Connect with us

iMusic

“Drive” membuat konsep musik video yang sangat berbeda berjudul “To Be In Love”.

Published

on

iMusic – Sesuai komitmen Drive saat merilis album RE.VIV.AL sekaligus single “Love Can Be So Rough (LCBSR)”, akan ada rilisan di tiap 3 bulan berikutnya. Walau kelima lagu di album RE.VIV.AL sudah dapat didengarkan di semua digital platform, kemunculan MV pastinya sangat penting.

Setelah muncul dengan konsep pembuka yang dark-flame & rock-style di LCBSR, Drive kali ini membuat konsep MV yang sangat berbeda, yaitu MV-drama. “To Be In Love (TBIL)” terasa pas masuk ke dalam suasana drama romantis yang selalu terjadi tiap bulan Februari. Apalagi masih dalam suasana pandemi gelombang ketiga, ini sesuatu yang bakal sangat menghibur untuk ditonton di rumah.

Dalam MV-drama ini, para personil Drive sama sekali tidak tampil dengan alat musik. Mereka semua berakting, dengan pemeran utama Rizki dan Ifa Nasution. Kali ini bahkan, Budi Rahardjo atau yang akrab dipanggil Bhusdeq, terlibat juga sebagai director dan story writer.

“Ada saatnya dalam membuat konsep MV, sebuah lagu kita serap secara musik lebih dari liriknya, dan jadilah seperti MV LCBSR. Dan di MV TBIL kali ini, gue mau orang lebih menyerap lirik dan tema lagunya” kata Bhusdeq. Lanjutnya lagi, lirik TBIL yang berbahasa Inggris akan mudah dipahami oleh para penikmat musik jika dibuatkan langsung videonya. Dan di akhir video pun Drive sudah menyelipkan quote yang memperjelas lagi makna dari lagu ini:

“Everyone would do anything,

cheating, lying, and even much worst things,

to be in love”.

Pengerjaan MV kali ini digarap oleh duo DOP-director-editor handal, Budi Hendrix dan Anbiya dari B.A.P Studio. Mereka bekerja sama dengan Bhusdeq mewujudkan MV-drama yang unik, karena ada suatu gimmick di tengah video. Sesuatu yang nantinya akan memperjelas maksud dari lirik lagu ini sendiri.

“Kami sangat serius menggarap beberapa hal pendukung, karena melibatkan banyak property untuk fasilitas rumah, juga beberapa fasilitas kantor. Editing juga memakan waktu cukup lama, karena adanya gimmick di tengah lagu. Selain itu secara gambar MV-Drama ini berkualitas 4K” jelas Budi Hendrix dan Anbiya. Mereka sebelumnya sudah sering terlibat dalam berbagai video content untuk channel Youtube Drive Indonesia. B.A.P Studio juga berpengalaman dalam pembuatan berbagai web-series, dan itulah yang memantabkan pembuatan MV-Drama ini.

Dikisahkan Rizki dan Ifa adalah sepasang suami-istri yang relatif baru menikah. Mereka tinggal di sebuah apartemen kecil, dan karena pandemi, Rizki sudah di PHK 6 bulan lalu. Tanpa penghasilan dan tabungan yang makin menipis, pagi itu ia menemukan surat teguran (yang sebenarnya disembunyikan istrinya) karena sudah 3 bulan tidak membayar sewa. Ifa ingin Rizki tidak stress dengan mencoba mencari pinjaman. Rizki mencoba menenangkan istrinya, karena hari itu akan ada interview pekerjaan, dan bulan depan bisa membayar tunggakan sewa apartemen, jika diterima kerja.

Maka petualangan Rizki mendapatkan pekerjaan hari itu demi membahagiakan sang istri, akhirnya akan berbuntut sebuah pilihan hidup: melakukan segala cara halal, atau menghalalkan segala cara?

MV-drama ini ditutup sebuah plot-twist, maka wajib ditonton sampai selesai!

Selamat menyaksikan! (FE)

iMusic

Hadir dengan musik lebih ceria, Rio Clappy persembahkan single “Belia”

Published

on

iMusic.id – Musisi Indonesia Rio Clappy kembali memperkaya industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul “Belia”, yang resmi diluncurkan pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi persembahan hangat yang merayakan perjalanan cinta sejati, mulai dari asmara di bangku sekolah hingga komitmen untuk terus bersama seiring bertambahnya usia.

Secara lirik, single “Belia” dari Rio Clappy bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan sejak masa remaja. Mereka melewati berbagai tantangan dan kebahagiaan bersama, hingga akhirnya mampu menjaga ikatan cinta tetap kuat seiring waktu. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta sejati dapat bertahan, tumbuh, dan semakin indah sepanjang perjalanan hidup.

Berbeda dari karya-karya Rio Clappy sebelumnya, “Belia” hadir dengan nuansa musik yang lebih ceria, upbeat, dan menyegarkan. Aransemen ringan dan melodi yang mudah diingat berhasil menangkap kegembiraan serta kepolosan cinta masa muda—mulai dari momen-momen rahasia, janji-janji kecil, hingga getaran hati yang tak terlupakan.

“Lagu ini adalah soundtrack bagi mereka yang menemukan cinta pertamanya dan berjuang untuk menjaganya tetap menyala,” ujar Rio Clappy dalam keterangan resminya.

“Aku ingin menghadirkan energi positif dan kebahagiaan murni yang terasa saat kita pertama kali jatuh cinta, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan itu bisa bertahan hingga kita tua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rio Clappy menjelaskan bahwa “Belia” juga diharapkan dapat menjadi representasi bagi banyak pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang bersama.

“‘Belia’ aku persembahkan untuk semua yang pernah mencintai dengan cara yang sederhana. Kadang dari hal-hal kecil itulah cinta justru tumbuh paling kuat,” ungkapnya.

Perilisan single ini turut dilengkapi dengan video lirik resmi yang telah tersedia di kanal YouTube Rio Clappy. Video tersebut menampilkan sejumlah talenta muda dengan visual segar yang memperkuat nuansa ceria dan nostalgia, sejalan dengan semangat lagu.

Single “Belia” menjadi kelanjutan perjalanan musikal Rio Clappy setelah kesuksesan “Bunga Abadi” yang dirilis pada 2024 dan mendapat respons positif dari penikmat musik Indonesia.

Konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat Rio Clappy terus memperluas basis pendengarnya.

Diharapkan, “Belia” dapat menjadi lagu kebangsaan bagi pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang, sekaligus memberi semangat bagi mereka yang tengah memimpikan kisah cinta abadi.

Dengan lirik yang menyentuh dan melodi yang mudah melekat, single ini siap mewarnai tangga musik Indonesia dengan keceriaan.

Saat ini, lagu “Belia” telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.

Continue Reading

iMusic

Kenang kehidupan malam, Tya Subiakto dan Alex Kuple luncurkan single “Karena Kita Adalah Ratu”

Published

on

iMusic.id – “Karena Kita Adalah Ratu” adalah sebuah single pertama sebagai pembuka tahun 2026 ini dari pasangan musisi Tya Subiakto dan Alex Kuple. Melodi dan liriknya ditulis oleh Tya sejak tahun 2012, namun baru menjadi sebuah lagu utuh dalam aransemen ciamik dari Alex Kuple.

“Karena Kita Adalah Ratu” menceritakan tentang kehidupan sosialita dan juga para wanita yang mencari kemewahan dan ketenaran. Tya Subiakto menulis lirik ini berkaca dari peristiwa kehidupan yang dilihatnya ketika para sahabatnya sering mengajaknya menikmati dunia malam.

Tya Subiakto dan Alex Kuple mengerjakan musik single ini sejak bulan Desember 2025. Mereka sepakat memberikan warna musik rentang tahun 1980 – 1990, di mana City Pop dan Fusion pertama kali muncul. Uniknya, mereka berdua memainkan synthesizer juga, ditambah permainan piano Alex Kuple yang menambah manisnya lagu ini.

“Karena Kita Adalah Ratu” dari Tya Subiakto dan Alex Kuple telah hadir di tanggal 16 Januari 2026 dan Lagu ini bisa didengarkan di seluruh paltaform digital.

Continue Reading

iMusic

REVIND rilis single ketiga bertajuk “Darkest Hour”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore REVIND resmi mengumumkan perilisan single ketiga mereka yang berjudul “Darkest Hour”, yang akan dirilis hari ini 16 Januari 2026. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikal REVIND setelah sebelumnya merilis single kedua “Hands of Hope” pada Juli 2025.

“Darkest Hour” menghadirkan sisi paling gelap dan emosional dari REVIND. Lagu ini mengangkat tema kesepian, ketakutan, kehilangan arah, serta pergulatan batin yang dialami seseorang ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dengan lirik yang intens dan atmosfer kelam, REVIND mengekspresikan konflik antara keputusasaan dan harapan untuk menemukan jalan pulang.

Secara musikal, “Darkest Hour” memadukan karakter khas metalcore: riff agresif, scream yang penuh emosi, serta chorus melodik yang kuat, menciptakan dinamika antara amarah dan kerentanan. Lagu ini menjadi refleksi jujur dari REVIND tentang “sisi gelap” manusia, sekaligus jeritan untuk keluar dari penderitaan.

Single ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian menuju album penuh debut REVIND yang berjudul “Chronosphere”. Setelah “Darkest Hour”, REVIND telah menjadwalkan perilisan single keempat bertajuk “Forever Still” pada Februari 2026, yang akan menjadi hidangan penutup sebelum album panjang tersebut resmi diperkenalkan ke publik.

Melalui “Chronosphere”, REVIND ingin mengajak pendengar menyusuri perjalanan waktu emosional dari kehancuran, harapan, hingga penerimaan dengan “Darkest Hour” sebagai salah satu titik tergelap dalam narasi tersebut.

Single “Darkest Hour” akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 16 Januari 2026.

Credits “Darkest Hour”

Written by Riza Novandra

Produced by Edwin Satria at Rmera Studio

Mixing & Mastering at Torch Production Studio by Awang Pratama

Arranged by REVIND

Orchestra by Fadhel Diedo

Artwork by Ari Eka Kurnia Putra

Continue Reading