iMusic – Lima tahun setelah kesuksesan film pertama dan permintaan banyak penonton. Film ” Pengabdi Setan ” Kembali hadir dengan sekuel yang diberi judul ” Pengabdi Setan 2 : Communion ”
Rapi Films, bekerjasama dengan Come and See Pictures, Sky Media, Brown Entertainment and Legacy Pictures. Kamis ( 16/06 ), di kawasan Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan meluncurkan trailer yang menjanjikan kelanjutan dari film pertamanya, yang berhasil menduduki peringkat box office bioskop di banyak negara dan memenangkan banyak penghargaan di festival film international.
Para pemeran utamanya telah dipastikan kembali seperti Tara Basro, Bront Palarae, Endi Arfian, Nasar Anuz, Egi Fedly, Ayu Laksmi. Dengan tambahan bintang – bintang muda maupun senior seperti Muzakki Ramadhan, Fatih Unru, Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, Nafiza Fatia Rani, dan Iqbal Sulaiman.
” Saya sangat tidak sabar untuk menayangkan lanjutan dari ” Pengabdi Setan ” Ini. Lima tahun lalu meninggalkan banyak kenangan bagi penonton, menakutkan sekaligus hangat. Film ” Pengabdi Setan 2 : Communion ” ini akan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ditinggalkan di film pertama, Akan banyak kejutan ” Ucap sang sutradara Joko Anwar.
Joko menambahkan, kali ini setting ceritanya berbeda dari yang pertama yakni di sebuah rumah susun.
”Lebih besar dari yang pertama, tapi terasa lebih mencekik dan mencekam. Penonton akan merasa mereka berada disana ketika menonton ” Ujarnya.
Selain itu, film ” Pengabdi Setan 2 : Communion ” Ini juga akan membawa penonton ke cerita yang lebih besar, lebih kaya rasa dan lebih mengasyikkan.
Sementara sang produser dari Comes and Pictures Tia Hasibuan mengatakan, ” Walaupun film ini film horor, tapi unsur kekeluargaan dan pertemanan juga kental di ceritakan dengan ciri khas. Film ini mengambil setting di rumah susun dengan karakter berbeda di setiap lantai dan cerita mereka masing – masing yang menambah keseruan film”.
Sunil Samtani mewakili Rapi Film melihat, bahwa sejak awal film ” Pengabdi Setan ” di maksudkan untuk jadi film pembuka bagi satu jalinan cerita buat beberapa film. Untuk itu, pihaknya tidak mau terburu – buru membuat sekuelnya, skenario dan persiapannya harus matang. Karena pihaknya ingin memberikan yang terbaik untuk penonton.
Bertepatan dengan ulang tahun Rapi Film yang ke 50 serta antusiasme masyarakat untuk kembali ke bioskop dan menonton film horor. Membuat rasa optimis bahwa ” Pengabdi Setan 2 : Communion ” Akan diterima oleh publik luas. Karena penonton akan terhibur serta merasakan pengalaman luar biasa yang tak terlupakan. Pengambilan gambar sendiri sudah dilakukan di masa pandemi dengan sebagian besar kru, merupakan tim yang sama mengerjakan film yang terdahulu.
Walaupun harus beradaptasi dengan keadaan yang sedang terjadi, tapi semua yang terlibat sangat kompak. Ditambah lagi dengan syuting mayoritas dilakukan di rumah susun yang telah dibiarkan kosong selama 15 tahun. Terasa benar – benar mencekam, namun seluruh kru dan pemain diberikan keleluasaan menggunakan dan mengeksplorasi tempat tersebut.
Film ” Pengabdi Setan ” yang dirilis pada tahun 2017 mendapat kesuksesan komersial dan kritikal, bukan hanya ditingkat nasional namun juga international. Film yang dibintangi Tara Basro dan Bront Palarae ini merupakan salah satu film terlaris di Indonesia dengan jumlah penonton 4.206.104 di bioskop. Pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2017 film ini mendapatkan 13 nominasi dan berhasil memenangkan 7 diantaranya. Film ini juga diterima dengan baik di luar negeri oleh pecinta horor. Dengan judul international ” Satan’s Slaves ” dipuji oleh sutradara Doctor Strange, Scott Derrickson melalui akun twitternya ” Satan’s Slaves ‘ is a well – crafted, scary horror film from Indonesia. Nantikan pemutaran dan penayangannya film ” Pengabdi Setan 2 : Communion ” Pada awal Agustus nanti. (FE)
iMusic.id – Rumah produksi Pal8 Pictures mengumumkan pemeran Film “Laut Bercerita” yang lebih lengkap. Setelah mengungkap para pemeran utama, yakni Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, Christine Hakim sebagai ibu, Arswendi Bening Swara sebagai ayah, Dian Sastrowardoyo (Kasih Kinanti) dan Eva Celia sebagai Ratih Anjani di ajang JAFF Market tahun lalu, Pal8 Pictures mengumumkan pemain lain diumumkan di Jakarta pada 24 Februari 2026.
Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, berdasarkan novel bestseller karya Leila S.Chudori, para pemain lainnya adalah Kevin Julio sebagai Daniel Tumbuan, Ben Nugroho (Alex Perazon), Dewa Dayana (Sunu Dyantoro), Yoga Pratama (Arifin Bramantyo), Nagra Kautsar (Naratama), Natalius Chendana (Julius), dan Afrian Arisandy (Gala Pranaya). Nama-nama ini memerankan bagian penting dari kehidupan Biru Laut, yakni kelompok diskusi mahasiswa Winatra.
Skenario film ini ditulis oleh Leila S.Chudori dan Yosep Anggi Noen dan diproduksi oleh Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S.Chudori. Pal8 Pictures juga bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films dan Brandlink.
Di dalam film “Laut Bercerita”, Biru Laut tak bergerak sendiri. Pada 1991, mahasiswa jurusan sastra Inggris ini bertemu salah satu pimpinan Winatra: Kasih Kinanti. Sejak itulah Laut bersama Daniel, Alex dan Sunu bergabung ke dalamnya. Mereka memahami bahwa membaca dan menulis adalah bentuk perlawanan. Namun, bergerak adalah langkah selanjutnya untuk melawan kelaliman.
Reza Rahadian yang mengaku memerankan Biru Laut di dalam film panjang ini cukup sulit secara emosional, tetapi dia mengungkapkan harapannya film ini bisa menumbuhkan kepekaan bagi penontonnya.
“Semoga film ini bisa membuka ruang berefleksi terhadap permasalahan sosial saat ini.” Reza mengaku yang menyenangkan adalah Reza dan ketiga pemain lain dalam Winatra berakhir menjadi kawan dekat dalam kehidupan nyata.
Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia yang membaca novel “Laut Bercerita” beberapa tahun silam mempunyai tokoh favorit masing-masing.
“Waktu pertama kali membacanya, saya membayangkan kalau ada film panjangnya, saya ingin menjadi Anjani. Impian saya menjadi kenyataan,” kata Eva.
Adapun Dian mengaku dia mengidolakan tokoh Kinan. “Saya merasa bahagia ketika ditawari peran ini,” katanya.
Sutradara Yosep Anggi Noen mengarahkan para pemain selama 37 hari syuting di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi. Anggi mengungkapkan proses penggarapan Laut Bercerita cukup sulit dan penuh tantangan.
“Selain menyajikan cerita yang sudah dipahami oleh pembaca novelnya, di film ini saya harus menghadirkan penceritaan yang bisa diikuti oleh penonton secara umum,” kata Anggi.
“Kami bersyukur film panjang perdana kami ini didukung oleh para pemain berbakat,” ujar Direktur Pal8 Pictures, Budi Setyarso.
“Kami berharap film Laut Bercerita bisa memberikan inspirasi untuk banyak orang,” Budi menambahkan. “Semangat persahabatan dan persaudaraan anggota Winatra itulah yang kami ingin tularkan kepada penonton film ini.”
Gita Fara yang juga menjadi produser film pendek dengan judul sama pada 2017 mengungkapkan, pada film panjang, penonton akan dapat menikmati cerita yang lebih utuh tentang perjalanan Biru Laut.
“Kami merasa cerita ini semakin relevan untuk saat ini. Kami ingin menekankan aspek keluarga, kehilangan, dan harapan,” ujar Gita Fara.
Film ini terpilih dalam program Work-in-Progress (WIP) di Hong Kong – Asia Film Financing Forum (HAF) 2026, dan akan berjejaring dengan calon mitra kolaborator di Hong Kong Filmart pada 17–19 Maret 2026.
Film “Laut Bercerita” akan tayang dibioskop di seluruh Indonesia tahun 2026 ini.
iMusic.id – Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional di ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru Joko Anwar persembahan Come and See Pictures, “Ghost in the Cell” merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi! Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.
Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio.
“Ghost in the Cell” karya Joko Anwar ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.
Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.
“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar Joko Anwar.
“Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” tambah Joko.
Produser Tia Hasibuan menambahkan, desain produksi film “Ghost in the Cell” menerapkan pendekatan yang efektif dan efisien. Proses produksi yang hanya membutuhkan waktu 22 hari, yang hanya menggunakan setengah hari di setiap harinya, membuat seluruh jajaran kru dan pemeran pun merasa nyaman.
“Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Jadi meskipun waktu produksi kami 22 hari, itu bisa dibilang terasa seperti 11 hari waktu produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya menggunakan one shot take. Jadi sejak pra-produksi juga sudah dipersiapkan secara matang,” ujar produser Tia Hasibuan.
Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Dalam pengambilan gambar, “Ghost in the Cell” pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel di film ini adalah para aktor terbaik Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.
Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.
“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.
Film “Ghost in The Cell” diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026!
iMusic.id – Amazing Grace Production bekerjasama dengan Jayashree Movie Production dan EM Pictures mempersembahkan film layar lebar terbaru berjudul “Jangan Seperti Bapak”, sebuah film Drama Action karya Daniel Tito Pakpahan yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026. Dengan durasi 100 menit, film ini menghadirkan aksi intens yang berpadu dengan drama emosional bertema keluarga membawa penonton masuk ke konflik yang menegangkan sekaligus menyentuh.
Mengangkat isu hubungan ayah dan anak, film ini mengikuti perjalanan Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika ayah yang ia cintai tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Didorong oleh duka dan rasa kehilangan, Angel berusaha mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Namun pencarian itu menyeretnya ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan, penuh intrik, pengkhianatan, dan bahaya yang semakin dekat. Tanpa membocorkan kejutan cerita, “Jangan Seperti Bapak” menawarkan plot twist yang kuat dan sulit ditebak hingga akhir.
Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyampaikan bahwa film “Jangan Seperti Bapak” ini tidak hanya mengandalkan adegan action, tetapi juga membawa pesan emosional yang relevan bagi banyak keluarga.
“Film “Jangan Seperti Bapak” ini bukan sekadar tentang pertarungan antar dua kelompok gengster, tetapi film ini mengangkat isue tentang keluarga, luka yang diwariskan, dan pilihan hidup yang menentukan masa depan. Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal.” Jelas Daniel Tito Pakpahan.
Film “Jangan Seperti Bapak” diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi seperti Zee Asadel, Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Hendric Shinigami, Max Metino, Damara Finch, Marsyel Ririhena, Mongol Stres dan Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin yang pertama kalinya main di film layar lebar.
Selain kekuatan cerita dan cast, film ini juga menyoroti isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk fenomena judi online dan premanisme, serta didukung production value yang dirancang untuk menghadirkan visual yang menarik di layar lebar.
Diproduseri oleh Nico Rosto dengan Eksekutif Produser Hendric Shinigami, Filemon Eddy, Amos Wibowo dan Eva Margawaty, film“Jangan Seperti Bapak” Hadirkan Kisah Cinta Keluarga yang sangat menggetarkan hati. Dan film ini dijamin akan menjadi hiburan spesial di menjelang hari Valentine dan hari raya Imlek.