Connect with us

iMusic

“Dipha Barus” bersama “Afgan” dan “Esther Geraldine” di karya terbaru “Keep It Hush”.

Published

on

iMusic – Menjelang akhir tahun 2021, produser dan pencipta lagu Dipha Barus melepas karya terbarunya yang berjudul “Keep It Hush”. Dirilis pada 26 November 2021 di kanal – kanal musik digital, lagu pop dengan unsur dansa ini turut menampilkan kontribusi vokal dari satu nama familier yaitu Afgan, serta satu penyanyi muda bernama Esther Geraldine.

“Keep It Hush” merupakan respons terhadap kecenderungan orang untuk berbagi hal-hal yang tidak perlu melalui media sosial dan justru menjadi bumerang untuk diri sendiri. “Yang langka sekarang adalah misteri karena semuanya terlalu overshare.

Gue dan tim penulis lagu gue, Monica Karina dan Matter Mos, studi tentang oversharing di media sosial. Menurut gue ada nilai yang salah karena menganggap komen sebagai situasi hidup dan mati. Jadi kami mau fokus di oversharing itu,” kata Dipha. “Inti lirik ini tentang bagaimana tidak semua hal perlu diketahui orang lain. Enggak semuanya harus dibagi, dan enggak semuanya harus dikomentari.”

Kehadiran Afgan di lagu ini adalah berkat Melon Lemon, manajernya Dipha, yang mengusulkan agar ada suara penyanyi lelaki di “Keep It Hush”. “Melon bilang, ‘Gue kebayang suara cowok di sini.’ Gue langsung berpikir Afgan,” kata Dipha. Lucunya, Dipha dan Afgan sudah lama ingin bekerja sama, tapi baru terlaksana di lagu ini. Menurut Dipha, “Dari 2015 ada banyak lagu yang gue buat untuk Afgan tapi momentumnya enggak dapat.

Gue pertama kali buat lagu untuk Afgan enggak jadi dipakai, terus gue ubah jadi ‘No One Can Stop Us’. Baru sekarang kesampaian bersama Afgan. Aneh banget!”

Sementara itu, Esther Geraldine masuk ke radar Dipha melalui Flower Challenge, sebuah kompetisi yang diadakan Dipha di TikTok pada Mei 2021. Di antara para peserta yang diminta menyanyikan lagu Dipha yang “Flower”, Esther yang dinobatkan sebagai juara dengan hadiah dibuatkan lagu oleh Dipha. “Dia disuruh ikutan oleh Melon sebelum menjadi manajer gue. Suaranya bagus, dan pas dia menang Flower Challenge berarti saatnya gue bikin rumah buat suara dia,” kata Dipha tentang penyanyi muda yang sempat ikut Indonesian Idol 10 tersebut.

“Gue mengajaknya bereksperimen di lagu ini: ‘Bisakah rapping tapi bernada?’ Akhirnya dia bisa, jadi ya sudah, dia yang nyanyi.” Untuk keperluan rekaman vokal “Keep It Hush”, Dipha – yang kini berdomisili di Bali – terbang ke Jakarta khusus untuk menggarap proses rekaman Afgan, Esther dan paduan suara Insideout, dengan bantuan Mohammed Kamga dan Monica Karina sebagai vocal director.

Lagu “Keep It Hush” sendiri telah melalui proses yang panjang dan unik menuju perilisan. Pada awalnya lagu ini merupakan kolaborasi antara Dipha dan Stephanie Poetri yang dikerjakan di sebuah studio di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun karena satu dan lain hal – termasuk pandemi – “Keep It Hush” tak kunjung dapat diselesaikan dan Dipha memutuskan untuk menyimpan demo lagu tersebut di komputernya. “Akhirnya gue pindah manajemen ke Melon, dan gue kasih dengar apa saja yang sudah dibuat. Dia melihat semua demo gue yang enggak jadi keluar, dan akhirnya bilang, ‘Gila, ini keluarkan saja!’” kata Dipha.

Maka dengan perubahan tema dari hubungan gelap ke oversharing serta restu dari Stephanie, “Keep It Hush” dapat dinikmati dalam bentuknya yang sekarang, yakni sebuah lagu dengan makna yang dalam tapi mudah dicerna. “Gue ingin lagu ini jadi pesan yang bisa didengar dan menjadi pilihan untuk bersenang-senang,” kata Dipha. (FE)

iMusic

Remake lagu “You” milik Ten2Five, T-Five tawarkan aransemen yang fresh

Published

on

iMusic.id T-Five kembali menggebrak industri musik Tanah Air dengan merilis remake dari lagu hits “You” yang dipopulerkan oleh Ten2Five. Lagu yang pernah menjadi soundtrack sinetron populer pada awal tahun 2000-an ini akan dihadirkan kembali dengan sentuhan musik yang lebih segar dan modern, namun tetap mempertahankan esensi romantis yang menjadi ciri khasnya.

“You” merupakan salah satu lagu cinta yang sangat populer pada masanya. Liriknya yang menyentuh dan melodinya yang easy listening membuat lagu ini mudah diterima oleh berbagai kalangan. T-Five melihat potensi besar dalam lagu ini untuk kembali dihadirkan dan dinikmati oleh generasi saat ini.

Dalam proses produksi remake single “You”, T-Five menggandeng musisi-musisi berbakat untuk memberikan sentuhan baru pada aransemen musiknya. Selain itu, penyanyi muda berbakat juga dipilih untuk membawakan lagu ini dengan interpretasi yang lebih fresh dan kekinian. Remake single “You” dari T-Five Music ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kenangan manis bagi para pendengar yang pernah merasakan indahnya cinta pada masa lalu.

Selain itu, lagu ini juga diharapkan dapat menjadi lagu cinta favorit baru bagi generasi muda saat ini. Single “You” akan segera tersedia di berbagai platform musik digital mulai, sedangkan video musiknya juga akan dirilis secara bersamaan di kanal YouTube resmi T-Five Official.

Continue Reading

iMusic

Caffeine perkenalkan vokalis baru di single anyar “Di Antara Dua Hati”

Published

on

iMusic.id – Band asal Bandung, Jawa Barat, Caffeine, kembali meramaikan industri musik tanah air dengan merilis single terbaru mereka yang berjudul “Di Antara Dua Cinta“. Single ini merupakan karya kedua mereka bersama vokalis baru, Chikin Muhammad. Seperti diketahui, formasi terbaru Caffeine kini terdiri dari Chikin (vokalis) Beni Anwar (gitar), dan Suyudi Quyud (drum).

“Di Antara Dua Cinta” terinspirasi dari kisah nyata tentang dilema mencintai dua orang sekaligus. Cerita di balik lagu ini menggambarkan perasaan lelah karena harus menjalani dengan dua pasangan dan akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu.

“Pernah kejadian, tapi itu sudah lama. Prosesnya memang berjalan lancar, tapi rasanya tidak benar juga,” ungkap Beni, menceritakan pengalaman pribadinya.

Chikin juga menambahkan tantangan dalam menjaga privasi ketika kita punya lebih dari satu pasangan. “Kesulitannya adalah menjaga privasi handphone. Apalagi saat SMA, sering dicek handphone-nya. Harus hapus dulu chat-nya biar tidak ketahuan”

Lagu baru ini memang sedikit berbeda dengan lagu Caffeine yang dahulu. Musiknya terdengar lebih fresh. Jika dahulu, Caffeine identik dengan pop romantic, sekarang terasa lebih milenial,

“Musik Caffeine itu jarang teriak-teriak dari dulu. Jadi bedanya itu. Beda di emosionalnya menyesuaikan dengan karakter vokal Chikin” ungkap Beni.

Selama ini Caffeine dikenal dengan proses kreatif mereka yang unik, di mana masing-masing anggota memiliki studio sendiri untuk mengembangkan ide musik,

“Kami jarang jamming bersama di studio. Mungkin lebih leluasa imajinasinya masing-masing. Yang penting alur notasi dan chord-nya tetap sesuai,” kata Beni.

Single terbaru ini masih berakar pada genre pop yang menjadi ciri khas Caffeine, namun dengan sentuhan rock yang lebih segar. “Gitarnya lebih drive, biar fresh aja lah,” ujar Beni sang gitaris . “Bagian menarik dari lagu ini ada di modulasi dari reff kedua ke interlude, yang langsung naik satu tangga nada. Mengungkapkan kekecewaan tapi dengan klimaks yang gahar di ending,” tambahnya.

Dengan formasi baru dan warna musik yang lebih fresh, Caffeine berharap dapat diterima oleh semua pendengar musik,

“Harapannya dengan warna baru Caffeine bisa diterima. Kadang lagunya bagus, tapi belum tentu juga bisa diterima. Ya semoga aja kali ini bisa boom,” harap Chikin.

Tak hanya itu, Caffeine juga berencana untuk merilis format album atau mini album, dengan harapan tetap eksis di industri musik,

“Saya ingin eksistensi Caffeine tetap jalan. Tetap berkarya dengan jeda waktu jangan terlalu lama atau terlalu pendek,” kata Yudi.

Dengan single “Di Antara Dua Cinta”, Caffeine menunjukkan bahwa mereka terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sambil tetap mempertahankan ciri khas mereka masing-masing.

Continue Reading

iMusic

Trison Roxx Masuk Jebakan Di Album Lawang Pitu

Published

on

By

LAWANG PITU adalah band yang terbentuk pada tanggal 1 Februari 2022 di ACC Studio Bekasi dengan beberapa kali perubahan personil, kali ini formasinya adalah Vocal : Trison Manurung (ROXX, ex-Edane) , Lead Guitar : Jibonez, Rhythm Guitar : Sadtriyo (Junior – Koes Plus), Drum : Arif Rahman Bass : ACC. Menariknya proses masuknya Trison ini sangat unik, “Trison ini sebernya saya jebak, saya tidak serta merta ajak untuk gabung di Lawang Pitu, tapi saya ajak untuk ngejam lagu Metallica dulu, begitu Trison suka, langsung saya ajak isi lagu lagu Lawang Pitu” kata ACC di konferensi pers di Hardrock Cafe Bali. Untuk diketahui vokalis band ini sebelumnya di isi oleh Doddy Katamsi.

Sedikit mengenai band Lawang Pitu ini, mereka mempunyai visi untuk menciptakan sebuah karya musik yang ber-genre ROCK namun lagu-lagunya dapat di terima masyarakat umum. Bukan hanya menciptakan karya idealis hanya demi kepuasan pribadi. Lirik-lirik lagu mereka pun lebih lugas dan dapat dengan mudah dimengerti. Mengangkat tema – tema dalam kehidupan kita sebagai masyarakat sehari-harinya.

Lawang Pitu merilis album perdana-nya dengan formasi personil terbaru dengan judul album “ANUGERAH HARMONI” dengan lagu-lagu yang bernuansa Rock dan juga beberapa lagu Slow Rock dengan lirik yang mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk lebih bersyukur, memegang teguh persatuan dan kesatuan serta perdamaian dan lebih menghargai perbedaan. Lagu dalam album ini sebenarnya ditujukan untuk mengajak semua orang masyarakat Indonesia untuk mewujudkan harapan perdamaian, sesuatu hal yang sangat di butuhkan di negri kita tercinta ini. Sebuah lagu persembahan kami untuk negri.

Sesuai dengan genre yang diusung oleh Lawang Pitu yang beraliran “Rock”, maka lagu-lagu dalam album yang di release ini bukanlah seperti lagu-lagu Rock dan Slow Rock pada umumnya. “Kami sangat berharap lagu-lagu kami dalam album “ANUGERAH HARMONI” ini akan dapat diterima seluruh masyarakat penikmat musik tanah air. Serta dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk tetap berjuang menuju Indonesia yang lebih sangat berharap lagu-lagu kami dapat di terima di masyarakat luas pencinta lagu rock dan dapat berkesan di dalam belantika industri musik tanah air” di sadur dari press release yang kami terima.

/br

Continue Reading