Connect with us

iMusic

Gunawan LIDA rilis theme song perselingkuhan, Ada Apa Nih?

Published

on

iMusic – Gunawan Muharjan, atau dikenal dengan Gunawan LIDA, namanya sudah tak asing di jajaran pecinta dangdut jebolan Ajang pencarian bakat yang digelar Indosiar.  Penyanyi asal Maluku Utara ini menyabet gelar runner-up pada Liga Dangdut Indonesia 2020.  Sebelumnya Gunawan telah merilis single bersama Rara LIDA, yang disebu-sebut netizen sebagai pasangannya.  Namun belakangan, keduanya sudah jarang terlihat bersama. Kini Gunawan merilis single bertema perselingkuhan.

Lagu berjudul KARMAMU karya Arya Bhima ini dirilis dibawah naungan label rekaman 3D Entertainment dan artis manajemen STREAM Entertainment pada 21 Maret 2022 di seluruh Digital Streaming Platform, Apple Music, Spotify, Joox, Langit Musik, Resso dan YouTube Music.  Sedangkan di Tiktok, sudah di rilis lebih dulu dengan durasi 60 detik pada 17 Maret 2022 dan hampir 1000 Video sudah menggunakan lagu ini.

Melalui lirik yang lugas, lagu KARMAMU ingin menyampaikan bahwa karma itu ada. “Ceritanya kan ini ceweknya selingkuh, mutusin cowoknya, tapi ternyata dia gantian diselingkuhin cowoknya, terus minta balikan lagi sama mantannya.  Nah, jadi pesannya, kalau sudah mendapatkan cinta yang tulus, jangan disia-siakan, karena apa yang kamu tanam akan kamu tuai di kemudian hari”, tutur Gunawan.

Bukan saja saat rekaman, tapi saat syuting music video pun, Gunawan dituntut untuk memerankan sosok yang tersakiti.  “Dari sebelum rekaman Gunawan sudah mencoba belajar menjiwai lagu ini dan nggak terlalu sulit, karena Gunawan pernah mengalami hal yang lebih sakit, lebih hancur dari cerita di lagu ini, lebih parah banget bahkan, haha,” sambung Gunawan.

Meski begitu, secara genre musik, lagu ini menjadi tantangan tersendiri buat Gunawan, karena memadukan dua genre yang berbeda, yaitu Slowrock dan koplo.  Memiliki rentan tempo yang cukup jauh, Gunawan berhasil membuat lagu ini terasa nyaman di telinga.

Para penikmat dangdut juga dimanjakan dengan akting Gunawan dalam music video yang total banget.  “Berawalnya sih karena, Gunawan sudah mendalami lagunya, jadi ketika suruh akting di music video pun, Gunawan nggak sulit untuk mengekspresikannya.  Gunawan sudah berusaha maksimal, supaya orang yang nonton bisa merasakan cerita lagunya. Tim produksinya, tim dari 3dent dan manajemen juga keren banget pilihan tempatnya, meski jauh ya di Lembang, tapi keren banget pemandangannya.” Jelas Gunawan.

Music Video KARMAMU sudah siap kamu tonton pada 21 Maret 2022 di YouTube Channel 3D Entertainment.

Pernah mengalami kisah yang sama, melalui lagu ini Gunawan pun ingin memotivasi para anak muda diluar sana.  “Liriknya tuh sesuai banget sama realita, pokoknya buat kalian yang tersakiti, yaudah lepasin aja dan bilang bawa cinta dan karmamu”, tutup Gunawan.

Buat yang pernah diselingkuhin, jangan lupa move on pakai lagu KARMAMU! (FE)

iMusic

Alala Zahra luncurkan single anyar “Ibunda Tersayang”

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan momen penuh makna Hari Kartini, penyanyi muda berbakat Alala Zahra resmi merilis single perdananya yang berjudul “Bundaku Tersayang”, sebuah karya musik pop akustik yang hangat, emosional, dan menyentuh hati. Mengusung genre Pop Akustik, lagu ini menghadirkan nuansa yang intim dan autentik.

melalui penggunaan instrumen musik akustik seperti gitar akustik, perkusi, violin, viola, cello, hingga contra bass. Aransemen yang sederhana namun kuat menghadirkan “feel” yang khas dan berkarakter, menjadikan lagu Alala Zahra ini mudah diterima oleh berbagai kalangan terutama mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan sosok ibu.

“Bundaku Tersayang” mengisahkan tentang bakti dan cinta seorang anak kepada ibunya, yang ingin terus membahagiakan dan membalas kasih sayang tanpa batas sepanjang

hidupnya. Lagu Alala Zahra ini menjadi refleksi perasaan universal yang bisa dirasakan oleh siapa saja baik sebagai anak maupun sebagai sosok ibu.

Dengan lirik yang tulus dan aransemen yang menyentuh, lagu yang dinyanyikan Alala Zahra ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi penyemangat spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Single ini diproduksi secara serius dengan melibatkan nama-nama berpengalaman di industri

Musik : Executive Producer: Okii Syarif & Icha Anwar (Chakiiyama Production), Music Producer & Songwriter: Edward Faisal, Mixing & Mastering: Reggie Chasmala.

Dirilis di bawah naungan indie label Chakiiyama Production, karya ini menjadi langkah awal yang kuat bagi perjalanan musikal Alala Zahra.

Melalui perilisan single ini, Alala Zahra berharap lagu “Bundaku Tersayang” dapat Menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai orang tua, Menjadi sumber energi positif dan semangat dalam menjalani kehidupan dan Mengingatkan kembali akan pentingnya peran ibu dalam kehidupan setiap individu

“Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ungkap Alala.

Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan pesan yang kuat, “Bundaku Tersayang” bukan sekadar lagu debut melainkan sebuah karya yang berpotensi menjadi anthem cinta untuk ibu bagi banyak orang. Single ini kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform, dan video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Alala Zahra.

Continue Reading

iMusic

Unit symphonic metal asal Bogor, Criatura, luncurkan album dan single baru

Published

on

iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.

Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.

“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”

Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.

Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.

Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.

“Born in silence. Crowned in victory.”

Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.

Continue Reading

iMusic

Astrid masih konsisten dengan luncurkan album “Aku Dan Cahaya”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi yang dikenal dengan karakter suara unik dan deretan hits multi-platinum, Astrid, resmi merilis album penuh terbarunya yang bertajuk “Aku Dan Cahaya”. Karya ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Astrid, terutama setelah memutuskan bergerak di jalur independen selama lima tahun terakhir.

Dikenal luas melalui lagu-lagu ikonik seperti “Jadikan Aku Yang Kedua,Tentang Rasa” dan “Mendua“, Astrid membuktikan konsistensinya meski tidak lagi berada di bawah naungan label besar. Total lebih dari 200 juta streams di Spotify dan YouTube menjadi bukti nyata bahwa karya-karyanya seperti “Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta” hingga “Silakan” tetap memiliki tempat di hati para penikmat musik tanah air.

Album “Aku Dan Cahaya” terdiri dari 10 lagu yang dikurasi secara mendalam. Album ini merupakan penggabungan dari mini album “Masih Di Sini” (rilis akhir 2025 dengan total 5 lagu) ditambah dengan materi-materi baru yang menyempurnakan narasi musiknya. Bagi Astrid, “Aku Dan Cahaya” adalah sebuah proyek personal yang membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih segar dan menantang. Proses kreatif ini menjadi semangat baru baginya dalam menyampaikan kisah hidup dan perasaan melalui melodi.

Salah satu kejutan terbesar dalam album ini adalah keterlibatan musisi Adrian Martadinata. Selain bertindak sebagai Music Director yang meramu aransemen album secara keseluruhan, Adrian juga hadir sebagai rekan duet dalam single andalan berjudul “Kuingin Kau Tau“. Menariknya, lagu ini adalah karya orisinal Adrian yang sempat hits di masa lalu. Astrid yang terpikat pada lagu tersebut mengajukan syarat khusus untuk membawakannya kembali: Adrian harus ikut bernyanyi bersamanya.

Dibalut dengan aransemen yang dominan akustik namun dipercantik dengan sentuhan strings yang megah, “Kuingin Kau Tau” bercerita tentang dinamika hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kolaborasi suara unik Astrid dan vokal merdu Adrian menciptakan harmoni yang istimewa, romantis, dan penuh rasa.

Album ini dirilis melalui kerjasama Astrid & Hadir Entertainment, distribusi oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia, Album ini sudah tersedia di KFC Stores seluruh Indonesia.

Continue Reading