think A Belle mengaku tidak banyak kesulitan bekerjasama dengan and asal Bandung ini, bahkan Hendy Ahmad sudah menyiapkan rencana perilisan EP ‘Ilusi” ini dalam bentuk fisik.

“Saya tidak ikut campur dalam pemilihan lagu atau single yang akan dirilis karena para personil Think A Belle sudah sangat berpengalaman koq, saya tinggal mendengarkan lagu – lagu yang sudah mereka siapkan. Bagi saya prinsipnya saya dan Think A Bell sudah memiliki visi dan misi yang sama langsung  jalan deh. Oiya untuk kedepannya saya berencana akan merilis EP Think A Belle dalam format fisik”, jelas Hendy Ahmad menutup pembicaraan. (FE)

Continue Reading

iMusic

“Mudhofar” Ingin Menjadi “PERAN UTAMA” Di Hari Kelahirannya.

Published

on

iMusic.id – Tepat di hari ulang tahunnya, Mudhofar merayakannya dengan merilis single PERAN UTAMA. Lagu ini merupakan lagu pembuka untuk era barunya, yang kini tampil dengan kesan bad boy, dengan sentuhan instrumen yang belum pernah ia coba sebelumnya. PERAN UTAMA akan menjadi single pembuka untuk project album yang masih dirahasiakan tanggal rilisannya.

PERAN UTAMA merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang seseorang yang dengan sengaja mencuri hati tanpa niatan untuk memiliki. Mudhofar menciptakan karakter baru yang lebih nakal, dan sangat “Redflag”. Lagu ini merupakan kisah pribadi Mudhofar yang saat ini ingin tampil apa adanya, tanpa menjual kisah sedihnya.

“Terlalu sering menceritakan kisah gue yang disakitin. sekarang udah waktunya menceritakan sisi sebaliknya. stop menormalisasi budaya playing victim, ngerasa paling sedih haha.”, jelas Mudhofar.

Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Tentang Mudhofar

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 5 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 12 lagu di DSP. (FE)

Diskografi

  1. Hilang Diri
  2. Bertukar Peran
  3. Empati
  4. Andien
  5. Ruaya
  6. EP: Trilogi Elegi
  7. Sebelah Mata
  8. EP: Playground
  9. Untuk Kekasih Barumu (ft. Dentz.)

Continue Reading