Connect with us

iMusic

“ELECTRA” Kembali Mengeluarkan Karya Terbaiknya “A.N.I”.

Published

on

iMusic.id – Setelah tahun kemarin menelurkan single ketiga dengan me remake KAU nya t-five, tahun ini ELECTRA kembali mengeluarkan single dengan judul A.N.I. Dimana lagu ini menggambarkan sosok seorang wanita cantik yang ingin mendapatkan validasi dari sebuah situasi di perkotaan.

Dengan merubah gaya hidup dari A sampai Z dengan trend yang up to date saat ini. Lagu ini adalah single ke 4 dari Electra dimana tahun 2022 mengeluarkan “kita bersama”, lalu tahun 2023 mengeluarkan “discovidia”. Lalu tahun 2024 “kau”, dimana ketiga lagu tersebut mempunyai tempo yang upbeat.

Sementara kali ini di single A.N.I  dibuat agak lebih kalem dan chill. Pendengar dibuat lebih konsentrasi pada lirik yang begitu unik karena perpaduan antara bahasa indonesia dan bahasa inggris,  meskipun begitu pendengar tetap akan mengerti karena pemilihan bahasanya pun dibuat lebih ringan dengan notasi yang begitu mudah diingat. Sehingga begitu mendengar lagu ini kita akan terbawa untuk ikut menyanyikannya.

Electra berusaha untuk dapat menginterpretasi kan sebuah cerita tentang seorang wanita dalam tanda petik, dimana sebenarnya dia tidak menginginkan kondisi tersebut namun di sisi yang lain dia juga menikmati keglamoran nya, dimana dia bisa mendapatkannya dengan mudah.

Ada beberapa lirik juga yang menggambarkan sosial media dia yang begitu banyak viewersnya bahkan mungkin dengan banyak cibiran netizen tapi seakan akan dia tidak menghiraukannya , atau bahkan dia menikmatinya karena begitu banyak viewers dan followers.

Yang membuat ELECTRA begitu semangat untuk segera menyiarkan lagu ini adalah kebetulan ada berita yang begitu ramai di media massa yg ceritanya sedikit mirip dengan sosok wanita yang ada di lagu ini. Tentu saja tidak disengaja, karena proses pembuatan lirik dan lagu ini sudah semenjak tahun yang lalu.

Electra dengan genre disco pop nya sedikit membedakan dengan single2 sebelumnya, tempo agak sediit middle dan kembali mengedepankan brass section sebagai ciri khas dan kekuatan dari band asal bandung ini.

Ale aulia ( vocal ) yang sudah malang melintang di industri musik, berawal dari menyanyikan soundtrack sinetron pertama MD ent berjudul “ikhlas” (2002-2004), tahun 2007 ale bergabung dengan Krishna “Ada band” dalam project Krishna new spectrum dengan menyanyikan “Rahasia indah” dan menjadi nomor 1 di Mtv ampuh saat itu, 2009 bersama Virgie (nagaswara), 2011 bergabung dangan BONUS (falcon music). Selain bernyanyi ale juga aktif sebagai pengisi keyboard di 2 album rosemary dan beberapa single dr sindentosca.

Essa adzani (vocal) adalah vocalis dari GADIZ (trinity) 2009, yang sebelumnya juga berpengalaman di cafe2 di bandung bersama INDIGO bareng dengan Eki (keyboard). Eki juga sampai saat ini masih aktif sebagai pengajar di Beat jaya, dan sebagai session player dari PIA ex utopia.

Sementara brass section Ijo (trombone) dan Wisnu (trumpet-flugelhorn) terkenal sebagai session player untuk artis2 nasional seperti Dewa 19, tulus, RAN, yura, dll. Pada bass adalah Feby  yang menjadi personil paling baru di Electra (2023), Feby lulusan seni musik UPI yang berpengalaman bertahun tahun di Trans studio bandung, juga sebagai session player untuk banyak artis nasional, skill Feby yang mumpuni menambah warna yang sangat kuat untuk Electra khususnya di single A.N.I

Ada banyak hook yang bisa diambil dari lagu ini untuk dijadikan backsound pada reels atau tiktok anda. Sehingga tentu saja akan menjadi lebih menarik untuk dapat mendalami lirik dan notasi dari single terbaru ELECTRA – A.N.I  harapannya bisa menjadi bagian dari sejarah industri musik di Indonesia. (FE)

iMusic

WUSS bercerita tentang anak kedua di single “Born In February”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan.

Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) yang tergabung di WUSS menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” telah rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan dari WUSS.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu, liar, lentur, dan sulit dipatok sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka.

Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka, bukan identitas, sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat.

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel, Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.

“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan anda.

Continue Reading

iMusic

Iqbal Aria rilis single “Home” di label milik Afgan

Published

on

iMusic.id – Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul Home. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.

Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa Home adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.

“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu Home. Aku ingin emosi di lagu Home bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah Homeyang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.

Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.

Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.

“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.

Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal Home, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.

Home is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. Home isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.

“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.

Continue Reading

iMusic

Trisouls luncurkan single bernuansa 90an bertajuk “Sementara atau Selamanya”

Published

on

iMusic.id – Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.

Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.

Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Continue Reading