iMusic – Mengawali karier dalam industri musik Indonesia pada bulan November 2019 lalu, dengan single Dreaming, penyanyi muda Diosdu kembali memantapkan dirinya dalam blantika musik tanah air dengan merilis single keduannya “Home” di 18 Maret 2022.
dalam lagu yang di balut dalam Pop balad, mencoba mengangkat arti seorang yang kita cintai layaknya sebuah rumah yang memberikan kenyaman.
Dalam lagu Home ia menceritakan kisah cinta yang pernah ia alami, dimana dalam sebuah hubungan percintaan,rasa nyaman akan memberikan sebuah perjalanan cinta yang indah seperti yang tersirat dalam penggalan liriknya “that’s why I pray to God, hope it’s you all along” he says it all.
“Untuk lagu Home, saya coba memainkan musiknya dengan warna Pop balad petikan gitar, dimana lagu ini menceritakan tentang seseorang yang kita cintai, adalah layaknya sebuah rumah dimana di dalamnya kita dapat merasakan kenyamanan untuk berlama-lama di dalamnya,dan ini memang berdasarkan pengalaman saya sendiri, dimana orang yang saya sayangi, begitu membuat saya nyaman dan menyenangkan sehingga hubungan yang kita jalani menjadi lebih untuk di jalani,” ungkap Diosdu
Bagi penyanyi kelahiran Jakarta,dalam bermusik ia mencoba menggambarkan kan perasaan anak-anak muda lewat lirik romantis yang bermakna dalam sebuah lagu, yang dapat menjadikan kode perasaan kepada orang yang mendengarkannya, begitupun dalam penggarapan music video, Diosdu berkerjasama dengan sutradara muda Adrybros, untuk menampilkan pesan lagu Home dalam bentuk visual.
menggambarkan sosok seorang lelaki yang begitu mencintai pasangannya hingga ia dalam setiap langkah hidupnya berharap dapat menjalani nya bersama kekasih
Music Video nya sendiri berkonsep bertolak belakang dengan lirik lagunya, di mana liriknya mengungkapkan bagaimana kekasih penulis yang seharusnya menjadi “rumahnya” tetapi video tersebut tentang seseorang yang tampak tersesat.
Ini menunjukkan kepada penonton bagaimana seseorang bergerak di sekitar rumahnya, di kamarnya sedang stres, mencoba untuk menjaga kewarasannya saat sendirian dan menghadapi kenyataan bahwa dia sudah kehilangan “rumah”-nya.
Selain sebagai single kedua, lagu Home ini menurut Diosdu sebagai gerbang awal sebelum akhirnya ia merilis full album perdana yang akan keluar pada pertengahan tahun 2022 ini, yang dimana pada setiap lagu yang ada didalamnya menggambarkan sisi idealisme dirinya dalam hal penulisan lirik dan warna musik yang terdapat pada setiap lagunya.
“Sebagai langkah awal di tahun 2022, di tengah rutinitas saya sebagai musisi pengisi acara di beberapa event reguler di cafe & bar,saya berharap lagu Home ini dapat di terima dengan baik oleh para penikmat musik tanah air,sekaligus bisa menjadi lagu kode untuk kita yang tidak mengungkapkan rasa nyaman dan sayang secara langsung kepada orang yang kita sayangi,” pungkas Diodu Lagu Home dapat dinikmati dalam layanan digital streaming apple music, spotfy, joox, resso, langit musik pada tanggal 18 Maret 2022. (FE)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.
iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.
“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.
Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.
Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).
“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.
Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.
iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.
“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.
Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.
Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.
Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.
Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.